ONE LAST TIME

ONE LAST TIME
-



"paman choi, kau lihat Liu?" tanya Ann


Hari ini hari Minggu, untuk pertama kalinya dalam 1 minggu ini ,Liu libur dan berada di rumah, biasanya ia akan pergi ke luar kota dengan alasan apapun.


"Tuan Liu ada di rumah kaca nona"


"baiklah, terimakasih" kemudian Annchi setengah berlari untuk bertemu dengan Liu. Sesampainya di sana, ia melihat liu sedang meneliti laporan sambil meminum segelas teh hangat.


"Liu, kau sibuk sekali hingga hari libur pun memeriksa laporan?" tanya Annchi berdiri di belakang Liu


"tentu saja, memimpin perusahaan mu tak semudah itu ann" seru Liu menyentuh pipi ann



" benarkah? mungkin kau harus belajar dariku, hihi" goda Liu


" haha, kenapa harus belajar dari seseorang dengan IQ di bawah ku? mustahil"


" APAA?????? huh jadi sebal aku!"


" apa perlu aku ingatkan prestasi-prestasiku waktu kuliah dulu? kalau bukan karena kau cantik mana mau aku menikah denganmu!haha"


" oh jadi itu alasanmu? kalau begitu kenapa kau menikah denganku, suatu hari aku akan menua dan keriput, kau bisa saja mencari pengganti ku yang lebih cantik!"


" tentu saja, aku akan mencari yang lebih cantik jika kau keriput nanti, hihi"


" uuuugh sebal!!!!!!! jadi malas ada di sini, aku pergi!!" Annchi melangkah pergi dengan wajah cemberutnya, buru-buru Liu mengejarnya dan memeluknya.


" bukan hanya IQ mu rendah ternyata kau juga tidak bisa di ajak bercanda"


" kau itu bercandanya kelewatan tau ga!!"


" sudah jangan ngambek, kenapa kau mencariku?"


" GA-K-JA-DI!!" ucap annchi menekan perkatannya


" haha, iya iya maaf, jangan marah lagi yah" pelukan liu semakin erat di sertai tawanya yang mengembang


" kau kan libur, ayo kita pergi jalan-jalan, aku bosan di rumah!"


"yaudah,kamu mau kemana sayang?" tanya Liu dengan wajah lembut


"kalau sedang berwajah lembut seperti ini, hati ku melted" batin Annchi tersenyum


" kita ke dufan?" ucap Annchi bersemangat


" dufan? kenapa harus dufan? ingin nostalgia?" tiba-tiba wajah Liu ketus


"hah? nostalgia? apa maksudnya?! o..oh.. iya ya terakhir kali aku kesana dengan kak shin sebelum akhirnya penculikan itu" batin Ann


" ti..tidak, kenapa kau berfikir begitu, aku hanya ingin bermain"


" benarkah? baiklah kita ke dufan" jawab Liu sambil mengusap kepala annchi lembut


Akhirnya mereka bersiap-siap pergi ke dufan, sesampainya di sana, karena hari ini hari libur jadi sangat ramai. Tak banyak wahana yang ia coba, karena Liu sangat over protective apalagi annchi sedang mengandung, wahana yang sekiranya berbahaya/menguji adrenalin ia takan memperbolehakan Annchi menaikinya


" apa kau tak lihat betapa bahayanya wahana-wahana itu? kalau kau terkejut / kenapa-kenapa bagaimana dengan anak ku?"


" kenapa-kenapa gimana? di sana tidak ada larangan ibu hamil tak boleh main huh"


" annchi, istriku, calon ibu dari anakku, aku di sini coba melindungi mu, jadi hargailah aku, oke?"


" oke, aku sekarang mau pergi ke istana boneka di sana, itu tak berbahaya dan tak menguji adrenalin, apa masih gak boleh?"


