
setelah beberapa jam, Liu akhirnya siuman begitu juga annchi.
Saat terbangun, Liu melihat ayah dan ibunya berdiri di sampingnya, wajah mereka sumringah, penuh senyuman
" kalian kenapa bisa ada di sini?" tanya Liu
" tentu saja karena istrimu mengabari kami, jadi kami langsung kemari"
" lalu kemana annchi? apa dia baik-baik saja?"
" istrimu karena terlalu panik, sesampainya kami datang ia jatuh pingsan, saat ini ia masih dalam perawatan"
"APAAAAH? dimana dia sekarang? aku mau melihatnya!" Liu bangkit berdiri, rasa sakit di perutnya ia abaikan, terlihat darah segar mengalir dari bekas jahitannya, sesekali terlihat wajahnya menahan sakit di perutnya. Melihat Liu kesakitan Genjin dan Ceily mencegahnya
" Liu kau jangan keras kepala, kondisimu masih lemah, nanti saja kau melihatnya!"
" tidak ayah, aku mau melihatnya"
" baiklah aku akan meminta seseorang membawakan kursi roda untukmu" seru Genji sambil menggelengkan kepalanya melihat kekhawatiran Liu.
tak menunggu lama, seorang perawat membawakan kursi roda untuk Liu dan akhirnya mereka mengantarkannya ke bangsal dimana Annchi di rawat. Sesampainya di sana, annchi melihat
Liu datang segera berusaha bangkit namun ia merasakan perutnya sakit jadi terduduk lagi, melihat itu Liu seketika berdiri mencegah annchi memaksakan diri, ia seakan tak memperdulikan rasa sakit di perutnya.
" ann, jangan banyak bergerak, nanti tambah sakit" seru liu, annchi seketika memeluk Liu, air matanya jatuh bercucuran
"kau lah yang harusnya jangan banyak bergerak, lihat lukamu, huhuhu, aku pikir kau akan mati, huhuhu"
" sudah jangan menangis lagi, aku tak apa-apa kau lihatkan" senyum Liu
" bagaimana kondisimu dan kandunganmu? apa baik-baik saja?" tanya Liu
" kau tak perlu khawatir, mereka baik-baik saja" sahut Yizhen dengan senyum mengembang di wajahnya
" selamat ya Liu, kau berhasil menghamili anakku, haha" tawa semua orang pecah mendengar perkataan Yizhen, wajah Liu dan Annchi mendadak merah.
" bagaimana mungkin kalian menyembunyikan ini dari kami, ini kan berita besar" seru Faliu
"maaf bu, bukannya bermaksud menyembunyikan, tapi janinku masih terlalu muda, aku menunggu 1-2 bulan lagi baru akan memberitahu kalian, tapi ternyata kalian malah tahu lebih dulu karena kejadian ini"
" aku sangat berterimakasih padamu Liu, kalau kau tak melindungi Annchi dengan baik mungkin hal buruk sudah terjadi padanya, kau benar-benar pria sejati!!"
"aku sudah berjanji padamu yah, aku akan menjaganya"
"oke, aku tahu pasti kau di balik ini semua wen, pertunjukan mu sudah di mulai ya? baiklah, aku takan berpura-pura untuk berada di sisimu lagi, sekarang tugasku hanya melindungi annchi dan anakku" batin Liu.
Lamunan Liu terpecah ketika mendengar tuas Pintu di buka. Semua mata di ruangan itu langsung tertuju ke pintu masuk. 2 anak kecil mengintip dari luar, perlahan masuk dengan membawa sebuah parcel buah, siapa lagi kalau bukan Clara dan Leo, di belakang mereka ada Jisoo dan Yongji tersenyum dan menyapa semua orang di sana.
" halo tante annchi dan om Liu, kami membawa buah untuk kalian" seru Clara dan Leo menyodorkan parcel itu kepada Liu.
" halo clara dan Leo, aku sudah lama sekali tak melihat kalian, kalian sudah besar ya" seru Annchi mengusap kepala clara dan Leo dengan senyuman.
" annchi, Liu bagaimana keadaan kalian? kami mendengar kejadian di dufan, langsung datang kemari" ucap jisoo
" aku baik-baik saja kok kak, Liu juga baik"
" Liu, dengan luka seperti itu, apa kau benar-benar baik saja? ayo aku antar kau kembali ke kamarmu" tanya Yongji, Liu tau apa yang Yongji maksud.
" baiklah, ann kau di sini baik-baik aku kembali ke ruanganku dulu, mah pah, bantu aku jaga Annchi ya" seru Liu kemudian naik ke kursi roda dan kembali kamarnya. Sesampanya di bangsal dan berbaring di kamarnya, Yongji mulai bicara.
