ONE LAST TIME

ONE LAST TIME
Ruang bawah tanah



"ciiiiiitttttt" suara decitan ban mobil Liu berdecit keras, mobil itu terlihat berhenti di bekas pabrik kayu tua di dalam hutan, sepi sekali suasana di sana, pabrik itu tidak cukup besar, tapi terdiri dari beberapa rumah-rumah kecil, Liu segera mencari Annchi, satu persatu ruangan di geledah Liu, tapi nihil. Tidak ada tanda apapun di sana, suasanya begitu sunyi dan gelap, jarak pandang matanya pun terbatas dan ia tidak mungkin menyalakan senter.


"agh sial, kemana mereka pergi, ini sudah terlalu lama, khawatir Annchi kenapa-kenapa" batin Liu


Liu terus mencari keberadaan Annchi, dalam diam, samar-samar Liu akhirnya mendengar suara dari ruangan di seberang tempatnya berdiri, dengan hati-hati dia mendekati ruangan itu. Sekilas tidak ada yang aneh dengan ruangan itu, hanya sisa-sisa tumpukan kayu yang di tinggalkan pemiliknya. Suara itu semakin lama semakin jelas, saat ia mengintip dari ujung jendela , ia melihat beberapa orang masuk ke dalam ruangan bawah tanah. Untuk memasuki ruangan itu tentu tidak mudah.


sorot mata liu semakin lama semakin tajam, ia mengambil besi tua di sela-sela tumpukan kayu, " besi ini akan berguna untuk melindungi diri" fikirnya. Dengan langkah yang hampir tidak tedengar Liu menuruni Anak tangga,


sesampainya di bawah, seorang laki-laki paruh baya dan beberapa pengawalnya seperti membiarkan Liu memasuki ruangan itu. Dialah Li Dong Guk yang tekenal kejam itu.


"clap,,, clap,,, clap,,,, tak ku sangka memancing ikan kakap ternyata yang datang ikan gurame! ha ha ha, bernyali besar rupanya anda datang kemari seorang diri, apa kau membawa Yizhen kemari? apa kau sudah menghubunginya?" ujar pria itu sambil bertepuk tangan


Wajah Liu mengabaikan pria yang sedang berbicara dengannya, mata Liu langsung tertuju pada tubuh Annchi yang tersungkur dengan tangan di ikat di belakang, Wajah dan tubuhnya penuh luka, bajunya terkoyak. Mata Liu benar-benar memancarkan aura membunuh yang kuat


"sial ternyata Annchi hanya umpan untuk memancing yizhen kemari, kemungkinan dia adalah Rival dari perusahaan Ri" batin Liu



"cih brengsek!!!!!!! kau apakan wanita ku???" ujar Liu geram


" aku tak melakukan apapun, hanya bersenang-senang sebentar dengannya, wanitamu sangat menggoda tuan Liu" sahutnya menyulut emosi Liu


" MATIIII KAAAAAAUUUU IBLIIIIISSSSSSSSSSS, AAAAAAGGGHHHH" ujar Liu seraya berusaha memukul pria paruh baya itu, tapi tak berhasil, pengawalnya menahannya. Satu persatu pengawalnya menghujani Liu dengan pukulan, tangkisan demi tangkisan liu mencoba membela diri.


Liu sadar, anak buah pria itu terlalu banyak, mungkin dia bisa mati di sini, tapi demi Annchi, jika pun mati, ia akan mati dengan tenang jika itu bisa menyelamatkan Annchi.


Ia melihat sebuah pisau di sudut meja dan mempergunakannya untuk berkelahi


" siaaalll, mereka terlalu banyaaaakkkkkkk" gerutu Liu sambil menangkis serangan-serangan anak buah pria itu


detik, menit berlalu, anak buah pengawal itu terlalu banyak seperti tidak ada habisnya, tenaga Liu mulai terkuras, ia merasa kelelahan, seranganmya pun saat ini sudah melemah.


saat sibuk berkelahi, anak buah Li mengambil sebuah balok besar hendak memukul kepala Liu dengan itu. tiba-tiba seseorang dari arah belakang memukulnya dengan besi tepat di kepalanya. Tak berapa lama pria itu tersungkur. Mata liu langsung melihat ke arah pria yang menolongnya, matanya terbelalak itu adalah Shin. Shin datang tepat waktu.


Annchi merasakan sekujur tubuhnya sakit, perlahan-lahan ia tersadar dari pingsannya, sedikit demi sedikit ia mencoba membuka matanya, samar-samar dia melihat Shin dan Liu berkelahi, Air matanya menetes.


di sisi lain,


mata Shin mencari dimana Li namun sayang, li sudah tidak ada. Yang tertinggal hanya tubuh Annchi. Saat Shin melihat kondisi tubuh Annchi, ia langsung memberi kode Liu untuk menyelamatkan Annchi. Shin bisa saja langsung menyelamatkan Annchi selagi liu berkelahi namun Shin sadar, melihat kondisi Liu sepertinya tidak memungkinkan lagi berkelahi, Liu bisa mati jika terus berkelahi sendiri.