" ayo!!" seru Liu menarik tangan annchi.


di Istana boneka saat itu sedang ada pertunjukan sulap, sehingga banyak orang berkerumun, karena terlalu banyak orang, tangan annchi terlepas dari genggaman Liu, menyadari Annchi tak di sampingnya ia kemudian mencari sosok annchi, Liu memanggil nama Annchi berulang-ulang, saat menemukan sosok annchi juga sedang mencarinya, ia melihat seseorang dengan baju serba hitam mendekat ke arah annchi, awalnya tak berfikiran negatif sampai pria itu mengeluarkan pisau dari dalam jaketnya,Liu segera berlari ke arahnya dan "bupp" sebuah belati berhasil menancap ke dalam perut Liu, Annchi yang berada di belakang liupun histeris begitu juga semua orang yang berada di sana. Pria tadi berhasil melarikan diri, tubuh Liu langsung jatuh tersungkur dengan perutnya bersimbah darah, air mata Annchi langsung bercucuran, semua orang sibuk menghubungi 911 untuk meminta bantuan


"ann, jangan menangis, aku tak apa-apa!" seru aliu sambil merintih kesakitan memegangi perutnya


" kau dasar bodoh, mana mungkin kau tak apa-apa, lihat darah ini banyak sekali, liu kau jangan mati, bagaimana aku membesarkan anak kita , hiks hiks hiks" seru annchi sambil menangis terisak


" hehe, dasar bodoh, luka seperti ini rakan membunuhku, tentu saja kita berdua yang akan merawat anak kita, uhukkkk" tawa kecil liu berganti muntahan darah, Liu semakin tak berdaya akhirnya ambulan pun datang, ia segera di bawa ke rumah sakit. Wajah Annchi benar-benar panik, sesampainya di rumah sakit ia sibuk menghubungi orang tua liu dan orangtuanya, semuanya jadi ikut panik.


Beberapa saat kemudian, mereka semua datang.


" Ann, bagaimana keadaan Liu?" tanya ceily


" aku juga belum tahu bu, dokter masih memeriksanya"


" kenapa bisa terjadi seperti ini?" tanya Yizhen


" aku tidak tahu yah" seru annchi sambil memegangi kepalanya, wajahnya pucat, ia juga belum makan.


" sudah sudah, ann kau terlihat pucat sekali, kau sakit nak?" tanya Faliu, Annchi melihat wajah faliu seperti berputar-putar, lama kelamaan menjadi gelap. Annchi pingsan.


Melihat Annchi pingsan, semua orang langsung panik dan memanggil dokter untuk merawat ann, Annchi akhirnya juga harus masuk ke ruang UGD, setelah beberapa saat Dokter keluar bertemu dengan semua orang. Faliu dan Ceily langsung berdiri dengan khawatir mendekati dokter.


" bagaimana keadaan Liu dan Annchi dok?" tanya Ceily cemas


" tuan Liu sudah di operasi dan kondisinya kini sudah stabil dalam beberapa jam kedepan akan siuman, untuk nona Ann jatuh pingsan kemungkinan terbesar karena stress dan terlalu panik terlebih nona ann sedang hamil muda" seru dokter


" hamil muda??!!" ceily dan Faliu merespon bersamaan, wajah khawatir mereka tiba-tiba hilang dan berubah menjadi senyuman bahagia


"jadi annchi hamil? jadi kita sebentar lagi akan jadi nenek?!" seru Faliu kepada ceily yang tak kalah sumringah, kemudian mereka berpelikan, faliu bahkan sampai meneteskan air mata. Sedangkan Genji dan Yizhen juga memandang satu sama lain


"akhirnya kau akan menjadi kakek-kakek yizhen haha"


" hei, itu juga kan akan menjadi cucumu, kau juga akan menjadi kakek, kita sudah tua ternyata genji, haha"


" haha, jadi ini kabar buruk yang berubah jadi kanbar baik ya" seru genji menepuk bahu Yizhen


" anakmu memang luar biasa, selain berita kehamilan annchi, ia juga rela melindungi istrinya dengan hampir menukarkan nyawanya, dia pria sejati!" seru Yizhen


" tentu saja, siapa dulu ayahnya!!" tawa semua orang pecah mendengar perkataan Genji.


Semua orang disana tersenyum bahagia, Liu dan Annchi akhirnya di pindahkan ke bangsal perawatan.


HAI READERS UNTUK KALIAN YANG SUKA NOVEL INI JANGAN LUPA TINGGALI JEJAK YA DENGAN KLIK "LIKE" dan please kasih Bintang 5 yaaa .. oia jangan lupa KOMENTARnya yaa biar kita bisa sharing 🤗🤗, makasih 👌👌