ONE LAST TIME

ONE LAST TIME
NEGATIVE



Kepergian Shin membuat terpukul Annchi dan Yin, Ia membawa pergi semua cintanya dan kenangannya untuk annchi, Shin masih berada di pangkuannya, annchi sadar kondisi shin iapun berteriak histeris dan menangis sejadi-jadinya.


Yin melihat Shin pergi, tubuhnya gemetar hebat, air matanya tak terbendung, perlahan ia melangkah mendekati shin dan terduduk di sampingnya.


"Kak, bangun kak!!! banguuuuuuuuuunnnnnnnn!!! kita sebentar lagi akan menikah, semua hal sudah siap, kau tak bisa meninggalkanku seperti ini, kau tak bisa kak !!TAK BISAAAAA, BANGUUUUNN, SHIN BANGUN SHIN BANGUUUUUN!!" seru Yin menggoyang-goyangkan tubuh Shin. Kemudian mata Yin langsung menoleh ke arah Annchi dengan sangat marah


"PUASSSS KAU ANNN???? PUAAASSS???? sekarang dia pergi selamanya, Kau bukan hanya membuatnya mati, kau juga membuat hidupku hancur bersama kepergiannya!!!! hah.. haha,, tidak, kau juga harus mati ann, kau juga harus mati!!!" seru Yin yang kemudian ia berdiri dan mengambil pistol pria hitam tadi dan mengarahkannya kepada tubuh Annchi.


Annchi sadar betul apa yang akan di lakukan Yin, namun ia sudah tak peduli lagi. Ia yakin ia kehilangan anaknya dan sekarang kehilangan Shin, sakit apa lagi yang lebih sakit daripada sakitnya saat ini. Annchi benar-benar tidak peduli jikapun ia akan mati hari ini, ia bahkan rela.


" Lakukanlah Yin, aku bahkan sudah tak peduli dengan hidupku lagi, jika kau lakukan, aku mungkin akan berterimakasih padamu" seru annchi lirih.


" IYA KAU PANTAS MATI ANN, KAU PANTAS MATI" Seru Yin sambil melepaskan tembakan ke arah Annchi, melihat itu annchi menutup matanya, seperti bersiap dengan kemungkinan terburuk. Namun hal itu tak terjadi, Liu buru-buru menepis tangan Yin dan tembakannya mengenai plafon kamar itu. Seketika tubuh yin ambruk dan Liu meraih pistol di tangan Yin dan mengarahkannya pada yin.


"berhentilah Yin, jika kau berani menyakitinya, aku akan membunuhmu sekarang juga!" seru Liu dengan wajah garangnya. Kemudian Liu mendekati annchi dan berusaha membopongnya. Melihat banyak darah dari bawah duduk annchi ia sadar betul ia kehilangan calon bayinya.


"sesaat kemudian, Polisi dan ambulance berdatangan diikuti Yongji dan Jisoo, mereka segera datang menghampiri Yin, annchi dan Liu. Jisoo langsung memeluk Annchi. melihat Liu mendekatinya annchi langsung berteriak.


" berhenti di situ Liu!!! jangan menyentuhku!!!" seru Annchi dengan nada tinggi. Namun hal itu tak membuat langkah liu berhenti justru mempercepat langkahnya.


"BERHENTIII!!


" ann tolong jangan seperti ini!!! aku bisa menjelaskan segalanya!!" seru Liu sambil memeluk Annchi,


" aku tak butuh penjelasanmu liu!! KARENA KAU , AKU KEHILANGAN SHIN DAN ANAKKU!! aku benci padamu, selamanya benci padamu!!!" seru Annchi memukul-mukul tubuh Liu, air matanya tak terbendung, Liu mencoba menenangkannya, memeluknya lebih lekat.


perlahan para kru ambulan mengangkat tubuh Shin, Annchi berusaha memegangi Shin berusaha mencegah mereka membawa jasad Shin namun tangan Annchi di tepis oleh Yin.


"jangan sentuh kak shinku dengan tangan kotormu!!! kau pembunuh ann, kau membunuhnya!! hiks hiks" seru Yin dengan nada tinggi sambil terisak.


" Yinn, aku mohon, aku ingin mengantar kak shin, aku mohon!!!"


" jangan mimpi ann!!! sesalilah semua kebodohan-kebodohan mu, ia sekarang sudah pergi dengan jangan membuatnya bersedih lagi!! PERGI!! jangan sentuh Shinku lagi!!!" seru Yin menepis tangan annchi yang berkali-kali berusaha menyentuh tubuh Shin


" ann aku pastikan kau juga akan merasakan apa yang aku rasakan berkali-kali lipat!!! ingat itu" seru Yin melihat annchi dengan tatapan ingin membunuhnya. Tubuh Shin mulai di masukan ke dalam ambulance begitu juga annchi.


***


Berita penembakan shin menjadi headline di semua media, membuat suasana menjadi semakin riuh, 3 keluarga besar bahkan sampai bertemu untuk meredakan masalah ini. Keputusan terakhir keluarga Hua akan terus menyelidiki siapa dalang pembunuhan shin walaupun sebenarnya keluarga Hua juga tahu shin bersalah karena menyembunyikan annchi dari suaminya, itu tak bisa di benarkan, tapi seseorang harus bertanggung jawab atas kematian putera sulungnya itu. Untuk kedua keluarga Ri dan Yoshan sebenarnya tau pasti siapa dalangnya, mereka bungkam untuk melindungi anak-anak mereka. Yizhen dan Genji tak pernah berpikir masalah ini akan serumit ini, tak pernah bepikir akan terjadi pertumpahan darah di antara cinta anak muda ini.


