
sore itu keluarga Yoshan pergi ke pesisir untuk berlibur, Sebetulnya Genji dan Kaili (orang tua liu dan yongji) adalah orang yang baik, mereka tidak pernah memilih-milih bergaul dengan siapapun, sejak kecil Yongji dan Liu pun sudah sering bermain dengan keluarga Jisoo, setiap ingin ke pantai, mereka akan berlibur ke pesisir sambil mengunjungi jisoo. Waktu itu Jisoo dan Yongji berumur 20 tahun, Yongji datang hanya di antar supir, Jisoo adalah cinta pertama Yongji, ia sangat mengagumi jisoo, wajahnya yang cantik, kepribadian yang baik, jisoo juga sangat pintar.
Pagi itu Jisoo berjanji jika Yongji sembuh, jisoo akan membawa Yongji ke suatu tempat yang indah. Yongji saat itu memang habis terkena demam, tapi mendengar jisoo berjanji, sepenuh hati dia berusaha cepat sembuy, dan pagi itu yongji merasa sudah membaik, Yongji meminta paman wang untuk mengantarnya ke rumah Jisoo menagih janjinya.
"hei jisoo,, lihat aku sudah sembuh" seru Yongji
" mana coba ku lihat" jawab jisoo sambil meletakan punggung tangannya ke kening Yongji
" benarkan aku sudah sembuh, ku tagih janjimu!!" seru yongji
" baiklah, tunggu sebentar akan ku kemas beberapa bekal untuk kita di sana"
" untuk apa bekal, kita akan kemana?" seru Yongji
" kau akan tahu" jawab jisoo sambil tersenyum manis.
setelah menyiapkan beberapa bekal, Jisoo menarik tangan Yongji ke sebuah perahu kecil, Jisoo mulai mendayung perahu itu di bantu Yongji, setelah beberapa lama terlihat batu-batu karang yang indah.
" Yongji, coba lihat!!! itu karang cinta, orang dulu bilang kalau kita melewati tengah-tengah karang itu bersama orang yang kita cinta, mereka akan berjodoh" seru Jisoo sambil memandangi karang itu
" kau mau coba?" tanya Yongji
" itu hanya mitos kan, tak perlu di anggap serius" sahut Jisoo
" sIapa tau kita benar-benar akan berjodoh jisoo" seru Yongji meyakinkan Jisoo,
antara jisoo dan Yongji tidak pernah ada kata pacaran, jangankan pacaran, mengungkapkan cinta satu sama lain pun tak pernah. Tapi mereka saling tahu bahwa mereka mencintai satu sama lain, mereka juga menyadari meskipun orang tua mereka mungkin tidak masalah mereka beraama tapi jisoo sangat tahu diri. Saat dayung mengantarkan mereka ke tengaj karang, mereka saling berdoa dalam hati masing-masing. "byuuuuuurrrrr" saat sedang serius berdoa, Yongji melompat ke laut untuk berenang, air di sana memang jernih sekali, di raih dan di tariknya tangan Jisoo da akhirnya mereka berdua berenang di laut dengan baju komplit.
"kyaaaaaaa,, yongji apa yang kau lakukan??!! aku bahkan tak membawa baju ganti" seru jisoo berenang sambil memukul-mukul tubuh Yongji, yongji hanya tertawa geli
" hahaha,,, sayang sekali sudah pergi kesini kita tidak berenang jisooo, ayolah nikmati saja" seru Yongji tertawa
" ah dasar bodoooh!!" gerutu Jisoo
setelah beberapa saat berenang, mereka kembali ke atas perahu.
" hei aku tak membawa baju ganti, bagaimana ini, jika ibu tahu aku mengajakmu kesini, habislah aku" seru jisoo
" kita ke pantai terdekat, kita keringkan baju kira di sana, oke?" seru Yongji, Jisoo mengangguk
akhirnya mereka mencari pantai terdekat dari karang itu. Perlahan-lahan perahu mereka di tepikan, tidak ada siappun di pantai itu, jisoo mulai menggelar alas duduk dan mengeluarkan semua bekal yang ia bawa, entah bagaimana di dalam perahu itu terdapat sebuah selimut kecil, selimut itu jisoo gunakan untuk menutupi tubuhnya, karena baju yang dia pakai basah dan harus di jemur. Matahari terik sekali, sambil menunggu pakaian kering mereka mengobrol sambil memakan bekal yang di bawa jisoo.
