
"sayang, jangan lupa ya mengantarkanku periksa kandungan rutin jam 11" seru Xiauwen mengirim pesan pada Liu.
Setelah pernikahan itu, Yongji pindah ke Perancis mengambil alih wewenang di cabang perusahaan di sana dan Liu akhirnya menggantikan Yongji, meskipun tak sepenuhnya. Di tengah kesibukannya Liu membuka pesan dari Xiauwen. Wajahnya datar dan tak membalas apapun
" liu, kau tak berencana tak mengantarkanku kan? jangan suruh orang lain mengantarku, kalau kau tak mengantarku aku akan mogok makan" ancam Xiauwen. Liu masih tidak membalas pesan Xiauwen.
jam sudah menunjukan pukul 10:42, belum ada tanda-tanda Liu datang menjemput, akhirnya Xiauwen beranjak dari apartemennya menunu kantor Liu. Sesampainya di kantor ia di sambut oleh paman choi
" selamat datang nona xiauwen, apa anda ingin bertemu dengan tuan liu?" tanya Paman choi
"ya" seru Xiauwen sambil berjalan, tapi langkahnya terhenti oleh paman choi
" Tuan muda berpesan, nona di larang menemuinya di kantor" seru paman choi
" minggir paman, aku ini calon istrinya, aku berhak datang kapanpun aku mau, kau tak perlu mengahalangikj begini!" serunya kesal
"maaf nona, saya hanya menuruti perintah tuan muda"
sedetik kemudian Xiauwen menelfon Liu, mengatakan bahwa dia di lobby dan di larang masuk oleh asisten choi, nadanya begitu geram. Akhirnya Liu memperbolehkan Xiauwen masuk
" apa yang kau mau?" tanya Liu dingin, Xiauwen datang mendekati liu sambil mengusap pipinya
" Liu aku ini calon ibu dari anakmu, kenapa aku tak boleh menemuimu di kantor?!" seru Xiauwen berbisik di telinga Liu, melihat Xiauwen terlalu dekat, dia sontak berdiri dari tempat duduknya untuk menghindari Xiauwen
" aku tak ingin ada rumor di dalam kantor, baiknya kau pergi segera!" seru Liu
" Aku hanya akan pergi jika kau mengantarku periksa rutin"
"aku sibuk!"
" sesibuk apa hingga tak peduli anakmu sendiri"
" anak itu belum jelas benar-benar anakku atau bukan, kau tak perlu bertingkah seperti ini, aku akan hubungi paman choi untuk mengantarmu!"
" baiklah, menyebarkan berita kehamilanku tak sesulit itu bagiku, ini akan jadi berita besar kan" seru Xiauwen mengancam Liu, mendengar ancaman Xiauwen hati liu menjadi gentar, Menyebarkan berita kehamilannya selalu menjadi ancaman manjur.
" kenapa kau jadi gadis menyedihkan begini wen? memaksaku di sisimu dengan cara seperti ini"
" aku tak peduli dengan cara apapun aku membuatmu di sisiku, yang terpenting kau di sampingku itu sudah cukup" seru Xiauwen dengan senyum sinis.
Akhirnya Liu setuju untuk mengantar Xiauwen memeriksakan kandungannya,
"kalau dia adalah Annchi,aku akan senang hati mengantarnya ke dokter kandungan, dengan senang hati menemaninya kemanapun dia mau, tapi dia bukan Annchi" batin liu gusar
Sesampainya di Rumah sakit wajah Liu masih sangat datar, pintu ruang dokter di buka, setelah percakapan beberapa menit, Xiauwen akhirnya di usg. Itu adalah kali pertama Liu melihat bayi itu melalui Usg, usia kandungan Xiauwen saat ini sudah menginjak 8minggu.
" bayinya sangat sehat, ibunya juga sehat, pasti kau menjaga istrimu dengan baik ya tuan" seru dokter itu sambil memeriksa perut Xiauen, Wajah xiauwen mendadak berseri-seri, Liu hanya tersenyum sinis pada dokternya
" tentu saja dok, suami ku adalah suami terhebat" seru Xiauwen
"kau benar-benar beruntung nona, suamimu tampan dan perhatian padamu, hingga mau meninggalkan kesibukannya hanya untuk menemani kau periksa rutin, ini akan baik untuk janinmu"seru dokter itu sambil tersenyum
" aghhh dokter ini benar-benar banyak omong! " batin liu kesal
setelah memberikan beberapa resep, akhirnya pemeriksaannya selesai dan Xiauwen di perbolehkan pulang.
" Liu,kau lihat anak kita sehat, dia pasti sedang bahagia" seru Xiauwen sambil meraih lengan Liu, tapi seketika liu melepaskan tangan Xiauwen
" aku akan pulang ke kantor, kau pulanglah sendiri, aku sudah menghubjngi supir untuk mengantarmu ke apartemen" seru Liu dingin
" kenapa kau tak mengantarku?"
