ONE LAST TIME

ONE LAST TIME
Liu datang!



* situasi di rumah Annchi*


"asisten Wan, bagaimana Annchi bisa tidak terlacak dimanapun?" terlihat wajah marah Yizhen Ri, ayah Annchi, dia khawatir anak gadisnya akan mengalami nasib sial.


" bagaimana kerja kalian???? untuk apa aku membayar mahal kalian, untuk hal seperti ini saja kalian tidak becuuusss!!!" "BUUUKKKK" , Ayah Annchi menggebrak meja kerjanya kuat- kuat, seluruh pengawal termasuk assisten wan dibuat takut, tidak pernah melihat ayah annchi begitu marah. Ibu Annchi, Faliu hanya bisa menangis membayangkan apa yang akan terjadi pada anak semata wayangnya itu, sambil berlinangan air mata ia coba menenangkan suaminya yang sedang naik darah.


Tak lama kemudian, seorang penjaga masuk ke dalam ruang kerja Yizhen


" Tuan, nona muda sudah kembali"


tak menunggu lama orang tua Annchi langsung berdiri dan beranjak dari ruangan itu , setengah berlari ibu Annchi memeluk anaknya.


"Ann, apa kau baik-baik saja?? apa ada yang terluka? apa yang terjadi? kenapa wajahmu pucat begitu?" tanya Faliu panjang lebar.


" aku tidak apa-apa bu, aku hanya menginap di rumah temanku, bercerita sepanjang malam hingga tertidur, aku lupa memberitahu paman Wan, maafkan aku" jawab Annchi berbohong.


" aku tidak mungkin berkata jujur, ayah dan ibu tidak boleh tau, jika tau habislah dia dan Liu.


" Ann, sudah berapa kali ayah bilang, jangan keluar tanpa pengawalan, Rival ayah terlalu banyak, mereka bukan orang baik, hampir saja Ayah memecat semua orang di sini, apa kau tidak paham juga ann?" gertak Ayah annchi, Annchi benar-benar melihat raut khawatir dan kemarahan di wajah Yizhen. Annchi tidak pernah melihat Yizhen semarah dan sekhawatir itu, ada perasaan bersalah di benaknya, lebih tepatnya perasaan menyesal. Wajah Liu terngiang-ngiang.


"ayah, ibu aku minta maaf, aku janji tidak akan mengulanginya lagi, aku pergi ke kamar dulu ya yah, letih sekali rasanya" gumam annchi, mendengar itu, Faliu mengantar anaknya masuk ke kamar dan meninggalkannya.


Di dalam kamar, Annchi langsung bergegas mandi membersihkan diri, beberapa saat Annchi berdiri di depan cermin di kamar mandinya, Annchi terus memandangi tubuhnya dan tanda merah di leher dan dadanya , Air mata Annchi mulai membasahi pipinya, seperti tidak ada lagi kesempatan untuk bersama kak Shin selamanya.


3 hari berlalu, Annchi masih mengurung diri di kamarnya, tidak mau makan, tidak ingin bertemu siapapun, tidak juga pergi ke kampus, semua ini membuat khawatir kedua orang tua Annchi, rasa penasaran menyeruak ke pikiran Yizhen, dia berfikir, tidak mungkin jika tidak terjadi sesuatu Annchi sampai mengurunh diri di kamar, akhirnya Yizhen meminta asisten Wan menyelidiki apa yang terjadi pada Anchi saat itu.


di sisi lain, Liu yang merasa menyesal terhadap Annchi , 3 hari ini mencari Annchi kemanapun, tapi tidak menemukannya, pikirannya kalut, penyesalan itu menjadi sangat dalam, akhirnya dia memutuskan untuk mencari Yin.


" Yin, apa kau melihat Annchi? belakangam ini aku tak melihatnya dimanapun?" tanya Liu


" Liu, sejak kapan kau peduli dengan Annchi? memangnya kalian saling mengenal?" sahut Yin


" panjang ceritanya Yin, beritahu aku apa kau tau kemana dia pergi?" tanya Liu


Sore tiba, Liu masih belum bisa menelpon Annchi, akhirnya Ia mendatangi rumah Annchi.


