
" kenapa kau kemari? bocah sepertimu tumben sekali, pantas hujan turun" seru Yongji melihat Liu curiga
" tentu saja masalah ini sangat penting kak, kau harus menolongku" jawab Liu
," masalah apa? xiauwen? masalah kecil begini saja kau payah, bagaiamana aku mau membagi sahamku di perusahaan denganmu" seru Yongji sambil menepuk keningnya
" tidak ada hubungannya dengan Xiauwen, bantu aku menyelidiki kasus di perusahaan Ri kak" jawabnya dengan wajah serius
" Ri corp? kenapa kau jadi tertarik dengan perusahaan itu?" jawab yongji tak kalah serius, akhirnya Liu menceritakan awal mula permasalahannya kepada yongji, bukannya di taaggapi serius, Yongji malah tertawa keras sambil " menoyor" kepala Liu
" aku tidak heran dia ingin membuangmu dari ingatannya,Kau tak tahu cara mengambil hati wanita,, kau harus belajar dari ku! ha..ha..haa"
seru Yongji sambil tertawa angkuh
" brengsek kau kak,, hatiku sudah sesakit ini kau malah menertawakanku, aku serius kau harus membantuku" jawabnya, kemudian Liu menceritakan duduk permasalahnnya, dengan serius Yongji mendengarkan.
" hemm jadi begitu ya..yang aku tau Ri corp adalah perusahaan besar, banyak rival yang berusaha menjatuhkannya, tapi tak ku sangka caranya keji sekali, apa rencanamu?" tanya Yongji, kemudian Liu menceritakan rencananya
" baiklah nnti akan ku cari tahu siapa itu Li dong Guk dan perusahaan mana saja yang berhubungan dengannya, kau jangan lupa rawatlah Xiauwen, bagaimanapun kau berteman baik dengannya" seru yongji
" entahlah kak, rasanya hatiku sudah tidak tertarik dengan xiauwen, apalagi mendengar Annchi melupakanku, di fikiranku hanya ada 2 hal, bagaimana mengembalikan ingatan Annchi dan bagaimana cara menyelidiki kasus ini"
"baiklah sepertinya kau serius dengan gadis ini, akan ku bantu fikirkan caranya"
"oke baiklah, thanks a lot my big brother, aku pergi dulu" seru Liu sambil beranjak pergi
belum berapa lama ponsel Liu berdering "Xiauwen is calling" ,,, "hufh gadis ini lagi"
" halo wen, ada apa?" tanya Liu
" Liu, bisakah kau kemari sebentar?" sahut Xiauwen
" kau dimana?" tanya Liu
" di apartemen ku" jawab annchi
" baiklah, tunggu sebentar" sahut Liu
----di apartemen xiauwen-----
sesampainya di apartemen Xiauwen, Liu hendak mengetuk pintu kamarnya, namun ternyata pintu kamarnya tidak terkunci bahkan terbuka sedikit pintunya
" tak ku sangka dia seceroboh ini" batin Liu
saat memasuki kamarnya, terlihat Xiauwen sedang menunduk di meja bar apartemennya dengan pandangan ke arah gelas alkohol di depannya. " sepertinya dia minum banyak" batin Liu
" kau sudah datang liu" seru Xiauwen menatap Liu dengan senyuman
" kenapa kau minum sebanyak ini wen? kau baru saja sembuh" seru liu menyingkirkan botol alkohol di depannya tapi langsung di tarik lagi oleh Xiauwen
" Liiiiuuuuu, biarkan aku mabuk malam ini,, haaaaahh aku ingin melupakanmu" seru Xiauwen mabuk
"liiiuuu,, kenapa kau mengkhianatiku? apa aku kurang cantik?" tanya nya
" kau mabuk, ayo aku gendong kau ke kasur"
" aaaahhh tidak mau liu sayang,, aku ingin di sini,, sini kau temani aku minum" seru Xiauwen sambil mengambil gelas dan menuangkan minuman untuk Liu, tapi liu menolak.
Melihat Xiauwen mabuk seperti itu, Liu langsung membopong tubuh Xiauwen ke kasurnya. Saat tubuh xiauwen telah terbaring tiba-tiba kerah kemeja Liu ditarik Xiauwen hingga Liu terbaring di ranjang, kemudian xiauwen naik ke tubuh Liu.
"liu tinggalah di sisiku, jangan pergi" seru xiauwen sambil mencium Liu, mata liu terbelalak saat bibir Xiauwen menyentuh bibirnya, seketika ia mendorong tubuh Xiauwen menjauh tapi gagal, Xiauwen terus menggerayangi tubuh Liu, menciumnya bibirnya, menciumi dadanya, lehernya
"Aku tak menyangka tubuhmu sebagus ini liu, aku menyukainya" seru Xiauwen, tapi kemudian liu benar-benar menghindar sekuat tenaga,
" kalau tidak kuat iman, aku akan benar-benar tergoda dengannya" batinya
Kemudian ia langsung berdiri dan menghadap jendela apartemen Xiauwen
" Liu, tak bsa kah kau memberikan ku kesempatan?bukankah ini yg selaku kau inginkan untuk berada di sisiku?" seru Xiauwen memeluk Liu dari belakang, Liu hanya bergeming. seharusnya yang di bicarakan Xiauwen benar, seharusnya aku bahagia, tapi itu sebelum ia menemukan Annchi. Di hatinya saat in ada annchi
" kenapa kau tak menjawabku, jawaaaabbbb liu jawabbb" serunya sambil memutar tubuhnLiu, liu menatap mata Xiauwen dalam-dalam, coba menemukan hati yang hilang dari hatinya, kenapa bisa secepat ini ia melupakan Xiauwen.
