ONE LAST TIME

ONE LAST TIME
Realize



Setelah mengahabiskan sarapan dan mengganti bajunya, annchi mulai menuruni tangga, ia melihat bibi yan tersenyum menyambutnya.


"selamat pagi nona annchi, lama tidak bertemu, saya dan rumah ini rindu sekali dengan nona" sapa bibi yan


"selamat pagi bibi yan, aku juga merindukanmu, lama tidak pulang, rumah ini masih seperti dulu"


"tidak nona, rumah ini berubah menjadi sangat dingin, tuan liu jarang pulang, ia banyak menghabiskan waktunya di kantor, jikapun pulang, ia banyak menghabiskan waktunya di ruang kerjanya, memandangi rumah kaca atau memainkan piano dengan lagu-lagu yang terdengar sedih. Saya jarang melihat tuan muda liu tersenyum, tapi tadi malam saat tuan muda membawa nona pulang, senyumannya kembali melengkung di wajahnya setelah sekian lama"


"benarkah itu?" tanya annchi dengan senyum kevil di bibirnya


"kembalilah ke sisinya nona, saya bisa melihat kehilangan di mata tuan" mendengar perkataan Bibi yan, annchi terdiam dengan senyuman di bibirnya


"dimana dia sekarang bi?" tanya annchi


"tuan muda ada di ruang tengah, ia bilang akan mengantar nona ke kantor"


" baiklah, aku akan pergi menemuinya" seru Annchi sambil melangkahkan kakinya ke ruang tengah.


Memasuki ruang tengah, Terlihat Liu berdiri menyandar di pinggir jendela, menatap lurus ke rumah kaca dengan sesekali menyeruput secangkir teh yang ada di tangannya. Ia terlihat seperti sedang berpikir sesuatu, kadang tersenyum kecil dan kemudian wajahnya berubah muram dalam satu waktu. Annchi melangkahkan kakinya, mendekati Liu. Tersadar seseorang mendekat, Liu memalingkan wajahnya ke arah annchi dan tersenyum.


"sudah siap?" tanyanya


"ya, terimakasih sarapannya, itu luar biasa" mendengar perkataan annchi, liu tersenyum sambil meletakan cangkir tehnya di atas meja dan mendekati annchi.


" aku akan selalu pastikan yang terbaik untukmu ann, ayo, kita berangkat" seru Liu tersenyum dan meraih genggaman tangan annchi. Annchi bergerak mengikuti ayunan langkah liu, berjalan di belakangnya menatap genggaman tangan liu dan tersenyum.


"apakah benar yang di katakan banyak orang, antara cinta, benci, dan kebodohan batasnya setipis lapisan es di musim dingin? inikah cinta yang sebenarnya? sebanyak apapun kesalahan yang ia perbuat, sesakit apapun hatiku karenanya, meskipun terlihat berat memaafkannya, tapi pada kenyataannya, kau tetap tak bisa melepaskan genggamannya, sekuat apapun aku berusaha membohongi dirinya bahwa aku membencinya, aku tetap tak bisa membohongi diriku sendiri, ya Tuhan, berikan aku jawaban, perasaan apa ini sebenarnya?" batinnya.


Sesaat kemudian annchi telah duduk di samping Liu dan mobil mulai beranjak dari tempatnya. Sepanjang jalan Liu hanya terdiam, memegang erat tangan annchi sambil sesekali tersenyum.


"sampain kapan kau akan terus menggengam tanganku?" tanya Annchi memandangi liu


"jika aku boleh berharap, aku ingin menggengam tanganmu sampai nafas terakhirku" jawab Liu melirik annchi dan tersenyum


" seseorang pernah berkata, harapan adalah kekecewaan yang di sengaja"


"meskipun pada akhirnya tetap akan kecewa, aku akan tetap berharap ann"


"bibi yan mengatakan kau sering menarap rumah kaca, kenapa liu?"


"karena setiap kali aku melihat bunga-bunga di sana, aku seperti melihat mu ann, mereka di tanam dari tanganmu dengan sepenuh hatimu, jadi ketika aku rindu padamu, aku akan kembali pulang, memandangi mereka rinduku sedikit berkurang" Mendengar jawaban Liu, annchi berusaha sekuat tenaga membendung air matanya, pada kenyataannya, bagaimana kelanjutan hubungan mereka hanya bergantung pada seberapa lebar annchi membuka hatinya untuk memaafkan Liu. Ini semua tentang keegoisan annchi sendiri dan ia menyadari itu.


