
Setelah kejadian di pemakaman itu, berita kematian Shin semakin berkembang, rumor kematiannya pun terus menjadi berita utama di berbagai media cetak dan elektronik. Bukan hanya penyebab kematian Shin, namun kabar perceraian Liu dan annchi juga santer terdengar. Hampir semua media menayangkan perdebatan Liu dan annchi, hal ini juga di kait-kaitkan dengan penyebab meninggalnya Shin, bahkan nama Xiauwen dan Yin juga mulai muncul di berbagai media. Reporter mulai sibuk mencari cara mendapatkan informasi, mengikuti kemanapun Liu, annchi, yin dan Xiauwen pergi. Satu persatu kebenaran antara mereka terkuak, cerita tentang keguguran annchi, xiauwen yang diduga memiliki anak dari Liu, cinta bertepuk sebelah tangan Yin dan Shin, masih banyal lagi rumor yang berkembang.
pagi itu Gavin sedang menyeruput tehnya dan berada di apartemennya, menatap ke layar kaca televisi di depannya, hampir semua chanel tv saat itu menampilkan video pertengkaran Liu dan Annchi di pemakaman dengan berbagai judul, Gavin hanya tersenyum ketus. Ia meraih ponselnya dan menghubungi Xiauwen
"halo" jawab xiauwen di ujung telepon
" bagaimana wen? dendam mu malah membuat putra sulung keluarga Hua kehilangan nyawanya, bagaimana kau bertanggung jawab setelah ini?" tanya gavin ketus
"a..apa maksudmu?"
" jangan pura-pura bodoh Wen, aku tahu kau membayar orang untuk menghabisi Annchi tapi justru Shin yang mati, kali ini kau akan habis Wen!" Xiauwen menyadari ia berada di ujung jurang, akhirnya menyerah dan mengakui perbuatannya, pikirannya di penuhi dengan rasa takut yang tak terbayangkan.
" gave, tolong, kali ini tolong aku, aku dalam masalah besar!"
" aku sudah memperingatkan mu wen untuk berhenti selagi bisa, sekarang tidak ada jalan lain selain menghadapinya, selamat menikmati hari-hari mencekam mu Wen" "tut" Gavin menutup panggilannya dan kembali menyeruput tehnya.
" Liu kau gagal dalam permainan mu sendiri, kau gagal melindungi istrimu, kau gagal membuat annchi bahagia, aku sudah memperingatkan mu untuk tidak gagal, ketika kau gagal, aku akan membuatmu jatuh tersungkur dan sulit kembali Liu" seru Gavin sangat sinis.
Gavin mulai membuka laptopnya, melihat pergerakan saham perusahaan Ri dan Yoshan, karena masalah ini saham mereka turun drastis, hal ini membuat Gavin bahagia, ini dia kesempatan yang ia tunggu sejak lama
"kau seharusnya tidak menyembunyikan apapun dari annchi sedari awal, jika saat itu kau mengikuti saran ku, masalah seperti ini tidak akan terjadi, Annchi seharusnya tidak semenderita saat ini karena memilihmu, baiklah, aku akan memainkan bidak-bidak caturku menggantikan Shin, karena aku tak sebodoh shin, aku akan memberitahumu cara bermain yang menyenangkan Liu" kemudian Gavin meraih ponselnya dan menghubungi asistennya Leo.
"Leo, aku ingin mencabut semua sahamku di perusahaan yoshan, dengan begitu yang terdampak bukan hanya Yoshan tapi juga Ri.corp dengan kondisi seperti ini Ri.corp juga akan jatuh. pastikan perusahaan mereka membutuhkanku untuk menyelamatkan diri" seru gavin dengan senyum sinisnya.
"ann, sebentar lagi kau akan jatuh di pelukanku, sementara Liu akan jatuh tersungkur memohon padaku menyelamatkan perusahaannya"
***
Tak perlu menunggu lama, Gavin adalah pemegang saham berpengaruh di kedua perusahaan besar itu. Tanpa saham darinya, perusahaan itu tentu akan goyah, inisiatifnya mencabut sahamnya menjadi tolak ukur pemegang saham lain untuk berpikiran sama dengan alasan kedua perusahaan itu tidak dalam kondisi stabil sehingga membahayakan uang mereka. Sebenarnya tanpa gavin mencabut sahamnya, kedua perusahaan itu tetap tidak bisa di katakan stabil, para investor tetap akan mempertimbangkan ulang untuk berinvestasi di kedua perusahaan itu.
