
siang itu Xiauwen mendapatkan kabar dari Ming untuk menemaninya Tes DNA dari anak yang di kandungnya, reaksinya tak berlebihan, cepat atau lambat ini akan terjadi, tak mungkin Liu membiarkan masalah ini berlarut-larut, Di temani Ming, ia datang ke Rumah Sakit untuk mengetes DNA, ini tak butuh waktu yang lama, beberapa jam menunggu hasilnya sudah terlihat, wajah sinis Xiauwen mengembang saat hasilnya di dapatkan, tidak lain hasilnya positif itu adalah anak Liu.
"ini akan menjadi permainan yang menarik untuk Liu, kalaupun aku tak mendapatkanmu, setidaknya aku merusak kebahagiaanmu" batinnya
*** flashback beberapa waktu sebelumnya ***
"klak" Xiauwen membuka tuas pintu dan pintu pun terbuka, terlihat seorang pria sedang sibuk dengan treadmillnya, menyadari ada yang masuk, ia langsung melihat ke arah pintu masuk
" untuk apa kau kemari?" tanya gavin dingin
" hanya bosan"
"bosan? kalau begitu berhentilah bermain permainan konyolmu?"
" konyol? menurutmu ini konyol?"
" tentu saja, hanya orang bodoh yang menukar masa depannya yang cemerlang hanya untuk menghancurkan kebahagiaan orang lain"
"apa manfaatnya kau menghancurkan kebahagiaan mereka?"
" aku tak bisa bersama Liu maka Liu tak bisa di miliki siapapun"
" aku baru tahu pria yang selalu kau maksud itu adalah Liu"
" kenapa?"
"bukan karena liu, tapi karena gadis di sampingnya, aku kenal annchi adalah gadis yang baik, dia tak pantas di sakiti seperti ini"
" kau menyesal membantuku?"
"jika sebelumnya aku tahu pria itu adalah liu dan wanita di sampingnya adalah annchi maka aku malas membantumu jadi wen hentikan ini sekarang aku tak ingin masuk lebih jauh ke permainan bodoh ini!"
" oke, tapi kejadian di mid cafe bukankah kau sendiri yang masuk ke dalam permainanku?"
" aku juga tak berencana masuk, aku tak tertarik masuk, hanya saja saat kau membicarakan kehamilan mu dan saat aku tahu pria yang kau maksud adalah Liu, seketika aku teringat annchi, dia gadis yang baik wen, mungkin liu pantas di permainkan begini kaulah cinta pertamanya tapi tak rela melepaskan gadis baik seperti annchi, itu sangat egois"
" kau sedang membela gadis itu lagi? kenapa seluruh dunia menyukainya?"
" ya karena dia berbeda tak sepertimu, aku bisa melihat ketulusan di matanya"
"what the hell gave, kau mencintainya?"
" mungkin, aku sedang mencoba menghentikan mu, berhentilah merusak kebahagiaan mereka hanya karena dendam mu" seru gavin dingin
" ya kalau begitu terimakasih telah mengingatkanku" seru Xiauwen sambil memeluk Gavin yang kemudian di tepis gavin
" gaveee jangan sedingin itu" sahut xiauwen manja
" ingat perjanjian kita wen, aku tak mau di sangkut pautkan dengan anak itu, lagipula aku tak tahu rencana permainanmu sebelumnya, aku membantumu 1 kali karena kau pernah menyelamatkanku 1 kali, jadi kita impas, kita berteman sudah sangat lama, tidak ada benefit yang akan aku berikan padamu karena ini hanya balas budi, berhentilah!!jika aku tahu pria yang kau maksud adalah Liu aku takan mau membantumu" seru gavin dingin
"oke baiklah, sekarang kau bersikap dingin seperti Liu, tidak adakah yang bisa membuatku nyaman?"
" kembalilah seperti xiauwen beberapa bulan lalu sebelum masalah ini muncul, gugurkan kandungan mu, masih banyak pria tampan dan mapan selain Liu, wen!"
" pria kaya dan mapan banyak, tapi yang sepeti Liu tidak ada, sudah berhenti membahas ini, aku pusing, aku ingin minta bantuan mu menghubungi seseorang untuk memanipulasi DNA anak ini"
" hahaa,untuk apa membantumu? hanya akan membuat imageku buruk!"
" gaviiinnnn aku mohon, jika liu dan annchi berpisah bukankah hal baik untukmu? kau bisa bersama Annchi gave?"
" haha, kau pikir aku serendah itu? aku menyukainya tapi aku tak serendah itu ingin merebutnya dari suaminya, kau lakukanlah seperti kemauan mu, aku akan terus memperhatikanmu, permainan mu akan lebih sulit jika aku benar-benar masuk di dalamnya wen, jadi berhwti-hatilah " titah gavin sembari meninggalkan Xiauwen sendiri
" ya kau benar wen, lakukanlah permainan bodoh mu ini, jika berhasil mereka akan berpisah dan aku punya kesempatan mendapatkan annchi tanpa harus bersusah payah memisahkan mereka, jika gagal setidaknya aku tak terkena imbas apapun, satu-satunya yang di rugikan adalah kau wen,wen kau benar-benar gadis bodoh" batin Gavin sambil tersenyum sinis
" seluruh dunia seperti berpihak pada mu ann, aku jadi semakin membencimu!!!" batin Xiauwen
*** flashback end***
ming is calling" ponsel Liu berdering, Liu menatap layar ponselnya, ia langsung menjauh dari annchi yang saat itu sedang berada di sisinya.
" ming ada kabar apa?"
