ONE LAST TIME

ONE LAST TIME
Datang Terlambat part 2 :Shin



beberapa lama Annchi masih terduduk di bangku yang sama, mencoba memikirkan hatinya untuk siapa,


"bersama liu ada perasaan seperti ia melindungi mu dengan sikapnya yang bossy dan dingin kepada semua orang, kau akan merasakan kaulah satu-satunya dan dia takan membiarkanmu di sentuh orang lain selain dirinya sendiri, karena dia over protective kepada mu, kau merasa selalu aman bersamanya, meskipun kadang kekanak-kanakan tapi kau bisa menikmatinya, kau akan selalu merasa akan selalu ada tangan yang menggenggamu. Dengannya akan selalu ada tawa lepas dan tangis secara bersamaan.


Bersama Shin, dialah cinta pertamamu, dialah yang selalu bersamamu saat sedih mu, bersamanya akan selalu ada kelembutan dan kenyamanan, bersamanya kau dapat meletakan hatimu dengan baik, di dalam pelukannya ada sebuah kehangatan, saat kau rapuh dia selalu bisa kau andalkan, dia seperti kompas saat kau tersesat. Bersamanya kau bisa menjadi diri mu sendiri, tanpa pemaksaan, semua di dirinya adalah kelembutan, tapi berdiri di sampingnya saat ini bukanlah waktu yang tepat, semuanya sudah terlambat" batin annchi sambil melangkah pergi.


Semua bayangan shin dan Liu berjalan cepat di fikirannya saat ia hampir sampai di pintu gerbang, ia melihat Shin berdiri di samping mobilnya memandangnya dalam-dalam, Annchi hanya mematung melihat sosok Shin berdiri di sana. Beberapa saat mereka saling memandang, lalu shin datang setengah berlari dan memeluknya.


"setelah ini,entah kapan lagi aku dapat memelukmu ann, biarkan aku memelukmu sedikit lebih lama, seakan-akan kau takan pergi meninggalkanku untuknya, biarkan aku membayangkan kau akan berjalan di altar itu menuju ku bukan untuk orang lain. Maaf aku tak melamar mu lebih dulu, aku pun sama sepertimu ann, aku berfikir terlalu banyak. Memikirkan bersamanya adalah hal terbaik untukmu, bersamanya adalah pilihanmu, aku tak tahu kau berharap ku menahan mu. Aku terlalu takut kau menolak bersamaku, hingga membiarkanmu di sentuh orang lain selain aku, jika kau tak bisa membatalkan pernikahan ini karena terlalu banyak yang tersakiti, mungkin kau benar, sekarang sudah terlalu terlambat untuk menarik mu, kau jalani lah dengannya, aku yakin suatu hari kau akan tahu seperti apa dia sebenarnya. Aku akan selalu memperhatikanmu, menunggu takdir membawamu padaku, sekarang masuklah, sudah larut" seru Shin sambil melepaskan pelukannya dan beranjak pergi namun tangannya di tarik oleh Annchi


" kak, sebenarnya apa yang kau tahu? kenapa antara kau dan Liu selalu membicarakan hal yang sama? dia bicara aku harus percaya padanya bagaimanapun tak boleh meninggalkannya sedangkan kau selalu memperingatkanku untuk berhati-hati, bukankah ini semua berhubungan?" seru Annchi


"nanti saatnya kau akan tahu, sudah tidurlah tuan putri" seru Shin sambil tersenyum pada Annchi. Annchi mematung melihat Shin pergi,


"kenapa semakin lama semakin besar tanda tanya di hatinya, kenapa shin tak bicara saja apa permasalahan di belakang ini semua, barangkali bisa membuatku membatalkan pernikahan ini, sungguh tanda tanya besar, aku bahkan tak bisa menebak jalan fikiran kak shin, dialah labirin tersulit untuk ku tembus" batin annchi sambil memasuki pagar rumahnya, melihat dari kejauhan, annchi melihat paman choi menunggunya di depan pintu.