beberapa hari setelah kejadian, akhirnya pengacara Annchi memberikan surat permohonan perceraian yang telah di tanda tangani Annchi, Liu memandangi secarik kertas itu. Ia masih tak menyangka pernikahannya dengan Annchi harus berakhir seperti ini. Wajahnya kalut, setiap pesan dan panggilan Liu kepada Annchi tak pernah di jawab. Ia masih tidak berani menandatangani surat perceraian itu. Tiba-tiba ponsel Liu berbunyi. Yongji is calling, melihat nama Kakaknya, ia mengangkat panggilan itu.
"Liu, Gawat, saham perusahaan kita dan Yizhen jatuh drastis, hal ini membahayakan perusahaan" seru Yongji dari ujung telepon
" ya, sudah kuduga ini juga akan terjadi" seru Liu tak kaget sama sekali
" apa kau kenal Gavin?" mendengar nama Gavin, Liu langsung mendongakkan kepalanya yang sebelumnya tertunduk, wajahnya mulai terlihat serius
" dia mencabut seluruh sahamnya dari perusahaan, saat aku mencoba menghubunginya ia menolak berbicara denganku"
" kenapa? apa dia memberikan alasannya?"
" ia ingin kau yang menghubunginya, ia juga mengatakan kaulah yang seharusnya bertanggung jawab" mendengar itu, beberapa saat Liu hening
" baiklah, semua masalah ini memang berawal dariku, aku akan bicara dengannya kak"
" baiklah" tut.. Yongji menutup telponnya.i
" aggggghhhhhhhhhhhh!!!" Kekesalan Liu memuncak, masalah demi masalah berdatangan, entah apalagi yang akan terjadi. Liu kemudian memanggil nomor gavin, mencari tahu apalagi yang akan terjadi.
"halo Liu, apa kau baik-baik saja setelah kejadian-kejadian ini?"
" tak perlu basa basi, masalah saham perusahaan ku, kenapa kau mencabutnya dan juga secara teknis kakak ku yang memimpin perusahaan, seharusnya dia yang benegosiasi denganmu?"
" pertama, aku sudah memperingatkan mu jangan melukai annchi, jika sampai annchi terluka, perusahaan mu akan hancur di tanganku, kedua, benar kakakmu yang memimpin perusahaan tapi perjanjian ku bukan dengannya tapi denganmu!"
" baiklah, apa mau mu sekarang agar kau bisa membantu perusahaan ku?" tanya Liu dingin
"aku ingin kau memohon padaku dan menandatangani surat perceraian Annchi, liu!"
"APA????? syarat mu yang kedua sungguh tak masul akal!!"
" jadi kau berencana menahannya dan tetap membuatnya terluka?" tanya gavin lebih serius dari sebelumnya, mendengar pertanyaan Gavin, Liu terdiam.
" jika kau belum bisa memutuskannya, silahkan ulur waktumu sebanyak yang kau mau, tapi semakin lama, perusahaan mu semakin dalam bahaya, pertimbangkanlah yang akan hancur bukan hanya kau Liu, tapi seluruh orang di perusahaan mu, termasuk kakakmu dan ayahmu yang selama ini membangun perusahaan mu dengan segenap hati mereka, hanya karena kebodohanmu, mereka ikut menderita, tidak adil bukan"
"baiklah, beri aku waktu berpikir, akan ku beritahu kau jika sudah ku tanda tangani surat itu" suara liu bergetar, seperti ada sesuatu yang tumpah di hatinya. Air matanya berjatuhan,
"gavin benar, sejauh ini masalah-masalah ini hanya berawal dari kebodohan-kebodohanku, menyembunyikan sebuah kebodohan ternyata akan melahirkan kebodohan-kebodohan lain, menjadi bodoh aku tak tahu rasanya akan sesakit ini, apakah jalan terakhir aku harus tetap menandatangani surat perceraian ini? ann bagaimana aku mengatakannya bahwa aku mencintaimu lebih dari uang-uang ini? tanpa perusahaan ini aku takan mati, kau lah alasan setiap kerja kerasku selama ini ann, tanpamu untuk apa semua ini? " batin Liu
" baiklah, nikmati hari-harimu Liu,.tut" Gavin menutup teleponnya.