ONE LAST TIME

ONE LAST TIME
Wedding bells part 2



Yizhen menggenggam tangan annchi,mengantarkan Annchi ke samping seseorang yang nantinya akan menemaninya sampai seumur hidup adalah pengorbanan besar untuk seorang ayah, meskipun tak melahirkan tapi ayah selalu mengusahakan yang terbaik untuk anak-anaknya, ia melindungi,mendidik dan memelihara anak gadisnya hingga dewasa dan mengenal dunia, ketika anak gadisnya dewasa ia akan mengenal seorang pria yang paling lama hanya beberapa tahun setelah ia mengenal cinta, kemudian pria itu akan merebut buah hatinya untuk bersamanya. Anak gadis kecil yang akan selalu tertawa dan menyambutnya saat pulang kerja sekarang sudah dewasa. Inilah patah hati sebenarnya dari cinta tulus yang di sebut orang tua dan ayah dan Yizhen merasakan hal itu.


saat Shin melihat Annchi memasuki dan berjalan di altar, kemudian mengucapkan janji suci pernikahan di depan pendeta kemudian di akhiri dengan ciuman pengantin, tak terbanyangkan hancurnya shin saat itu


"kadang yang selalu kau harapkan takan berjalan dengan lancar, yang kau doakan tak mendekat justru menjauh dari kenyataan, melihatnya disana bersama pria lain rasanya ingin pamit, tahu atau tidak permasalahan mereka dengan xiauwen rasanya tak ingin ikut campur, mungkin ini saatnya aku benar-benar menutup buku tentangnya, ini takan mudah, tapi melihatnya tersenyum seperti itu , mengkhawatirkannya mungkin terlalu berlebihan, meskipun ancamannya adalah liu, tapi mungkin liu tetap akan menjaganya agar tak tersakiti. aku benar-benar muak dengan perasaan mencintai sendiri seperti ini" batin Shin



Di perjamuan makan malam, semua undangan tampak menikmati waktu bersama, semuanya terlihat bahagia, saat liu dan Annchi berdansa bersama, yizhen datang menghampiri liu dan Annchi yang sedang bersama dengan membawa segelas wine dan mengetuk gelas itu dengan sendok kecil isyarat meminta para tamu memperhatikannya.


" para hadirin tamu yang terhormat, sebelumnya saya ucapakan banyak terima kasih kalian menyempatkan datang ke acara pernikahan ini, kepadamu liu, aku yang berdiri di hadapanmu bukan lagi paman yizhen sebagai pemilik perusahaan, bukan juga teman dekat ayahmu, aku berdiri di depanmu sebagai ayah mertuamu, seperti yang kau tahu, annchi adalah anak tunggal keluarga kami, annchi adalah anak yang kuat dan ceria, meskipun begitu ia besar dan tumbuh dengan kasih sayang keluarga hingga membuatnya manja, liu aku berharap dan berdoa untuk mu semoga kau di berkati dengan pundak yang kuat untuk menopang dan menjadi sandaran hidupnya kelak, di berikan hati seluas samudera untuk menerima kelebihan dan kekurangan anak gadisku, aku berdoa kau memiliki tangan yang kuat untuk menahan annchi agar tak terjatuh, jadilah suami yang bertanggung jawab, jangan pernah menyakitinya liu, jika kau menyakitinya aku lah yang akan maju pertama kali membelanya, jangan pernah mengecewakannya, untuk mu annchi anak ayah, sekarang kau sudah bertumbuh menjadi wanita dewasa, saat ini kau sudah menjadi istri sah Liu, jadilah istri terbaik untuknya, dukunglah ia seperti ibumu mendukungku, perhatikan ia seperti kau memperhatikan dirimu, jadilah istri yang membanggakan, jagalah kehormatannya, aku percaya ia akan membuatmu bahagia, liu aku serahkan anak gadisku kepadamu, jangan pernah mengecewakan aku" seru Yizhen dengan mata berkaca-kaca dan menepuk pundak Liu, annchi mendengar itu air matanya tak sanggup di bendung dan memeluk Yizhen.


