
Malam mulai menjelang, Annchi tengah bersiap-siap untuk menghadiri acara ulang tahun pernikahan yang di bicarakan ayahnya. Annchi terlihat begitu cantik berwarna merah, kulit putihnya semakin terlihat cantik.
"ann, Gavin sudah menunggumu di bawah" seru Faliu memasuki kamar annchi
"ya bu, aku akan segera turun"
"kau tampak cantik dengan gaun merah ini ann, apakah Liu juga akan datang?" tanya Faliu
"entahlah" wajah annchi berubah murung
"apa kau tak merindukannya?"
"kenapa kau terus membelanya bu?"
"karena ibu masih menyukainya, terlepas dari apa yang terjadi di antara kalian, aku masih menyukainya"
"benarkah? jika harus memilih gavin dan Liu, ibu akan pilih siapa?"
"tentu saja Liu, dia pernah mempertaruhkan nyawanya untukmu 2x ann, bagaimana denganmu?"
"huh.. bu.. entahlah" seketika annchi memeluk tubuh ibunya. Faliu seperti mengerti apa yang di pikirkan anaknya.
"hehe kemarin malam kau tak pulang, apa kau bersama Liu? apa terjadi sesuatu antara kalian berdua, hingga kau berubah pikiran?"
" ti..tidak..he..he..baiknya aku segera turun, gavin menungguku"
"hemmm, jadi seperti itu ya, membatalkan perceraianmu belum terlambat ann"
" sudah ku lakukan, tapi ayah menentangku bu"
"benarkah?? apa kau yakin kau akan kembali dengan Liu ann?"
" entahlah, tapi aku merindukannya bu"
"baiklah, ibu mengerti, ibu akan bicarakan ini dengan ayahmu, turunlah, gavin menunggumu"
"baiklah bu" akhirnya Annchi berjalan meninggalkan faliu dan menuruni tangga, ia melihat Gavin sedang menunggunya, tersenyum melihat annchi, dengan tatapan terpesona ia mengulurkan tangannya menyambut annchi, annchi meraih tangan gavin ragu-ragu.
"kau cantik dengan gaun itu ann"
"kau berlebihan gave" annchi tersenyum canggung
" oke, baiknya kita berangkat, sudah hampir terlambat"
"baiklah"
Annchi dan gavin memasuki mobil dan berangkat menuju tempat acara. Beberapa kali Gavin menatap annchi, begitu juga annchi.
"ada apa gave? kenapa kau terus melihatku? apa ada sesuatu di wajahku?" tanya annchi
"tidak ada, hanya saja kau cantik ann"
"hehe.. jangan katakan itu lagi, nanti aku bisa terbang tinggi gave hehe"
"ann, apa kau ingat perkataanmu padaku saat kau mabuk kemarin?" annchi diam dan berpikir, ia tak ingat apapun
"perkataan apa? apa aku mengatakan sesuatu padamu?" tanya Annchi
"setelah kau menciumku, kau katakan kau menerima tawaranku, apa boleh aku menanggapinya serius ann?" mendengar itu, mendadak situasi di dalam mobil menjadi canggung, pipi annchi memerah setelah mendengar ia mencium Gavin.
" oh..ehm.. jangan kau anggap serius gave, aku sedang mabuk saat itu"
" ayahmu berharap kita bersama setelah perceraian mu, bisakah kau mencoba membuka hatimu untuku?"
" gave, ini terlalu cepat, bahkan perceraianku belum selesai, bisakah kau memberiku waktu lebih banyak?" tanya annchi
"baiklah" Gavin tersenyum hendak meraih tangan annchi namun annchi buru-buru menarik tangannya menjauh.
Sesampainya di sana, Gavin dan Annchi di sambut oleh banyak sekali tamu undangan, Acara yang sangat mewah untuk ukuran ulang tahun pernikahan, mengingatkannya saat ia dan Liu merayakan ulang tahun pernikahan pertamanya, siapa sangka itu adalah acara pertama dan mungkin terakhir kalinya. Wajah Annchi mendadak sedih. Gavin adalah salah satu tamu penting di acara tersebut, sehingga ia banyak bertemu dengan koleganya di sana. Gavin dan Annchi tak lupa memberi selamat pada richard dan istrinya, kemidian ia bertemu dengan presdir Fang yang menjadi Rival Ri.corp
"halo tuan muda Gavin, tak di sangka bertemu dengan tuan di sini" seru presdir fang
"selamat malam presdir fang, bagaimana kabar anda?"