Sesampainya di Kantor Annchi, Liu turun membukakan pintu annchi, seluruh mata yang berada di sana tertegun melihat pemandangan itu. Termasuk Gio dan Yizhen yang juga datang bersamaan dengan Annchi dan Liu. Mereka bertemu di loby, Yizhen memandang ketus ke arah Liu, Liu mendekatinya dan tersenyum. Namun senyuman Liu tak berbalaskan, Yizhen menatap annchi beberapa detik dan kemudian melangkahkan kakinya memasuki lift. Annchi tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Jika ia memutuskan untuk kembali bersama Liu, Ayahnya adalah orang pertama yang akan mengekangnya.


Ayah adalah perisai utama untuk anaknya, ketika seorang ayah melihat seseorang menyakiti putrinya, tentu dia akan menjadi orang pertama yang akan memeluk putrinya. Akan sulit untuk Yizhen memaafkan Liu, Yizhen tak pernah memberikan kesempatan Liu menjelaskan, ia terlanjur sangat kecewa pada liu.


sesampainya Annchi di ruangannya dan duduk di kursinya. Sejenak ia terdiam dan memandang Gio beberapa saat. Gio membalas tatapan Annchi seperti tahu apa yang Annchi pikirkan saat ini.


"apa kau ingin aku menghubungi pengacaramu untuk membatalkan perceraian ini ann?" tanya Gio


"apa itu langkah yang tepat menurutmu?"


" ya, aku rasa begitu"


"baiklah, hubungi pengacaraku dan hapus liu dari daftar hitam kantor ini"


tak butuh waktu lama untuk paman wan mengetahui berita ini, saat paman wan memberitahu berita ini pada Yizhen, Yizhen marah besar, dan memintanya untuk memanggil Annchi datang ke ruangannya. Annchi mendengar kabar ayahnya marah besar, ia buru-buru datang ke ruangan Yizhen. Tangannya gemetar saat tangannya menggengam handle pintu ruangan Yizhen. Ia menyiapkan mental terbesarnya, menyiapkan berbagai alasan untuk setiap kemungkinan pertanyaannya. Ia kemudian membuka pintu dan melihat ayahnya menatap lurus ke arahnya dengan wajah sedingin balok es.


"ayah memanggilku?" tanya Annchi, Yizhen sejenak terdiam melihat anak semata wayangnya itu, Ia mulai melangkahkan kakinya mendekati Annchi.


" aku dengar dari asisten wan, kau membatalkan perceraianmu dengan Liu dan atas izin siapa kau menghapus daftar hitam liu dari perusahaan ini?JAWAB!!" Annchi sontak tersentak kaget mendengar nada tinggi dari ayahnya itu.


"be..benar ayah" jawab Annchi gugup, matanya terpaku memandangi lantai, tak sanggup melihat kemarahan Yizhen. Mendengar itu, Yizhen meraih kedua lengan anaknya dan menggengamnya dengan kuat.


"ann, apa lagi yang kau harapkan dari pria sepertinya? apa kau lupa dia menyakitimu ann????!! apa yang dia katakan untuk meracuni pikiranmu lagi nak? kau berhak bahagia"


"a..ayah.. entah bagaimana aku merindukannya.. sangat merindukannya" Annchi menunduk terisak di hadapan Yizhen.


"ann, apa kau tahu, melihatmu seperti ini, ayah sangat terluka, ayah ingin melihatmu bahagia, tapi ternyata dia mengecewakanku"


"awalnya, aku berpikir menahan kebencianku untuk liu dan menerima rasa bersalahku pada kak shin akan cukup membuatku menjauhinya seperti yang ku lakukan sebelumnya, tapi ternyata lambat laun aku menyadari, kak shin dan bayiku takan kembali dan aku mulai merindukannya hingga hatiku terasa sesak yah, ini sangat berat untukku, cinta dan benci itu bergemuruh setiap aku melihatnya dan sekarang aku memilih memaafkannya yah, bisakah kau juga menerimanya lagi?" seru annchi dengan air mata berjatuhan, Yizhen menatap dalam-dalam mata anaknya, ia terdiam sejenak dan melepaskan genggamannya pada lengan annchi.


