
Sejak siang itu, Annchi setiap malam susah untuk tidur, betapa tidak, setiap kali melihat artikel-artikel di media online dan cetak tak henti-hentinya membahas topik lamaran Liu, banyak sekali rumor yang muncul, issue nya sangat cepat berkembang.
" Rasanya seperti selebriti saja, aku baru begini saja tak bisa tidur bagaimana para artis menghadapi berita semacam ini, apalagi yang punya skandal, pantas banyak yang bunuh diri" batin annchi masih dalam selimutnya.
belakangan ini banyak sekali teman-teman ann menghubunginya, menanyakan rumor yang beredar kebanyakan mereka bertanya
" apakah betul kau menolak pria tampan itu?"
mereka tidak tau saja bagaimana berhadapan dengan liu setiap hari,
"orang itu benar-benar tak waras" batinnya
beberapa menit kemudian seorang pelayan datang
"nona annchi, nona di tunggu tuan dan nyonya untuk sarapan bersama" seru pelayan itu
"ya oke, katakan pada ayah aku mandi dulu ya" seru annchi dan pelayan itu pun pergi.
setelah mandi dan mengganti baju, annchi langsung bergegas pergi menemui orang tuanya, annchi tau apa yang akan terjadi dan obrolan apa yang akan di bicarakan nanti.
Memasuki ruang makan, Yizen dan Faliu sudah menunggu annchi dengan senyuman
"selamat pagi tuan putri, apa tidurmu nyenyak ann?" tanya Faliu
" tidak bu, aku akhir-akhir ini malah tidak bisa tidur" seru Ann
" kenapa? apa karena Liu melamar mu kemarin" tanya Yizhen sambil tersenyum, wajah Annchi langsung memerah
" ya,, sedikit,, tapi lebih tepatnya aku kesal melihat issue ini berkembang dengan cepat, banyak sekali yang bertanya padaku, seperti selebriti saja" seru Ann sambil memakan rotinya
" lalu bagaimana kau dan Liu? apa kau menerima lamarannya?" seru faliu
" tidak!" jawab Annchi , mendengar jawaban annchi, yizhen dan faliu langsung bertatapan satu sama lain
" ann, sepertinya kau harus menikah dengannya, dia seperti tulus padamu" seru Yizhen
" tulus apanya, kalian tidak tau masalah apa yang ku hadapi, antara aku, xiauwen dan liu" batin annchi dengan wajah sebal
" ayah maunya aku gimana?" tanya annchi
"setelah lamaran Liu beberapa hari lalu, kau tau investasi saham kita naik, ini sangat bagus untuk perusahaan, kau tahu perusahaan keluarga Yoshan tak kalah besar dengan keluarga kita, di samping itu kau juga menyukainya, lalu karena apa lagi kau menolaknya?" tanya Yizhen
" aku menolaknya karena satu alasan yang membuatku ragu padanya yah, tenang saja ini akan ku bereskan secepatnya" seru Annchi
"jangan kecewakan ayah dan ibu ya ann" seru Yizhen
" semoga saja yah, aku sudah selesai, aku pergi ke kantor dlu ya" seru Annchi
" ingin di antar mobil?" tanya faliu
" tidak yah, aku nyaman dengan bis umum"
"baiklah, hati-hati ya sayang" seru faliu menghampiri Annchi sambil mengecup kening ann, kemudian ann beranjak pergi.
" kata-katamu apa tidak berlebihan yah?" tanya faliu ke yizhen
"aku rasa tidak, usia annchi sudah cukup, ia menyukai Liu, pernikahan mereka juga bisa menjadi pernikahan bisnis, apakah itu tidak luar biasa? sekali dayung 2 pulau terlampaui" seru yizhen pada faliu, mendengar itu faliu hanya terdiam. Entah kenapa feelingnya tidam terlalu bagus. sebenarnya faliu lebih setuju shin yang menjadi menantunya kelak.
Annchi terus melangkah menuju halte bis, sepanjang jalan hanya menunduk melihat berita di ponselnya, ini sudah 3 hari sejak kejadian itu dan masih menjadi headline dimana-mana, sesampainya di halte, karena jam sibuk jadi pasti banyak orang di sana, ketika orang-orang melihat Annchi, semuanya langsung berbisik-bisik
" hei, hei lihat itu nona ann, tak heran di sukai tuan muda Liu, dia sangat cantik begitu",
" aku dengar, dia menolak tuan muda Liu, wow besar sekali nyalinya",
"Tuan Liu kenapa bisa melamarnya? bukankah dia menyukai xiauwen model terkenal itu"
begitulah kira-kira bisikan mereka, meskipun suaranya kecil, tapi cukup terdengar di telinganya.
" kehidupan privasiku apa semenarik itu, haduuuhh, keputusanku naik bis hari ini adalah kesalahan besar" batinnya sambil duduk meninduk memperhatikan ponsel.
"tinnn tiiiiiiinnnnn" bunyi klakson keras di depannya,
" apa kau mau terus di situ dan jadi bahan gosip terus?" seru seseorang
Seketika kepala annchi mendongak ke asal siara, Saat annchi mendongakkan kepalanya, ia kaget melihat Liu duduk di motornya sambil tersenyum,
ya sama seperti mereka Annchi juga terkesima dengan ketampanan Liu, suasana halte itu tiba-tiba riuh,
" ya tuhann, itu tuan muda Liu, ganteng bangeeeeeetttt"
" bagaimana bisa Nona annchi menolak pria tampan sepertinya? benar-benar buta"
itulah yang mereka katakan
" apa mau terus memandangiku begitu?" tanya Liu dengan pedenya
" aghhh kenapa kata-kata narsis begitu sih, merusak suasana saja manusia ini" batin annchi
" ayo naik, tunggu apa lagi???" seru Liu sambil melemparkan helm ke arah Annchi dan di tangkapnya refleks. Kemudian annchi mulai menaiki motor Liu dan Liu mulai memacu gasnya.
" kenapa kau suka sekali naik bis ann? kau tak baca berita di mana-mana memangnya?" tanya Liu
" memangnya kenapa? biarkan saja mereka menggosipkan aku, apa pengaruhnya denganku?" seru Annchi memalingkan muka, Liu hanya tersenyum
" aku baru tahu kau bisa naik motor" seru Ann
" apa kau suka?" tanyanLiu
" ya,.lebih baik daripada naik mobil, hehe" jawab aannchi
" baiklah, aku akan sering menjemputmu dengan motor" sahut Liu sambil tersenyum dan di sambut senyuman yang sama oleh annchi
" hufh bagaimana ini??? bagaimana aku bisa tak menyukainya, bagaimanapun aku hanya gadis biasa, di perlakukan seperti ini pasti meleleh juga, hufh kau benar-benar bodoh ann, semudah itu melupakan sakit di hatimu gara-gara hal seperti ini saja" batin annchi sambil menepuk keningnya
" kau kenapa?pusing?" tanya Liu
" ti..tidak,, hanya ada yang tertinggal saja"
"apa yang tertinggal? apa mau kembali ke rumah dan ambil barang itu?" tanya Liu
"tidak usah, hanya sesuatu yang tidak penting" seru Annchi pada liu,
" iya liu ,,harusnya aku kembali ke rumah, mungkin otak ku tertinggal di sana,.huuuuuhhhh sebaaaal kepalaku seperti tak ada isinya" batinnya menggerutu.