
setelah hari itu, Yongji dan Liu masih fokus menyelidiki xiauwen. beberapa hari ini Liu sampai tidak tidur hanya untuk menyelidikinya.
"annchi lebih penting di bandingkan tidur" begitu gumamnya dalam hati. tiba-tiba Yongji berdiri dan memanggil Liu panik.
"liu!! lihat isi pesan ini!!" mendengar itu Liu segera menghampiri Yongji dan melihat ke layar Laptopnya. Sebuah isi pesan gambar yang di kirimkan Xiauwen untuk Annchi kemarin berhasil membuat Liu terpetanjat kaget
" apakah kau dan dia sering melakukannya liu?" tanya yongji heran
" wanita brengsek!!!!!! jadi ini maksudmu semoga beruntung kemarin!!!"
"kau mengambil semua data ini dengan cara seperti ini?" tanga Yongji menatap tajam kepada adiknya. Mendengar itu Liu langsung menarik kerah kemeja Yongji dengan marah
" omong kosong!! sekalipun aku tidak pernah dan tidak akan mau menyentuhnya! sekali lagi aku masuk perangkapnya!!" hal ini membuat Yongji kaget, ia tak pernah melihat adiknya semarah itu, setelah bicara Liu mulai melepaskan kerah baju Liu.
"wanita brengsek itu mengirimkan foto dan pesan seperti ini kepada annchi, bagaimana respons annchi? ia akan sangat terpukul kak! bagaimana kandungannya? aku bahkan tak bisa melindungi keluargaku sendiri! wanita itu benar-benar harus di beri pelajaran!" seru Liu sangat emosi sambil meraih ponselnya untuk menghubungi Annchi, namun terus gagal.
" aghhhh brengsek!! kenapa aku tak bisa menghubungi annchi????"
" seperti yang kau tahu, Shin tidak akan membiarkanmu melacak dan menghubungi annchi, termasuk orang-orang di dekatnya, namun 1 hal yang aneh, kenapa xiauwen pengecualian? ini kecerobohan atau kesengajaan?" seru Yongji
" jika ceroboh aku meragukannya! kemungkinan ini memang termasuk rencana shin untuk menjauhkan ku dengan annchi, ia tahu xiauwen akan bertindak, jadi ia membiarkan xiauwen menghubungi annchi"
" masuk akal!"
" aku pergi dulu kak!"
" kau mau kemana?"
" ke tempat semua akar masalah ini berada!" seru Liu ketus sambil melangkah pergi ke rumah Xiauwen.
Mobil Liu melaju dengan sangat cepat, emosinya benar-benar tak terkendali, setelah apa yang selalu ia berikan kepada xiauwen untuk menutup mulutnya, pada akhirnya ia melanggar janjinya juga
" aku sangat naif, aku berharap seekor harimau tak memakan ku hanya karena aku tak memakannya, Liu kebodohanmu meningkat! akhirnya hari ini datang juga!" batinnya sambil membanting tangannya ke atas kemudi.
Sesampainya di rumah Xiauwen, Xiauwen yang tak tahu Liu sedang sangat emosi melihatnya, ia tersenyum dan memeluk Liu. Liu mencoba tetap tenang dan tak menepis pelukan Xiauwen
"kau cepat sekali kembali, baru 2 hari yang laku kau kemari, ada apa? merindukanku?" tanya xiauwen manja, mendengar kata itu dari mulut xiauwen rasanya Liu ingin memukuli wanita di hadapannya ini.
" wen, kenapa kau mengingkari janjimu? membuatku semenderita ini apakah belum cukup sampai kau harus membuat annchi juga menderita?" mendengar hal ini xiuawen segera melepaskan pelukannya dan sedikit mundur dan menjauhi Liu.
" a..apa maksudmu?"
" kenapa kau mengirimkan foto dan pesan seperti ini pada annchi??? ja-wab a-ku!!!" Liu melangkah mendekati Xiauwen yang terus berhalan mundur menghindarinya. Dari tatapa xiauwen jelas ia merasa bingung dan takut melihat wajah liu yang terlihat seperti ingin membunuhnya.