"aku rasa hubungan kita tak lebih karena terikat anak itu wen, jangan bertingkah seperti kau benar-benar istriku, itu memuakkan!" seru Liu sinis dan langsung beranjak pergi meninggalkan Xiauwen, mendengar itu wajah ceria Xiauwen langsung berubah kesal,
" aku sudah susah payah mengandung seperti ini, bahkan melihat dengan kedua matamu aku tak pantas, Annchi kau benar-benar harus di musnahkan, kita tunggu tanggal mainnya ann, saat saatnya tiba, bukan hanya hatimu yang hancur, aku pastikan hidupmu juga hancur bersama hatimu" batin Xiauwen jahat
***
"Gio, aku lelah, sudah jam 1:12 menit, bagaimana kalau kita lunch dulu?" seru annchi pada Gio yang juga sedang sibuk
" tubuhmu sudah ideal begitu masih saja diet, kau sedang berusaha menjadi tengkorak ya Gio?" seru Annchi sinis
" hahaha, nona kau selalu tau cara membuat orang lain tertawa, haha" seru Gio tertawa geli
" huh, yasudah aku keluar lunch dulu ya, jika ada yang mencari ku katakan aku makan siang di happymeal ya" seru annchi sambil melangkah pergi
" baik nona"
Annchi mulai berjalan menyusuri jalan perkotaan, di sekeliling kantornya memang banyak sekali restoran, mulai yang kecil hingga besar, langkah kaki Annchi berhenti di depan seorang anak penjual kue kering
"nona, silahkan di beli kue ku, rasanya enak" seru anak itu tersenyum
" benarkah? boleh ku coba?" seru Annchi
" boleh,ini cobalah" seru anak itu sambil menyodorkan kue di keranjang dan annchi mencoba kuenya
" hemm,, ini benar-benar enak, apakah ibumu yang membuat?" tanya ann
" iya benar, ibuku sangat pintar memasak" seru bocah itu semangat dengan senyuman
" kau tak sekolah?" tanya Ann
" aku sekolah nona, aku sudah pulang, selesai pulang sekolah aku berjualan untuk membantu ibuku" seru bocah itu, mendengar itu ann menjadi iba
" benarkah? kau anak berbakti, karena kue mu enak, aku akan membeli semua kuenya" seru ann tersenyum
" benarkahhh? wahhh terimakasih nona" jawab bocah itu sambil memasukan semua kuenya ke dalam kantung
" sama-sama, namamu siapa?" seru ann
" aku namaku Xiao lan" jawabnya
" baiklah ini uangnya dan ini no telfon ku, jika suatu hari kau dalam kesusahan, hubungi aku ya, namaku Annchi"
" baiklah, terimakasih nona, tapi nona annchi, uang ini terlalu banyak" seru Xiao lan
"tidak apa-apa, anggap saja ini upah kau berbakti pada ibumu" seru Ann sambil memeluk Xiao lan, Terlihat wajah xiao lan sangat senang, tiba-tiba seorang pria menghampiri mereka
" bocah, aku ingin membeli kue mu"
" maaf tuan, semua kue ku sudah di beli oleh nona ini" seru Xiao lan tersenyum pada annchi, kemudian mata Annchi melihat ke arah pria itu
" ga..gavin, sedang apa kau di sini?" seru ann kaget
"aku sedang ingin makan siang, mengendarai mobil ku sendiri,tak di sangka melihat gadis cantik dan baik hati sedang membeli kue, jadi aku tertarik dan turun" senyum gavin
"oh.. eh.. hehe.. kau berlebihan" serunya tersipu malu
" tuan, apa kau pacar nona annchi" seru Xiao lan
" hehe.. kenapa kau bertanya begitu?" tawa Gavin
" kau pasti beruntung sekali memiliki pacar berhati malaikat" seru Xiao lan
" hush jangan sembarangan.. dia ini bukan pacarku,, dia bosku" seru annchi
" baiklah, aku pergi dulu, jaga ibumu baik-baik ya Xiaolan,. jangan lupa hubungi aku jika kau butuh sesuatu, oke" seru ann sambil mengelus kepala Xiao lan
" baiklah nona, trimakasih banyak nona, ibu akan sangat senang" seru Xiaolan sambil beranjak pergi
" selain cantik, pintar, ternyata nona Ri sangat murah hati ya, jika aku memerlukan sesuatu apa aku juga boleh menghubungi mu?" tanya Gavin tersenyum.
*JADI, PILIH MANA ni readers? JANGAN LUPA, LIKE , 5 bintang dan komennya yaaa, ceritanya akan makin seru loh 😉
**