
Semenjak hari itu di rumah sakit, Annchi sangat sulit tidur, minggu depan adalah hari besar untuknya, tapi ia merasa semakin lama kenapa semakin meragukan Liu,
" apakah semua orang yang akan menikah akan di landa keraguan seperti aku? atau ini hanya aku saja yang terlalu banyak berfikir?" batin Annchi.
hari ini sudah pukul 10 malam dan ia masih belum bisa meletakan fikirannya untuk tidur, udara di luar semakin larut semakin dingin tapi entah mengapa dia ingin sekali keluar berjalan-jalan mencari udara segar.
Tanpa sepengetahuan annchi, shin hari ini pulang dari perancis, ia mendapatkan undangan pernikahan Annchi kemarin, Ia mematung di dalam mobilnya melihat ke arah beranda kamar annchi yang masih terbuka, shin yakin annchi belum tidur. Berkali-kali ia mengetik pesan untuk annchi , sekedar ingin memberi tahu kalau ia di luar pagar rumahnya, namun berkali-kali juga pesan itu ia hapus, ada perasaan yang harus di pendam dalam-dalam karena sebentar lagi ia akan melihat orang yang paling dia sayangi akan berjalan di altar tapi bukan untuknya tapi untuk orang lain. Lamunan shin terpecah ketika melihat sosok Annchi keluar dari pagar rumahnya, berjalan sendirian di gelapnya malam.
" huh anak ini benar-benar, apa dia lupa pernah di culik? cuaca sedingin ini dia mau kemana malam-malam?" batin shin sambil mengikuti ann dari belakang.
ia melihat Annchi berkali-kali menghela nafas dalam dan sese kali menepuk keningnya, membuat Shin sedikit tertawa. Beberapa lama berjalan, akhirnya annchi duduk di bangku trotoar itu, posisi bangkunya memang membelakangi jalan.
" di tempat inilah aku di lamar Liu dengan romantis dengan sebuket bunga dan cincin berlian yang aku pakai sekarang, cincin ini begitu cantik, tapi apakah hanya aku saja yang benar-benar spesial untuknya? kenapa aku merasa selalu ada xiauwen di belakangnya?" seru Annchi dalam hati, ia tak melepaskan pandangannya dari cincin yang ia kenakan, tertunduk bingung dan sendirian
Melihat Annchi sepertinya sedih, Shin menghampiri Ann dan berdiri di hadapannya, melihat sepasang sepatu di depannya, Ann langsung mendongakkan kepalanya, memastikan siapa pemilik sepatu itu. Betapa kagetnya dia ketika Shin di hadapannya.
"kak shin, kenapa kau bisa di sini?" seru ann masih terheran-heran. Shin kemudian jongkok di hadapan Ann sambil mengalungkan syal dari lehernya ke leher ann, hal itu tentu saja membuat ann sedikit kikuk, sudah lama sekali tak melihat shin sedekat ini.
" sudah selama ini tak melihatnya,.wajahnya masih tidak berubah, matanya, senyumnya masih sama seperti yang dulu, hanya dengan melihatnya saja hatimu menjadi hangat dan nyaman" batin Ann masih memandangi Shin, sampai tak sadar sedari tadi tangan Shin melambai-lambai di hadapan wajahnya.
"ann, hei, sampai kapan ingin melamun?" tanya Shin menyadarkan Ann
" oh hehe,, maaf kak aku terlalu kaget kau di depanku" jawab ann sambil tersenyum
"kenapa setiap kali aku bertemu denganmu kau dalam keadaan sedih sih an?" tanya shin
" benarkah? aku tak sedang sedih kok kak"
"lalu kenapa kau berjalan malam-malam begini? kau lupa peristiwa penculikan itu?"
" huh , aku hanya ingin menghirup udara dingin malam kak, sepertinya segar sekali"
" apa ada masalah dengan persiapan pernikahanmu?" tanya Shin
" kak, kenapa kau bisa di sini?" seru ann mengalihkan pembicaraan
" kau kenapa? jawab aku" tanya shin dengan pandangan tajam sambil memegangi pipi ann
" aku,, aku.. ahhhh kak shiiiinnnnnnnnn kau benar-benar menyebalkan" seru annchi tiba-tiba memeluk Shin " kenapa kau tak bisa sekali saja pura-pura tak tahu apa yang aku sembunyikan kak?" seru ann sambil melepaskan pelukannya.
