
Beberapa hari berlalu setelah gavin mencabut sahamnya, bukan hanya Yoshan grup, Ri.corp juga mengalami masalah yang sama, Annchi masih belum bersedia kemabali ke kantor, Yizhen marah besar kepada Liu, Liu dan semua keluarganya di masukan ke dalam daftar hitam perusahaan yang artinya ia tak di izinkan selangkahpun masuk ke dalam perusahaan. Annchi masih mengurung diri di rumah, Liu dan Yongji masih berpikir keras untuk keluar dari masalah ini tanpa harus menandatangani perjanjian dengan gavin.
"ann, mau kemana?" tanya Faliu
" bu, aku akan mencari udara segar sebentar, tak perlu mengkhawatirkan aku" senyum Annchi, wajah sedihnya masih jelas terlihat. Faliu juga tak berencana mencegah anaknya itu, ia sadar, butuh banyak waktu menjernihkan segalanya.
"baiklah, jaga dirimu baik-baik ann" senyum faliu
"aku juga tak butuh supir bu, aku akan membawa mobil berkeliling, tak perlu ada yang mengikutiku, aku butuh waktu sendiri" seru annchi sambil meraih kunci mobil di atas buffet.
Ia mulai melangkah masuk ke dalam mobil, ini pertama kalinya ia membawa mobil sendiri setelah sekian lama, ia memandangi kunci mobil di hadapannya
"kak, kau pernah bertanya kapan aku akan mengendarai sendiri mobilku? aku sedang melakukannya sekarang, aku ingat bagaimana kau menertawaiku saat kau mengajari aku mengemudi waktu itu, aku ingat bagaimana wajahmu saat tahu aku dan Liu memiliki hubungan sesaat kau kembali dan menangis untukku di bawah hujan, kapan lagi aku bisa melihat senyum mu itu kak?" batin annchi, kemudian ia mulai mengemudikan mobilnya menyusuri jalan.
"kemana aku pergi coba kau tebak kak? aku akan pergi dimana kemanapun kenangan bersamamu berada" batin Annchi
pertama-tama mobilnya berhenti ke villa biru, ke kebun bunga matahari sambil memegangi selembar foto yang pernah mereka abadikan di sana, senyum shin kala itu sungguh terlihat bahagia, Annchi berada di sana cukup lama, memandangi pemandangan indah di kebun itu tapi sayang ia datang ke sana dengan hati yang remuk dan hancur, ia terus mencari sisa-sisa sosok Shin di sana, setelah itu ia mendatangi dufan, langkahnya gontai ketika melihat kincir angin besar di hadapannya langkahnya terus mengantarkannya masuk menaiki kincir angin, duduk sendiri melihat pemandangan, jauh di hadapannya, semakin lama semakin tinggi, ia seperti melihat Shin di hadapannya tersenyum dengan senyuman khas Shin, semua ingatannya mengalun saat itu dan semua kata-kata yang pernah di ucapkannya kini kembali berbisik di telinganya.
" Ann meskipun aku selamanya mungkin tidak akan mendapatkan hatimu tapi jangan pernah mengusirku dari hidupmu, kelak, apapun yang terjadi dan kau merasa tidak ada seorangpun yang melindungi mu dan membuatmu nyaman, datanglah padaku, meskipun harus menyebrangi lautan, aku tetap akan datang"
Mengingat kata-kata Shin waktu itu, Air mata Annchi tak kuasa menetes, ia menangis sejadi-jadinya sambil memandangi gelang yang di berikan shin yang sempat ia lepas 1 tahun ini.
" ini jimat penangkal roh jahat, jika kau bertemu makhluk jahat ketuklah gelang ini, lonceng ini akan mengusirnya" seru Shin kala itu.
"kak, aku sekarang di sini, sendiri, tak seorangpun bersamaku dan melindungiku, kau bilang kau akan kembali ke sisiku ketika aku merasa seperti ini bagaimanapun caranya kau akan datang meskipun menyeberangi lautan kau akan datang, kau juga katakan jika gelang ini aku bunyikan kau akan datang dan mengusir roh jahat, kau tahu 7 hari ini tak seharipun aku tak membunyikan lonceng ini, tak sedetikpun aku merasa nyaman dan aman, tak seharipun aku tak berharap kau akan kembali, tapi mana? mana? kau tak juga datang, kau tak juga kembali, ahhhh dadaku sesak sekali kak, terakhir kali kau juga katakan kau takan pernah meninggalkanku dan akan menungguku, mana janjimu itu? kenapa semua orang berjanji padaku dan tak menepatinya?? kenapa??????" seru annchi terisak sejadi-jadinya.
benar yang di katakan setiap orang, penyesalan itu akan selalu datang sangat terlambat, kau tidak akan pernah merasakan seseorang sangat berharga di sampingmu sebelum dirinya benar-benar hilang dari hadapanmu.
