
Selepas kepergian Shin, Yin sangat murung, ia mengingat semua kenangannya dengan Shin, meskipun tak banyak tapi sebelum bertemu dengan Annchi, shin adalah kekasih yang baik dan manis, Yin sadar sedari awal dia hanya sebagai pengganti Annchi, tapi ia tetap menerima Shin. Ia pikir lambat laun Shin juga akan menerimanya sebagai dirinya sendiri, tapi ternyata kenyataan dan takdir berkata lain. Belum sempat Shin menerimanya sebagai Yin, dia sudah merasakan pahitnya di campakan dan di tinggalkan pergi selamanya.
Di detik-detik kepergian Shin, Ia mendengar semua percakapan Shin dan Annchi, mendengar perkataan Shin waktu itu dia benar-benar menyadari dia tidak berarti apapun di mata Shin, sekeras apapun perjuangannya beberapa bulan lalu ternyata hanya pekerjaan sia-sia, wajah Shin bersamanya adalah wajahnya yang menggunakan topeng. Sedari awal Annchilah yang ada di matanya. Hal ini membuat hatu Yin berkeping-keping
Yin berada di dalam kamarnya, memandangi taman lewat jendela kamarnya, duduk melamun, sudah beberapa hari ini itu saja yang ia kerjakan. Semua jadwal keartisannya ia cancel. Di pikirannya hanya ada Shin dan senyumnya. Meskpun itu palsu, tapi meninggalkan kenangan yang manis.
"kenapa kak? kenapa kau tak coba menerimaku? aku mungkin bisa lebih baik dari annchi!" batin Yin hingga tak menyadari ayahnya berada di belakangnya memperhatikan anak bungsunga itu.
" Prosesi pemakaman Shin akan segera di mulai, kau tak ingin pergi menemuinya yang terakhir kali Yin?" tanya Zhen ayah dari Yin dingin. Menyadari ayahnya di belakangnya, Yin membalikan tubuhnya memandang ayahnya.
" Yah aku mencintai Shin tapi dia malah mencintai orang lain dan kabur bersama istri orang dan sekarang dia berani meninggalkanku selamanya" seru Yin mengabaikan pertanyaan ayahnya dengan menahan air matanya. Zhen menghampiri Yin dan mengusap kepalanya
" siapa wanita yang mencuri kekasihmu Yin?" tanya Zhen lebih serius
"annchi" mendengar perkataan Yin, terlihat wajah Zhen yang kaget.
"Annchi? sahabatmu?" tanya Zhen heran
" benar yah, bisakah kau bantu aku menangkap dalang pembunuhan shin dan membuat annchi merasakan sakit yang ku rasakan yah? aku benci merasakan sakit sendiri seperti ini yah" air mata Yin akhirnya menetes. Zhen mengerti apa yang di maksud Yin.
"apa kau yakin dengan apa yang kau bicarakan itu Yin? ayah bisa membantumu, itu bukan hal sulit, tapi sebisa apapun kau menyakiti mereka, takan membuatmu bahagia bahkan bisa saja justru membuatmu menderita, ayah khawatir kau akan menyesalinya kelak"
" sekalipun harus tak bahagia dan menyesalinya aku akan tetap memohon padamu untuk membantuku yah"
"baiklah, kau gadis kesayangan ayah, melihatmu seperti ini juga menyakitiku, bersiaplah ke pemakaman Yin" Zhen mulai melangkah pergi meninggalkan Yin
"dan satu lagi yah, jangan biarkan Annchi menginjakkan satu langkah pun kakinya ke pemakaman" seru Yin memandang ayahnya yang berada di ambang pintu keluar, Zhen hanya menjawabnya dengan anggukan.
Tak ada yang tahu bahwa sebenarnya Yin adalah anak dari ketua Gangster rahasia ternama di china, Identitas keluarga yin sedari awal memang di sembunyikan untuk mencegah hal yang tidak di inginkan. RingOFire,Gangster yang di takuti di seluruh cina bahkan negara pun tak bisa melakukan apapun, jaringannya menyebar tidak hanya di china tapi hampir di seluruh dunia. Berkat bantuan ayahnya juga Yin dengan mudah melacak keberadaan Shin waktu itu.
Annchi masih berada di bangsalnya, ia masih dalam proses penyembuhan,tak seorangpun ia biar masuk tak terkecuali orang tuanya. Kejadian ini membuat annchi sangat terpukul. Siang ini adalah hari pemakaman Shin, ia masih berusaha menyadarkan dirinya bahwa ini hanya mimpi buruk namun sia-sia, Shin benar-benar pergi. Ia perlahan berjalan menuju pintu keluar, disana masih ada 2 pengawal yang menjaga pintu bangsalnya. Ia melihat ke luar tak ada siapapun. Biasanya Liu akan tetap berada di sana apapun yang terjadi, namun saat ini Liu tak ada.
" kemana Liu?" tanya Annchi pada salah satu penjaga
"entahlah nona, beberapa saat lalu setelah menerima sebuah telepon tuan Liu pergi"
" baru saja nona"
" aku akan keluar dari sini, tetap jaga bangsalku, jangan ada yang boleh masuk seakan-akan aku berada di dalamnya"
" ta..tapi nona, kau belum di perbolehkan kemanapun, tuan besar akan marah jika mengetahui ini!"
