ONE LAST TIME

ONE LAST TIME
issue yang melelahkan



kabar lamaran Annchi dan Liu sudah terdengar ke penjuru negeri bahkan sampai luar.


seluruh penghuni kantor riuh membicarakan annchi, apalagi pagi ini mereka melihat nona besarnya di antar Liu, jiwa kejombloan mereka tiba-tiba berteriak-teriak. Sepanjang jalan masuk ke kantor sampai ruangannya semua mata seakan ingin menguliti annchi, semuanya seperti penasaran kenapa dia menolak Liu berulang-ulang, anchi hanya bisa menghela nafas berulang-ulang.


" nona, apa kau tak risih dengan issue yang beredar?" tanya Gio yang berjalan di samping Annchi


" bagaimana tak risih, lihat semua mata seperti ingin mengulitiku hidup-hidup, mereka berbisik hal yang sama setiap hari" seru annchi


" apa tak lebih baik kau sudahi saja rumor ini dengan menerima tuan liu?" tanya Gio


" apa itu menurutmu akan menyelesaikan masalah ini?" tanya Annchi memandang Gio di depan lift


"menurutku begitu, bukankah itu juga akan menguntungkan perusahaan dan menguatkan posisimu?" seru Gio


" hati ku tak ada hubungannya dengan perusahaan gio, kenapa semua orang mencampur adukan hati dan bisnis?"


"karena kau nona pewaris tunggal perusahaan ini, tentu saja dengan siapa kau menikah itu menjadi sangat penting"


" di saat seperti ini aku seperti kehilangan hak ku menjadi gadis biasa gio" seru ann dengan wajah sendu


" hei kau tak perlu sesedih itu, ingat, di negara ini tak ada yang tak ingin duduk di posisimu, kau punya segalanya, uang, kekuasaan, perusahaan dan pria tampan dan mapan berserakan di sekitarmu memperebutkanmu" seru Gio tersenyum


" sayang sekali, yang mereka perebutkan bukan hatiku tapi kekuasaanku"


" kau harus melihat ketulusan dengan ketulusan ann" seru Gio


" ketulusan dengan ketulusan, kau benar! ternyata kali ini kau benar-benar berguna, bonus akhir tahun mu ku naikan 10%" seru Annchi, mendengar itu Gio terbengong-bengong


" kyaaaa terimakasih bu boss, ada gunanya juga menonton film drama semalam, haha"


setelah menunggu beberapa saat akhirnya pintu lift tebuka, sepanjang di lift, annchi dan Gio mendengar bisik-bisik gadis di belakang membicarakan Annchi.


" duh kurang apa tuan liu itu ya sampai di tolak?"


" tadi nona ann di antar tuan liu,, pasangan yang sangat serasi, kenapa harus di tolak sih?


"


mendengar itu Gio geram juga, bisa-bisamya membicarakan annchi di belakangnya.


"hei kalian, mata kalian apa buta? tak melihat bos kalian di sini??" seru Gio dengan nada tinggi, annchi diam saja


"ma,, maaf nona, kami hanya bertanya-tanya kenapa nona menolak tuan liu"


" kalian ini benar-benar bosan bekerja di sini ya?? ka..." belum selesai bicara lengan baju Gio di tarik annchi, isyarat untuk diam


" menolak atau menerimanya itu 100% bukan urusan kalian, aku membayar kalian bukan untuk mencampuri urusanku, urus saja pekerjaan kalian masing-masing, tapi jika kalian sudah bosan bekerja di sini silahkan mengundurkan diri hari ini, Gio akan mengurus surat pemberhentian kalian segera" seru annchi ketus


"woaaaaaahh nona annchi marahnya elegant sekali, tak heran tuan Liu sangat tertarik dengannya" batin Gio dengan mata berbinar-binar melihat Annchi


" ma..maaf nona kami yang salah, jangan pecat kami nona" seru gadis itu dengan wajah takut. mereka tak mengira Annchi yang mereka kenal selama ini sangat ramah, bisa seketus dan setegas ini.