" kak, beberapa hari yang lalu, aku dan liu menolong seorang anak kecil, ibunya akan melahirkan, akhirnya aku dan liu menolongnya membawa ibunya melahirkan di rumah sakit, setelah operasi selesai seorang dokter kandungan menyapa liu menanyakan bagaimana keadaan istrinya, liu seketika berkata kalau aku adalah istrinya, saat aku menanyakan kenapa dia berbohong dia bilang dia tak berbohong, dokter itu rekan paman Genji, tapi kenapa aku merasa liu berbohong?" kata Annchi sambil menatap mata Shin berkaca-kaca.
Shin yang mendengar cerita Annchi tersentak kaget, meskipun ia sudah mengetahui cerita xiauwen hamil, melihat Ann yang hampir menangis seperti itu, ia bimbang harus berkata apa.
" dimana kau bertemu dokter itu?" tanya Shin serius
" Di rumah sakit xx, apa kau tahu sesuatu?" tanya ann
" bagaimana aku bisa tahu sesuatu tentang liu,dasar bodoh" seru Shin sambil menjentikkan jarinya ke hidung annchi
" ann aku ingin menanyakan sesuatu yang mendasar, kau hanya harus menjawab ya atau tidak, bisakah?" tanya shin
"kenapa kau begitu serius, aku jadi berdebar" seru ann
" apa kau mencintai Liu dari dalam hatimu? atau kau menerimanya hanya karena pernah tidur bersamanya jadi kau ingin minta pertanggung jawabannya? atau karena dorongan paman yizhen?" tanya Shin
" bagaimana kau bisa menanyakan hal itu? liu bukankah pria sempurna untukku?" seru ann sambil memalingkan wajahnya dari shin
" Iya atau Tidak?" seru Shin sambil menghadapkan wajah Annchi untuk menatapnya
" jika kau tanya seperti ini, aku tak tahu jawabannya kak, mungkin karena keduanya, mungkin karena cinta juga, inilah alasan aku duduk disini sendiri sebelum kau datang, setiap malam aku bertanya hal yang sama, pernikahanku tinggal menghitung hari kak, tapi semakin hari semakin ragu" jawab ann
" ann, jika alasanmu karena Liu pernah tidur bersamamu, batalkan pernikahan ini dan menikahlah denganku, aku akan menerimamu dan semua masa lalu mu, jika karena dia kaya, kau tahu pasti siapa keluarga Hua, jika kau menikah karena paman Yizhen, aku akan bicara dengannya jika kau mau, tapi kalau karena kau mencintainya, aku takan menghentikan langkahmu"
" aku... akuuu..kak aku tak tahu alasan mana yang membuatku ada di posisi ini sekarang, kenapa kau tak pernah datang melamar ku seperti ini beberapa bulan lalu sebelum lamaran liu dan pesta pertunangan ku kak?kenapa kau selalu putuskan menyerah daripada mempertahankan ku? kenapa aku selalu merasa kau mencintaiku tapi tanganmu melepaskan ku dan mendorongku memilih orang lain? kenapa baru sekarang kau datang menyatakan ini semua? kenapa kau selalu datang terlambat?" seru Annchi meneteskan air matanya "karena sudah sejauh ini, pernikahanku hanya tinggal hitungan hari kak, aku tak mungkin membatalkan pernikahan ini, mengecewakan semua orang yang mendukungku dan berharap padaku bukanlah pilihan bijak, bagaimanapun aku adalah pewaris tunggal perusahaan ayah, keputusanku akan mempengaruhi banyak hal, aku...." tiba-tiba ciuman Shin mendarat di bibirnya, Annchi merasa semakin sesak,
"sebenarnya siapa yang aku cintai?mungkin kak shin benar, aku hanya berharap liu bertanggung jawab dengan menikahi ku, mungkin juga benar ini semua karena dorongan orang tuaku? ciuman ini sungguh berbeda dengan ciuman Liu, ciuman kak shin lebih nyaman, lebih lembut, seandainya kau tak datang terlambat kak" batin Annchi
" dengan alasan apapun aku mohon batalkan pernikahan ini ann, aku tak ingin kau menderita lebih banyak bersamanya" seru Shin sambil melepaskan ciumannya
" maafkan aku kak, aku tidak bisa" jawab annchi dengan mata berkaca-kaca
" huh, baiklah, untuk kesekian kalinya aku datang terlambat, kalau begitu nantikan lah pernikahan yang kau inginkan itu, bagaimanapun kau tak bisa membohongi hatimu sendiri ann, semoga kau beruntung" seru Shin dengan wajah kesal dan beranjak pergi meninggalkan Annchi
"baru kali ini kak shin marah seperti ini, bahkan dia meninggalkanku sendiri di sini, kali ini aku benar-benar bodoh, bagaimana mungkin aku tak tahu posisi hatiku sendiri" batin annchi