ONE LAST TIME

ONE LAST TIME
Mercusuar



Setelah beberapa lama menunggu, Annchi akhirnya turun dari kamarnya, berbaju pastel, rambut terurai, cantik sekali.


Annchi melihat ke arah pria yang sedari tadi menunggunya


," beberapa hari tak melihatnya, dengan baju seperti itu, dia tampan juga" gumam Annchi dalam hati.


" hellowwww sadaaarrrr nonaaaa, kau seharusnya marah saat ini, bukan malah terkesima dengannya, sadarlah!!!" , perdebatan batin di hati Annchi mulai lagi.


"27 menit 30 detik, menunggu nona cantik memang membutuhkan kesabaran luar biasa ya" ucap Liu sambil menunjukan arlojinya, dengan tersenyum tipis.


" jangan cerewet, mari pergi!" gumam Annchi


" kami pergi dulu ya om" pamit Liu dan di jawab anggukan oleh ayah Annchi,


Sesampainya di dalam mobil, Liu mulai menyalakan radio, mulai terdengar suara wanita dengan suara merdu. Suasana begitu hening, situasi canggung benar-benar menyelimuti keduanya, Sesekali Annchi melihat Liu yang serius mengemudi.


" baru kali ini aku benar-benar memperhatikan wajahnya, benar-benar mempesona" gumamnya dalam hati.


" ehemm, sudah puas memandangiku nona?" tanya Liu tanpa melepaskan pandangannya ke arah depan


" e... e.. siapa yang memandangi mu, jangan narsis!" sontak Annchi membuang wajah ke arah samping, Liu hanya tersenyum mendengar jawaban Annchi.


Saat Annchi melihat ke luar kaca mobil, terlihat hamparan pantai nan cantik, pasirnya begitu putih dan lautnya terlihat jernih, titik-titik pantulan cahaya matahari terbenam menambah kesan dramatis.


" mau kemana kita?" Tanya Annchi penasaran


" nanti kau akan tau! yang jelas aku saat ini sedang berjalan-jalan di fikiranmu kan" jawab Liu menggoda Annchi


" kau selalu seperti inikah jika berdua dengan gadis lain?" tanya annchi tanpa melihat kearah Liu


" apa maksudmu?" tanya Liu


" apa setiap pria akan selalu menggoda gadis di dekatnya dengan kata-kata seperti itu? apa kau seperti ini juga bukan hanya pada ku?" tanya Annchi sambil membalikan wajah menatap Liu dalam


Tiba-tiba mobil Liu berhenti di sebuah villa besar, Villa keluarga Yoshan dengan View backyard tepat ke arah laut, di sanap begitu indah, Liu meminta Annchi turun dan segera menarik tangan Annchi ke arah Mercusuar dekat villa tersebut. Matahari mulai terbenam, mereka mulai duduk di antara batu karang dekat mercusuar di sana.


" Tunggu sebentar, aku segera kembali" ucap Liu, setelah Liu beranjak meninggalkan Annchi, Annchi terdiam memandang hamparan pasir dan luasnya laut di depannya, Liu kembali datang membawa selimut kecil dan secangkir kopi hangat


" pakailah ini, udara semakin dingin di tepi pantai jika matahari terbenam dan untuk menghangatkan tubuhmu, dan kopi ini untuk menghangatkan hatimu" senyum Liu sambil memberikan selimut itu pada Annchi


" pertama-tama aku ingin meminta maaf padamu masalah tempo hari di hotel, aku tak ingin membahasnya tapi ini betul-betul menggangguku, kedua, mungkin beberapa pria akan selalu menggoda gadis dengan maksud tertentu, tapi aku, menggoda mu bukan karena maksud tertentu, hanya ingin menggoda mu dan melihat wajahmu merona saja, kau cantik saat tersipu malu, aku yakin, kau akan melihatku seperti lelaki kebanyakan yang selalu menggoda gadis-gadis lain, tapi percaya atau tidak aku hanya seperti ini kepadamu!" ucap Liu sambil melihat dalam-dalam ke arah Annchi, terlihat jelas wajah seriusnya.


