
Hari sudah malam, Annchi masih mengobrol-obrol dengan Yin,Shin,Arnold dan beberapa yang lain sambil menyalakan api unggun mereka duduk melingkar, banyak canda di sana, semua orang bahagia. Shin memandangi wajah Annchi yang sedang tertawa.
"rasanya ikut bahagia melihat mu seperti ini ann, demi kamu, aku rela sebodoh ini ann" batin Shin memandangi Ann, malam terus semakin larut, Angin disana juga semakin kencang berhembius, mereka masih menikmati api unggun sambil membakar beberapa barbeque dan marsmellow. Dari belakang Shin membawakan selimut kecil untuk ann ,Shin memakaikan selimutnya sambil mendekap tubuh kecil Ann
" disini mulai dingin Ann, apa kau tak ingin masuk saja?" tanya Shin
" ee..ee.. gpp kak di sini dulu" jawab Ann sambil malu-malu
Melihat wajah Annchi memerah, Shin melepaskan dekapannya dan berdiri kembali ke tempatnya semula, tapi baru berdiri tiba-tiba " BBUUUUUKKKKKKK" pukulan keras mengenai pipi Shin dan langsung meneteskan darah di ujung bibirnya. Semua orang di sana langsung berdiri, Arnold dan teman-temannya langsung melerai.
"Sudah ku peringatkan sebelumnya, Jangan mendekati Annchi lagi!!!!, dia milikku" seru Liu dengan wajah marah sambil menarik lengan Annchi kasar, Melihat Annchi kesakitan Shin langsung membalas pukulan Liu.
" Aku juga sudah memperingatkanmu, aku akan menikah dengannya jadi kau tak perlu mendekatinya lagi" seru Shin tak kalah marah sambil menarik lengan Annchi. dan Liu membalas pukulan Liu lebih keras hingga Shin terpental dan jatuh .
Kali ini Annchi benar-benar seperti bola yang di oper kesana kemari, melihat kejadian itu, sekelebat ia melihat ingatannya yang lalu saat Liu pertama kali memukul shin.
Tangan Annchi di tariknya kembali ke dekapan Liu dan menyeretnya ke dalam mobil Liu , berkali-kali tangan annchi berusaha melepaskan tangan Liu tapi nihil, tangannya terlalu keras menggenggam tangannya.
Liu langsung menginjak pedal gas mobilnya dalam-dalam, raut wajahnya memancarkan aura emosi yang besar, kadang-kadang melihat ke arah Ann dengan mata sangat dingin, tak biasanya dia seperti itu. Kali ini dia benar-benar marah pada Ann. Setengah jam berjalan tiba- tiba liu menghentikan mobilnya, Mata tajamnya memandangi Annci dalam sbil memegangi kedua lengan Annchi
" Ann, kau ini benar-benar tau cara membuat orang marah" seru Liu dengan mata tajam, karena takut Annchi tak menjawab apapun
" kau tau? aku menghabiskan seluruh waktuku hanya untuk menyelidiki kasusmu, aku ingin tau siapa yang menyakitimu sebenarnya, tak di sangka kau malah Asyik bermesraan dengan pria itu, KAU INI SEBENARNYA PUNYA PERASAAN TIDAK???" bentak Liu pada Annchi, melihat itu air mata Annchi mengalir, sekelebat demi sekelebat ingatannya bergulir silih berganti, seperti melihat masa ini dan masa sebelumnya.
"ANN, KENAPA KAU DIAM SAJA???? " seru Liu sambil mengguncang-guncang tubuh annchi
" inikah kenangan baru yang ingin kau gambar itu liu? Tidak bisakah kau mengerti di dalam otak ku ini sama sekali tak mengingatmu, jangankan memiliki perasaan, mengingatmu saja sulit!!!!!" seru Annchi tertunduk sambil menangis, Liu tesentak kaget
"ternyata, gambar yang baru dengan yang lama tidak ada bedanya, aku baru sadar sekarang, kenapa tubuhku berusaha membuang ingatan tentang mu,, aku tak menyangka sakitnya jauh lebih buruk dari sebelumnya, apa semua masalahmu kau selesaikan dengan pukulan?" seru Ann menatap mata Liu dengan berkaca-kaca.