"JAWAB!!!!" Liu geram dan mencekik Xiauwen dengan kuat. Melihat Xiauwen kesakitan dan sulit bernapas Liu melepaskan cekikannya, sontak setelah itu xiauwen terbatuk-batuk memegangi lehernya dan tersenyum sinis pada Liu.
"ka..kau tau dari mana Liu??apa annchi yang mengatakannya padamu?"
" haha, aku melakukannya tentu saja untuk menambah penderitaannya! lagipula sebelum itu ia sudah tahu kebohongan mu Liu!!" sontak Liu kaget dan menarik baju Xiauwen mendekat.
"apa maksudmu????"
" dimana annchi sekarang liu??" tanya xiauwen tersenyum licik, mendengar itu tentu saja Liu tak bisa menjawabnya " aku tebak dia menghilang kan?? kau pikir kenapa dia menghilang?"
" aku bahkan tak berpikir alasan annchi pergi sebenarnya, aku pikir ia marah karena aku tak kembali dan tak menjawab panggilannya!!" batin Liu
" kau tahu dari mana dia pergi?" jawab Liu ketus
" hanya dengan melihat Cctv ini aku bisa tahu semua hal" seru Xiauwen menunjukan rekaman CCTv di ponselnya. Liu meraih dengan cepat ponsel Xiauwen dan melihat rekaman itu. Wajah Liu sontak berubah, jantungnya seakan berhenti berdetak, melihat reaksi annchi saat itu, ia tak bisa membayangkan hancurnya perasaannya, tiba-tiba matanya terbelalak kaget saat melihat shin datang dan memeluk tubuh annchi.
"brengsekkkk kau shin!! ternyata kau sudah tahu semua kejadian ini! berada di depan gerbang dari kapan ia tahu? bagaimana dia tahu?" batin Liu kemudian Liu memandang xiauwen dengan sangat dingin dan lagi-lagi mencekiknya
" kalau terjadi apa-apa dengan istriku dan anakku, aku pastikan kau akan membayarnya dengan nyawamu wen!!" Liu melangkah pergi.
"hoh, luar biasa, ternyata annchi sedang mengandung anakmu Liu? haha aku pastikan kau takan memiliki anak selain anak dariku!" kemudian Xiauwen memanggil Jim, tak berapa lama Jim datang.
" jim, kau tahu apa yang aku mau sekarang?" tanya Xiauwen
" apa kau mau aku membereskan annchi?"
"lakukan saja apapun resikonya! tapi jangan sentuh Liu" seru Xiauwen dengan wajah jahatnya
setelah meninggalkan xiauwen, Liu pergi melaju dengan mobilnya, di pertengahan jalan ia berhenti, mencoba memikirkan masalah ini, mencoba memikirkan apa yang annchi rasakan
" ann, bagaimana kau tahu rumahnya? inikah alasanmu pergi dari rumah? aku terlalu naif kau pergi karena aku marah padamu, ternyata ini alasan kau sebenarnya pergi? aku harus bagaimana sekarang ann? kau kemana? kau dimana?" liu berkali-kali memukul setir di depannya sambil menghubungi no shin atau no orang-orang terdekatnya dan yang dapat di hubungi hanya Yin.
"Yin, apa kau tahu tunanganmu diamana sekarang?" tanya Liu lewat telepon
" tentu saja di kantornya" jawab Yin ketus
" apa kau sudah mengeceknya?"
" belum, aku sibuk belakangan ini!"
" baiknya kau cari tahu dimana tunangan mu sekarang!"
" apa pedulinya kau liu? di manapun dia berada itu bukan urusanmu!"
" menjadi urusanku karena ia membawa istriku pergi!!"
"APA????? baiklah akan ku cari tahu!"
" segera kabari aku jika kau menemukan sesuatu!!" "klik" panggilan berakhir. ini adalah jalan terakhir yang bisa ia pikirkan untuk menemukan shin dan Annchi berada setelah semua aksesnya di blok oleh sistem Shin.