Liu tahu, Annchi bukan gadis sembarangan, ayah annchi tidak akan membiarkan Annchi keluar bersama pria sembarangan, meskipun Liu juga bukan pria sembarangan, ia tak akan mengambil resiko untuk berpenampilan seadanya. Masalah ini akan semakin rumit jika ia tak bisa mendapatkan hati ayahnya Annchi. Dengan berpenampilan formal casual ia beranjak pergi menemui Annchi di rumahnya.


Sesampainya di sana, ia memasuki rumah yang mewah, dimana-mana banyak pengawal. Maklum Yizhen sangat protektif, khawatir terjadi apa-apa dengan anak dan istrinya, Perusahaan Ri memang bukan perusahaan biasa, perusahaan paling berpengaruh di china, mungkin juga asia tenggara.


Sedikit tentang keluarga Liu, keluarga Liu adalah perusahaan Yoshan Grup di bidang elektronik, yang paling terkenal adalah micro processornya. Perusahaan Yoshan mungkin berada di nomor 5, perusahaan berpengaruh di china, meskipun terlahir di keluarga kaya, Liu tidak tertarik menggunakan aset hasil perusahaan keluarganya, dia lebih memilih mengembangkan usahanya sendiri, meskipun masih dengan dukungan Yoshan Grup tapi perusahaan Liu sudah menunjukan perkembangan yang baik.


Setelah menunggu beberapa saat, keluarlah ayah dari Annchi, sejujurnya ini bukan pertemuan pertama dengan Yizhen, 2 tahun lalu, ayah Liu pernah di undang makan malam di acara anniversary perusahaan Ri. Saat itu ayah Liu sempat mengenalkan Liu pada Yizhen tapi hanya sepintas lalu, tidak ada kesan mendalam di sana.


" Tuan Yizhen, senang bertemu dengan anda. Bagaimana keadaan anda dan keluarga?" sapa Liu


" jangan panggil Tuan lah, panggil saja saya om Yizhen oke?ngomong-omong anak dari Genji sudah tumbuh menjadi laki-laki tampan, selain tampan kau juga menuruni bakat ayahmu nak di bidang bisnis" sanjung Yizhen pada Liu dengan menepuk pundak Liu. " ngomong-ngomong,apa kau kemari ayahmu yang meminta?" tanya Yizhen


" bukan om, saya kemari ingin meminta izin om untuk mengajak Annchi keluar, apakah Annchi ada om?"


" mau kau ajak kemana anak ku?" tanya Yizhen serius


" hanya jalan-jalan sore kok om, om tidak perlu khawatir, di dalam microchip ini ada alat pelacak yang saya sambungkan ke mobil saya, om bisa melacak kami lewat micro chip ini" jawab Liu dengan menyerahkan microchip yang di maksud.


" baiklah, tapi Liu, beberapa hari ini Annchi bahkan menolak semua orang yang akan menemuinya, hanya ibunya saja yang boleh masuk ke kamarnya, aku khawatir dia akan menolakmu juga"


" dia tidak akan menolak ku om, katakan saja saya yang datang dan om mengizinkannya pergi bersama ku, pasti dia akan keluar dari kamarnya" gumam Liu percaya diri.


" baiklah kita coba ya" , akhirnya Yizhen meminta Asisten wang untuk memanggil Annchi, sebelum Assisten wang memanggil Annchi, Liu menitipkan secarik kertas untuk di sampaikan kepada Annchi.


Dengan tenang Liu menunggu Annchi turun. Beberapa saat kemudian assisten wang datang menyampaikan bahwa Annchi akan turun sebentar lagi.


Mendengar itu Ayah Annchi terkaget-kaget, dia merasa mungkin Liu adalah orang spesial di hati Annchi sampai ia tidak menolak pergi bersama Liu.