
Annchi terus melangkah pulang, cahaya lampu temaram, langit penuh bintang menambah dramatis suasana malam itu.
tiba-tiba di tengah lamunannya, seseorang menarik tangannya dan mengangkat tubuhnya, pria itu membopong tubuh anchi dengan mudahnya, Annchi sangat terkejut, matanya langsung mengarah ke sosok pria itu, Pria itu tersenyum melihat wajah Annchi yang tak berkedip dan terkejut itu. Jantung Annchi berdegup sangat cepat. Melihat pria itu, air matanya sontak berjatuhan.
" aku takan membiarkanmu berjalan tanpa sepatu lebih jauh lagi" seru Liu dengan senyumnya
" turunkan aku" seru Annchi memalingkan pandanganya dari Liu, terlihat wajahnya begitu sendu, Nafasnya tiba-tiba sesak, air matanya menetes begitu saja.
"bukankah harusnya aku bahagia melihatnya? bukankah senyumnya ini yang aku rindukan setiap malam?" batinnya, melihat Liu bayang-bayang di kepalanya yang terlintas hanya dia dan Xiauwen.
" tidak, aku takan menurunkanmu" seru Liu sambil berjalan " kenapa kau tak minta jemput supirmu?" tanya Liu
" bukan urusanmu" sahut Annchi datar
" masih marah?" tanya Liu
" turunkan aku" seru annchi mengabaikan pertanyaan Liu, kemudian Liu menurunkan Annchi
"apa kau tak rindu aku?" tanta Liu sambil mengusap pipi annchi
" aku lelah Liu, kita bicara lain kali" seru Annchi datar sambil membalikan badannya melangkah pergi, namun langkahnya terhenti tangannya di tarik Liu ke pelukannya
" maafkan aku ann, aku tak bermaksud menghilang selama ini" seru Liu mendekap Annchi erat
"......" annchi tidak berkata sepatah apapun, annchi sedang merasa sesak sekali, ia melepas pelukan Liu, 1 tangannya memegang dada Liu sambil tertunduk, air matanya terus mengalir, seperti sedang menguras perih di hatinya.
"kenapa kau kembali Liu?" seru annchi " sudah selama ini, mungkin harusnya kau tak usah kembali" isak Annchi
" maafkan aku ann, sesuatu terjadi, aku harus membereskan masalah itu, menata hatiku agar bisa bersamamu" seru Liu
" menata hatimu agar bisa bersamaku? maksudnya memilih antara aku dan cinta pertamamu xiauwen?" seru Annchi menatap liu dalam "aku tak ingin jadi bayangannya liu, jika ada hal lain di belakangku antara kau dan dia,lebih baik kau pilih dia" senyum annchi
" tidak ada apapun antara aku dan dia, menata hatiku juga bukan memilih antara kamu dan dia, dari awal memang tak pernah ada dia, percayalah ini tak seperti yang kau fikirkan"
" benarkah? meinggalkanku sendiri di resepsi Yongji pergi bersama Xiauwen, aku harus berfikir tidak terjadi apa-apa? ",
" mungkin seharusnya kau tak hadir, mungkin seharusnya kau tak ada, mungkin seharusnya aku tak jatuh cinta denganmu, akulah yang bodoh sejak awal, ini terasa sakit dari awal tapi aku masih terus memilihmu, aku tau ini akan jadi cinta yang sulit tapi aku tetap tak bisa tanpamu" seru Annchi sambil melangkah pergi, bersama liu air matanya selalu jatuh, tapi setiap malam hadir hanya senyumnya yang mewarnai fikirannya, " perasaan macam apa ini?" batinnya,
annchi sudah berjalan cukup jauh, Liu masih menatapnya dalam diam, ia tahu ia mencintai Annchi tapi terus membuatnya menangis, melihat annchi masih terisak liu mulai berlari mengejar Annchi dan mengangkat tubuh annchi dan membopongnya.
" kau hanya boleh mencopot sepatumu tapi jangan hatimu ya, ku mohon, kau tak akan bisa membayangkan betapa aku berusaha menyingkirkan semua masalah hanya untuk bersamamu" seru Liu tersenyum, Ann semakin terisak
***
"nona ann, rapat dengan middle resort di reschedule jam 11 karena presdirnya harus menghadiri pembukaan cabang barunya di pulau walalulu, bagaimana menurutmu?"
"ya oke, ini sudah pukul 10:34, baiknya kita berangkat sekarang" seru Annchi sambil membereskan berkasnya dan segera pergi ke middle resort.