" jika kau berusaha menyelidiki kasusku sepanjang harimu hingga kau melupakan urusanmu, aku minta maaf, tapi kau juga harus tau, aku juga menghabiskan setiap menitku berusaha mengingat apa yang terjadi sebelumnya, aku berharap mengingatmu barang kali aku akan menemukan alasan kenapa aku menjadi pacarmu, tapi ternyata alasanku hanya karena aku pernah tidur denganmu "
" Kau tau Liu, pria yang barusan kau pukul itu, adalah pria yang bertahun-tahun menungguku, tak sekalipun ia menyentuhku, tak sekalipun dia kasar kepadaku, berada di sisinya aku merasa nyaman, dia benar-benar tau cara memperlakukan seorang gadis yang dia cintai, jika di bandingkan kau, aku hanya seperti boneka, kau menggenggamku kuat bukan karena mencintaiku, tapi kau menggenggamku erat hanya agar tidak ada yang merebutku. Disaat yang lain sibuk menggambar pelangi untuk ku, kau sibuk menggambar hujan badai untuk ku, berhentilah, kita akan saling menyakiti jika bersama." seru Annchi sambil terisak dan beranjak pergi keluar dari mobil Liu, Liu masih terdiam seribu bahasa , hingga Shin membuka pintu mobil Liu dan menariknya keluar dan "Buuuuukkkkkk,Buuuukkk,Buuuukkkk" 3 kali pukulan keras mengenai wajah Liu
" pukulan pertama untuk rasa sakit Annchi, pukulan kedua untuk Acaraku, pukulan ketika karena kau membuatku muak!!!! Sekalinlagi aku lihat annchi menangis karena mu, aku tidak akan segan-segan lagi tuan Liu, kemudian Shin beranjak pergi sambil mendekap Annchi
Liu jatuh tersungkur di samping mobilnya,, wajahnya terluka, darah segar mengalir dimana-mana, melihat Annchi di bawanya pergi hati liu benar-benar sakit.
Dengan fikirannya yang semakin kacau , Liu berhenti di sebuah club malam, ia melihat keramaian, semua orang sepertinya bahagia, mereka tertawa, meskipun ramai, Liu merasa sendiri, ia saat ini duduk di meja bar dan memesan alkohol, 1 gelas, 2 gelas 5 gelas,, Liu mulai mabuk, pandangamnya mulai berputar-putar, di sisi lain Ada seseorang mengenali Liu, ia teman Xiauwen. kemudian dia menghubungi Xiauwen tentang keberadaan Liu. Mendengar itu Xiauwen langsung bergegas ke tempat Liu berada.
Sesampainya di sana, Xiauwen duduk di samping Liu, menatap Liu dengan tarapan marah. Dia menduga ini semua karena Annchi, dia tidak pernah melihat liu sampai mabuk separah ini.
" Annchi,, apa benar kau Annchi?" seru Liu kepada Xiauwen di sampingnya
" Annchi,mari kita merayakan kebodohanku, Liu tingkat kebodohanmu outstanding,, everyone give me applause please ,cheers everyone" seru Liu sambil mengangkat gelasnya, Xiauwen melihat tingkah liu hanya tersenyum sinis.
" Liu, kenapa bisa kau semabuk ini? aku tak pernah melihatmu semabuk ini
" xiauwen? benarkah itu kau? ayo wen mabuk bersamaku, kita rayakan hari ini" seru Liu
" nona, tuan liu sudah sangat mabuk, baiknya kau membawanya pulang" seru bartender
"hei kau pelayan, urus saja urusanmu, aku masih mau minum, tuangkan lagi " seru Liu
tanpa basa-basi Xiauwen merangkul Liu ke dalam mobilnya dengam susah payah, ia membawa Liu ke apartementnya,
" Liu, kau ternyata berat sekali" seru Xiauwen
" ha ha tak seberat rasa sakit di hati ku ini wennnnn" seru Liu sambil menepuk-nepuk dadanya, air matanya mulai berjatuhan, melihat itu wen semakin berwajah sinis
" haiiiissssshhhhh, bahkan kau bisa menangis untuknya, memalukan" seru Xiauwen
Setelah sampai di apartementnya, Xiauwen membaringkan Liu di tempat tidurnya, Liu masih meracau, Xiauwen kemudian membuka baju Liu, krn baju liu kotor karena muntahannya sendiri. Saat baju Liu terbuka, dia melihat dan meraba tubuh Liu,
" pria ini benar-benar memiliki tubuh yang bagus" seru Xiauwen,
tak di sangka Liu menarik lengan Xiauwen dan menciumnya, Liu tidak menyadari wanita di depannya adalah xiauwen bukan annchi.
setelah mencium Xiauwen liu mendekapnya,
" Ann jangan pergi, maafkan aku, jangan bertemu dengannya lagi" seru Liu, mendengar itu fikiran buruk Xiauwen muncul, ia membalas ucapan Liu seakan-akan dia adalah Annchi, melihat kesempatan itu Xiauwen mulai mencium Liu dalam-dalam, sambil meraba tubuh Liu, tidak ada penolakan dari Liu karena yang terbayang di fikiran Liu itu adalah Xiauwen, Liu mulai membalas ciuman-ciuman Xiauwen, akhirnya mereka melakukannya malam itu.
DEAR MY LOVELY READERS,
gimana sejauh ini ceritanya? harusnya Annchi pilih siapa??? komen di bawah yaaa gaess, jangan lupa like dan klik favoritnya, biar aku tambah semangat ,,,, Fightiiingggg!!!😘😘