ONE LAST TIME

ONE LAST TIME
FIRST LIE



setelah mencoba gaun pengantin, tangan megangi tangan Annchi tak dilepaskannya walaupun sesaat. Setelah itu mereka berdua pergi ke suatu tempat tak jauh dari kota, sebuah bukit di namakan bukit cinta. Sesampainya di sana , mereka melihat sebuah pemandangan Luar biasa. Dari atas sana mereka dapat melihat indahnya kota Yongsan.



" wow cantik sekali pemandangan di sini dan kau kenapa kau ini, tanganku kau genggam begitu kan sakit" annchi mencoba melepaskan genggaman liu


" tidak akan ku lepaskan, hei kau tau ann, kau cantik sekali menggunakan gaun itu" seru Liu


" tentu saja, ini adalah berkat dari Tuhan" jawab annchi


"haha, ternyata narsistik itu menular ya" tawa Liu pecah


"mau kemana kita?" tanya Annchi


" ke bukit cinta" jawab liu


" hei liu kau tau mitos bukit itu? siapapun yang membawa kekasihnya ke bukit itu, hubungannya tidak akan lama dan akan segera putus" seru annchi


" benarkah? hahaha itu hanya mitos, kalau begitu kenapa di sebut bukit cinta?"


" konon katanya, dahulu kala ada seorang gadis mencintai seorang jenderal kerjaan, mereka mencintai satu sama lain, jenderal itu tak terkalahkan, ilmu perangnya sangat baik, sang jenderal berjanji pada gadis itu ketika pulang perang nanti dia akan menikahi si gadis dengan membawa gadis itu ke bukit yang kau maksud, bersumpah janji akan bersama. singkat cerita sang jenderal pun pergi berperang, si gadis setiap hari datang ke bukit itu untuk berdoa, siapa sangka ternyata jenderal itu mati dalam peperangan, sang gadis merasakan sedih yang teramat sangat saat mendengar kabar tersebut bersumpah di bukit itu, siapapun yang membawa kekasihnya kebukit itu sebelum menikah, akan merasakan sakitnya putus cinta seperti yang dia rasakan dan kutukan itu sering menjadi nyata liu, kau tak takut?" tanya Annchi


"hemm takut, tapi bagaimanapun caranya, aku takan membiarkanmu pergi dariku, meskipun harus berhadapan dengan dewa sekalipun"


" hahahha, sudah ayo pulang" seru annchi sambil menarik tangan Liu tapi justru Liu menarik balik tangan Annchi dan memeluknya


"ann,berjanjilah padaku, kau takan meninggalkanku" tanya Liu memandang Annchidan mencium annchi lembut.


triiiiingggg suara ponsel annchi berdering menghentikan ciuman mereka, Annchi langsung melihat ponselnya,


" gavin is calling" baru akan di angkat Annchi, ponselnya di rebut oleh liu dan click liu mengangkat telfonnya


" ada apa?" tanya liu ketus


" ups, aku kira ini ponsel annchi, apa aku salah menekan nomor?" tanya Gavin, seketika itu Annchi merebut ponselnya dan berbicara pada gavin


" halo gave maaf ya, ada apa?" seru annchi panik


" apa aku mengganggu kalian?" tanya Gavin


"tidak kok, ada apa kau menelfon ku?"


" aku sudah mengecek schedule tempat yang kau inginkan, kau beruntung, tempat itu available untuk tgl pernikahanmu"


" hah? benarkah?terimakasih gave, aku akan mengabari WO secepatnya" seru Annchi sambil menutup telfonnya


" aku tidak tahu kau berencana menikah di resort pria itu"


" bagaimana mau tahu, kau selalu sibuk dengan pekerjaanmu"


"baiklah ayo kita pulang" seru Liu sambil menarik tangan Annchi masuk ke mobil.


Saat itu jalanan sangat lengang, entah kenapa sepi sekal, hanya ada beberapa mobil yang lewat, sepanjang perjalanan annchi dan Liu bercerita satu sama lain, tiba-tiba seorang anak kecil lompat ke depan mobil mereka, refleks Liu menginjak pedal Rem dan berhenti


" HEI BOCAH KAU MAU MATI?" seru Liu emosi, Anak itu perlahan mendekati kaca mobil Liu, liu membukanya


" tuan, tolong bantulah aku, ibuku ingin melahirkan adiku, tidak ada satupun yang bisa menolongku" seru anak itu, Annchi menatap anak itu,


" bukankah kau Xiaolan?" tanya Annchi


" be..benar nona, apa kau mengenalku?"


" aku yang tempo hari membeli semua kue mu apa kau ingat?"


" ah ya,,, nona annchi, nona tolonglah aku, bantulah ibuku"


" oke, masuklah, tunjukan aku dimana rumahmu, kita bawa ibumu ke rumah sakit" seru Annchi, akhirnya mereka pergi ke rumah xiaolan dan membawa ibunya kerumah sakit untuk melahirkan. Annchi mencoba menenangkan sang ibu yang sedari tadi merintih ke sakitan, sesampainya di rumah sakit, dokter segera mengambil tindakan.


