
Annchi mengemudi mobilnya sendiri, ia memutuskan tak meminta supir mengantarkannya, pikirannya kalut saat ini. Ia ingin menghubungi gavin untuk menunda kerja sama ini, tapi tak menemukan alasan yang tepat, bagaimanapun ini bisnis, akan tidak profesional ia menunda bisnis hanya untuk masalah pribadi. Annchi mencoba menepuk-nepuk pipinya berusaha menyadarkan dirinya.
Ayahnya benar, membutuhkan beberapa waktu untuk sampai ke westside, untuk pengemudi pemula, ini memang berat. Sesampainya di tempat tujuan, annchi di sambut Leo yang kemudian mengantarkannya masuk ke dalam. Mereka berjalan menyusuri jalan setapak yang indah.
"meskipun ini adalah peternakan, kenapa bisa seindah ini pemandanganya?" batin annchi. Tak lama kemudian, Gavin melihat Annchi datang dari arah pintu masuk, ia menggunakan setelan berkuda di atas kuda kesayangannya.
"hai ann, kenapa kau sendiri?dimana asistenmu?" tanya gavin heran
" tidak, ia sedang cuti" seru Annchi sambil mendekati kuda Gavin dan membelainya lembut.
"hemm begitu ya, ann apa kau bisa berkuda?"
" tentu saja" jawab Annchi tersenyum
" baiklah, ayo berkuda denganku sebelum membahas tentang bisnis, menyalurkan hobi juga termasuk bisnis untuk dirimu sendiri"
"ya oke baiklah" kemudian Leo membawa annchi masuk untuk mengenakan atribut berkuda, sesaat kemudian ia keluar menunggangi kuda menuju ke arah gavin. Melihat Annchi, gavin terpesona.
"wah bagaimana ini, kau bahkan terlihat begitu cantik menggunakan baju itu ann" mendengar itu annchi tersipu malu. Akhirnya mereka mengitari peternakan menunggangi kuda, peternakan itu cukup luas, di sisi peternakan terlihat kebun berbagai macam buah, mereka bercengkrama sambil kadang tertawa. Sekembalinya mereka, Annchi dan Gavin sudah di sambut oleh Pink dan Liu. Tentu saja ini membuat Annchi berdecak kaget. Ia kemudian memandang gavin dengan tatapan heran, seperti sedang bertanya " kenapa kau undang mereka juga", gavin menyadari tatapan Annchi ia balik menatapnya dan berkata " aku juga memiliki bisnis dengannya ann" seru gavin sambil tersenyum.
Liu menatap Annchi sedingin es, namun berbeda dengan Pink, ia terlihat sedikit terpesona oleh kecantikan Annchi. Lamunan Pink membuatnya tak menyadari seekor anak kuda yang hilang kendali berlari dengan cepat menuju ke arahnya, kuda itu berlari dari arah belakang annchi dan gavin sehingga mereka berdua tak menyadari bahaya yang akan terjadi. Melihat bahaya itu, liu kemudian berteriak "AWASSSSS!!!" ke arah gavin dan annchi, gavin dan annchi dengan cepat menghindari anak kuda itu, sedangkan Liu meraih tubuh Pink menghindari amukan anak kuda itu, tubuh mereka kehilangan keseimbangan dan terjatuh dengan posisi Pink berada di atas tubuh Liu. Beberapa detik pandangan mata mereka bertemu dan kemudian dengan cepat Pink bangun dari pelukan Liu memecahkan situasi canggung di antara mereka berdua.
Sementara itu Gavin dan Annchi tak kalah kaget, tapi beruntung mereka berdua bisa menghindar. Tapi ada sesuatu bergemuruh di hati annchi ketika Annchi melihat kejadian 2 orang di hadapannya itu, Annchi pikiran annchi terus menolak untuk mengakui bahwa sesuatu yang bergemuruh di hatinya adalah perasaan cemburu saat melihat tubuh wanita itu jatuh di pelukan Liu, Liu tak menyadari tatapan Annchi, ia hanya terfokus pada Pink yang sepertinya menahan sakit di lengan kanannya.
"apa kau tidak apa-apa?" tanya Liu khawatir,
"ya aku tak apa-apa Liu, terimakasih telah menyelamatkanku" jawab Pink sambil membersihkan lengan dan tubuhnya dari tanah.
Gavin seketika turun dari kudanya dan di susul annchi, mereka berjalan mendekati Liu dan Pink
" apa kau terluka nona?" tanya Gavin pada pink
"tidak tuan, beruntung tuan Liu menarikku tepat waktu, jadi aku tak terluka"
"ya, itu benar, berada di peternakan kuda seperti ini kita memang di tuntut untuk waspada" seru gavin yang kemudian melirik Annchi, Gavin seperti melihat wajah cemburu Annchi, annchi terus menatap Pink dalam-dalam
"aku belum pernah melihat gadis ini, hebat sekali ya Liu, kau benar-benar tahu cara menikmati hidup" batin annchi kesal
Gavin seketika melirik ke arah Annchi yang sedari tadi menatap Liu dan Pink, bukan hanya Gavin yang melihat ada perasaan cemburu dari tatapan annchi, tapi Liu juga menyadarinya. Sadar gavin dan Liu memandangnya, annchi salah tingkah,kemudian memutar balik kudanya.