" aku mungkin belum mencintaimu Ann, bisakah kita jalani perlahan? aku akan bertanggung jawab dengan apa yang aku perbuat, termasuk jika kau sampai hamil" sambung Liu. Mendengar perkataan Liu


tiba-tiba Air mata Annchi membasahi pipinya, melihat itu, Liu langsung menarik tubuh Annchi ke pelukannya.


" sampai waktunya rasa itu ada, aku mohon tetaplah di sisiku Ann, biarkan aku mencobanya, aku rasa tidak akan sulit, asal kau menerimaku" ucap Liu.


Saat ini degup jantung Liu betul-betul tak beraturan sampai terdengar jelas di telinga Annchi yang menyandarkan kepalanya di dada Liu, pikiran Liu betul-betul kacau, antara Annchi dan Xiauwen.


"baik, kita jalani perlahan, tapi bolehkah kah berjanji satu hal untuk ku?" tanya Annchi.


" berjanji apa?" jawab Liu.


"berjanjilah jika suatu hari aku mencintaimu, jangan mengkhianati ku" jelas Annchi seraya mengangkat jari kelingkingnya ke arah Liu.


" baik, aku janji" senyum Liu sambil melingkarkan jari kelingking.


" bolehkah aku meminta sesuatu darimu?" tnya Liu


"untuk pertama kalinya, apa boleh aku menciummu Ann?" Tanya Liu.


" tapi untuk pertama kalinya aku meminta izin mencium mu" tatapan Liu seperti akan menerkam Annchi.


" tentu saja ti....." belum sempat Annchi menjawab, bibir Liu sudah tepat mendarat di bibir Annchi,.


" di izinkan atau tidak, aku tetap menciummu, karena mulai hari ini kau menjadi pacarku" ucap Liu, kemudian ia mencium Annchi lagi, kali ini semakin dalam, semakin berhasrat, Tidak ada penolakan yang berarti dari Annchi. kemudian Liu berdiri dan menarik tubuh Annchi dan menggendongnya masuk ke dalam villa, akhirnya Liu menggendong Annchi ke sebuah kamar indah dengan View langsung ke laut, begitu romantis, Liu menurunkan Annchi di balkon kamar tersebut.


" wow, indah sekali kamar ini, aku bahkan bisa melihat ombak kecil di sana, villa mu begitu menakjubkan Liu" ucap Annchi terkesima.


" tentu saja, tapi aku yakin, villa keluarga Ri jauh lebih indah dari miliku kan" jawab Liu sambil memeluk Annchi dari belakang, perlahan Liu mulai menciumi leher Annchi dan pelukan Liu semakin erat.


" li..liu,, bulan di luar sepertinya indah, bagai mana ka.. kalau" belum sempat ia menyelesaikan perkataannya, liu mencium Annchi dalam-dalam, perlahan-lahan Liu mulai mencium leher Annchi, meraba kedua buah dadanya dan pelan-pelan menarik Annchi ke tempat tidur.



" Liu, jangan lakukan,,, sudah berhenti,, sssh.. ah.. ehh.. " pinta Annchi


" diamlah, nikmati saja Ann" jawab liu sambil menciumi tubuh Annchi yang sudah hampir terlanjang, Liu mulai menciumi buah dada Annchi sambil memilin-milin p****g Annchi, desahan Annchi menambah gairah Liu untuk melanjutkan, ciuman Liu mulai turun ke arah perut dan ms V Annchi.


Tubuh Annchi benar-benar bergetar hebat, Tangan Liu masih sibuk meraba buah dada Annchi, annchi hanya bisa mendesah, Annchi merasakan Kenikmatan luar biasa, kemudian Liu kembali mencium bibir Annchi dan mulai mengarahkan Mr P nya ke Ms V, mereka melakukanya berulang-ulang, tubuh Annchi seperti memiliki magnet khusus.


