
Mobil Yongji melaju dengan kecepatan tinggi, fikirannya tak bisa lepas dari membayangkan wajah jisoo dan anaknya, beberapa saat kemudian sampailah Yongji di kediaman keluarga Yoshan dan di sambut paman Choi
" selamat datang tuan yongji, Tuan besar menunggu anda di ruang buku" seru paman Choi
" baik paman, aku kesana" seru yongji
sesampainya di depan pintu ruang buku, Yongji berhenti sejenak, menyiapkan mentalnya, memantapkan hatinya. Kemudian dia membuka pintu ruang buku. Ia melihat Genji sedang memandang langit balik kaca.
" kau sudah datang yongji" seru Genji sambil berbalik badan dan tersenyum ke arah Yongji
"iya ayah, bagaimana kabarmu yah?" tanya Yongji
" aku sangat baik, aku sudah dengar kau membawa jisoo dan anak-anaknya ke apartemenmu"
" mereka anak kandung ku yah, ini buktinya" seru yongji sambil menyodorkan bukti hasil test DNA kepada genji
" Apa rencanamu?" seru Genji
" aku ingin kalian menerima Jisoo dan anakku masuk ke keluarga kita" sahut Yongji , Genji mendengar itu terdiam, terlihat wajahnya berfikir, tidak ada kesan marah di wajahnya, Genji memang tipikal ayah yang sangat tenang. Tiba-tiba suara pintu terbuka, di lihatnya sosok ibunya ceily masuk ke dalam ruangan dengan wajah ketus.
" ibu tidak setuju Yongji, kau tahu keluarga kita sangat di sorot media, bagaimana bisa kau memasukan orang tak berpendidikan dan dari keluarga miskin masuk ke keluarga kita, bagaimana pendapat orang-orang nantinya??" seru Ceily dengan wajah emosi
" bu, bagaimanapun Jisoo melahirkan anak ku, aku tak mungkin membuangnya begitu saja, anak ku berhak mendapatkan kehidupan dan pendidilan yang layak!!!"
" cukup Yongji!! kau tak pernah membangkang pada ibu!!" jawab ceily
" bu apa kau tak punya perasaan??? kau membayar orang untuk menikahi jisoo dan membiarkan cucumu memanggil orang lain ayahnya, pendidikan seadanya dan kehidupan sederhana! mereka adalah anak ku!! penerus bisnis Yoshan group!" seru Yongji mulai emosi
"kau bisa membuat anak lagi dengan wanita bermartabat dan dari keluarga terpandang, bahkan lebih cantik di banding Jisoo, akan ku pilihkan wanita baik untuk mu!" seru Ceily
" ibu cukup!!! yang aku inginkan jisoo bukan wanita itu, bu mengrtilah, aku tak mungkin hidup bergelimang harta sedangkan anakku hidup seadanya!" seru Yongji
" Yongji cukup! aku mengerti, akan ku fikirkan baik-baik solusi masalah ini, pergilah, sementara jisoo dan anaknya biarkan dia di apartemen mu sementara" seru Genji tenang
" baik , trimakasih ayah" jawab Yongji, mendengar itu Wajah ceily masam. Yongji langsung beranjak dari ruangan itu.
"genji, kau harus benar-benar memikirkan masalah ini, bagaimana mungkin jisoo masuk ke kelusrga kita! aku sudah berusaha keras untuk mengembunyikan mereka, jika pada akhirnya semua ini terbongkar, ini akan jadi masalah besar!" seru Ceily emosi
" menurutku ini bukan masalah besar, benar kata Genji, anak-anak itu bagaimanapun anak biologis Yongji, mereka cucu kita, membiarkan jisoo menghilang lagi tidak akan membuat Yongji diam saja, tentu dia akan memberontak, masalah ini akan menjadi guncangan besar perusahaan, ketidak stabilan Yongji akan berdampak pada kinerja perusahaan, jika perusahaan terguncang akan berpengaruh pada pendapatan perusahaan" seru Genji, mendengar itu ceily terdiam, apa yang di sampaikan Genji masuk akal.
" bagaimana kalau Liu yang menggantikan Yongji sementara?" tanya ceily
" Liu berbakat, tapi masih terlalu muda, keputusannya masih belum sekuat Yongji" jawab Genji
" tapi aku takan menerima Jisoo selamanya masuk ke keluarga ini!" jawab ceily meninggalkan Genji dengan marah.
*** apartemen Yongji
" apa ini mimpi? apa aku pantas menjadi nyonya Yongji? ya tuhan, bangunkan aku jika ini mimpi, terlalu indah untukku" seru Jisoo
tiba-tiba Yongji berdiri di sampingnya, Jisoo tersentak kaget.
"mimpi ini harusnya sudah menjadi nyata 4 tahun lalu, kau harusnya sudah menjadi nyonyaku sejak dulu" seru Yongji menatap Jisoo dan menciumnya lembut
" jika aku pantas menjadi nyonyamu, sejak dulu sudah terjadi, karena tidak pantas , sampai hari ini aku masih bermimpi" seru Jisoo tersenyum
" aku akan membuat mimpimu jadi kenyataan" seru Yongji
" kau sudah makan?" tanya Jisoo
" belum, bagaimana dengamu?" tanya yongji
" aku menunggumu" seru Jisoo.
akhirnya mereka turun ke dapur untuk late dinner.
***
2 minggu berlalu sejak kejadian itu, Annchi dan Liu sudah sidang dan di nyatakan lulus, anchi meraih predikat A dan Liu mendapatkan predikat cumlaude. Semua orang di kampus tahu Liu berhak mendapatkan predikat cumlaude itu.
" hei annchi aku lulus cumlaude dongg!!" seru Liu menggoda annchi, wajah annchi tiba-tiba masam
" oke oke, aku kalah, kau jangan sombong didepan ku, itu menggelikan" seru Annchi cemberut
"semua orang tahu aku berbakat, tidak seperti kamu hahaha" tawa liu pecah
" ya oke aku mengaku kalah, kalau kau terus menggoda ku, baiknya aku pergi, aku malas mendengar kenarsisanmu itu" seru Annchi sambil melangkah pergi,,
"wew jangan marah dongg, aku traktir dehh gimana?" tanya Liu
"oke, berhubung aku di traktir aku akan pilih makanan paliiiing mahal" seru annchi
" okee siapa takut, kamu minta restorannya aku beli pun aku mampu" seru Liu sombong
" horang kaayya,,, yang mampu itu keluargamu, jangan sombong!" seru Annchi
" heits kau tak ingat aku punya perusahaan ku sendiri, yang aku bangun dengan modal ku sendiri, ya belum cukup besar sih di banding perusahaan kak yongji, tapi hasilnya sudah cukup membiayaimu dan anak kita kelak" senyum liu sambil mengedipkan satu matanya dan mengangkat tubuh annchi
,,mendengar perkataan Liu wajah annchi merona, sepertinya hatinya mulai luluh dengan Liu. Annchi merasa di dekat Liu menjadi sangat menyenangkan, sikap Bossynya perklahan hilang, ia mulai bisa menerima segala di diri Liu.