
1 tahun berlalu, semuanya berjalan dengan baik-baik saja, Annchi sekarang tinggal di rumah mewah di kawasan elit di kota Yonsang, Rumah itu sengaja di beli oleh Liu untuk Annchi, Liu benar-benar sangat memanjakan istrinya, mungkin untuk membalas air matanya saat sebelum menikah dulu
Liu masih sangat manis sudah 1 tahun pernikahan mereka dia semakin romantis, Annchi tak banyak datang ke kantor hanya beberapa kali dalam seminggu, karena Yizhen meminta Liu yang mengurus perusahaannya sebagai menantu laki-laki, akhirnya perusahaan Yoshan di kendalikan penuh oleh Yongji lagi.
Pagi itu annchi datang ke kantornya karena bosan ada di rumah. Kedatangan Annchi tak di sadari Gio
" selamat siang Gio" seru Annchi tersenyum saat melihat Gio sedang sibuk dengan pekerjaannya tak menyadari Annchi datang
"eh.. nona ann,, selamat datang nona, maaf aku tak menyadari kau datang" seru gio panik
" haha, kenapa kau cemas begitu, dimana bosmu?"
"ini dia ada di depanku sekarang(maksdnya annchi) huhuhu, aku rindu bekerja denganmu ann" wajah Gio sendu
" haha aku istri bosmu sekarang,,memangnya kenapa kau bekerja dengan Liu?"
" dia gal....."
" aku kenapa?" tanya Liu dari arah belakang Gio, seketika Gio memutar balik tubuhnya menghadap Liu, wajah Liu seperti biasa sangat sangat dingin
" ti..tidak tuan Liu hehe"
" gal... apa gio? galak kan maksudmu? haha" goda Annchi
" nona ann kau ini, huh" wajah Gio kesal memandangi annchi
" Gio apa kau tahu berbicara buruk di belakang bosmu apa konsekuensinya?" seru Liu dingin
" nona ann tolong bantu aku ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜" seru gio berbisik pada annchi
" sudahlah Liu kasihanilah asistenku ini, hehe"
" dia sekarang sudah menjadi asistenku ann, dan kau berterima kasihlah pada Istriku ini, aku takan menghukumu"
" ba..baik tuan, kepada yang terhormat nona muda annchi, aku berterimakasih padamu, hiks hiks" mendengar ucapan Gio annchi langsung tertawa
" haha, iya sudah, Gio kau keluarlah sebentar aku ingim bicara dengan bosmu"
" baik nona"
" ada apa kau mencariku ann?" seru Liu sambil tersenyum
"kau tidak ingat hari ini?"
"hari senin" jawab Liu spontan
" tanggal berapa ini?"
" 22 "
" yasudah kalau begitu, aku pulang" seru Annchi dengan wajah kesal, baru beranjak selangkah tangannya di tarik oleh Liu dan mencium bibir annchi
" hiiihhh, kau ini kenapa, ini di kantor" seru annchi sambil melepaskan ciuman liu
" memangnya kenapa? aku suamimu dan ini kantor mu" seru liu ingin melanjutkan ciumannya namun di tepis Annchi
" aku pulang" seru annchi kesal
" nanti malam datanglah jam 7 di restoran Ui plaza hotel,aku juga sudah meminta asisten mu memberikan gaun yang aku pesan, ambilan di mejanya" mendengar apa yang di katakan Liu ia menghentikan langkahnya dan memutar balik tubuhnya.
" kau ingat? huh aku pikir kau lupa" seru annchi sambil setengah berlari ke dekapan Liu
" mana mungkin aku lupa momen bersejarah kita, happy anniversary sayang, trimakasih untuk 1 tahun yang hebat ini" seru Liu sambil mencium istrinya.
" kau ini memang menyebalkan, happy anniversary juga sayang"
" kau mengacaukan rencanaku memberi kejutan dgn kau kemari"
" memangnya tidak boleh kemari?"
" boleh sayang, cup" cium liu di kening annchi
" baiklah aku ambil gaunku dan pulang, sepertinya kau sibuk juga, bye honey" seru annchi mencium pipi suaminya dan melangkah pergi bertemu Gio di mejanya
" Gio, mana gaunku?"
" lah kenapa? bukankah perusahaan ini berkembang sangat baik di tangan Liu?"
