
Liu berjalan menuju tepi pantai ,meraih telponnya menghubungi Ming asistennya
" ming, suruh orang memperhatikan gerak gerik xiauwen, kau datangi lah xiauwen dan minta dia datang ke rumah sakit untuk mengecek DNA anak yang di kandungnya , kau harus mendampinginya, jangan sampai miss sedikitpun, terlebih untuk hasil DNA dari anak itu, jangan sampai dia memanipulasinya" titah liu dengan wajahnya yang super duper dingin
" baik tuan" jawab Ming dari seberang telpon dan telpon di tutup
tak lama kemudian, ponsel liu berdering kembali, dilihatnya nama Yongji di sana
" hey whats up my little bro, how's your wedding night? apa kau mempraktekan cara mendapatkan anak kembar seperti yang aku ajarkan sebelumnya?" goda yongji
" ah dasar kau mesum, kau menelpon ku hanya untuk bertanya seperti ini?, hah tak heran jisoo bisa hamil denganmu, haha"
"haha, tapi aku serius bertanya, bagaimana rasanya Liu? apa kau membuatnya sampai lemah? haha"
" ya, sampai tak bisa bangun dari tempat tidurnya" senyum Liu
" wowwww awesome"
" awesome awesome kepalamu, sudah aku mau surfing dulu, kau matikan"
" oke oke,bye" seru yongji mematikan telpon liu.
disisi lain, Gio sedang sibuk mengerjakan perkerjaannya dan juga tugas dari Annchi mencari tau tentang Liu beberapa hari ini, Laporan demi laporan yang ia terima begitu mengagetkan, semakin di cari semakin kaget dengan kenyataannya.
"bagaimana mungkin aku bisa melaporkan hasil temuannya di saat bosnya sedang bahagia bulan madu dengan suaminya? ternyata Liu tak sebaik itu, pantas annchi beberapa kali galau tentang Liu, ini sebabnya! aku harus bagaimana? bagaimana harus mengatakannya? ah sial kenapa aku ikut bingung?!"
---
"tuan shin, aku mendapatkan laporan bahwa nona annchi menyuruh orang untuk menyelidiki hubungan suaminya dan xiauwen, bukankah ini berita buruk?" seru paman ji, sebetulnya shin sudah tak ingin mendapatkan laporan apapun mengenai Annchi, ia ingin berhenti memikirkannya
" apa kau tahu siapa yang mencari tahu paman?"
" asistenn nona annchi tuan"
" sambungkan aku dengannya"
" baik" tak beberapa lama paman ji langsung menghubungi Gio
"halo selamat siang" seru gio
" gio aku shin hua, kau tentu mengenalku" tanya Shin.
Sebetulnya Gio tak banyak mengetahui tentang shin, namun beberapa kali ia pernah mendengar annchi berbicara dengannya lewat telpon dan lagi jika mengacu dengan naa marganya Hua , siapa yang tak kenal keluarga hua.
" oh ya tuan muda shin, ada keperluan apa anda menghubungi saya?"
" gio, datanglah ke Ui plaza jam 12 siang, tunggu aku di restoran itu"
" baik tuan" sambil menutup panggilannya, beberpaa saat mata shin memandangi layar ponselnya, mencoba mencerna jalan fikirannya sendiri.
" apa lagi yang akan ku lakukan demi orang lain?" batinnya
"apa yang akan anda rencanakan tuan?" pertanyaan paman Ji memecah lamunan Shin
" entahlah paman, aku berharap Gio menyembunyikan masalah ini dari annchi, jikapun ia akan sakit, aku harap tak sekarang-sekarang ini, bagaimanapun dia baru menikah dan juga baru bulan madu"
" bukankah lebih cepat lebih baik untuk nona annchi?"
" tapi saat ini dia berbahagia paman, apa aku juga harus merusaknya?"
" maaf aku lancang tuan shin, hanya saja menurutku nona ann mencari tahu sendiri permasalah ini berarti ia pun menaruh curiga terhadap suaminya, jikapun ia mengetahui kebenarannya bukan berarti kau merusak kebahagiaannya tuan"
" ya logikanya seperti itu, tapi entah bagaimana aku ingin melindunginya, bukankah aku bodoh paman?"