"apa yang terjadi liu?"
" seseorang mengincar Annchi kak"
"rival Yizhen lagi?"
" bukan, tapi xiauwen"
"APA??? ba..bagaimana bisa Xiauwen ingin membunuh annchi?" tanya Yongji kaget,akhirnya Liu menceritakan pokok permasalahannya dari awal. Wajah terkejut Yongji semakin jelas, ia seperti tak percaya adiknya mengulangi kesalahan yang sama bahkan lebih buruk.
"huh, kenapa kau bisa sebodoh ini? aku kira dengan IQ mu kau akan pintar tapi aku salah, apa ayah tau masalahmu?"
" kau sadar tidak liu kau sedang menyeret bukan hanya Annchi dan kau, tapi kita semua dalam bahaya"
" iya aku sadar, maafkan aku"
" bagaimana jika Yizhen tahu masalah ini?rumit sekali liu, aku heran kau bisa sekuat ini menahan masalah seberat ini sendiri" tiba-tiba Yongji memeluk Liu, dan liu hanya tertunduk.
" kau percaya tidak kak anak itu mungkin bukan anakku?aku takan mungkin menghamili Xiauwen hanya dengan 1x menyentuhnya"
" meskipun itu mungkin terjadi tapi kecil kemungkinannya"
" apa kau punya rencana kak?"
" rencana satu-satunya mencari bukti kalau benar dia dalang di belakang ini semua"
" badai itu pasti akan segera datang, kedepannya apa lagi yang akan dia lakukan" batin Liu
****
di kediaman Xiauwen..
Mendengar Liu terluka, Xiauwen seharian ia mengkhawatirkan Liu, ia tak mungkin datang, tak mungkin menelponnya juga, bagaimanapun dia adalah satu-satunya orang yang paling mungkin akan mencelakakan Annchi, Liu juga sudah pasti menebak dialah pelakukanya.
"bagaimana ini? dipikirannya akulah pasti sagu-satunya tersangka! apakah itu artinya Liu takan mungkin datang kesini lagi? setidaknya untuk meimei? ada apa ini sebenarnya?" batin Xiauwen
tak lama ponsel xiauwen berdering
" halo" jawab Xiauwen
" wen, kau benar-benar manusia iblis" Mendengar suara Liu, xiauwen tersentak kaget
" Liu aku dengar kau kecelakaan, bagaimana keadaanmu?" tanya Xiauwen gugup
" apa kau berharap aku sudah mati?"
" kenapa kau bicara begitu? aku tak mengerti"
" kau pikir aku tak tahu kau membayar orang melukai annchi?"
" ka..kau bicara apa? kau salah paham liu, aku tak melakukannya!"
" baiklah, kau ingin bermain denganku? aku akan tunjukan cara mainya wen" telpon di tutup
" baiklah, jika kau ingin menunjukan cara bermainya, akan aku tunjukan siapa pemenangnya!!" batin xiauwen
"kau tak berfikir membunuhnya kan liu?" tanya Yongji yang sedari tadi mendengarkan percakapan kedua orang itu
" jika itu satu-satunya jalan akan aku jalani kak"
" jangan gegabah liu, membunuhnya bukan hal sulit tapi kelak kematian Xiauwen akan menimbulkan masalah baru, dia artis papan atas di sorot banyak pihak, kematiannya akan di selidiki banyak pihak, jika kau terendus bukan hanya kau yang hancur , nama baik keluarga dan perusahaan ikut hancur, kita harus menunggu langkahnya agar kita bisa menjebaknya"
" menunggu langkahnya? maksudnya menjadikan annchi umpan? kau gila???"
" bukan, bukan itu maksudku, berpura-puralah disisinya lebih lama lagi Liu, buat dia percaya kau takut padanya, dengan begitu sementara waktu annchi dan anakmu aman kau juga bisa leluasa memata-matainya kumpulkan semua bukti di rumahnya, baru kita bisa melaporkannya"
" ah sial, kenapa harus dengan cara begini untuk melenyapkannya!!"
" tidak ada pilihan lain liu! oia dan lagi, curilah beberapa helai rambut anak itu secara rahasia, untuk meyakinkan dia anakmu atau bukan"
" aku sudah pernah melakukan test DNA kak, hasilnya positif"
" aku akan cari tahu lebih lanjut dengan caraku, kau lakukan saja apa yang aku minta"
" baik lah" jawab Liu dengan wajah serius
" terimakasih kak, di saat seperti ini hanya kau yang bisa aku andalkan"
" anggap saja aku sedang membalas budi tentang jisoo beberapa waktu lalu, lagipula kita saudara, harus saling mengandalkan!!" seru Yongji sambil menepuk bahu adiknya