"xiauwen ,aku mencintaimu..... " serunya, " tapi itu dulu, sebelum aku bertemu Annchi"
" kenapa? apa dia lebih cantik?"
" karena dia lebih baik wen" sambil melepaskan dekapan xiauwen Liu beranjak pergi. Melihat Liu pergi, Xiauwen hanya terduduk
" memangnya aku kurang baik untukmu?dasar Liu bodoh.. bodohh.. bodohhhh..!!!! akan aku buat kau menyukaiku liu, lihat saja nanti" ucapnya dengan senyum sinis. "Annchi, lihat saja nanti, akan aku buat kau menyesal seumur hidupmu" batinnya
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=****\=\=\=\=\=\=\=\=\=
-Rumah sakit-
tak terasa Annchi sudah tinggal di rumah sakit selama 15 hari, seharusnya ia sudah boleh pulang, tapi ayah annchi menolak karena ia khawatir annchi belum sembuh total, di banding di rumah, tapi annchi mulai bosan di Rumah sakit, sore itu Annchi melihat suasana di luar rumah sakit dari jendela " aku ingin keluar" batinnya sambil melihat jendela kamarnya. Akhirnya Annchi memutuskan kelusr dari kamar diam-diam " mumpung tidak ada siapapun aku ingin jalan-jalan" fikirnya. Kemudian dengan terpincang-pincang ia pergi ke luar kamar di bantu tongkat. Sesampainya di halaman Rumah sakit iamemandangi langit, cerah sekali fikirnya. Tiba-tiba kepalanya sakit, tiba-tiba ia mengingat beberapa kejadian, kepalanya berputar-putar dan tubuh annchi kehilangan keseimbangan. Belum sempat terjatuh ,Liu dengan sigap menangkap tibuh annchi.
" kenapa kau bisa di sini? kau masih sangat lemah" serunya, melihat tubuhnya di tangkap Liu ia segera bangun dan duduk.
"trimakasih kamu menolongku, hampir saja jatuh, kepalaku tiba-tiba sakit" serunya
"apa kau ingin aku antar ke kamarmu?" tanya liu
" tidak perlu, aku ingin di sini, aku bosan di kamar terus, kamu... siapa nama mu?" tanya Annchi tersenyum
" baiklah jika kau benar-benar tidak ingat aku, aku akan mengulangi perkenalan ku padamu, lagipula kita belum pernah berkenalan secara resmi"," hai nona, bolehkah aku berkenalan denganmu?" tanya Liu sambil tersenyumrd2;*66'., mendengar itu, senyum Annchi merekah
" maaf tuan, aku tidak berkenalan dengan sembarang orang" jawabny
" aku bukan orang sembarangan, apa kau yakin menolak berkenalan dengan pria tampan, baik, dan kaya sepertiku?" tanya liu
" sepertinya kau bukan pria baik-baik"
" kenapa kau bilang begitu, begini-begini aku pacarmu" sahut liu dengan menjentikan telunjuknya ke kening annchi
" baiklah-baiklah kau sepertinya sangat pemaksa, namaki Annchi Ri" serunya sambil menyodorkan tangannnya
" panggil aku sayang" goda liu ke annchi
" ah kau ini, sudah ku duga akan begini, huh" sahutnya dengan wajah sebal
" he..he..he.. baiklah nona cantik, namaku liu yoshan, panggil aku liu, wajahmu tambah cantik kalau sedang ngambek ann" seru liu sambil menyubit dagu annchi, " ann kenapa tiba-tiba kepalamu sakit? apa ada yang kau fikirkan tadi?" tanyanya serius
"seharian ini aku memikirkanmu, aku terus berusaha mengingatmu tapi tak juga ingat, kemudian aku bosan di kamar dan mulai datang ke taman ini , baru sampai di taman ini tiba-tiba kepala ku sakit, di otakku ini seperti ada ingatan yg muncul dan aku lihat kamu"
serunya serius, "jadi bisakah kamu memberitahuku, kenapa kau satu-satunya orang yang tak aku ingat?"
" ann, ingatlah apa yang ingin aku katakan ini, tak peduli sebanyak apa kau kehilangan ingatanmu, tak peduli berapa lama kau akan mengingatnya , atau bahkan jikapun ingatanmu tak kembali selamanya , aku tak peduli, aku akan menggambarkan lagi ingatan-ingatan yang baru untuk kau kenang, jadi jangan lagi kau memaksakan fikiranmu untuk mengingatku, akan ku buatkan lagi untukmu, bahkan lebih indah dari sebelumnya" seru liu sambil mengusap rambut Annchi dengan lembut.
Mendengar itu annchi seharusnya merasa senang, tapi anehnya dia malah merasakan sebuah perasaan aneh, dadanya sesak, seperti merasakan sebuah kesedihan mendalam, air matanya pun seperti akan jatuh, "perasaan apa ini? jika aku dulu mencintainya kenapa hati ini begitu sesak dan merasa sedih, jika aku tak mencintainya kenapa dulu aku ingin jadi pacarnya? Ya Tuhan bantu aku mengingatnya" batin Annchi