"gave, aku rasa acara berkudanya sudah selesai, aku akan kembali untuk mengganti bajuku" seru Annchi
"ya baiklah, hati-hati"
"kau di kelilingi banyak gadis cantik Liu, bagaimana bisa aku percaya kau menyesal dan merasa bersalah?hei tunggu sebentar, perasaan apa itu tadi? apakah aku sedang cemburu?? tidak aku tidak cemburu, untuk apa cemburu pada pria seperti itu, jangan lemah ann!" batin annchi mulai mengumpat dirinya sendiri.
" apa itu tadi? apa hanya perasaanku kalau sesaat lalu dia sedang cemburu?"batin liu, Liu mulai melengkungkan senyumnya di sudut bibirnya. Ada perasaan bahagia saat tahu bahwa sikap cemburu annchi menandakan annchi masih memiliki perasaan untuknya.
"nona, apa kau bisa meninggalkan kami berdua sebentar?" tanya Gavin pada Pink, Pink kemudian melirik Liu sepeti sedang bertanya, Liu hanya mengangguk.
" baik tuan" seru Pink yang kemudian melangkah pergi. Setelah Pink pergi, Gavin mulai menatap mata Liu dengan tajam.
" apa kau sudah mengambil keputusan?"
"ya" jawab Liu singkat
"apa kau yakin dengan keputusanmu?"
"tidak, tapi perusahaanku tak bisa menunggu lebih lama lagi"
"bagus, akhirnya kau tahu, musuh pebisnis seperti kita adalah perasaannya sendiri, baiklah, karena kau sudah memutuskan hal yang tepat, aku akan menepati janjiku, mulai saat ini dan nanti, menjauhlah dari annchi"
"jangan terburu-buru tuan gavin, meskipun aku sudah menandatangani surat cerai itu, sampai hakim mengetuk palunya dan memutuskan, dia masih istriku"
" baiklah, kita tunggu sampai hakim ketuk palu, setelah itu menjauhlah"
"kata-katamu membuatku curiga, kau bersikeras memisahkan kami tidak mungkin tanpa alasan, apa tujuan mu sebenarnya tuan gavin? apa kau juga berada di balik ini semua?" Liu berbisik mendekati gavin dan bicara tepat di samping telinganya. Sebenarnya gavin dibuat terkejut dengan kata-kata Liu, ia baru menyadari Liu memiliki insting yang sangat kuat namun Gavin menanggapinya dengan sangat santai.
"alasanku hanya ingin membantu gadis baik itu membalas sakit hatinya, lagi pula mungkin saja aku mendapatkan kesempatan untuk bersamanya, bukankah dia cukup cantik untuk di miliki Liu? kau pernah merasakannya kan sampai akhirnya kau sia-siakan" seru gavin dengan senyum liciknya, hal itu membuat Liu benar-benar kesal, Pink melihat perubahan wajah Liu dan melihat Liu mengepal tangannya, ia buru-buru mendekat sebelum terjadi sesuatu.
"tuan gavin, mari lihat proposal kerja sama kita di dalam, langit mulai mendung, saya khawatir hujan akan segera turun" seru Pink memecahkan situasi panas di antara Gavin dan Liu. Mata Gavin kemudian beralih ke wajah Pink dan tersenyum
"kau pintar memilih asisten Liu, dia begitu cantik, kau benar-benar tau cara menikmati hidupmu" seru gavin, mendengar perkataan Gavin, wajah Pink tiba-tiba merah padam,
" maksudnya apa itu tadi? seenaknya saja memandang rendah diriku, dia pikir aku wanita penghibur??!!" batin Pink, ia baru akan menjawab gavin, namun lengan Pink di cengkram kuat oleh liu, seperti tahu apa yang akan dia katakan, pink seketika melirik Liu.
" kau ada benarnya nona, baiknya kita masuk ke dalam untuk makan siang dan menandatangani kontrak kerja itu"
seru gavin sambil menarik kudanya menjauh.
Liu merasa sangat kesal di buatnya, membayangkan Annchi bersama dengannya hampir membuatnya gila, Pink yang berdiri di sampingnya mencoba menenangkan Liu padahal ia juga merasakan hal yang sama.
Setelah Gavin pergi, Pink memandang Liu di depannya.
" kenapa kau mencegahku tadi? dia benar-benar memandang rendah aku"
"bukankah kau gadis pintar Pink, harusnya kau tau cara pintar juga untuk membalasnya!" senyum Liu pada Pink. Pink mendengar itu seketika seperti terilhami ,diapun tersenyum ketus.
"ide bagus Liu" jawab Pink singkat sambil tersenyum.
Liu dan Pink mulai melangkahkan kakinya menyusul Gavin.