" urusanmu hanya denganku, Urusan ayah nanti aku yang mengurusnya" seru Annchi sambil melangkah pergi. Annchi buru-buru berjalan menyusuri lorong, wajahnya terlihat cemas, khawatir Liu atau seseorang yang mengenalinya melihatnya.
"ini adalah cara satu-satunya untuk datang ke pemakaman mu kak, jika tak kabur seperti ini tidak ada di antara mereka yang akan membiarkanku" batin annchi. Annchi pergi kesana tanpa sepengetahuan siapapun, tidak ada pengawal ataupun orang terdekatnya yang mendampingi. Annchi terus melangkahkan kakinya meninggalkan Rumah sakit dan memberhentikan sebuah taksi. sebelum pergi ia sempat mengganti bajunya jadi memudahkan ia melarikan diri.
Setelah mendapatkan telepon, Liu kembali ke bangsal annchi namun, saat di perjalanan Liu melihat ke luar jendela, ia dapati sosok Annchi keluar dari rumah sakit, berusaha memberhentika taksi, Liu melihat itu, langsung berlari mengejar Annchi, ia berlari ke dalam mobilnya dan berusaha mengikuti taksi annchi. Liu tau pasti kemana tujuan istrinya itu.
Sesampainya di pintu gerbang pemakaman, ia melihat sudah banyak sekali wartawan di sana, berdorong-dorongan untuk mengambil gambar, pintu itu di jaga banyak sekali pengawal. Annchi paham selain berjaga dari wartawan pengawal itu juga pasti di tugaskan untuk mencegah dirinya masuk ke pemakaman itu.
"hei lihat, acara pemakamannya di mulai, siapkan kamera kalian" terdengar suara salah satu wartawan, membuat Annchi tanpa pikir panjang berusaha masuk ke kerumunan para wartawan itu.
tak pikir panjang Annchi masuk ke dalam kerumunan wartawan itu mencoba melihat prosesi pemakaman Shin, Keriuhan yang terjadi di sana seakan satu persatu menghilang dari pendengarannya, waktu di sekelilingnya serasa membeku, yang terasa hidup hanya prosesi itu dan annchi sendiri. Melihat peti mati Shin yang mulai masuk ke liang lahat, hati Annchi lebur seketika, ia berlutut, terisak.
"Entah apa lagi yang akan terjadi kak setelah ini? Tanpa mu disini bagaimana lagi aku harus melanjutkan hidupku kak? Bagaimana lagi? Maaf, maaf, maaf selalu menyeretmu dalam setiap kebimbangan ku, maaf selalu mengacaukan segalanya, aku bahkan tak bisa membalas 1 pun senyuman di bibirmu, tak dapat mengusap air mata yang terjatuh karena aku, aku justru bersenang-senang bersama orang yang salah, bagaimana ini kak? Aku kehilangan semuanya, siapa lagi yang akan menghiburku? kau malah pergi di saat terberat dari hidupku, kau jahat kak, kau benar-benar jahat!!!" batinnya, meringkuk, terisak sejadi-jadinya.
Sementara Yin mengantarkan Shin dengan berlinangan air mata, hatinya tak kalah hancur saat melihat peti mati Shin masuk ke peristirahatannya yang terakhir, di sela-sela tangisnya, di antara kerumunan wartawan yang riuh berusaha masuk mengambil gambil gambar, Yin melihat sosok Annchi meringkuk di depan gerbang terisak, meskipun dengan balutan kerudung dan kacamata hitam,Yin tetap mengenali Annchi. Yin dengan emosi membisikan ke beberapa pengawal untuk mengusir annchi. Beberapa pengawal mendekati Annchi.
"nona, nona yin meminta anda untuk pergi dari sini" seru Pengawal itu
"tidak, biarkan aku berada di sini!" kemudian pengawal itu mendorong tubuh Annchi hingga annchi terjatuh. Annchi masih berusaha berada di sana namun tubuhnya di seret. Liu yang baru sampai di sana melihat perlakuan pengawal itu pada Annchi langsung turun dan berlari ke arah kerumunan itu dan melayangkan pukulan keras ke wajah salah satu pengawal itu dan menarik kerah bajunya.
"berani sekali lagi kau berlaku kurang ajar pada istriku,jika terulang lagi aku pastikan jantungmu akan berhenti berdetak!!!" seru Liu emosi, kemudian Liu raih lengan Annchi berusaha membuatnya berdiri, Saar annchi menyadari yang membantunya adalah Liu, ia menepis tangan Liu dengan kasar, perhatian reporter-reporter itu langsung tertuju pada mereka berdua
" JANGAN SENTUH AKU!!! KARENA MU AKU KEHILANGAN SEMUANYA!!" menyadari para reporter itu mulai meliput mereka berdua Liu berusaha menenangkan Annchi namun berkali-kali annchi menepis tangan liu
" ann, dengarkan aku, di sini banyak reporter, masalah ini kita bicarakan di mobil, oke?" Liu berusaha menarik tangan annchi namun Annchi menolak
"PUAS KAU LIU MENGHANCURKAN HIDUPKU?mulai detik ini, jangan panggil aku istrimu lagi, mulai detik ini aku bukan annchi yang kau kenal!!!! annchi yang kau kenal sudah mati bersama Shin! Aku harap kau cepat menandatangani surat perceraian itu, aku benar-benar muak melihatmu!!" seru Annchi dengan sangat emosi, kemudian ia meninggalkan pemakaman itu sendiri, Liu berusaha mengejar Annchi namun gagal.