" nona, presdir middle resort sendiri yang akan berdiskusi denganmu, aku dengar dia masih muda dan tampan, mungkin kisaran umur 29th, usia muda sudah hebat dalam berbisnis, luar biasa bukan" seru Gio
" apa yang sebenarnya ingin kau katakan gio? haha" tawa annchi
" yg aku ingin katakan, pergilah cari orang baru yang membuatmu bahagia, untuk apa bersama seseorang yang melukaimu terus" seru Gio
" baiklah kalau begitu, presdir middle resort mungkin akan ku pertimbangkan setelah aku melihatnya, jika benar tampan mungkin bisa di coba, haha" tawa annchi di ikuti Gio
setelah beberapa saat, annchi telah sampai di lobby middle resort, Resort ini berada di tepi pantai dengan pemandangan menakjubkan, tidak heran untuk menginap di sini membutuhkan biaya yang tidak murah. Annchi datang ke bagian resepsionis di lobby
" kami ada janji dengan presdir kalian, atas nama annchi dari Ri.corp" seru Gio
" anda sudah di tunggu di ruang utama presdir, silahkan ikuti pelayan kami"
kemudian ada seorang pelayan mengantarkan mereka ke tempat yang di maksud menggunakan sebuah mobil kecil, Mobil itu berhenti di ruangan yang indah, kami di sambut asissten presdir dan di persilahkan masuk. Sungguh ruangan yang menakjubkan, sebuah ruang kerja yang memiliki view langsung ke pantai yang indah. Annchi terpukau dengan ruang kerja tersebut, tapi hanya beberapa saat, mata annchi langsung tertuju pada presdir, sesosok pria yang tak asing untuknya. Pria itu Gavin, pria yang pernah ia temui di bus tempo hari,
" ya tuhan dia presdir middle resort? pemilik mid cafe juga? kebetulan yang aneh" batinnya
" selamat siang tuan gavin, lama tidak berjumpa" seru annchi
" siang, apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Gavin bingung
" ya aku Annchi, kita bertemu di bis tempo hari, wajar bila tuan tidak mengingat saya di samping kesibukan tuan yang banyak" seru Annchi
" annchi??" gavin terlihat berfikir sesaat " oh ya nona annchi, yang mengira aku adalah pengutit? haha" tawa Gavin
" maaf tuan aku tak bermaksud begitu, sudah ku jelaskan sebelumnya" seru Annchi
" ya oke,baik silahkan duduk, kita bicarakan kesepakatan kita yang sudah di diskusikan dengan asistenku sebelumnya" seru Gavin.
Akhirnya mereka sibuk membicarakan pekerjaan, Gavin ingin membuka cabang kafe mid kafe, ia membutuhkan jasa perusahaan Ri untuk mendisign interior resort dan mendesign seluruh seragam pegawai, ia tak tahu kalau Annchi adalah anak dari yizhen pemilik Ri.corp.
beberapa jam mereka berdiskusi tentang pekerjaan, akhirnya menemui sebuah kesepakatan. Annchi berhasil mendapatkan kontrak dengan middle resort. Ini pencapaian besar, gavin terpukau dengan ide brilian annchi. Sambil mengantar Annchi, Gavin dan Annchi mengobrol singkat
" bagaimana kau punya ide seperti itu nona ann?" tanya gavin
" entahlah, semua ide design ku terlintas begitu saja di kepala ku" seru Annchi
" aku tidak tahu bahwa Tuan Yizhen memiliki anak yang bukan hanya cantik tapi juga berbakat" seru Gavin
"aku juga tidak tau bahwa seorang presdir mau menaiki bus ke kafenya sendiri" seru Ann tersenyum
" hahaha,, aku menyukai hidup bebas nona ann, aku menyukai bertemu banyak orang merasakan jadi manusia normal, duduk menikmati makanan di street food, tanpa pelayanan berlebihan" seru Gavin
"ya dengan penampilanmu waktu itu aku bisa menebak kepribadianmu, sesekali mungkin kau harus mengajakku mencoba street food kesukaanmu" seru Annchi
" benarkah? kau nona besar, tertarik dengan street food?" seru Gavin
"kau berlebihan tuan, aku juga suka berjalan di antara kerumunan orang dan menaiki angkutan umum hanya untuk dapat merasakan menjadi orang normal, hanya saja tujuanku bukan untuk kebebasan sepertimu, tapi ingin melepaskan dan mengalihkan fikiran-fikiran yang menyibukan ku seharian, hehe" seru annchi
" baiklah, ini ide bagus, akan ku kabari kau ketika aku tak sibuk ya" seru gavin
" oke" jawab Annchi
setelah itu Gio dan annchi pulang menuju kantor,di dalam mobil Gio terus melihat ke arah Annchi melalui kaca spion yang sibuk dengan laptopnya sambil menyetir, menyadari Gio memperhatikannya Annchi akhirnya membuka suara.
" kenapa kau melihatku begitu?" tanya Annchi masih sibuk dengan laptopnya
" aku hanya kaget kau ternyata kenal dengan tuan gavin, apalagi mendengar ide design cemerlangmu, itu luar biasa nona" seru Gio
" aku kenal dengannya tak sengaja di bis, waktunitu aku akan menaiki bis namun seseorang menabraku dan dialah menangkapku saat aku akan terjatuh"
" clap clap clapp sungguh jodoh dari Tuhan" seru Gio tertawa
**CINTA itu aneh ya readers,, antara cinta sama gila itu beda tipis
*** READERS PLEASE BANGET UNTUK KALIAN KLIK "LIKE 👍" NOVEL INI DI SETIAP EPISODE, jangan lupa bintang 5 nya yaa,, .. oia jangan lupa KOMENTARnya yaa biar kita bisa sharing 🤗🤗