ONE LAST TIME

ONE LAST TIME
Hamil



Langkah annchi menjauhi Xiauwen dan Liu benar-benar dia sesali, itu hanya akan menegaskan kecemburuannya, ia berkali-kali melihat ke belakang, berharap Liu menyusulnya tapi ternyata tidak.


" liu tidak menyusul ku ya, kenapa aku cemburu? kenapa aku berharap dia menyusulku?" seru Annchi sambil duduk di pinggir kolam yang besar. Annchi menatap bulan purnama, mencoba menjelaskan apa yang ada di fikiran dan hatinya. Karena kejadian itu Annchi akhirnya tahu perasaannya pada Liu.


" apa aku mencintainya? bagaimana ini? ini tidak adil untuk kak shin, apa aku harus mencoba bersama kak shin untuk memastikan perasaan ku padanya? bagaimana kalau ini nantinya hanya seperti harapan palsu untuknya? jelas-jelas aku menyukai Liu, aghh membingungkan" batin annchi sambil memandangi gelang pemberian Shin dan mengetuk-ngetuk gelang itu sampai loncengmya berbunyi beberapa kali.


" roh jahat mana yang mengganggumu?" seru shin dari arah belakang Annchi, mendengar suara Shin annchi tiba-tiba mendongakan kepalanya.


" saking bingungnya sampai berhalusinasi mendengar suara kak shin, clap clap clap luar biasa kau ini ann" seru Annchi tidak memyadari Shin benar-benar di belakangnya, mendengar celotehan Annchi, Shin hanya menahan tawanya


" iya mungkin kau sudah hampir gila an" seru shin lagi


" ya Tuhaaaaaannnn,,, apa aku benar-benar sudah gilaaaa" seru Annchi dan berdiri kemudian membalikan tubuhnya. Mata Annchi terbelalak ketika melihat Shin berada di belakangnya sambil tersenyum menahan tawanya


" iya mungkin kau sudah gila ann, hehehe" seru Shin tersenyum


" kak shiiiinnn, kenapa kau bisa ada di sini???aku tak melihatmu seharian ini" seru annchi sambil memeluk Shin


"aku sudah katakan gelang jimat itu akan mengusir roh jahat yang mengganggumu, kau mengetuk gelang itu dan aku datang" jawab Shin


" hufh itu bohong kan, jangan menipuku" seru annchi sambil duduk kembali dan di ikuti Shin.


" dasar bodoh, Keluarga Hua dan Yoshan berhubunhan baik, mana mungkin aku tak di undang ke acara ini mewakili keluarga ku"


" lalu kenapa kau tak memberi tahuku kau pulang?"


" setiap aku datang ke rumahmu, aku lihat mobil Liu terparkir disana,, aku menunggumu keluar dan yang akunlihat kau bersamanya"


" be..benarkah?apa kau marah?"


" tentu saja marah, dasar anak bodoh! tapi melihatmu selalu tersenyum dengannya, jika aku datang akan merusak suasana jadi aku tak pernah memberitahumu aku pulang dan lagi seharian ini, selain pengantin, sepertinya ada yang juga ikut bahagia, sampai beberapa menit yang lalu" seru Shin menatap Annchi


" hah,ohh siapa? aku biasa saja" jawab Ann


" benarkah? apa kau cemburu liu bersama gadis lain?" tanya shin serius


" ti.tidakk" tepis ann, melihat shin melirik dengan tersenyum seakan tahu ann cemburu, Ann menjadi kesal menahan malu


" aaaghhh aku kesal dengan mu, kenapa kau selalu tau apa yang aku fikirkan? aku berusaha keras menutupinya darimu, aku tak mau kau terluka tapi kau malah seperti berusaha membukanya dan menusuk jantungmu sendiri" jawab Annchi kesal


" untuk apa membohongi diri sendiri?kau itu jangan terlalu mengkhawatirkan aku" seru Shin sambil mengusap kepala ann


"semakin kau seperti ini aku semakin khawatir" ann tertunduk sedih


" ann, hidupmu, kebahagiaan mu kau sendiri yang tahu, kau tak perlu berusaha selalu menyenangkan orang lain, berjuanglah untuk diri mu sendiri, aku juga akan berjuang untuk diriku sendiri" senyum shin


" kak kau itu seperti malaikat, jika di dekatmu kenapa aku merasa seperti roh jahat, hehe"


*** disisi lain***


" katakan kau sedang menipuku wen" seru Liu ketus masih mematung di dalam dekapan wen


" aku berkata jujur, ini anakmu" seru Xiauwen tersenyum bersandar di punggung Liu


"aku hanya berhubungan denganmu sekali, mana mungkin kau hamil" seru Liu berbalik badan, tatapan mata Liu seakan ingin membunuh Xiauwen, dingin sekali


"apa kau tak senang? bukankah harusnya kau bahagia?"


