ONE LAST TIME

ONE LAST TIME
Menemukan sesuatu



Berhari-hari Liu menjadi anak manis di hadapan Annchi, Annchi mulai terbiasa dengan sifat Bossy Liu, kadang menyebalkan, kadang juga menyenangkan. Pagi ini tidak ada bimbingan karena minggu depan adalah penjadwalan sidang annchi dan minggu depannya jadwal sidang Liu, beberapa hari ini mereka sedikit sibuk, tapi Liu tak pernah terlambat menjemput Annchi.


triiiiinggg... triiiingggg... ponsel annchi berbunyi, "Rainbow is calling" Rainbow adalah shin, annci sengaja mengubah nama kontak shin dengan Rainbow dan Storm untuk Liu.


" halo ka Rainbow, eh maksudnya kak Rain ada apa menelfon ku pagi-pagi?" serunya masih mengantuk


" Rainbow? hehe kau masih di tempat tidurmu?" seru Shin sambil tertawa geli


"oh hehehe.. iya kak, ada apa?" jawab Annchi


" kau lupa mengantar ku ke Airport?" tanya Shin


" Oh ya ampun kak, aku lupa,, kau dimana?" seru Annchi


" di depan kamarmu" jawab shin


"ah kau becanda saja kak"


"aku tidak becanda, buka pintu mu" seru Shin


, kemudian Annchi segera membuka pintu kamarnya


"selamat pagi tuan putri" seru Shin membawa bucket bunga. "jangan bilang kau lupa mengantarku? huh sedih sekali" seru shin pura-pura sedih


" jangan sedih tuan tampan, tunggu sebentar tuan putri mandi dulu ya" seru Annchi sambil menepuk rambut shin lembut, Shin pun tersenyum.


"baiklah aku menunggumu di bawah" seru Shin di jawab anggukan annchi


"Liu, kau tak perlu menjemputku, aku akan ke airport mengantar kak shin pulang ke perancis, jangan marah! hanya sebentar" tulisnya, Annchi mengirim pesan ke Liu


sesaat kemudian Annchi turun dari kamarnya dan beranjak ke masuk ke dalam mobil shin


" kak apa harus secepat ini pergi?" tanya Annchi


" tak perlu khawatir, aku akan pulang secepatnya untuk mu" seru shin di jawab senyuman Annchi


sesampainya di Airport Shin melingkarkan sebuah gelang terbuat dari akar rotan dengan sebuah lonceng kecil tergantung di sana


" ini jimat penangkal roh jahat, jika kau bertemu makhluk jahat ketuklah gelang ini, lonceng ini akan mengusirnya" seru Shin sambil tersenyum,


"entalah apa yang di maksud kak shin, apakah maksudnya makhluk jahat itu Liu? hehe orang itu memang seperti roh jahat yang menghantuiku, hehe" batinnya dalam hati sambil senyum-senyum


"jangan senyum-senyum sambil membayangkan seseorang begitu, aku cemburu" seru shin


" siapa yang membayangkan seseorang, aku hanya heran kenapa kau tiba-tiba memberi ku jimat ini" tanya Annchi


" tak apa, hanya khawatir banyak roh jahat yang datang padamu selepas aku pergi" seru Shin tersenyum " baiklah aku berangkat, jaga dirimu baik-baik dan jaga gelang ini baik-baik untukku, oke?" seru shin sambil mengusal-usap kepala annchi kemudian melangkah pergi. Mata Annchi tak bisa lepas dari punggung shin, meskipun hanya ke perancis tapi rasanya sedih sekali.


" mau sampai kapan kau berdiri di situ?" seru liu berdiri di samping mobilnya.


mendengar suara Liu Annchi langsung memutar tubuhnya ke asal suara


" ya Tuhan,,,, kau itu seperti roh jahat ya Liu, setiap saat menghantuiku" seru Annchi


" aku bisa menjadi dewa pelindungmu atau jadi malaikat pencabut nyawamu, masuk!" seru Liu sambil melangkah masuk ke mobil di ikuti Annchi


" kan sudah ku bilang, aku hanya sebentar kau tak perlu marah" serunya


" aku tidak marah, hanya kesal"


" apa kau itu tidak bosan kesal dengan ku? aku saja bosan melihatmu marah-marah" seru Annchi, Liu tak menjawab apapun, Mata Liu menatap gelang dari Shin.


"kita mau kemana?" seru Annchi


" hemm kau lapar tidak?" tanya Liu


" lapar, aku belum sarapan" jawab annchi


" yasudah kita sarapan dulu" jawab Liu


Liu terus mengendarai mobilnya, setelah beberapa saat mobilnya Akhirnya berhenti di sebuah kedai makanan, tempatnya tidak besar, lokasinya di pinggir pantai. Saat Liu turun, langsung di sambut 2 anlak kecil


"haloo leo, haloo clara, gimana kabar kalian?" seru Liu sambil memeluk anak-anak itu " lihat om punya hadiah untuk kalian" seru Liu sambil memberikan hadiah mainan untuk anak-anak itu.