"jisoo,,, kau berdoa apa tadi di karang itu?" tanya Yongji
" ada deh,, aku takan memberi tahumu" jawab jisoo sambil tertawa
" hemm mungkin, kau sendiri berdoa apa?"
" aku berdoa semoga kelak bisa menikah denganmu" jawab Yongji tersenyum, mendengar itu wajah jisoo memerah
" mungkin kita tidak akan berjodoh" jisoo tersenyum " mana mungkin tuan muda berjodoh dengan anak nelayan, ini bukan cerita cinderella" sambung jisoo
"pada akhirnya cinderella tetap menikah dengan pangeran kan" jawab Yongji
" huh hidupku bukan dongeng yongji" seru jisoo sambil berdiri, Tangan jisoo di tarik oleh Yongji hingga tubuhnya terduduk di pangkuan Yongji
" kalaupun ini bukan dongeng, aku tetap berharap kamu adalah jodohku" seru yongji sambil perlahan-lahan wajahnya mendekati wajah jisoo dan menciumnya. Jantung jisoo dan Yongji begitu memburu, Melihat tubuh Jisoo, Yongji semakin berhasrat. Ciuman yongji semakin dalam dan panas, ciumannya semakin lama semakin turun ke leher jisoo, ini adalah ciuman pertama mereka, tubuh jisoo gemetar merasakan sensasi nikmat yang Yongji berikan, tangan Yongji mulai membuka selimut yang menutupi tubuh Jisoo, Tangannya mulai bermain ke gundukan kembar jisoo dan mulai memainkan p****g jisoo. Desahan-desahan jisoo mulai terdengar, tubuhnya menggeliat-geliat.
" jisoo,, tubuhmu harum sekali, bolehkah kita melakukannya?" tanya Yongji sambil menciumi dada jisoo
"yongji aku takut" seru jisoo sambil mendesah
" tak perlu takut, apapun yang terjadi aku akan bertanggung jawab" seru Yongji mulai memainkan mrs v jisoo,, desahan jisoo semakin terdengar, yongji juga mulai membuka celananya hingga Mr Pnya menyembul keluar,
" kau tahan sebentar ya, ini akan sedikit sakit"
perlahan-lahan Yongji mengarahkan Mr P nya ke lubang kenikmatan jisoo,
"sssshh ahhh sakiiiiit yongji sssshh ahhh " gerutu Jisoo
" sebentar lagi, di tahan ya" seru Yongji sambil terus mendorong Mr Pnya masuk, sedikit dorongan yang kuat akhirnya masuk sepenuhnya,, Jisoo menahan sakitnya hingga air matanya jatuh, darah segar mulai mengalir dari ms V jisoo..
" sakiiit yongji, huhuhuhu" tangis jisoo menahan sakit,
" tahan ya, lama-lama sakitnya hilang" Yongji terus bergerak maju mundur. desahan-desahan jisoo semakin membuat Yongji bersemangat..
" ahh.. hmmm yonji hentikan aku lelah" seru Jisoo, sambil terus memacu gerakannya.akhirnya Yongji pun mencapai klimaksnya. Tubuh mereka terbaring di pasir setelahnya.
" jisoo, aku takan meninggalkanmu" seru yongji
" bagaimana jkma aku hamil yongji?"
" aku akan bertanggung jawab" seru Yongji
tapi kenyataan berkata lain, 1 bulan setelah kejadian itu jisoo seperti menarik dirinya dari yongji, pergi bersembunyi entah kemana dan tak pernah di temukan kemanapun Yongji mencarinya. Yongji terus di tekan untuk pergi sekolah ke luar negeri dan setelah itu ia mendengar jisoo menikah dengan Seo.
Hancur sudah hati Yongji saat itu, ia bahkan tak tahan jika membayangkan tubuh jisoo di sentuh pria lain, tapi bahkan dia tidak bisa melakukan apapun.