
Annchi buru-buru berjalan meninggalkan Liu di belakang menuju kursi yang di sediakan untuk para tamu undangan, Annchi menatap Shin yang juga menatapnya dengan senyuman, annchi mengangkat ibu jarinya, memberikan isyarat pada Shin dia begitu tampan dengan tuxedonya, Shin tertawa. Acara pernikahan pun di mulai, Annchi terus memandangi Yin yang berjalan melalui lorong altarnya, melangkah terus mendekati Shin. Acara begitu khidmat, pandangan mata Shin pada Yin tak seperti pandangan mata yang ia ingat di kehidupannya yang lalu, kali ini ia melihat Yin dengan mata yang penuh cinta, akhirnya misinya selesai. Annchi hanya tinggal menunggu waktu berjalan menemui takdirnya, membayangkan siapa yang akan menunggunya di altar kelak, Shin telah memiliki Yin, Liu telah memiliki Xiauwen, matanya terus menatap jauh kedepan, begitu kosong.
Prosesi pernikahan mereka telah usah, kini Shin dan Liu menyandang status baru, suami dan isteri. Acara pernikahan Yin begitu meriah hingga malam, bukan hanya Shin dan Yin yang sibuk menyapa tamu di sana, Annchi pun begitu, ia bertemu dengan banyak kolega ayahnya, ayahnya tak bisa menghadiri pernikahan Yin karena banyak pekerjaan kantor yang harus ia kerjakan. Hampir semua orang menanyakan hal yang sama, kenapa seorang gadis cantik seperti dirinya datang kepesta pernikahan tanpa di dampingi siapapun, banyak di antara mereka yang berbasa-basi untuk menjodohkan anak laki-laki mereka dengan annchi, namun berkali-kali annchi menolaknya dengan lembut. Setiap kali pertanyaan itu di lontarkan, berkali-kali pula hati annchi seperti tertusuk duri. Annchi mendekati meja bar di ujung ruangan, berdiri dan memesan segelas cocktail.
"bagaimana aku bisa menikah, bila di hati ku tak benar-benar kosong" Annchi kemudian mencari sosok Liu di antara kerumunan, Ia menemukan Liu juga sedang berbincang dengan koleganya, nampak begitu ceria, sesekali annchi melihat Liu tertawa.
"dia selalu mempesona" batinnya, lamunannya terpecah ketika Shin tiba-tiba berdiri di sampingnya dan mencubit pipinya lembut.
" hayo, kau sedang memperhatikan siapa?" tanya Shin mengagetkan annchi
"ti..tidak ada" annchi kemudian membalikan badannya menghadap meja bar. Shin tertawa.
" kalau tidak ada, kenapa sedari tadi aku hanya melihatmu memandang 1 orang di sana? kau menyukainya?" tanya Shin
"huh kak, berhentilah menggodaku, yang aku perhatikan bukan hanya dia" annchi memandangi gelas cocktail di hadapannya.
"Namanya Liu, anak kedua dari CEO Genji pemilik Yoshan group, Ia memiliki sebuah perusahaan bernama Webbrick, perusahaannya berkembang sangat pesat, kau pasti penah mendengar perusahaan itu kan? dengar-dengar, perusahaan gadget terbesar Apple baru-baru ini menanamkan saham di perusahaannya dengan nilai yang sangat fantastis ann, apa kau tak tertarik padanya?" tanya Shin, Annchi begitu kaget mendengar kalimat terakhir di kata-katanya. Seperti sebuah mimpi mendengar pertanyaan itu dari mulut Shin, kata-kata yang biasanya berlawanan dengan apa yang selalu di ingatnya, Shin adalah seseorang yang paling menentang hubungannya dengan Liu di kehidupannya yang lalu, kemudian saat ini ia mendengar Shin bertanya seperti itu membuat annchi speechless.
"hemm" hanya jawaban singkat, membuat Shin mengerutkan keningnya dan mencubit pipi annchi
"hanya hemm??? kau tau tidak ann betapa banyak gadis yang menginginkannya dan kau meresponsku hanya dengan kata hemm? luar biasa!" Shin tertawa dengan bertepuk tangan kecil
"haiiishhhhh, apa lagi yang harus aku katakan? dia memiliki xiauwen, kenapa aku harus bersamanya? aku tak ingin jadi pihak ketiga!" Seru annchi dengan wajah cemberutnya.
