
( masih kelanjutan episode awal ya, jadi masih flash back awal mula ketemu Liu)
Aku kuliah di Yongsan University di tingkat Akhir, 2 bulan ini aku magang di perusahaan Ayahku. Hari ini seperti biasa aku datang ke Kampus diantar paman Wan, sebetulnya aku benci banyak orang yg ayah suruh untuk menjagaku, kemanapun aku pergi aku akan di temani paling tidak oleh paman Wan, hanya saja kemarin pengecualian untuk ku, Aku pergi tanpa izin ayah. Hanya untuk menikmati udara malam begitu sulit untuk ku, maklum aku anak tunggal pewaris perusahaan Ri, ayah khawatir banyak orang jahat yang sengaja di utus oleh rival perusahaan Ri untuk menjatuhkan perusahaan melalui aku. Memang bukan hal baru aku bertemu orang-orang seperti Gao, untung saja aku masih selamat. Annchi mulai terbayang lagi sosok Liu yang menyelamatkannya dan mengingat kata terakhir yang dia ucapkan
" hah,, dia bilang akan bertemu aku, mustahil, dia bilang aku pacarnya, dia pikir dia siapa" gumam annchi
" nona bicara dengan saya?" tanya Paman wang yang masih sibuk mengemudi sambil melihat kaca spion ke arahku sambil tersenyum
" eee.. ah tidak paman, aku hanya mengoceh sendiri saja, haha,, abaikan aku paman" oceh annchi dengan tertawa aneh dan malu
" nona, Anda tau, kemarin tuan besar marah kau pergi tanpa pamit, betapa wajahnya begitu khawatir"
" biarkan saja paman, lagian ayah tidak pernah mengizinkanku pergi , hanya untuk berjalan menikmati malam saja harus di temani, paman aku ini sudah besar usiaku 21 tahun!" gumam Annchi dengan muka sebal, melihat itu oaman Wan tertawa geli
" ya betul anda sudah besar, kami yang selalu melihat anda seperti dulu saat kecil, anda selalu ingin bermain dengan tuan besar, sampai anda merengek ingin ikut kemanapun tuan pergi, ha ha" sambung paman Wan masih dengan tawanya, mendengar itu Annchi pun ikut tertawa, tak terasa annchi sudah sampai di kampus, dia turun dari mobil dan berjalan ke arah pintu gerbang.
Suasana kampus Annchi memang begitu asri, untuk mencapai gerbang, harus melewati jalan dengan pohon-pohon berderet rapi sepanjang jalan, tiba-tiba
"Bbuukkk" seseorang merangkul Annchi kasar, saat Annchi menoleh ternyata Yin dengan senyum khasnya
" hei Nona besar, berani sekali kau tidak datang ke tempat ku semalam, Aku Xue Yin zhu nona besar keluarga zhu akan benar-benar memberimu pelajaran" oceh Yin sambil tersenyun manis, mendengar itu Annchi langsung kabur berlari mundur sambil menghindari cubitan Yin, iya berlalri sambil menutup matanya satu dan menjulurkan lidahnya, tanda mengejek yin yang juga mengejarnya.
Karena Annchi berlari mundur, tak sadar dia menabrak seseorang dari belakang, Annchi hampir jatuh namun buru-buru laki-laki itu menangkap tubuh mungil Annchi. Beberapa saat annchi menutup matanya khawatir dia akan jatuh, namun merasa tubuhnya di tangkap seseorang dia membuka matanya segera. Betapa herannya dia melihat laki-laki yang semalam menyelamatkannya dia Liu, dengan senyuman Liu memandang ke arah annchi yang masih di dekapannya itu.
"he.. he.. tak ku sangka kau mencari ku " dengan senyuman yang dingin, dia mengedipkan satu matanya ke arah Annchi yang masih berwajah heran, bingung, malu itu
"ka..ka..kau, mengapa bisa di sini?" ucap Annchi kaget, Yin melihat sahabatnya hanya bingung, mengapa mereka seperti mengenali sati sama lain, padahal sepertinya mereka belum pernah bertemu.
"bibirmu indah"Goda Liu, mengabaikan pertanyaan Annchi seraya menyentuh bibir Annchi dengan tangannya, ekspresi wajahnya begitu cool dengan senyum dingin tipisnya dan matanya yang biru seakan menghipnotis Annchi seketika ,Dengan cepat Annchi melepaskan dekapan Liu.
" tak ku sangka kau mencari ku hingga ke kampusku, apa ada yang belum beres antara kita malam itu? apa kau rindu aku?"
goda liu
" cih, kau ini narsis sekali, aku kira kau yang mengikuti ku hingga ke kampusku" gumam Annchi
"Wowww... ternyata kita satu kampus ya, mungkin kita berjodoh nona" ucap Liu dengan menepuk-nepuk kecil tangannya sambil tersenyum. Annchi tidak merespon, dengan segera Annchi menarik tangan Yin menjauh dari Liu.
Melihat Liu, jantung Annchi benar-benar berdetak seperti akan keluar dari tubuhnya, wajah tampan Liu benar-benar menghipnotis Annchi " ternyata laki-laki itu kalau di lihat siang hari ,benar-benar tampan, matanya indah sekali"," Hellooooowww apa yang aku pikirkan Annchi, sadar, sadar ku mohon, laki-laki genit itu tidak pantas masuk kedalam hatimu" gumam Annchi sambil menepuk-nepuk pipinya, melihat itu Yin hanya tertawa, kemudian tangan Yin menyentuh kening Annchi sambil tertawa
" oh ya Tuhan, panas sekali keningmu ann, sepertinya kau sakit" tanya Yin sambil tertawa
" jangan bodoh Yin, aku baik-baik saja!" saut Annchi sambil melepaskan tangan Yin dari keningnya
" Tidak, kau sakit Ann, mungkin kau terkena virus cinta, baiknya segera datang ke dokter cintamu tadi, apa perlu aku panggil dia? aku lihat dia masih memandangi mu dengan senyumnya yang tampan itu, hahaha" Goda Yin, mendengar itu wajah Annchi seketika merona.
Sebetulnya dia ingin menoleh ke belakang, melihat Liu hanya saja pikiran dan hatinya berdebat hebat , pikirannya berkata " jangan bodoh annchi, kau tak akan jatuh cinta dengan pria genit sepertinya" dan hatinya berkata "ayo lihat wajahnya sekali lagi, aku ingin melihatnya lagi" ,, ah betul-betul pergolakan batin yang hebat
* TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA YA GAES, Fyi, author nulis cerita ini percaya/tdk sambil senyum-senyum loh, sambil ngebayangin mukanya Liu yang ganteng,, 😍😍,, kalian gimana? gt juga ga bacanya? please like and coment yaa, jangn lupa kasih bintang 5 , trimakasih *