Keesokan harinya saat Annchi terbangun, ia tak mendapati Liu berada di sekitarnya, berusaha mencari bajunya untuk di kenakan tapi nihil, Annchi melihat kemeja Liu gergeletak di pinggir tempat tidur, akhirnya ia memutuskan untuk memakai kemejanya. Tercium aroma tubuh Liu, memakai kemejanya seperti sedang berada di pelukannya, setelah itu Annchi mencari Liu ke sekeliling rumah, tapi ia tidak menemukannya dimanapun. Annchi kemudian berjalan ke arah balkon belakang rumah dan mulai menghirup udara segar.


Beberapa saat kemudian, Liu mendekati Annchi dan membawa 1 tas plastik berisikan bahan makanan mentah dan juga 1 tas belanja hitam berisi baju setelan untuk annchi


" maaf aku tidak membangunkan mu, aku melihatmu begitu pulas jadi aku putuskan untuk tidak membangunkan mu, ini aku bawakan baju untukmu, bajumu sudah ku berikan kepada pegawai rumahku untuk di cuci, sekarang gantilah bajumu setelah itu turunlah untuk sarapan, aku akanp membuatkan sarapan special untuk mu" ucap Liu seraya tersenyum dan sedang sibuk mempersiapkan makanan untuk ku


" baiklah" jawab Annchi singkat, akhirnya Annchi bergegas mengganti pakaiannya dan kembali ke dapur, melihat Liu sibuk memasak annchi kemudian mendeka


" hei, kau bisa masak memangnya? aku tak terima masakan tidak enak ya!" gumam Annchi seraya tersenyum, mendengar itu Liu tersenyum dan menarik Tubuh Annchi ke pelukannya,


" baiklah, masakan ku tidak pernah gagal, tapi makanan ini tidak gratis nona " jawab Liu berbisik sambil mencium leher Annchi


" aku rasa masakanmu tidak akan terlalu mahal, akan ku bayar, berapa harganya?"


" masakanku berharga mahal nona, bahkan seluruh uang di rekening mu tidak akan bisa membayarnya, kau hanya perlu ..... " belum selesai berbicara Annchi bergegas melepaskan dirinya dari pelukan Liu. Sambil tertawa Liu menatap Annchi yang mulai meracau sebal.


"Ann kemarilah, bantu aku memasak" pinta Liu


" tidak, itu hanya modusmu agar aku mendekat, maaf aku tak sebodoh itu" jawab Annchi


" wah, wah, ternyata fikiranmu sudah di penuhi pikiran kotor tentang aku ya" tawa Liu menambah sebal raut wajah Annchi.


Setelah matang, Annchi dan Liu sibuk bercengkrama sambil menikmati indahnya pemandangan Laut dari balkon. Setelah selesai, Annchi pergi ke kamar untuk mandi, dia lupa membawa ponselnya. Setelah Dia pergi , ponsel Annchi bergetar, disana tertulis nama seorang pria " KAK SHIN IS CALLING" , penasaran akhirnya ia mengangkat telp dari Shin.


" Annchi, kau dimana? besok aku akan pulang, jangan lupa menyambut ku ya, tunggu aku" ucap shin di seberang telepon


" maaf, Annchi sedang mandi, nanti aku sampaikan padanya" jawab Liu singkat kemudian menutup panggilan Shin. dalam benak Liu bertanya-tanya siapa Shin itu, mengapa dia merasa hatinya sangat aneh saat pria itu meminta Annchi menyambutnya "sepenting apa dia di hati Annchi?, mengapa aku seperti cemburu, aghhhh pikiran apa ini..." gumam Liu dalam hati.


Tak berapa lama , Annchi selesai mandi, wajahnya cerah sekali, saat Annchi mendekati Liu, wajah Liu tampak marah, tidak ada senyum di bibirnya seperti sebelum dia mandi, " ada apa?" pikirnya.



" ada apa dengan wajahmu Liu? mengapa tiba-tiba penuh guntur di kepalamu" tanya Annchi sambil mendekati Liu, seketika Liu beranjak dari tempatnya duduk dan meraih tubuh Annchi dan menciumnya.


" apa kau punya pacar selain aku?" tanya Liu dengan tatapan dingin.


" ti.. tidak, kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu?" tanya Annchi heran


" bagus, jangan sampai aku melihatmu berkhianat, tetaplah di sisiku" sahut Liu sambil mendekap erat tubuh annchi