Mendengar suster tadi berbicara, wajah Xiaolan langsung murung dan menarik baju annchi


" nona, bagaimana ini, kami hanya keluarga miskin, bagaimana kami harus membayar operasi ibu?" tanya xiaolan dengan mata berkaca-kaca,


"xiaolan, kau tak perlu memikirkan biaya apapun, biar kami yang membayarnya, yang penting ibumu dan adikmu selamat dan sehat ya" seru annchi tersenyum sambil mengelus kepala xiaolan


" benarkah? terimakasih nona, kau benar-benar berhati malaikat" seru Xiaolan memeluk Annchi, tak berapa lama Liu datang menghampiri


"sudah ku tangani, kau tak perlu khawatir ibumu dan adikmu akan baik-baik saja" seru liu pada xiaolan


"terimakasih tuan atas bantuanmu"


" nona ann, terakhir kali aku bertemu denganmu pacarmu bukan yang ini, apa kau sudah putus dengannya?" tanya xiaolan, mendengar pertanyaan Xiaolan, wajah Annchi langsung berubah menjadi wajah cemas, dia perlahan mendongakkan wajahnya ke arah Liu yang berdiri tepat di depannya, Wajah liu tiba-tiba sangat serius dan dingin.


" ha? oh tidak, om kemarin itu bukan pacarku, sudah ku katakan dia boskukan"


"aku tak berfikir kau memiliki bos selain ayahmu ann" tanya Liu ketus


" kenapa kau tak pacaran dengan bosmu saja? dia sepetinya lebih baik dari om ini nona" seru Xiaolan, mendengar itu Annchi langsung menutup mulut Xiaolan dengan tangannya


" xiaolan, jangan bicara lagi ya, om ini juga baik kok, sudah jangan bicara , bagaimanapun om inilah yang menanggung biaya rumah sakit dan menolong ibumu kan, hehehe" seru annchi dengan tertawa canggung


" aku ingin bicara denganmu, kau bocah tunggulah di sini sampai kami kembali" titah liy sambil menarik tangan Annchi ke taman rumah sakit.


" liuuuuuu, sakiiiiittt,kau tak perlu marah, dia hanya anak kecil" seru anchi sambil melepaskan genggaman tangan Liu


" saat itu kau bersama siapa? sedang apa? kenapa bisa bertemu dengan anak itu?" tanya Liu panjang lebar


" saat itu aku hanya sendiri mencari makan siang, tak sengaja bertemu dengan xiaolan sedang menjual kue , karena kasihan aku membeli semua kuenya, ternyata tak sengaja bertemu gavin yang kebetulan lewat, melihatku di pinggir jalan akhirnya dia berhenti dan menghampiriku, kenapa kau cemburuan sekali sih?"


" memangnya salah aku cemburu, bagaimanapun aku calon suamimu, mulai sekarang kau tak boleh makan siang diluar selain denganku, oke?" seru liu sambil mendekap annchi


" hufh kau ini kekanak-kanakan sekali, ayo kembali, kasihan Xiaolan sendiri" seru Annchi sambil beranjak pergi


1 jam berlalu sejak ibu Xiaolan di operasi, akhirnya operasinya berhasil, seorang dokter menghampiri Liu,Annchi dan Xiaolan yang menunggu di depan kamar operasi.


"bagaimana dok keadaan ibu dan anaknya?" tanya Annchi


" mereka sehat, keduanya selamat, mereka sudah di pindahkan keruang perawatan" jawab dokter


" ah halo apa kabar tuan Liu? bagaimana kabar istrimu?" seru Dokter itu sambil menyodorkan tangannya kepada liu, mendengar itu annchi langsung kaget dan heran


" dok, apa kau salah mengenali orang?" tanya annchi pada Dokternya,


" istriku baik-baik saja dok bisa kau lihat sendiri kan!" seru liu sambil menatap tajam ke arah si dokter seperti memberi isyarat si dokter untuk menutup mulutnya


" oh ya.. hehe.. syukurlah nona baik-baik saja, baik saya permisi dulu" seru dokter itu sambil melangkah pergi dengan wajah bingung.


Annchi masih menatap kepergian dokter itu dengan wajah yang bingung


" liu, apa maksud dokter kandungan itu? kenapa dia tanya tentang istrimu? dan kenapa kau bilang aku istrimu? kita belum menikah"


" dia teman ayahku, beberapa kali bertemu aku menceritakan tentang mu, hanya saja aku berbohong padanya mengatakan kau adalah istriku" seru Liu mengarang cerita


" aghh bodoh aku lupa ini adalah rumah sakit dimana xiauwen sering kontrol" batin Liu


" benarkah begitu? kenapa kau seperti menyembunyikan sesuatu?" tanya Annchi curiga


" aku tak menyembunyikan apapun, sudah ayo kita lihat ibu dan adik xiaolan" seru liu sambil menarik tangan Annchi dan xiaolan


" kenapa aku merasa dia sedang berbohong?" batin annchi sambil melangkah menuju ruang perawatan.


***


DEAR LOVELY READERS JANGAN LUPA VOTE NOVEL INI YAA via Noveltoon,, trimakasih 🙏😆