"paman, kau belum tidur?" tanya Annchi


" saya khawatir dengan nona muda" jawab Paman choi


" paman, apa kau sudah mengantuk?" tanya Ann


" ada apa nona?"


" bisakah aku bertanya sesuatu? duduklah bersamaku di sini" seru annchi sambil duduk di tangga teras rumahnya


"paman, apa yang membuatmu memilih bibi menjadi istrimu dulu? apa kau pernah ragu memilihnya?" tanya annchi


" tentu saja nona, dia bahkan pernah mengembalikan cincin pertunangannya beberapa hari sebelum hari pernikahannya, apa kau sedang ragu dengan tuan Liu?" tanya paman choi


" ya paman, aku seperti ingin membatalkan pernikahan ini dan memilih orang lain"


" apakah orang lain itu tuan shin?"


" bagaimana kau tahu paman?"


" aku sering melihat mobil tuan shin berada di depan gerbang, sering tertangkap cctv nona. Aku pikir pasti dia mencintaimu"


" benarkah? kenapa kau tak beritahu aku?"


" nona, kadang ada yang perlu saya laporkan dan tidak, tuan liu juga sangat mencintaimu, aku bisa melihat itu di matanya saat ia membawamu ke rumah sakit saat penculikan itu, bahkan dengan tubuh penuh luka dan darah ia menolak diobati hanya untuk mencari tahu keadaanmu"


"nona, bersamalah dengan orang yang selalu menarik mu disisinya bukan yang menyerah untuk bertahan, mencintai itu harus memiliki nona, cinta itu harus sekuat karang, jika cinta mudah rapuh dan menyerah bagaimana dia bisa menopang mu kelak, menurutku cinta harus egois nona"


"kenapa harus egois?"


" untuk apa mencintai tapi tak memiliki? apa dengan begitu kau akan bahagia?"


" bagaimana kalau yang memegang erat tanganku kelak akan menyakitiku?"


" apa nona ingin aku menyelidiki tuan liu?"


" paman choi adalah orang keprcayaan ayah, jika terjadi sesuatu ia akan menceritakannya pada ayah terlebih dahulu, ini akan memperburuk keadaan, aku akan meminta Gio yang melakukannya" batin annchi


"tidak perlu paman, aku percaya liu, baiklah aku masuk dulu ya, kelak aku akan mencari paman untuk bertukar pikiran, terimakasih paman choi"


" selamat malam nona ann"


annchi kemudian meraih ponselnya, mengirimkan pesan untuk Gio


" Gio, maaf mengganggumu selarut ini, tapi ini sangat menggangguku, aku ingin kau mencari tahu tentang Liu di belakangku, aku mau infonya segera!" pesan annchi terkirim, tak lama Gio membalas pesan tersebut.


"baik, segera nona" jawab Gio


sementara itu, kejadian di luar pagar tak kalah seru, liu mendapatkan laporan annchi bersama shin dan kemudian ia beranjak menemui shin di depan gerbang. Liu melihat shin masih berdiri di samping mobilnya, melihat sebuah mobil mendekat, shin tau pasti itu adalah Liu, Liu keluar dari mobilnya dan mendekati shin.


"tak ku sangka intel mu begitu lambat memberikan berita kepadamu" seru Shin ketus


" berdiri di depan rumah seseorang,memeluk dan mencium tunangan seseorang bukankah itu tindakan kriminal?" liu berbicara dengan tatapan tajam


" bukankah kau yang lebih dulu merebut kekasihku?"


" bagaimana bisa kau menyalahkan ku?bukankah itu salahmu sendiri? haha" tawa ketus liu pecah


" tertawalah sepuasmu tuan liu, ketika Annchi tau kehamilan Xiauwen, kita lihat siapa yang akan tertawa pada akhirnya"


" takan ku biarkan itu terjadi"


" kita lihat nanti" seru shin sambil memasuki mobilnya dan meninggalkan Liu di belakang. Liu masih berdiri


" aghhhhhh lagi-lagi Xiauwen, kemarin gavin sekarang Shin mengancam ku dengan ancaman yang sama,aku harus cepat bertindak"