ONE LAST TIME

ONE LAST TIME
Terlepas darimu (╥﹏╥)



Liu memperhatikan ke luar jendela, sepanjang jalan yang terlihat hanya pohon-pohonan tinggi, hapir di pastikan itu adalah hutan, hari mulai gelap, selepas hutan itu, pemandangan di luar jendela mobil berganti laut, tak berapa lama akhirnya mobil itu berhenti, tubuhnya di seret paksa,rasa sakit di sekujur tubuh Liu membuatnya tak berdaya, Liu mendongakkan wajahnya melihat sekitar,ia menyadari ia berada di ujung sebuah tebing, ia tak tahu dimana ia berada, tempat ini benar-benar tempat terpencil jauh dari keramaian, jauh dari jalan, ia melihat tubuh seorang gadis berdiri memandang jauh ke lautan dan kemudian menoleh ke arahnya. Betapa kagetnya Liu melihat Yin di sana. Yin melihat wajah Liu yang kaget hanya bisa tersenyum sinis.


"kenapa wajahmu begitu liu? kaget melihatku?"


"yin sebenarnya apa yang terjadi? kenapa kau membawaku kesini? dimana annchi?" tanya Liu


"kenapa begitu terburu-buru menanyakan annchi? kenapa tak bertanya xiauwen dulu? nasibnya lebih tragis dari istrimu, hehe"


Kemudian Yin memerintahkan seseorang untuk mengeluarkan Xiauwen dan Annchi, Beberapa orang menyeret tubuh annchi dan Xiauwen, membuat mereka berlutut di hadapan Yin dan Liu, Liu panik ketika melihat kondisi annchi, terlebih kondisi Xiauwen yang lebih memprihatinkan, dengan sebuah plester menempel di wajah annchi dan Xiauwen mereka tak bisa berbicara apapun, tapi Liu bisa melihat air mata annchi berlinangan menatapnya.


"ANNCHI!! apa kau tak apa-apa?????" teriak liu , annchi menggeleng tanda baik-baik saja, Mata liu beralih melihat Xiauwen, tubuhnya penuh luka lebam, bajunya koyak di sana sini, Liu bisa membayangkan apa yang terjadi pada xiauwen. Pandangan mata Xiauwen nanar menatap Liu, liu tak bertanya apapun pada xiauwen. Air matanya berlinangan. Annchi menoleh ke arah Xiauwen yang menatap Liu. Setidaknya dalam kondisi seperti ini Annchi masih memiliki Liu mengkhawatirkannya, sedangkan Xiauwen setelah apa yang dia lakukan dan melihat kondisinya saat ini, bahkan Liu hanya meliriknya dengan sebelah mata. Annchi seperti bisa melihat kehancuran di mata Xiauwen, bisa merasakan apa yang Xiauwen rasakan. Yin memandang xiauwen bahagia. Ia menjentikan tangannya isyarat agar membuka plester di wajah xiauwen.


"wen, sebelum aku membunuhmu, ternyata menyenangkan melihatmu terbunuh berulang-ulang melalui perasaanmu, lihat , pria yang kau cintai di depanmu bahkan tak memandangmu sama sekali, kau benar-benar menyedihkan wen!" Xiauwen kali ini tak sanggup menatap yin dan Liu di hadapannya, ia hanya menunduk terisak. Terisak mengeluarkan sakitnya. Seluruh luka di tubuhnya tak berarti apapun, hatinya seperti terbunuh berulang-ulang. Ia benar-benar merasa menyedihkan, mencintai seseorang sampai bodoh hingga ketulang. Ia merelakan masa depannya, merelakan mimpi-mimpinya, merelakan tubuhnya hingga melahirkan anak hanya untuk membuatnya bersama Liu, tapi semua itu hanya sia-sia.


"Yin, angkat pistol di tanganmu, letakan di kepalaku dan lepaskan tembakanmu sekarang. Mati lebih menyenangkan untukku saat ini, jangan menyiksaku lebih lama" bisik Xiauwen masih tetunduk, Yin mendengar perkataan Xiauwen berjalan mendekatinya dan menarik rambut Xiauwen dengan kasar, membuat kepala xiauwen terdongak menatapnya.


"haha, aku takan membiarkan kalian mati dengan mudah wen, aku ingin kau melihat orang yang kalian cintai mati dengan cara yang sama dengan Shin bahkan lebih kejam" seru Yin tersenyum kejam,yang juga menatap Annchi, Mata xiauwen dan annchi langsung mengarah ke arah Liu, beberapa orang memukili tubuh Liu, meskipun tangan liu tak terikat, ia tak bisa berkutik apapun, ia hanya bisa menahan serangan demi serangan, tulang rusuknya terlalu membuatnya kesakitan. Ia tak dapat melakukan apapun, darahnya mulai bercucuran. Annchi dan Xiauwen berteriak sejadinya.


"YIIIIINNN HENTIKANN!!! AKU MOHON HENTIKAN MEMUKULINYA!!!" seru Xiauwen terisak.