" xiauwen? Xiauwen model internasional itu?darimana kau mendapatkan informasi ia dekat dengan Xiauwen? yang aku tahu, Xiuawen bertunangan dengan pengusaha kaya bernama Gavin beberapa bulan lalu" mendengar perkataan Shin, annchi yang sedang menengguk cocktailnya langsung tersedak, cocktailnya tumpah membasahi gaunnya, Shin buru-buru meraih tisue dan memberikannya pada Annchi.
"what???? Xiauwen bertunangan dengan Gavin? ba..bagaimana bisa seperti itu kak?"
"memangnya kenapa tidak bisa?"
"a..aku pikir Liu dan Xiauwen begitu dekat" seru annchi, Shin hanya mengangkat bahunya tanda ia tak tahu alasannya, kemudian Yin tiba-tiba muncul dan meraih pinggang Shin.
"kabarnya xiauwen menerima Gavin karena Liu tak pernah membuka hatinya untuk gadis itu, sebuah rumor mengatakan kalau Liu itu Gay ann!"
" AAPAAA???GAY?????" annchi begitu kaget, suaranya terlalu tinggi, semua mata di dekatnya kala itu langsung tertuju pada gadis cantik itu. Termasuk Liu.
"mana mungkin dia gay,setiap kali melakukan itu dengannya, dia bisa membuat seluruh badanku linu, pinggangku seperti akan copot, bahkan hampir memiliki anak darinya di masa lalu!!apakah mungkin di kehidupanku sekarang Liu berubah menjadi Gay, ya Tuhan" batin annchi, wajahnya kaget tak terhingga.
"itu hanya rumor ann, bagaimana mungkin seorang pria tampan dan mapan seperti Liu tak pernah terlihat sekalipun bersama wanita, sama seperti mu, bagaimana mungkin gadis cantik sepertimu tak pernah bersama seorang pria, aku bahkan berpikir kau juga bermasalah ann" seru Yin menggoda annchi
"hahaha, itu sangat lucu Yin, kalaupun aku penyuka sesama jenis, aku akan memakanmu lebih dulu!!"
" kak, lihatlah, annchi begitu menakutkan, baiknya kita pergi dari sini" seru Yin kemudian menarik lengan suaminya di sebelahnya, Shin benar-benar tertawa geli dan mengangguk, mereka meninggalkan Annchi sendiri.
Annchi berjalan ke luar ruangan, mencari tempat tersunyi di bagian kapal itu, membawa sebotol wine dan gelas di antara jemarinya. Ia berjalan hingga ujung kapal, di sana ada beberapa kursi santai, ia duduk dan memandang langit malam, Ia melihat ratusan bintang ,langit kala itu begitu cerah. Angin laut berhembus membelai rambut dan wajahnya, annchi memejamkan matanya.
Liu yang sedari tadi mengikutinya dari belakang, mendekati annchi dan duduk di samping gadis itu. Sadar seseorang berada di sampingnya, annchi membuka matanya dan menoleh ke sisi kanan tubuhnya, betapa terkejutnya ia melihat tubuh Liu di sampingnya, menatap ya dan tersenyum.
"hallo orang asing" seru Liu sambil menuangkan wine kedalam gelas.
"tentu saja, aku khawatir seseorang kesepian dan memutuskan terjun bunuh diri dan mati tenggelam" seru Liu, annchi tertawa sinis.
" aku pernah mati karena tenggelam sekali, tak ingin merasakannya lagi" Sebenarnya Annchi hanya berkata sembarangan hanya untuk lelucon, karena ia pikir meskipun berkata jujurpun Liu juga tak akan menganggapnya serius apalagi mempercayainya. tapi perkataannya membuat Liu tertegun. Tatapannya seketika mengarah ke arah Annchi.