" tuan liu saya sudah mengantar nona xiauwen, hasilnya positif bayi yang di kandungnya adalah bayi anda tuan"
" benar tuan" seketika Liu mematikan ponselnya, kemudian ia menatap mata Anncui dalam-dalam
" agh, aku harus bagaimana ann, aku harus bagaimana? aku berdosa kepadamu ðŸ˜ðŸ˜" batin Liu sambil menyandarkan kepalanya di bahu annchi, annchi bingung melihat liu seperti itu.
" sayang, kau kenapa? pusing?"
" biarkan aku seperti ini beberapa menit ann, hanya ingin bersandar sebentar"
" ada masalah apa? katakan"
" tidak ada sayang, hanya masalah kecil yang membuatku lelah saja, ann ayo aku ajari kau berselancar!" seru liu tiba-tiba
" no..no..no liu aku tak mau, aku takut lautan"
" haha, bagaimana bisa? meskipun menyeramkan tapi ini mengasyikan, jika kau tak mau berselancar, setidaknya kau harus basah ayoo!!!"
Liu berdiri sambil mengangkat tubuh annchi dan membawanya ke pantai, annchi memukul-mukul tubuh Liu, tapi liu menghiraukannya, justru ia tertawa geli melihat annchi ketakutan dan byuuuuurrrrr liu menjatuhkan tubuh annchi ke air, karena ombak yang sedikit besar Annchi akhirnya terseret ombak, melihat itu Liu langsung menarik tangan Annchi dan mendekapnya, tubuh Annchi gemetar
" liu aku takut laut, kau jahat sekali, hiks hiks" annchi tak dapat menahan air matanya
" maafkan aku ann, aku pikir kau sedang bercanda" kemudian Liu membopong tubuh annchi dan membawanya ke vilaa dan mendudukannya di sebuah ayunan panjang di balkon, annchi masih memeluknya.
" tubuh liu benar-benar bagus, tak heran banyak yang menyukainya" batin Annchi melamun dan tersenyun sambil tangannya memegangi perut Liu yang six pack itu.
" tubuhku memang sebagus itu ya sampai kau senyum-senyum memeganginya?" goda Liu sambil mendongakkan kepala Annchi, sadar Liu memperhatikannya begitu iapun melepas tangannya dari perut Liu.
" sudah sudah lepaskan aku, aku mau mandi" seru Annchi kikuk sambil melangkah menuju kamar mandi dengan wajah yang merah karena malu. Seketika Liu menarik tangan Ann dan menggendongnya
" ayo mandi bersama" seru liu dengan menghiraukan reaksi Annchi yang heboh, sesampainya di kamar mandi ia menyalakan Shower, Annchi sadar apa yang akan terjadi jadi ia berusaha melangkah pergi tapi tangannya kembali di tarik oleh liu.
" mau kemana? kenapa wajahmu merah begitu? jangan kira aku tak tahu yang kau pikirkan tadi ann"
" pikiran apa maksudmu, aku tak memikirkan apapun!" seru annchi sambil memalingkan wajahnya
"tenang saja, tubuh pria yang kau kagumi beberapa saat lalu adalah milikmu, bukankah itu suatu keberuntungan?" goda Liu sambil melucuti bikini annchi,sadar yang Liu lakukan annchi berusaha menolak tapi sia-sia, di tengah guyuran shower,liu terus menciumi tubuh Annchi yang sudah bertelanjang dada itu, hal itu membuat ciuman Liu semakin berhasrat, tak munafik annchi juga menikmatinya. Akhirnya mereka melakukan itu lagi di dalam kamar mandi.
"uh ah liiiuu, aku lelah, uh..uh..hemph"
" sebentar lagi sayang" seru Liu masih dengan gerakannya, tak heran jika Annchi kelelahan, hari ini sudah berapa kali mereka melakukan itu. Setelah beberapa saat Liu akhirnya "keluar" , annchi langsung mengambil handuk dan melangkah pergi, merebahkan tubuhnya di pinggir tempat tidur.
" ya tuhan, selelah ini menjadi istri, dia kuat sekali" batinnya, sesaat memudian Liu keluar juga dengan hanya memakai handuk sambil mengeringkan kepalanya dengan handuk yang lain dan duduk di samping annchi
" bagaimana ann? hehe enak kan?!"
" enak apanya? capek tahu!!"
" tapi enak kannnn!!" goda liu sambil mencium annchi
" liuu huh kau benar-benar gila, apa mau membunuhku dengan cara begini?" annchi mendorong tibuh liu melepaskan ciumannya
"kenapa memangnya? aku melakukannya dengan istriku sendiri apa itu masalah? aku ingin kau cepat hamil"
"hah? hamil? aku bahkan tak berfikir sampai sana"
" iya bagaimana kau berfikir sampai sana, yang sejak tadi terbayang di kepalamu hanya tentang tubuhku yang keren ini berikut pikiran-pikiran mesummu" jentikan jari liu mengenai kening annchi
"enak saja, ya oke aku memang mengagumi tubuhmu, tapi aku tak berpikiran mesum! huh"
" berpikiran mesum juga tak masalah, asal yang kau pikirkan hanya aku, mau lagi?" seru Liu sambil memegangi handuk annchi hendak membukanya, yang buru-buru di cegah annchi
" kau gila Liu, aku mau pakai baju dan makan, aku hampir mati kelaparan!!" annchi beranjak menuju lemari pakaian
" hahaha, oke oke aku juga lelah, tenagaku untuk nanti malam saja"
" gak ada nanti malam, aku mau istirahat dan tidur jangan menggodaku!!" seru annchi kesal yang membuat Liu terkekeh geli.
seperti kata shin, kadang Pelangi akan muncul lebih dulu sebelum badai datang, senyum annchi tidak akan bertahan lebih lama, awan gelap itu mulai bermunculan dari segala arah. meskipun banyak payung yang akan melindunginya, basah dan dinginnya akan tetap membuatnya menggigil.