" suami mu galak sekali ðŸ˜ðŸ˜"
" hihi, nanti akan aku sampaikan agar kau naik gaji ya"
" benarkah, wah kau peka sekali hihi, ini gaun mu"
"huh dasar, kau tak juga berubah Gio, aku juga rindu bekerja denganmu "
" maka dari itu kau kembalilah ke perusahaan ini"
" tidak bisa, ayah melarangku"
" oh begitu ya baiklah"
" oke, aku pulang dulu, gio semangaaattt!!!"
" se-ma-ngatt!!" Gio mengepalkan tangannya dengan wajah lesu mengiringi annchi pergi.
"sepertinya annchi bahagia di samping Liu, sepertinya 1 th ini berjalan dengan baik, tapi bom waktu itu masih berjalan, seharusnya nona xiauwen juga sudah melahirkan, seharusnya anaknya sudah 1 th lebih" batin Gio
***
Sesampainya di rumah, Annchi di sambut oleh Bibi Yan.
" selamat datang nona ann, apakah nona ingin makan atau beristirahat?!"
" aku tidak lapar bi, aku ingin pergi ke ruang kerja ku saja"
" baik nona"
Karena sering merasa bosan, annchi sering datang ke ruang kerjanya untuk mendesign baju-baju cantik, ia sering memberikan design baju itu kepada liu untuk pertimbangan mungkin bisa di produksi masal, karena perusahaannya memang bergerak di bidang fashion. Hampir seluruh hasil design yang di buat Annchi selalu menjadi best seller, tapi hal ini tak membuat liu senang, karena ia tak ingin annchi kelelahan, karena beberapa waktu Liu pernah memergoki Annchi menggambar hingga tertidur di ruang kerjanya.
saat ia duduk di meja kerjanya ia teringat gaun yang di siapkan Liu, dengan penasaran ia membuka kotak gaun itu. Terlihat gaun yang sangat indah, berwarna deep blue dengan aksesen manik-manik keluaran designer ternama
" wow baju ini indah sekali, seleranya tak pernah buruk" batin Annchi tersenyum memandangi gaunnya, jam berlalu dengan cepat, sudah hampir jam setengah 7, Annchi sedari tadi sibuk dandan untuk acara malam ini, beberapa kali Liu menghubunginya mengingatkan jangan sampai terlambat.
--restaurant Ui plaza hotel--
Annchi datang dengan balutan gaun yang indah yang Liu berikan, memasuki restoran tersebut Annchi di sambut seorang pelayan
"selamat malam nona, reservasi atas nama siapa?"
" annchi atau Liu Yoshan" mendengar nama Liu Annchi langsung di antar ke sebuah ruang VVIP dengan view restoran yang sangat menakjubkan, disanakau bisa melihat pemandangan kota dari atas dengan dekorasi yang super cantik, pelayan itu mengatakan Liu lah yang memesan dekorasi untuk malam ini. Annchi tersenyum senang
" tuan liu pasti sangat mencintai anda ya nona hingga ia mengatur sedemikian rupa tempat ini hanya untuk anda" puji Pelayan tadi sambil menghidangkan segelas wine
" mungkin paman" jawab annchi sambil memandangi pemandangan di sana, tak berapa lama Liu datang dan mencium kening annchi
" kau sudah datang, menunggu lama?" tanya Liu tersenyum sambil duduk di hadapan Annchi, pemandangan Indah disana tiba-tiba menjadi biasa saja saat melihat Liu di hadapannya.
"hampir 2 tahun aku mengenalnya , setiap kali melihatnya setampan ini aku bahkan seperti tak bisa mengedipkan mataku, aku akui dia tampan sekali" batin Annchi
" tidak, aku juga baru sampai" seru Annchi tersenyum
" kau terlihat sangat sangat cantik dengan baju itu, Gaun itu aku rancang khusus untukmu, apa kau suka?"
" apa? kau merancang gaun ini hanya untuk ku? so sweet honey" seru Annchi berbunga- bunga, melihat Annchi begitu senang Liu mengusap kepala annchi lembut
" kau pantas mendapatkan yang terbaik, aku sudah berjanji pada ayahmu untuk selalu membahagiakanmu, oia aku punya 1 kejutan lain untukmu" seru Liu sambil mengeluarkan kotak panjang berisi kalung berlian dan memakaikannya di leher annchi.
Hati Annchi malam itu penuh sesak dengan kebahagiaan, hatinya benar-benar meleleh untuk Liu.
" trimakasih liu" ucap Annchi
" ini tidak gratis ya"
" hah? oke apa yang harus aku lakukan untuk membayar ini?"
" tentu saja membayarku di ranjang" seru Liu mengedipkan 1 matanya, membuat annchi tersipu malu.
"