" hahaha, mati tenggelam? pasti mati konyol" Liu melanjutkan sandiwaranya
"aku mati bersama orang yang ku cintai, mana bisa di sebut konyol" jawab annchi dengan wajah datar, Liu mulai menatap annchi serius
"siapa? pacarmu?"
"suamiku" dalam batin Liu, Liu kaget bukan main, tapi Liu harus memainkan wajahnya seolah-olah mendengar sebuah lelucon.
"bagaimana rasanya mati dan hidup kembali nona?" Liu berusaha memancing annchi bercerita lebih jauh, ada gemuruh di dalam hatinya, ingin memastikan banyak hal. Mendengar pertanyaan Liu, Annchi kemudian menatapnya
"apa kau pernah melihat film titanic?" tanya annchi, Liu mengangguk "apa hubungannya?" tanya Liu
"ketika kau mati, yang tersakit bukan karena kau tahu kau akan mati, tapi yang paling menyakitkan adalah saat kau tahu kematianmu akan meninggalkan sebuah kenangan dan hati yang kau cintai" annchi menatap Liu sesaat, kemudian menuangkan wine ke dalam gelasnya dan meneguknya sekali tegukan, Air matanya menetes.
"apa ini lelucon?" tanya Liu
"ya, ini sebuah lelucon"
Liu seketika menarik leher annchi dan mencium bibir manis annchi, Annchi tak berontak sama sekali,Beberapa saat mereka terhanyut dalam ciuman itu. Sampai kemudian Liu melepaskan ciumannya, menatap annchi dan berbisik.
"Lalu apa yang membuatmu hidup kembali?"
" mungkin karena Tuhan ingin menghukumku"
"bagaimana jika kita nikmati hukuman ini bersama ann?sepertinya Tuhan memberikan ku hukuman yang sama denganmu" Annchi mendorong tubuh Liu seketika ia mendengar kata-kata Liu. Annchi berlari menghindar, tapi langkahnya tiba-tiba terhenti.
"jika aku benar, di dalam ingatanmu, kau mati bersamaku, terjatuh ke dasar laut setelah Yin menembakmu, beberapa tahun lalu, kau terbangun dan menyadari kau mengulang waktu, kau berusaha keras membuat shin menikah dengan yin, menghindariku karena kau tak ingin tragedi itu terjadi lagi, apa aku benar ann?"
Annchi tak bergeming, tubuhnya seperti terpaku, semua tebakan Liu benar, air matanya terjatuh, hal yang tak mungkin, terlihat jelas sekarang, Liu juga berada di lorong waktu yang sama dengannya, selama ini mereka menghindar dan berpura-pura tak mengenali satu sama lain, memainkan sandiwara, menyembunyikan hati mereka.
"APA AKU BENAR???!!!" tanya Liu berteriak dengan penuh emosi, melihat annchi terdiam ia berjalan setengah berlari kemudian memeluk punggung Annchi, air matanya tak terbendung lagi.
"ternyata benar, aku ternyata benar, kau mengingatku, kau annchi istriku, oh ann aku merindukanmu ann" Liu membalikan tubuh annchi menghadap tubuhnya, ia melihat mata annchi yang berkaca-kaca.
"Liu" hanya kata-kata itu yang sanggup annchi ucapkan, seakan semua beban di hatinya terjatuh berserakan, ternyata Liu memiliki ingatan yang sama dengannya.
"jika ini hukuman, aku ingin menjalani hukuman ini bersamamu, segalanya telah berubah ann, kita merubahnya" seru Liu
"Liu, bertahun-tahun aku menyembunyikan perasaanku, diam-diam mengagumimu dari setiap foto di headline berita, hatiku runtuh setiap kali kita berpapasan dan kau tak pernah melihatku, diam-diam berharap kau mengingatku, aku rindu padamu, benar-benar rindu" annchi terus terisak, menangis sejadi-jadinya.
"setelah acara ini, aku akan datang melamarmu, kita akan menikah sesegera mungkin, aku diam-diam membeli rumah yang sama seperti rumah kita yang dulu, kali ini kita akan hidup bahagia, aku ingin memiliki banyak anak denganmu, menua bersamamu ann" Annchi mengangguk bahagia.