***


di lorong rumah sakit, Liu duduk di depan ruangan annchi di rawat, wajahnya kacau, Annchi sama sekali tak mau menemuinya bahkan meminta pengawal untuk menjaga depan kamarnya, setiap saat ia menangis.


"masalah ini benar-benar jadi besar begini Liu, bagaimana membereskannya, hufh" seru Yongji pada Liu


"bagaimana ya kak, aku pun bingung, Xiauwen kali ini tidak akan selamat, keluarga Hua akan benar-benar menyelidikinya, jika xiauwen tertangkap kita mungkin juga akan terkena imbasnya"


" mungkin juga tidak liu, meskipun kau berhubungan dengan Xiauwen, tp ini di luar dirimu, kau juga di jebak dalam masalah ini, kau tak perlu menghubunginya lagi, oia aku punya berita besar untukmu, Aku sudah tahu hasil test DNA anak xiauwen itu"


"BENARKAH??? beritahu aku hasilnya" seru Liu seketika berdiri memegang lengan kakaknya dengan tatapan penuh harap.


"ah brengsek wanita itu benar-benar brengsek!!! kali ini tidak ada alasan aku bersamanya, aghhhhhhh dia benar-benar menghancurkan rumah tanggaku! aku bahkan tak bisa menjelaskan apapun pada annchi saat ini, aghhhhh!!!" Liu menendang kursi rumah sakit hingga rusak " bagaimana aku harus menjelaskan pada annchi kak?"


" tunggu sampai situasinya kondusif liu, saat ini annchi sangat terpukul, dia berpikir pasti kau lah sebabnya ia kehilangan, jadi bersabarlah sedikit"


" kak, aku merindukannya, sangat merindukannya, kenapa jadi seperti ini, aku hanya ingin bahagia bersamanya, kenapa aku malah kehilangan segalanya?" Liu tak bisa membendung air matanya, ia tertunduk. Bukan hanya Annchi yang terpukul, ia pun merasa gagal tak bisa menjaga anak dan istrinya hingga terjadi kejadian seperti ini.


***


"bu, kapan kak shin akan di makamkan?" tanya Annchi pada faliu


" besok siang sayang"


" aku ingin datang"


" ibu sudah bicara pada Yin, tapi ia menolak ann"


" ibu, aku ingin kesana, bagaimanapun kak shin pernah ada di hatiku, dia juga yang menolongku hingga meninggal, dia juga satu-satunya yang menghiburku setiap kali aku jatuh, aku ingin mengantarnya untuk yang terakhir kalo bu, hu..hu..hu " isak Annchi semakin dalam. Pikirannya melayang-layang, senyuman Shin seakan tak bisa lepas dari ingatannya, kata-katanya yang terakhir terus terngiang-ngiang di kepalanya, ia merasa sangat bersalah.


"sudahlah ann, sudah, tak perlu menyesalinya lagi, semuanya sudah terjadi ann"


" TAPI AKU INGIN KESANA BU, AKU INGIN KESANA" annchi tiba-tiba membuka infusnya dan berlari ke arah pintu keluar, melihat annchi keluar Liu dan Yongji yang berada di sana langsung berdiri dan Liu mencegah annchi


"ada apa ini ann??" tanya Liu pada annchi sambil memegangi lengan annchi yang kemudian di tepis olehnya


" jangan sentuh aku!!!" seru Annchi kemudian berusaha pergi namun Liu mencegahnya dan mendekap annchi, annchi berontak, namun tenaga Liu lebih besar darinya.


" annchi ingin pergi ke pemakaman Shin, liu!" seru Faliu


" itu tidak memungkinkan ma" , " ann, keluarga Hua meminta 2 keluarga kita tidak datang ke pemakamannya, pemakaman shin di jaga sangat ketat" seru Liu sambil mendekap annchi


" LEPAS LIU LEPAASSSSS!!!"


" kalau kau masih seperti ini aku takan melepaskanmu, tenanglah sedikit ann!!"


" apa? apa kau bilang? tenang??? menurutmu ini karena siapa? ini semua karena mu Liu!!! Kau itu pembohong besar!!!! pembohong besar! di depanku kau manis, ternyata di belajangku kau bersamanya!!!"


" AKU BERSAMANYA KARENA MENCARI BUKTI ANAK ITU BUKAN ANAKKU!!!!" nada Liu meninggi


"BIG LIAR!!! "


"aku tidak berbohong ann!! kau jangan seperti ini!!"


" jangan seperti ini lalu aku harus bagaimana??? aku kehilangan anakku dan shin, semuanya berawal dari mu Liu!! apa aku harus berpura-pura tidak ada yang terjadi????"


"ANAKMU JUGA ANAKKU!! kau sedih aku pun merasakannya, jadi jangan merasa kau sakit sendiri ann!!" seru Liu. annchi tiba-tiba terdiam, menunduk dan menangis sejadi-jadinya, liu kemudian mendekapnya beberapa saat dan annchi melepaskan dekapannya.


" aku sudah mengurus surat cerai pada pengacaraku,jika dia memberikan surat itu, jangan menolak menandatanganinya" seru Annchi sambil mengusap air matanya dan beranjak pergi meninggalkan Liu masuk keruangannya, Liu berusaha masuk namun penjaga di sana melarangnya


" ANN DENGARKAN PENJELASANKU DULU!!! ANNCHI!!" seru Liu