Setelah membeli sebuket bunga krisan putih , Tangannya gemetar membuka tuas pintu mobilnya, ia menyeret langkahnya masuk mendekati makam Shin, langkahnya terhenti saat melihat foto shin di atas batu nisan, kemudian ia meletakan buket bunga itu di samping foto shin yang sedang tersenyum.
"kak akhirnya aku datang melihatmu, bagaimana kabarmu? aku membawakan mu sebuket bunga cantik, aku ingat saat kau datang ke kamarku membawa buket bunga mawar membangunkanku tidur kala itu, aku datang kesini hari ini untuk membangunkan mimpi panjang mu, bisakah kau bangun untukku? berhentilah bermimpi kak, kembalilah, jika kau tak ingat jalan pulangmu aku akan menunggu, tapi bangunlah dulu" seru Annchi
"aku memintamu bangun kak, kenapa kau hanya tersenyum melihatku? bukankah saat ini seharusnya kau datang kepadaku dan memelukku??kau bilang kau cinta kau selalu mengabulkan apa yang aku mau, kenapa hari ini pengecualian?KENAPA KAU DI SANA HANYA DIAM DAN MALAH TERSENYUM PADAKU??? KENAPA???? KENAPA KAK?????ini adalah hal terjahat yang pernah kau lakukan, meskipun aku jahat padamu, jangan menghukum ku seperti ini kak, " annchi tiba-tiba meringkuk dan menangis beberapa lama, ia sampai tak sadar Gavin berada di belakangnya sedari tadi dan mendengar semua yang annchi katakan. Gavin seketika menyadari, betapa hancurnya annchi saat ini.
"yang pergi biarlah pergi dengan tenang ann, yang terjadi tidak akan bisa di tarik lagi, air matamu mungkin akan mengurangi luka di hatimu, tapi tidak dengan menyelesaikan masalahmu, tegarlah, pasti dia berharap kau tetap bahagia sepeninggalnya ann" menyadari suara di belakangnya, annchi kemudian memutar kepalanya, ia kaget ketika melihat Gavin berada di belakangnya.
"ga..gavin.. ke..kenapa kau bisa disini?"
" aku kenal dengan shin, di acara pemakamannya tempo hari aku tak bisa datang, hari ini aku datang tak ku sangka aku melihatmu menangis sendiri" mendengar itu annchi hanya diam, ia tak dapat menyembunyikan mata sembabnya dari pria yang berada di depannya saat ini.
" aku menyesal setelah sekian lama tak bertemu denganmu, kita malah bertemu di saat seperti ini"
"tak masalah bagaimana cara kita bertemu ann, sepertinya kau butuh seseorang berada di sisimu saat ini, apa kau mau aku temani kau makan malam?" seru Gavin tersenyum
" terimakasih gave, aku baik-baik saja, baiknya aku pergi, aku sudah terlalu lama di sini gave" annchi melangkahkan kakinya, namun langkahnya terhenti ketika gavin kembali berbicara.
" jangan tolak tawaranku ann, aku tahu kau butuh seseorang di sisimu saat ini, beri satu waktu untuk hatimu bernapas, biarkan dia mengalir lepas" setelah memikirkan beberapa saat, akhirnya annchi setuju.
Hari mulai gelap, Gavin membawa annchi pergi ke salah satu restoran terbaiknya, gavin memiliki banyak bisnis,
meskipun Annchi memiliki perusahan terbesar di china, tapi jika kekayaannya di total dengan keluarga gavin akan.
tetap tidak sebanding. Sampai detik ini, annchi masih belum tahu situasi perusahaannya dan perusahaan Liu, awalnya ia ingin mengatakan situasi perusahaannya tapi melihat annchi sehancur ini, ia mengurungkan niatnya.