"hari ini, perusahaan kita di undang ke pesta ulang tahun pernikahan presdir richard,Aku sudah meminta Gavin menjemputmu. Aku ingin kau bersamanya, dia lebih baik untukmu ann. Cobalah bersamanya dan aku akan menghubungi pengacara untuk melanjutkan perceraianmu, aku pernah memberimu kesempatan memilih masa depanmu sendiri, namun kau gagal ann, sekarang setuju atau tidak keputusan ada di tanganku, kau bisa keluar sekarang ann" mendengar kata-kata ayahnya, hatinya hancur, baru kali ini ayahnya tak mendengarkan dirinya.


"a..yah" seru Annchi, air matanya semakin deras mengalir, ia kemudian ia melangkah pergi meninggalkan ruangan Yizhen. Yizhen duduk termenung, menatap foto keluarganya di atas meja.


*** kantor Liu***


Sesampainya Liu di loby kantornya, Pink menyambutnya dengan senyuman. Ia melihat wajah Liu sedikit lebih cerah dari biasanya. Hal itu membuat dirinya tergelitik untuk bertanya.


" Selamat pagi Liu, apakah ada hal baik semalam hingga membuat


matahari memindahkan cahayanya di wajahmu hari ini?" tanya Pink sambil melangkah mengikuti langkah Liu menuju ruangannya.


"tentu saja, hehe" lirik Liu tersenyum


" apakah dia mabuk semalam karena tak sengaja melihat kita?" tanya Pink, mendengar itu Liu menghentikan langkahnya dan memandang dingin Pink, ia mulai mencurigai pink meretas ponselnya, menyadari kecurigaan Liu, Pink buru-buru menepis pandangan kecurigaan itu dari wajah Liu "ke..kenapa kau melihatku begitu? kau curiga padaku? aku hanya menebaknya Liu, aku tak melakukan apapun pada kalian" seru Pink dengan wajah gugup, Liu menaikan 1 alisnya, tanda ia tetap mencurigai pink, namun kemudian ia melanjutkan langkahnya memasuki ruangannya.


"a..apa dugaanku benar liu? jadi benar dia mabuk karena melihat kita?" tanya Pink,terlihat sekali wajah kepo pink.


"pink, sejak kapan kau peduli pada privasiku?" tanya Liu heran


"he..he..hanya penasaran sih liu, baiklah jika kau tak mau menjawabnya tak apa, yang penting di lihat dari wajahmu, kalian baik-baik saja,oia aku memiliki 2 kabar untukmu, yang satu baik dan yang satu buruk, kabar mana dulu yang ingin kau dengar?" tanya Pink


" kabar baik, cepat katakan"


"pagi tadi aku mendapatkan email resmi dari apple, mereka menyadari kita berahasil meretas mereka, mereka menawarkan kerja sama dengan nominal yang sangat fantastis Liu, siang ini mereka ingin bertemu denganmu dan juga mereka bahkan secara resmi mengundangmu datang ke acara ulang tahun pernikahan salah satu presiden direktur perusahaan cabangnya di china dan juga berita baik lainya, kabar kita berhasil meretas apple sudah tersebar, banyak perusahaan berlomba-lomba ingin bekerja sama dengan kita"


"whoa,kerja bagus Pink, itu kabar yang luar biasa, bagus dengan banyaknya investasi pada perusahaan kita aku bisa membantu perusahaan ayahku. baiknya kau mulai siapkan proposal kerjasamanya"


"jangan terlalu senang Liu, aku masih punya berita buruk untukmu" mendengar itu, Liu mehentikan senyuman di bibirnya dan menatap Pink


"apa berita buruknya?" tanya Liu, kemudian Pink menyerahkan sebuah map pada Liu, dengan cepat Liu membuka isi map itu, ia sangat terkejut melihat isi map itu.


"darimana kau mendapatkan ini semua Pink?"


" kemarin malam, awalnya aku hanya ingin bermain dengan meretas data pribadi gavin, aku ingin membalasnya untuk kejadian di westside tempo hari, namun tak di sangka aku malah menemukan banyak data kecurangan perusahaannya, dan secara tak sengaja juga aku mengetahui masalah pribadimu Liu, tak ku sangka Gavin juga berada di belakang ini semua" seru Pink,Liu masih belum bisa mengarahkan pandangan matanya dari lembaran-lembaran file di hadapannya, ia melihat percakapan gavin dan xiauwen dan juga percakapan Yizhen dan Gavin. Wajahnya berubah penuh dengan kemarahan,


"ini bukan berita buruk pink, ini berita bagus untuk ku, akhirnya aku tahu selain xiauwen, gavin berada di belakang ini semua, Annchi dan Yizhen harus tahu masalah ini!" seru Liu.