"luar biasa tuan muda" kemudian presdir fang menatap Annchi di samping Gavin " bukankah ini nona muda Annchi, ternyata Yizhen memiliki putri yang cantik" sapa Presdir Fang
"terimakasih pujian anda presdir" Annchi tersenyum
" apakah proses perceraian anda sudah selesai nona ann? bagaimana nona bisa bersama dengan tuan muda gavin padahal masih berstatus istri tuan muda liu??" seru Presdir fang dengan wajah sinis pada annchi, annchi dan gavin terkejut dengan pertanyaan pria paruh baya di hadapannya. Buru-buru Gavin membela Annchi
"anda mungkin salah paham tuan, kami bersama sebagai partner bisnis, hubungan perusahaan ku dan annchi begitu baik, kami putuskan datang bersama" seru Gavin, tiba-tiba sebuah tangan meraih pinggan annchi, menariknya lebih dekat ke dalam pekukannya. Annchi seketika menoleh ke samping, dan ia mendapati Liu di sampingnya.
"wah ternyata anda presdir Fang, senang bertemu anda di sini" pandangan mata Liu beralih pada presdir fang, wajah pria paruh baya itu berubah heran.
"oh ya, tuan muda liu, anda juga di sini rupanya, senang bertemu denganmu, saya mendengar perkembangan webbricks belakangan ini, itu sangat mengagumkan" seru Fang
"terimakasih presdir fang atas pujiannya, terlalu berlebihan"
"nona ann, anda benar-benar beruntung nona di kelilingi pria-pria berbakat seperti tuan muda Gavin dan tuan muda Liu, sayang sekali pernikahan anda di ujung tanduk" sindir presdir Fang. Gavin mendengar itu hanya tersenyum sinis.
"ah itu berita lama tuan Fang, baru-baru ini kami memutuskan untuk rujuk, iya kan sayang" mendengar itu annchi dan gavin memandang Liu bersamaan.
"apa yang kau katakan itu liu!!" bisik annchi, Liu hanya tersenyum.
"wah, benarkah yang di katakan Liu? kenapa aku mendengar hal berbeda dari ayahmu siang tadi ann?" tanya Gavin pada annchi namun pandangan matanya mengarah pada Liu.
"a..aku..ti..tidak.." belum sempat Annchi menyelesaikan ucapannya, Liu buru-buru menyela.
"tentu saja ayah mertuaku belum mendengar berita bahagia ini, kalian orang pertama yang tahu berita ini" senyum Liu
"wah, luar biasa ini berita baik tuan muda liu, aku turut bahagia, baiklah nikmatilah malam kalian, saya pamit dulu" Sepeninggal presdir fang, situasi seakan berubah mencekam di antara mereka bertiga, terutama Liu dan Gavin, mereka saling melemparkan pandangan dingin.
"kau ini apa-apaan Liu, kapan aku bilang akan rujuk denganmu" seru Annchi melepaskan tangan Liu dari pinggangnya.
"aku kira yang kita lakukan semalam sudah menjelaskan bahwa kita akan rujuk ann" jawab liu sambil mencubit dagu annchi dengan senyumannya. Membuat pipi annchi memerah.
" benarkah yang di katakannya ann?bukankah semalam kau menerima tawaranku untuk berada di sisiku?" tanya Gavin menatap Liu tak kalah sini, situasi ini membingungkan untuk annchi
"apa-apaan para pria ini, bukankah aku sudah menjelaskan pada mereka masing-masing alasanku?" batin annchi
tak berapa lama, mengalun sebuah melodi yang indah, seorang MC meminta para undangan ikut berdansa. Secara bersamaan Liu dan Gavin mengulurkan tangannya pada Annchi, membuat annchi bingung.
"baiklah ann, pilihlah kau akan berdansa dengan siapa? aku suami mu atau bersama rubah di hadapanmu?" Annchi terdiam memandangi gavin atau Liu, Annchi berpikir sangat keras saat itu, ia baru akan meraih tangan Gavin, mata liu semakin tajam menatap annchi.
"hati-hati dengan pilihanmu ann, aku rasa kau akan berubah pikiran jika tahu siapa pria ini sebenarnya" mendengar perkataan Liu, annchi menghentikan gerakan tangannya.