" Kau! selamatkan Annchi keluarlah dari sini, aku telah menghubungi Yizhen, tidak lama lagi bantuan akan datang, pergilah dan bawa dia ke rumah sakit secepatnya" ujar Shin sambil berkelahi.


Seketika Liu langsung berlari ke Arah Annchi, sambil membuka ikatan di tanganya, ia memperhatikan kondisi tubuh Annchi yang banyak luka itu.


" sialllll!!!!! seandaikan aku datang lebih cepat, mungkin kau tak akan mengalami hal ini Ann, maafkan aku" ujar Liu sambil membopong Annchi keluar. Saat itu annchi melihat wajah dan tubuh Liu penuh dengan luka. kemudian Ia kembali pingsan.



Sesampainya di Rumah sakit, dokter langsung menangani Annchi, Liu berjalan kesana kemari menunggu kabar dari dokter. Raut wajah Liu benar-benar khawatir. Seorang perawat melihat tubuh dam wajah liu meneteskan darah, akhirnya menghampiri Liu.


"tuan kau sedang menunggu siapa?" tanya sustet


" menunggu calon istri ku sus, dia terluka parah, apa kau bisa bantu aku mencari tau keadaannya?" sahut Liu


"bisa tuan, tapi aku bantu perban luka mu dulu, lukamu juga perlu di obati" ujar suster itu pada liu dan hanya di jawab Anggukann oleh liu.


Selang beberapa saar Shin datang, Liu melihat shin berbicara pada suster di sana, Tubuh Shin tak kalah terlukanya dengan Liu, pelipis dan ujung bibirnya nya masih mengucurkan darah segar. Sekilas melihatnya satu pertanyaan muncul di benak Liu


"kenapa bukan dia saja yang menyelamarkan Annchi, kenapa dia malah memintaku yang menyelamarkan Ann? seandainya dia yang menyelamatkan Ann ,aku mungkin bisa mati, bukankah jika aku mati artinya saingannya berkurang" batin Liu


" bagaimana kondisi Ann?" tanya Shin pada Liu


" belum pasti, aku juga sedang menunggu penjelasan dokter" jawab Liu ketus, wajah shin masih terus menatap lurus ke pintu ruangan dimana Ann di rawat. selang beberapa lama Orang tua Annchi datang, terlihat wajah khawatir dari mereka. akhirnya dokter yang di tunggu datang, Liu seketika berdiri menyambut dokter.


" bagaimana keadaan anakku dok?" tanya fa liu(ibu annchi) sambil bercucuran air mata


" nona annchi menderita patah tulang kaki, cidera kepala ringan dan memar di kecil di tubuhnya, ibu tidak perlu khawatir, saar ini kondisinya mulai stabil, hanya saja belum boleh di besuk, mungkin besok baru boleh" jawab dokter


mendengar itu Liu,Shin dan orang tua Annchi cukup Tenang


"Om, apakah om memiliki musuh?" tanya Liu serius di hadapan shin dan fa liu


" kenapa kau bertanya seperti itu?"


" saat aku menyelamatkan Ann disana, ada seorang laki-laki paruh baya menyebut nama mu, dia bilang dia menggunakan Ann untuk memancingmu" jawab Liu dengan muka serius


" seingatku aku tak memiliki musuh, hanya saja belakangan ini, aku sedang menyelidiki perusahaan fang"


" apa mungkin mereka adalah suruhan direktur fang om?"


" aku tak yakin, tapi mungkin saja ia mengetahui aku menyelidikinya, akan aku selidiki lebih lanjut dan akan ku perketat penjagaan untuk putriku"


" nak Shin dan Liu, kami benar-benar berterima kasih kalian menyelamarkan Annchi, entah bagaimana kami harus membalas jasa kalian" ujar Faliu kepada Shin dan Liu


" sudahlah bibi tak perlu berkata seperti itu, yang terpenting Annchi selamat dan baik-baik saja" jawab Shin, di sambut pelukan hangat oleh Faliu.


*FYI: sampai di episode ini, masih flashback kenangan Annchi ya gaes, jadi belum masuk ke cerita utamanya, mungkin beberapa episode lagi. Jadi mohon bersabar dan selamat menikmati ceritanya ya readers,,, oia jangan lupa ya koment,Like dan sharenya (tenang aja gratis kok) biar temen-temen kalian penggemar komik dan novel bisa baca novel ini juga dan biar aku lebih semangat updatenya,, semangatttt!!! 🤗🤗"