
" gimana kak rasa cendol dawetnya? enak kan? cendol di sini enak loh, laris banget" kata Annchi
" hemm masa sih, kok aku merasa cendolnya rasanya pahit yah" jawab Shin
" masa sih? sini aku coba punya kakak" celoteh Annchi sambil menyeruput cendol milik Shin, Shin menahan tawanya melihat Annchi seperti panik
"engga ah, enak kok" sahut annchi
" beneran ann, ini pahit banget, soalnya manisnya pindah ke senyuman kamu, hahahahaa" Shin mencoba merayu Annchi sambil tertawa
"oh jadi selama ini, selain bekerja, di perancis kakak juga ikut kursus ngegombal ya? huuuuuu dasar" ucap Annchi sambil mencubit kecil lengan Shin, shin hanya tertawa
" Ann, kita pergi yuk ke taman ria, terakhir kesana sekitar 6 tahun yang lalu kan , kamu baru mau masuk SMA waktu itu"
"ayokkkk, tapi berjanjilah satu hal denganku kak, hari ini aku ingin bersenang-senang denganmu, jangan membicarakan perasaan, aku hanya ingin tertawa bersamamu, oke?" jawab Annchi bersemangat.
"oke!!" sahut Shin tersenyum
sesampainya di taman Ria, mata Annchi berbinar-binar melihat wahana yang di sediakan, begitu rindunya dengan masa kecilnya dulu, dulu keluarga Ri hanya kuarga biasa, menengah kebawah, ayah Annchi saat itu hanya designer murah di kota Yongsan, setiap 1 bulan sekali, orang tua Annchi akan mengajaknya ke taman Ria ini. Tapi, semakin lama usaha ayah semakin berkembang, Ayah semakin sibuk dengan bisnisnya, acara keluarga 1 bulan sekali, ayah jadi jarang ikut. Kadang hanya Annchi dan ibunya yang bermain. Semaki lama semakin besar , ibunya pun sibuk membantu ayah di kantor, sesekali ayah membawa ke ke kantor dan menjelaskan semua hal tentang bisnisnya. Annchi sangat kagum dengan ayahnya, walaupun ia jadi jarang bermain dengan Ayah ibunya, tapi kasih sayang orang tuanya tidak pernah hilang. Justru bertambah.
Seluruh wahana di taman ria itu di coba mereka. sampai akhirnya mereka menaiki kincir angin. Perlahan-lahan Kincir angin mereka menuju ke bagian puncak, semakin lama semakin jelas terlihat pemandangan di Yongsan.
" hei kak, kau ingat tidak, dulu saat aku berumur 10tahun dan kau 14tahun, kau pernah mengajakku bermain wahana ini, saat di atas kau menunjukan danau cantik di sebelah sana, kau bilang kau akan mengajak ku pergi ke sana suatu hari nanti dan sekarang aku tagih janjimu" ucap annchi
" baiklah, besok sebelum aku pulang ke perancis , akan aku bawa kau kesana, oke?" jawab Shin
" kau ingin pulang? secepat ini? kak ayolah ka, jangan pulang secepat ini, aku masih ingin bersama denganmu" pinta Annchi merengek
tiba-tiba Kincir angin yang semula normal berguncang hebat, seperti akan runtuh saja. Refleks tubuh Ann memeluk erat tubuh Shin, erat sekali, Melihat Annchi ketakutan, Shin juga memeluk Annchi erat.
" par...parfum ini.. parfum yang pernah aku pilihkan untuknya beberapa tahun yang lalu, sampai hari ini masih ia gunakan" batin Annchi tersenyum, " ia masih ingat parfum yang aku suka, wanginya sangat lembut, hufhhhh nyaman sekali di pelukannya,, ya Tuhan, body goals banget" lanjut batinnya sambil senyum senyum.
" Ann,, kau tidak apa-apa? kenapa malah senyum-senyum?" Tanya shin heran
" eeee.. ee ti..tidak ka.. maaf ya kak, aku bukan sengaja memelukmu, tapi aku ketakutan jadi malah memelukmu." jawab Annchi malu-malu
" aku tau, aku sudah janji tidak membahas tentang perasaan hari ini, hanya saja aku tidak bisa menahan hatiku untuk bicara. Ann meskipun aku selamanya mungkin tidak akan mendapatkan hatimu tapi jangan pernah mengusirku dari hidupmu, kelak, apapun yang terjadi dan kau merasa tidak ada seorangpun yang melindungimu dan membuatmu nyaman, datanglah padaku, meskipun harus menyebrangi lautan, aku tetap akan datang" baru akan mencium Annchi, Kincir anginnya berguncang lagi. Annchi semakin mendekap Shin.
mendengar kata-kata Shin, entah apa yang ada di fikiran Annchi, dia berada di dua dilema, Liu dengan sifatnya yang dominan tapi sangat protective meskipun dominan jauh di dalam hatinya ada kelembutan, Shin dibanding Liu tentu saja berbeda, shin lebih lembut, tidak banyak memaksa dan lebih dewasa. " ahhh sial, kalau aku bisa menggabungkan dua orang menjadi satu mungkin lebih baik" batin Annchi.