" Lamaran Tuan muda Liu dari Yoshan group di tolak!!! apakah alasan Nona annchi menolak tuan liu?"


itu adalah salah satu headline yang Shin dan Gavin baca dari media cetak.


** kantor shin**


" paman Ji, apa sudah ada kabar tentang Liu?" seru Shin sambil memandangi artikel di koran.


" ya tuan, belakangan ini tuan Liu sering mengantar nona Xiauwen pergi ke rumah sakit"


" rumah sakit? kenapa mereka pergi ke rumah sakit?" tanya Shin pada paman ji dengan pandangan heran


" menurut penyelidikan, mereka datang ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan nona xiauwen tuan"


"APAAAA?????!!!! Xiauwen hamil?? paman ji aku mau kau selidiki anak siapa yang di kandung xiauwen! aku ingin tau hasilnya sesegera mungkin!!! " titah Shin dengan nada tinggi


" BRENGSEK KAU LIU!!! kalau sampai xiauwen mengandung anakmu, aku benar-benar akan membunuhmu!!!" batin Shin emosi


" jadi ini yang membuatmu menjaga jarak dengan Ann, liu! sudah memiliki Xiauwen kau masih bermain dengan Ann, benar-benar brengseeek!!!! tunggu dulu, apa ann sudah tau?" batin Shin yang langsung menghubungi Annchi via telfon


tuuuuutt... tuuuutttt... tuuuutttt " halo kak" jawab annchi di seberang telfon


"selamat pagi ann, mendengar suaramu sangat melegakan" seru shin


" hehe kenapa kak, sepagi ini sudah menghubungi ku?" seru Ann


" ada yang ingin aku tanyakan ann" seru Shin


" jangan bilang kau juga ingin bertanya tentang lamaran liu yang aku tolak? ya tuhan aku lelah sekali, hufh" seru ann


"hehehe, kau ini,, iya aku ingin menanyakan itu, kenapa kau menolaknya ann?" tanya Shin serius


" bagaimana ya kak, aku masih belum bisa memantapkan hatiku padanya, setelah dia meninggalkan aku malam itu, hatiku seperti takut itu akan terulang lagi kedepannya, tapi aku tak bisa menipu hatiku sendiri bahwa aku menyukainya"


" hemm jadi begitu ya, kau belum tau tentang Liu dan xiauwen belakangan ini, apa aku harus jujur? ah sepertinya bukan waktu yang tepat karena aku belum tahu kepastian anak siapa di dalam kandungan xiauwen" batin shin terdiam tak menghiraukan annchi yang daei tadi halo halo pada nya


"kak, haloo, kau masih disana? kau baik-baik saja?" seru ann khawatir


" hehe,, anak bodoh, tentu baik-baik saja, ann, ikuti kata hatimu, kata hatimu takan berbohong untukmu" seru shin


" aku sedang mencari kata hati yang mana yang harus ku ikuti kak, itulah alasanku beberapa kali Liu melamarku aku menolaknya, menyebalkan, ini benar-benar menyebalkan kak" seru Annchi


"seanndainya hatiku untuk mu kak, aku mungkin tak sepusing ini menerima lamaran darimu, lamaran darimu pasti akan menjadi moment terindah untukku, tak seperti sekarang yang malah menjadi dilema mendalam" batin annchi, begitupun juga shin


" seandainya aku menerima permintaan paman yizhen msalah perjodohan itu, annchi akan ada di sisiku dan dia tak perlu sebingung ini dengan hatinya" batin shin


" baiklah kalau begitu, ingat, dengarkan kata hatimu ann, aku harus pergi bertemu client, nanti aku telfon laginya" seru shin sambil mematikan telfonnya


"hubunganmu dengan liu akan menjadi hubungan yang sulit ann, apalagi jika yang di kandung Xiauwen adalah anak liu, kata cinta yang selama ini kau dengar ternyata hanya permainannya semata, bagaimana aku harus menghentikanmu ann? bagaimana aku harus menolongmu dari benang kusut ini? menyampaikan ini padamu sama saja membunuhmu, hufh aku jadi ikut berputar di benang yang sama dengannmu ann" seru Shin