Yin mengangkat tangannya isyarat Pria-pria itu menghentikan apa yang mereka lakukan, tubuh Liu kali ini benar-benar tersungkur, darah mengalir hampir dari berbagai penjuru tubuhnya. kemudian tubuhnya di tarik paksa, tangannya di genggam erat, tak bisa bergerak sama sekali. pria-pria itu membuat liu berdiri, membuatnya lebih dekat dengan sisi tebing. Jika mereka melepaskan genggaman pada tangan liu di pastikan Liu akan jatuh ke lautan di dasar tebing. pandangan mata Liu masih mengarah kepada Annchi.


"Ann, jangan menangis, aku baik-baik saja!!" seru Liu berusaha menenangkan annchi yang juga berontak berusaha melepaskan genggaman pria di belakangnya. Yin mendekati Annchi dan membuka plester di mulutnya.


"Kau benar-benar jahat Yin!!!! KAU MONSTER!!!!" kemudian Annchi meludahi wajah Yin, dengan pandangan mata tajam annchi meluapkan kemarahannya. Yin segera membersihkan ludah annchi dari wajahnya dan tersenyum pada annchi dengan sinis. Yin kemudian mengangkat tangannya mengarahkan pistolnya tepat ke arah Liu. Annchi tahu apa yang akan terjadi berusaha keras meronta dan berlari ke arah Liu.


"ANNCHIIIIII JANGANNNNNN!!!!!!!" teriak Liu "Doorr!!!" suara tembakan terdengar keras, Tubuh Annchi tepat berada di hadapan liu,peluru itu menembus punggung Annchi bahkan menembus tubuhnya hingga peluri itu juga mengenai tubuh Liu tepat di dadanya. Liu menepis tangan yang mengekangnya dan menagkap tubuh Annchi yang terjatuh tepat di pelukannya. Saat itu detik jam seperti melambat, semua suara teriakan xiauwen perlahan behenti menggema di telinga liu, Pandangan mata Annchi dan Liu bersatu, seharusnya hari ini adalah bulan madu termanis mereka, tak di sangka justru berakhir sepeeti ini. Air mata annchi dan Liu tak bisa di bendung. Seiring genggaman tangan pengawal Yin terlepas dari tubuh Liu, tubuh annchi dan Liu terhempas jatuh ke dasar jurang. Liu memeluk tubuh annchi dengan sangat erat, mengerahkan sisa-sisa renaga berusaha melindungi annchi, tubuh mereka menghantam keras mengenai permukaan air laut, gulungan ombak membuat tubuh mereka jatuh lebih dalam ke dasar laut. Liu melepaskan pelukannya, menggengam lengan Annchi dengan kuat, ia melihat pandangan mata Annchi mulai memudar, kemudian memejamkan matanya dengan senyuman. Itu adalah senyuman terakhir dari annchi untuk Liu, Liu berteriak sekeras mungkin membangunkan annchi, annchi tak bergerak sama sekali, Liu berusaha membawa annchi ke permukaan air, namun ombak terlalu besar menggulung tubuh mereka masuk ke dalam lebih jauh ke dasar laut. Air matanya bersatu dengan air laut, tak terbayangkan hancurnya hati Liu saat ini. Ia tahu ia juga takan terselamatkan, ia memegang erat pipi annchi, waktu seakan benar-benar berhenti. Ia memandang wajah istrinya untuk yang terakhir kalinya.


"seandainya waktuku bisa terulang lagi ann, jika aku tahu inilah akhir hubungan kita, alangkah baiknya bila kita tak pernah bertemu, alangkah baiknya jika kau benar-benar bersama shin, aku akan membiarkanmu menikah dengannya dan memiliki banyak anak dengannya, akan ku biarkan kau bahagia bersamanya, akhirnya aku tahu, kebodohan dan keegoisanku memilikimu hanya menciptakan banyak rasa sakit untukmu dan sekarang aku kehilanganmu selamanya, Annchi maafkan aku, maafkan aku, maafkan aku" Liu memeluk tubuh Annchi sekuat tenaganya yang tersisa, tubuh mereka terus turun ke dasar laut. perlahan Liu mulai kehilangan tenaganya, mulai memuntahkan darah dari mulutnya, Ia merasakan sakit di tubuhnya menghilang, tenaganya menghilang, perlahan tubuh annchi terlepas dari dekapannya, Pandangan matanya mulai kabur, perlahan segalanya menghitam. Segalanya terlepaskan.


******


🎶🎶


Saat kita bertemu lagi akulah yang lebih dulu mengatakan


Halo, aku baik-baik saja


Dan aku menutup mataku


Cinta telah datang


Namun kau meninggalkanku


Aku sudah menunggumu


Namun aku tak bisa melihatmu


Selalu seperti orang bodoh


Air mata yang mengalir saat ini


Mengatakan selamat tinggal, good bye


Aku harap waktu berjalan cepat


Dan membawaku padamu


Aku juga berharap kau mengatakan


Cerita yang tak dapat kupercaya sekali lagi


Dimana dirimu ?


Apakah kau mengerti isi hatiku ?


Aku merindukanmu


di tempat aku tak bisa melihatmu lagi


Aku berteriak ke langit malam, selamat tinggal 🎶🎶