Setelah menaiki wahana, perut annchi mulai bernyanyi-nyanyi ria, Mengerti Annchi lapar Shin meminta Annchi menunggunya membeli makanan, Karena Antrian makanannya panjang, Ann menunggu cukup lama. sibuk bermain dengan ponselnya, ia tak melihat beberapa pria dengan memakai pakaian serba hitam mendekatinya berniat menculik Annchi, kejadian bbrp minggu lalu terulang lagi.
------------------------------------------------------------------------
"di sisilain Beberapa jam sebelum penculikan itu"
"tringg,,tringgg" ponsel Liu tak henti-hentinya berbunyi, banyak gambar yang di kirimkan Assistennya pada Liu, melihat foto-foto Annchi bersama Pria itu lebih jauh, Liu kehilangan kesabarannya. Liu memang meminta assistennya untuk mengikuti Annchi pergi kemanapun, karena dia tak ingin terjadi apapun terhadap Annchi, alih-alih berharap lebih tenang tidak selalu berada di sisi Annchi, dia malah lebih gusar. Faktanya, Annchi tak peduli ada atau tidak dia di sisinya.
" menyebalkan sekali gadis itu, sedang deadline skripsi, bukannya fokus ngerjain skripsi malah asik-asikan main di dufan bersama pria itu" batin Liu kesal. Melihat Xiauwen telah tertidur pulas, mungkin karena efek obat yang di berikan, Liu mulai bergegas pergi ke dufan, mencoba mengutit Annchi bersama Shin.
Tak lama waktu berselang, dengan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, Liu telah sampai di duffan, belum sempat ia turun dari mobilnya, ia melihat beberapa orang berpakaian hitam sedang membopong tubuh Annchi masuk ke van berwarna hitam dengan kaca yang sangat gelap, melihat mobil van itu meninggalkan dufan, ia terus mengikuti kemana perginya mobil itu membawa Annchi.
di sisi lain,
setelah lama mengantri , akhirnya Shin mendapatkan makanan kesukaan annchi, hamya.saja saat shin kembali, Annchi tidak ada di tempat terakhir kali ia meninggalkan Annchi, Shin mencari Annchi kesana kemari namun tidak menemukannya. Berkali-kali ia menelfon ponsel Annchipun tidak di angkat.
Shin mulai menghubungi rumah Ann, barangkali dia kembali rumah, ternyata menurut paman Wan , Annchi belum kembali.
" ini sangat aneh, aku kenal Annchi dari siapapun tidak mungkin dia meninggalkanku begitu saja" fikir shin
Secepat kilat shin kembali ke mobilnya, segera membuka laptopnya dan mulai mencari keberadaan Ann.
Seperti yang sudah aku jelaskan sebelumnya, Shin bekerja sebagai tenaga profesional bidang Teknologi di perusahaan besar di perancis, untuk meretas cctv keamanan dufan bukan hal yang sulit untuknya, wajah shin benar-benar terlihat sangat serius, satu-persatu cctv di dufan ia periksa. setelah 30 menit mencari akhirnya ia mendapatkan petunjuk, ia melihat penculikan itu. Tangan shin mulai mengepal dan sesekali memukul pintu mobilnya dengan keras. selesai mencari informasi cctv dan mendaparkan plat nomor mobil van yang menculik Annchi , sekarang ia mencari keberadaan Annchi melalui GPS ponselnya, namun sayang, ponsel Annchi di matikan, titik terakhir sebelum ponselnya di matikan hanya berjarak 2km dari tempatnya saat ini.
"Agggghhh brengsek" tutur Shin kesal, ia terdiam berfikir sejenak, rekaman cctv di laptop shin terus berputar, sampai ketika tidak sengaja Shin melihat wajah Liu terekam kamera cctv mengikuti mobil van itu. Akhirnya Shin menemukan titik terang, Shin mulai meretas GPS ponsel Liu. Titik kordinat terakhir ponsel Liu ada Fuzhou, sesegera mungkin Shin bergerak ke tempat itu.
" hai readers trimakasih ya sudah mau membaca novelku, jangan lupa ya koment,Like dan sharenya (tenang aja gratis kok) biar temen-temen kalian penggemar komik dan novel bisa baca novel ini juga dan biar aku lebih semangat updatenya,, semangaaaattt!!!!😘😘😘"