" ayah, aku berjanji di hadapanmu, di hadapan semua tamu undangan aku akan menjaga annchi sepenuh hati, tak akan mengecewakannya dan akan membahagiakannya seperti kalian membahagiakannya sejak kecil, terimakasih kalian memberikan kesempatan untukku menjaganya, aku berjanji takan mengecewakan kalian" sahut Liu menatap dalam ke arah Yizhen.


semua tamu undangan mendadak hening dan suasana menjadi sangat haru, tak bisa di pungkiri setiap kata dari yizhen menggambarkan isi hatinya, melepaskan kecintaannya untuk orang lain memang tak semudah itu. Semua yang berada di sana merasakan harunya, namun tidak untuk Gavin,shin,Xiauwen yang mendengar janji Liu mereka serempak tersenyum sinis.


" bagaimana bisa kau berjanji seperti itu di hadapan mertua, istri dan semua tamu undangan jika kau sendiri yang menyimpan belati untuk menusuk annchi, ini hanya tinggal menunggu waktu untuk annchi terluka sangat dalam, betapa akting mu sungguh menakjubkan liu, ann kau lah definisi sebenarnya dari gadis cantik kaya raya yang malang" batin gavin tersenyum sinis sambil meneguk segelas wine di tangannya



hari semaki larut, Pesta pernikahannya pun telah selesai, Yizhen dan Faliu memberikan hadiah berupa liburan romantis di maldives dan menghadiahkan jet pribadi untuk Annchi dan Liu sedangkan Genji dan Ceily memberikan hadiah villa mewah di pesisir maldives untuk honeymoon pengantin, setelah acara pernikahan, annchi dan Liu langsung menuju jet pribadinya untuk segera terbang ke maldives, semua kebutuhan mereka sudah di persiapkan, sepanjang jalan annchi hanya bersandar di bahu Liu, terlihat wajahnya lelah dan mengantuk.


" kau mengantuk ann? ingin tidur?" tanya Liu sambil memakaikan selimut ke tubuh annchi


" iya, aku lelah sekali, aku ingin tidur"


" oke good nite liu"


" good nite istriku" seru Liu sambil mengecup bibir annchi, mendengar liu menyebutnya istriku hati annchi seperti berdesir-desir, wajahnya juga memerah karena malu.



" padahal dia hanya memanggilku dengan sebutan istriku, tapi kenapa hal kecil begini membuatku sangat malu" batin annchi sambil tersenyum saat memejamkan mata, melihat kelakuan istrinya, keisengan liu muncul, ia kemudian mencium bibir Annchi sekali lagi sambil membuka kancing baju Annchi satu per satu, Annchi seketika tersentak dan membuka matanya kemudian mendorong tubuh Liu


" aa..apa yang kau lakukan?" tanya annchi kikuk sambil menahan tubuh Liu dengan tangannya


" melihatmu menutup mata sambil senyum-senyum tadi aku sepertinya tahu apa yang kau pikirkan, daripada hanya memikirkan ku begitu bagaimana kalau kita lakukan saja di sini? kita sekarang sepasang suami istri, tidak ada orang di sini dan lagi ini masih termasuk malam pengantin kita kan" seru liu sambil menciumi leher dan dada annchi.


" liu aku lelah, nanti saja ya kalau sudah sampai di villa" deru nafas Annchi semakin memburu


" apa kau pernah berfikir melakukannya di pesawat ann?sepertinya respons tubuh mu berbeda dengan ucapan" senyum liu


" he..hentikan liuu, duduklah di kursimu, aku ingin tidur" seru annchi sambil mendorong tubuh Liu


".hahaha oke oke, nanti saja di villa ya, takan ku beri ampun kau nanti, sana tidur, wajahmu sudah semerah itu membuatku ingin mencium mu terus" seru Liu sambil mengecup kening ann, karena malu annchi langsung menarik selimutnya dan memalingkan tubuhnya dari Liu


"huh, manusia itu kenapa sih selalu buat orang tak nyaman, dia tidak tahu apa jantungku rasanya mau copot tadi, bagaimana bisa tidur dengan perasaan gelisah seperti ini, sebaaaaallllll" batin annchi sambil menutup kepalanya dengan bantal, Melihat kelakuan Annchi Liu hanya tertawa kecil


"gadis ini padahal aku hanya seperti itu, responsnya sensitif sekali, huh bahagia sekali melihatnya saat ini"