
"masakanmu enak kak, rasanya seperti ingin belajar darimu" seru Annchi tersenyum pada Jisoo
" benarkah? aku jadi tersanjung" jawab jisoo
"kau tau ann, kak Yongji menyukai kak jisoo karena masakannya juga, setiap Yongji sakit, ia akan meminta di antarkan ke sini hanya untuk dia dapat memakan bubur buatan kak jisoo" seru Liu
" kau berlebihan Liu" sahut Jisoo dengan wajah memerah
" dia tidak berlebihan, Liu benar" sahut Yongji dari pintu, semua orang tercengang, apalagi Jisoo, wajahnya seperti panik Yongji datang.
"kak yongji, bagaiaman kau tau aku di sini" seru Liu bingung
" aku ini kakakmu, apa aneh sekali?" sahut Yongji sambil mengambil tempat duduk di samping Jisoo
" apa kabar Yongji, lama tidak bertemu" seru Jisoo
" aku baik, kau selalu cantik tidak pernah berubah" jawab yongji singkat, Liu dan Annchi saling menatap, seperti tahu apa yang harus mereka lakukan.
" aku sudah selesai makan kak, aku ingin duduk di tepi pantai, apa kau mau ikut ann?" seru Liu dan di jawab anggukan annchi
" kalian tak perlu meninggalkan kami, tetaplah di sini" jawab jisoo semakin panik, tapi tangan Jisoo di genggam Yongji, memberi isyarat untuk membiarkan mereka. Yongji melirik kepada Liu seperti mengisyaratkan untuk mereka pergi. Setelah Liu dan Ann pergi. Yongji menatap wajah Jisoo dalam-dalam
" kenapa kau tiba-tiba kesini?" seru jisoo
" tentu karena aku khawatir dengan Liu dan Ann" sahut Yongji
" benarkah? aku kira Liu sudah dewasa dan dia juga membawa calon istrinya" seru Jisoo
" berhentilah berpura-pura lagi! " sahut Yongji dengan suara menindi
" berpura-pura apa?" jawab jisoo, sambil menarik tangan Jisoo, Yongji mendekap tubuh Jisoo. Jisoo terpaku di pelukan Yongji
" kau tau apa yang seo lakukan di belakangmu, semua orang tau apa yang dia lakukan padamu, kenapa kau tetap bersamanya?" sahut Yongji
" karena aku mencintainya yongji, harusnya kau tau dia suamiku" seru Jisoo
" seo adalah pria yang kau cintai di mulutmu, dan aku adalah pria yang kau cintai di hatimu" seru Yongji,
"jisoo, jujurlah padaku, clara dan leo adalah anakku kan?" tanya Yongji melepas dekapannya dan menatap Jisoo tajam
" jangan bicara sembarangan, mereka anak Seo!"
" jangan berbohong padaku, sejak kejadian di pulau itu, beberapa bulan kemudian kau tiba-tiba menghilang, karena kau menghilang aku sibuk mencarimu dimanapun, hingga akhirnya aku putuskan pergi ke luar negeri untuk sekolah. Disana tiba-tiba aku mendengarmu menikah dengan Seo! KAU TAU TIDAK SEBERAPA HANCURNYA AKU SAAT ITU?" bentak Jisoo, tangan Yongji mencengkram kengan Jisoo kuat-kuat.
" beberpaa tahun berlalu aku masih belum bisa melupakanmu, terus menyelidiki masalah ini diam-diam, sampai akhirnya aku tau apa yang seo lakukan di belakangmu dan kepadamu!" seru Yongji, air mata Jisoo tak terbendung lagi
"yongji, berhentilah sampai sini, kisah kita sudah berakhir beberapa tahun lalu, jalani saja hidupmu saat ini, dan aku akan menjalani hidupku" seru jisoo
" tinggalkan seo dan hiduplah bahagia bersamaku , ku mohon!" seru Yongji
" apakah clara dan leo adalah anak ku?" tanya Yongji, Jisoo terdiam
" baik jika kau tak juga menjawabku jujur, aku akan mencari tahu sendiri!" seru Yongji meninggalkan jisoo, air mata jisoo lebih deras mengalir
" jikapun itu anakmu, apa yang bisa aku lakukan? aku tak mungkin berharap kau mmbertanggung jwb atas mereka aku ingin kamu bahagia yongji" batin Jisoo
setelah Yongji pergi dengan kesal, Liu dan Ann segera menghampiri Jisoo, Melihat Jisoo menangis, Annchi langsung memeluknya. Tangis jisoo semakin dalam
" kau kenapa kak? apa kak yongji menyakitimu" tanya Annchi
" tidak, akulah yang menyakitinya" seru jisoo, Annchi yang heran, melirik ke arah Liu, Liu mengangkat bahunya isyarat tidak tahu.
---- di kantor yongji----
Yongji memasuki ruangannya dengan wajah merah padam, paman choi dan ana merasakan emosi Yongji yang tinggi.
" paman choi, selidiki DNA dari anak-anak ini" seru Yongji sambil menyodorkan plastik berisi beberapa helai rambur dari leo dan clara
" baik tuan" jawab paman choi
" aku ingin tau hasilnya secepatnya!" seru Yongji.
" aku tidak akan melepaskanmu untuk yang kedua kalinya jisoo, tidak akan lagi aku biarkan si brengsek seo itu menyakitimu lagi" seru Yongji
****
" kak, apa hubungammu dengan yongji?" seru ann
" aku tak punya hubungan apapun dengannya Annx hanya saja kami pernah dekat sekali" jawab jisoo
" apa kau mencintainya? kenapa tak bersamanya?" tanya Annchi
" ann, di dunia ini kadang cinta saja tidak cukup, aku sadar posisiku, menumbuhkan cinta untuknya akan seperti sedang menanam racun untuknya" jawab Jisoo
"seseorang pernah berkata padaku, jika kita kira melepaskan seseorang untuk membiarkannya bahagia dan hanya karena takut menyakiti orang lain itu adalah kesalahan karena membuangnya hanya akan membunuhnya berulang-ulang" seru Annchi mengulangi perkataan shin
" tapi membiarkan orang yang kau cintai mati karena cintamu juga adalah kesalahan, aku memilih melepaskan Yongji, aku fikir sakitnya akan segera tergantikan dengan banyak wanita di sampingnya" sahut jisoo
" mungkin ini yang membuat kak yongji seliar ini kepada gadis-gadis kak, dia mendapatkan tubuhmu tapi tak mendapatkan hatimu, dia mencari bayanganmu di setiap wanita yang di temuinya, tapi nyatanya tak seorangpun bisa menggantikanmu di hatinya"
" aku memilih membiarkan air berjalan sesuai arusnya, melawan arus itu sangat melelahkan ann"
" tapi hanya ikan mati yang berjalan mengikuti arus kak, kau juga berhak bahagia"
" aku sudah bahagia melihatnya tak kehilangan apapun dan melihatnya hidup nyaman, bersamaku, dia akan kehilangan semuanya" seru jisoo
" benarkah yang jisoo katakan? ini persis seperti aku dan shin, semakin shin berada di sisiku aku akan terus menyakitinya, apa aku harus melakukan hal yang sama dengan jisoo? apakah itu sesuatu yang bijak? mungkin aku harus benar-benar bersama liu, kak shin pantas bahagia" batin annchi