" anda tidak bodoh tuan, anda hanya buta karena cinta saja"
" bagaimana keluar dari masalah ini paman?"
" jangan ikut campur lagi tuan, pikirkanlah kebahagiaan mu sendiri"
-- Ui plaza Hotel--
Shin memasuki restoran hotel tersebut, telah menunggu Gio, Gio yang melihat shin datang langsung berdiri menyambut Tuan muda itu.
"selamat datang tuan muda shin"
" tak perlu sungkan, silahkan duduk"
" ada apa anda ingin bertemu dengan saya?"
" aku dengar kau sedang mencari tahu tentang liu dan xiauwen? apakah annchi yang memintamu?" tanya lu sambil menuangkan wine ke dalam gelas dan meneguknya
"maaf tuan, saya tidak berani jawab"
" ann dan aku adalah teman masa kecil, kami begitu dekat, jika bukan karena kesalahanku, kami seharusnya sudah menikah, jadi katakan apakah annchi yang memintamu?"
" be..benar tuan"
" lalu apa kau sudah menemukan sesuatu?"
" aku menemukan banyak hal dan itu sangat mengejutkan"
" kau menemukan xiauwen hamil oleh liu?"
"bagaimana bisa anda mengetahuinya tuan?"
" sebelum kau masuk, aku sudah tenggelam di salam masalah ini, kau sudah memberi tahukannya masalah ini?"
" belum tuan"
" apa rencanamu?"
" saya bimbang tuan, bagaimanapun ini adalah berit buruk, hal ini dapat menyakiti nona ann, saya khawatir setelah memberi tahunya ini akan merusak pernikahannya"
" jadi tutupilah masalah ini, jangan biarkan dia tahu, masalah ini slain akan berimbas dengannya ini juga akan berimbas kepada 2 perusahaan besar, kau mengerti maksudku?" tanya shin menatap Gio tajam
" ba..baik tuan, saya mengerti, bolehkan saya bertanya sesuatu tuan shin?"
" katakan"
" mengapa anda peduli sekali dengan masalah ini?" tanya Gio gugup, seketika Wajah shin menatap lurus ke mata Gio, tatapan lembut sebelumnya seperti menghilang, Gio gugup.
" ma..maafkan saya lancang tuan shin, jika terlalu pribadi tak perlu menjawab pertanyaan saya tadi, saya mohon maaf" mendengae Gio gugup dan cemas, Shin kemudian tersenyum
"menurutmu, kenapa aku seperti ini pada ann?"
" apakah anda mencintainya?"
" ya, terlihat jelas bukan, aku menyukainya sejak kecil, karena satu kebodohan ku, aku melepaskannya dan sekarang aku melihatnya bersama pria lain, yang lebih menyakitkan adalah ternyata pria yang dia pilih adalah Liu"
" saya mengerti tuan, beberpaa kali nona ann juga menceritakan tentang anda, hanya saja setiap kali menceritakan anda wajahnya menjadi sedih, mungkin ini alasannya"
"aku berulang kali ingin menjauh darinya, tapi tak bisa, bukankah ini menyedihkan gio?" seru Shin sambil meneguk wine di tangannya
" nona ann seharusnya beruntung memiliki banyak orang yang sangat peduli dengannya, dan seharusnya nona ann beruntung mendapatkan anda, tapi kadang jalan takdir tak seperti yang kita inginkan tuan"
" ya itulah takdir, akan selalu banyak cara untuk membuatmu kecewa, kedepannya kita akan banyak berhubungan, rahasiakan ini dari annchi ya"
" baik tuan shin"
" saat aku melihat Liu, aku merasa Liu lah yang pantas bersama nona, tapi setelah bertemu dengan shin, aku merasa nona ann lebih baik bersama tuan shin, aku bisa melihat kelembutan dari matanya, luar biasa" batin Gio
"