"apa maksudmu Liu?" tanya Annchi heran
"apa maksudmu Liu? jangan mengarang cerita di detik-detik kekalahanmu" seru Gavin
" sayang sekali tuan gavin, kaulah yang akan kalah di detik-detik terakhir permainan ini" seru Liu pada Gavin, Gavin mentap Liu dengan pandangan heran
"haha, jangan bermulut besar dulu Liu, permainan ini belum usai, kita tidak tahu siapa yang akan menang"
"kalian hentikan!! apa yang sebenarnya kalian bicarakan? permainan apa yang kalian maksud?"
" ann, kau ingin tahu kebenarannya? pria di hadapanmu ini, bersekongkol dengan xiauwen sejak awal mereka menjebak ku untuk memisahkan kita, dia membantu xiauwen memalsukan hasil DNA anak itu yang membuatku terjebak di samping xiauwen selama ini, karena ulahnya kau salah paham padaku"
"hah, jangan sembarangan bicara liu, kau tak bisa menuduh seseorang seperti itu, aku tahu siapa Gavin dan orang seperti apa dia" bela annchi tak percaya
"ann, aku memiliki semua bukti dia dan xiauwen ada di belakang masalah kita, buktinya sudah ku kirimkan ke email kalian, lihatlah sendiri" tak menunggu lama, annchi dan Gavin raih ponselnya dan membuka file dari Liu. Betapa kagetnya annchi melihat bukti yang Liu berikan, Gavin tak kalah kagetnya.
"itu hanya sebagian bukti dariku tuan Gavin, sebagai informasi, aku juga memiliki banyak bukti kecuranganmu menjalankan perusahaanmu" seru Liu dengan wajah angkuhnya menatap Gavin
" ini tak bisa di jadikan bukti ann, ini bisa saja hanya karangannya untuk menfitnahku"
"benarkah? semua bukti ini ada dalam folder di ponselnya dan juga ada di komputer pribadinya saat ini, kau bisa mengeceknya sendiri ann, tapi jika itu di izinkan oleh rubah ini" wajah Gavin yang semula santai, berubah menjadi panik ketika melihat pandangan mata Annchi yang seakan menyiratkan ketidak percayaannya.
" benarkah ini semua gave? apa aku bisa memastikan sendiri lewat ponselmu?"
"ann.. kau jangan salah paham, aku bisa menjelaskan ini semua ann!!" Gavin meraih lengan Annchi, namun Liu menepisnya dengan cepat.
"kenapa kau tiba-tiba panik seperti ini?apakah yang di katakan Liu benar? apakah semua bukti ini benar?aku tak menyangka kau dan xiauwen merencanakan ini, jadi kejadian di cafe 1 tahun lalu itu hanya sandiwara kalian saja? " seru annchi dengan mata berkaca-kaca.
"ann maafkan aku, awalnya aku tak tahu rencana xiauwen, jadi aku memutuskan membantunya, tak ku sangka yang ia maksud adalah Liu dan saat itu aku baru tahu kau adalah tunangannya, aku tak bermaksud bersekongkol merusak kebahagiaanmu!" mendengar pernyataan Gavin, Air mata Annchi bercucuran dan seketika melangkahkan kakinya menjauh. Gavin hendak menyusul annchi namun lengannya di tahan Liu.
"Jika kau tak hentikan sandiwara ini, perusahaan dan image mu akan tamat di tanganku!!"
"hah kau benar-benar tidak peduli dengan perusahaanmu, kita lihat besok siapa yang akan tertawa"
"haha cabut saja saham mu itu gave, aku tak peduli dan perusahaan ayahku tak membutuhkannya lagi!" mendengar perkataan Liu, Gavin bingung, bagaimana bisa sahamnya tak berguna lagi,akan sulit mendapatkan investasi senilai yang dia berikan.
"benarkah tak berguna? mendapatkan pengganti investasi ku akan sangat sulit liu, jangan terlalu sombong"
" jangan merendahkan aku Gave, kau bisa cek sendiri penanam modal perusahaan ayahku saat ini, jangan lupa siapkan panadol" seru Liu tertawa sinis dan pergi menyusul Annchi.
Seketika Gavin membuka ponselnya dan mengecek apa yang di katakan Liu, matanya terbelalak ketika Nama Liu berada di jajaran pemegang saham, bahkan menjadi pemegang saham terbesar selain dirinya, bahkan jika ia mencabut sahamnya saat ini, itu tak berpengaruh apapun pada perusahaan yoshan. Gavin tersenyum sinis.
"baiklah, aku terlalu memandang remeh dirimu Liu"