" kau tau pasti yang ada di hatiku adalah Annchi, mana mungkin aku bahagia mendengarmu hamil yang belum jelas ini anakku juga" seru Liu tiba-tiba" plaaaakkkkk" , tamparan keras mendarat di pipi Liu, semua mata tiba-tiba tertuju pada Liu dan xiauwen, sadar semua orang memperhatikannya, Liu menarik tangan Xiauwen masuk ke dalam mobilnya. Tanpa di sadari Liu, yongji memperhatikan dan mengikuti Liu dan Xiauwen yang berjalan keluar.


" Kau fikir aku semurahan itu tidur dengan sembarang orang Liu???!! memangnya kalau sekali dan langsung hamil tidak mungkin???? apa dimatamu aku serendah itu???? air mata Xiauwen mengalir deras.


" aghhhj sial!!!!" seru Liu sambil memukul keras stir di depannya dan langsung memeluk xiauwen


" sudah berapa bulan?" tanya Liu


" 5minggu" jawab Xiauwen


" akan ku antar kau pulang" seru Liu. Sepanjang jalan Liu hanya terdiam, fikirannya semakin lama semakin kacau, dia bingung bagaimana harus bertindak, penyesalan berputar-putar di kepala Liu.


" apa aku harus bertanggung jawab? atau aku minta dia menggugurkan kandungannya? bagaimana kalau itu bukan anak ku? untuk uji DNA paling tidak usia kandungannya harus 10 minggu!! agggghhh sial!!" batin Liu , liu mengabaikan Xiauwen yang sejak tadi meperhatikannya. Lamunan Liu terpecah ketika Ponselnya berbunyi " Annchi is calling" , baru akan mengangkat telfon dari Annchi , Ponsen Liu di rebut Xiauwen dan Xiauwen mematikan ponsel liu seketika.


"apa yang kau lakukan?????!!" seru Liu dengan suara tinggi


" berhentilah dengannya, dan mulai denganku , sebentar lagi kita akan punya anak, berhentilah bersamanya dan tinggalah bersamaku" genggam tangan Xiauwen


" hentikan!! dari awal aku menyukaimu, tapi itu sebelum aku bertemu dengan annchi, setelah itu bahkan secuil hati untukmu saja tidak ada, jika bukan karena mabuk aku juga tak akan menyentuhmu!!!" seru Liu


" lalu kau takan bertanggung jawab? kau ingin aku membunuh anak ini???" tanya Xiauwen geram


" iya!!! jika itu satu-satunya cara menyelamatkan hubunganku dengan Annchi aku minta kau gugurkan anak itu!!!!" seru Liu geram


" jika anak ini harus mati, dia akan mati bersamaku" jawab Xiauwen sambil membuka safety beltnya dan membuka pintu mobil, mobil liu masih berjalan dengan kecepatan tinggi, sadar Xiauwen akan bertindak bodoh, Liu segera menginjak pedal rem dan menarik tuas pintu mobil agar tertutup dan menguncinya.


" KAU INI SUDAH BENAR-BENAR HILANG AKAL??????!!!!! INGIN MATI SIA-SIA??????" bentak Liu, Xiauwen tak pernah melihat Liu semarah itu


" IYA AKU GILA!! AKU SUDAH GILA KARENA MENGINGINKANMU DI SISIKU!! huhuhuhuhu" isak Xiauwen semakin menjadi, Liu melihat itu menurunkan Egonya dan memeluk xiauwen


" oke, maafkan aku, kita pulang sekarang" seru Liu sambil menginjak pedal gas mobilnya. Hati Liu benar-benar hancur, entah bagaimana ia harus mengatakan pada Annchi, entah bagaimana menjelaskan padanya, semua rencanya bersama Annchi tiba-tiba runtuh, Hatinya sesak, seperti tidak ada lagi harapannya bersama Annchi. Setelah sampai di apartement Xiauwen Liu buru-buru kembali ke mobilnya, fikirannya melayang-layang, sesak di hatinya tak terbayangkan, tangisnya pecah.


" aku mencintai Annchi lebih dari diriku sendiri saat ini, semua rencanaku hidup bersamanya seakan runtuh, apa aku harus berbohong untuk tetap bersamanya? atau jujur dan kehilangan semuanya?"