"Wahhhhh,, om liu baikkkkkk sekali, kami sayang om liu" seru clara dan leo memeluk liu, " om om itu siapa di belakang mu?" seru clara,


"ini tante Annchi, cantik kan?" seru Liu


" hai anak-anak aku annchi" sapa Annchi


"om liu, itu pacar om ya?" seru leo


" iya, itu calon istri om liu" jawab liu sambil melirik Annchi yang wajahnya tiba-tiba kesal


" om, jangan menikah dengan tante jelek itu, om liu harus menikah dengan aku" seru clara


" hehehehe, clara pintar, mana ibumu?" tanya Liu sambil menggendong clara


" ibu sedang memasak di dapur, masuk om!" seru Leo


tak lama berselang keluarlah ibu anak-anak itu, untuk ukuran seorang ibu beranak 2 ia masih cantik.


" hai Liu, lama tidak melihatmu, bagaimana kabarmu?" seru Jisoo


" aku baik-baik saja, bagaimana kabarmu dan kak seo?"


" seperti yang kau lihat kami juga baik, seo masih bekerja, siapa gadis cantik di belakang mu liu?" tanya jisoo tersenyum ke arah annchi


"hai kak aku Annchi, senang bertemu denganmu" senyum Annchi


"wahh Liu pertama kali membawa gadis kemari loh Ann, sepertinya dia serius kali ini" seru jisoo


"dia memang calon istriku kak, kau harus datang ya di pernikahanku nanti" sahut Liu tersenyum yakin, mendengar itu Annchi hanta bisa tersenyum sinis melihat Liu meliriknya


" bu,, om Liu tidak boleh menikah dengan nenek sihir ini, clara yang akan menikah dengan om Liu bu" seru Clara sambil menarik-narik baju ibunya


" clara, clara masih kecil, nanti kalau clara sudah besar clara juga akan bertemu dengan pria baik seperti om liu yaa" seru jisoo sambil mengelus-elus kepala clara "ayo masuk ann, maaf ya rumahnya sempit" seru jisoo


" tidak kok kak, ini rumah yang nyaman" senyum Annchi


---setelah makan----


setelah makan bersama, liu sibuk bermain dengan kedua anak-anak itu


" di samping sifatnya yang bossy ternyata dia lembut dan suka bermain dengan anak-anak, sungguh tak terduga" batin Annchi sambil tersenyum melihat Liu


"Liu itu pria yang baik loh ann, hanya saja dia sedikit keras kepala" seru jisoo


" ohh.. ehh. iya benar kak"


" dulu, Liu dan Yongji saat mereka dan aku masih kecil kami sering bermain dinpantai bersama, dulu mereka hampir setiap minggu datang ke pantai ini. Umur kami mungkin sekitar 10tahun dan Liu berumur 6 tahun, setelah mereka besar mereka pergi ke luar negeri untuk sekolah, setiap kali mereka libur mereka pasti kemari, sungguh kenangan yang indah" seru Jisoo


"oh begitu, pantas liu sangat akrab dengan kalian" jawab Annchi


" sejauh yang aku tau, Liu jarang jatuh cinta, mungkin sulit untuknya mencintai orang lain, aku bertaruh dia pasti sangat bossy padamu?" tanya jisoo


" ya, dia sedikit sulit di tebak, kadang sangat lembut kadang pemarah, aku bahkan sulit mengendalikannya"


" pada dasarnya Liu pria yang baik, ketika jatuh cinta, dia akan melindungi wanitanya setengah mati, dia takan membiarkan wanitanya di sentuh pria lain"


" kau tahu banyak tentangnya kak"


" aku banyak mendengar ceritanya, dulu dia dekat dengan model cantik bernama Xiauwen,, sepenuh hati dia melindungi gadis itu, tapi entah kenapa gadis itu tak menyambut hatinya, bertahun-tahun dia menyukai xiauwen, sampai akhirnya dia menemukanmu, pasti kau sangat spesial sampai dia berpaling kepadamu" seru Jisoo sambil tersenyum


" ah benarkah ka? mungkin dia belum melupakan gadis itu, mungkin juga aku bayangan dari xiauwen kak" annchi tersenyum datar sambil memperhatikan Liu


" kenapa mendengar cerita Liu dengan gadis lain hatiku mendadak sakit? mana mungkin aku jatuh cinta padanya?, ahhh jangan bodoh ann!!" batin Annchi


***


HAI READERS PLEASE BANGET UNTUK KALIAN KLIK "LIKE 👍" NOVEL INI DI SETIAP EPISODE, TINDAKAN KECIL TAPI SANGAT BERARTI LOH BUAT AKU 🙏🙏🙏 please yaaa .. oia jangan lupa KOMENTARnya yaa biar kita bisa sharing 🤗🤗