
hari mulai gelap, tiba-tiba turun badai di sana, Angin berhembus terlalu kencang untuk mereka pulang malam itu. Angin terlalu kencang sehingga listrik pun padam
"badai seperti ini berbahaya untuk kalian pulang, apalagi listrik padam" seru seo
" iya betul, baiknya kalian menginaplah di sini, tidurlah di kamar clara dan leo, biar mereka tidur di kamar berasama kami" sahut jisoo menimpali
Mau tidak mau mereka setuju, Liu juga sudah menghubungi orang tua Annchi untuk meminta izin annchi tidak pulang, akhirnya Mereka menginap di rumah jisoo.Jisoo memberikan 2 stel piyama untuk Annchi dan Liu. Mereka saling memandang
" apakah kami harus tidur satu kamar kak?" seru annchi
" ya jika tidak, salah satu dari kalian ada yang mau tidur di ruang tengah" jawab jisoo sambil tersenyum. Annchi melirik Liu yang sedari tadi tersenyum mencurigakan, perlahan Liu mendekati Annchi.
"mau apa kau?" seru annchi cemas, tapi Liu tak menggubris pertanyaan Annchi, Liu masih terus mendekati Annchi hingga tubuh annchi menempel tembok kamarnya
" aku hanya akan.... mengambil piyama ku,, huuu dasar.. aku bertaruh kau sedang berfikir yang tidak-tidak" seru Liu sambil melangkah pergi "aku mandi dulu, awas hantu" serul Liu sambil tertawa
" hufhhhh dasar liu bodoh! hantu hantu apa nvya yang hantu, kau lah roh jahat itu, dasar" teriak annchi kesal, liu hanya tertawa
Beberapa saat kemudian Liu keluar dari kamar mandi, dengan rambut yang basah , melemparkan handuk ke wajah annchi.
" apa kau tidak mau mandi?" seru Liu
" kau tak boleh mengintipku, awas saja kalau berani" seru Annchi sambil memasuki kamar mandi.
Terdengar suara gemericik air dari kamar mandi, Liu sibuk merapikan tempat tidur dan melihat-lihat.mainan clara dan leo. tiba-tiba terdengar suara "buuuukkk" dan teriakan Annchi, Seketika Liu mengetuk pintu kamar mandi Annchi,
" ann, kamu kenapa? jatuh?" tanya Liu
" kau jangan kemari,, aku tak papa" jawab annchi dari dalam, beberapa saat Liu bertanya pertanyaan yang sama dan di jawab juga dengan jawaban yang sama, karena khawatir liu membuka pintu kamar mandi,
"kyaaaaa,, sudah ku bilang jangan kemari" seru annchi panik
liu melihat ujung kening Annchi berdarah, mungkin terpeleset dan kepalanya terbentur. Saat Liu masuk Annchi sedang terduduk memegangi kepalanya, tubuhnya hanya berbalut handuk putih.
" apanya yang tidak papa, liat keningmu terluka begitu, saat Annchi di rangkul Liu untuk berjalan, ternyata pinggang Annchi pun sakit, ia tak sanggup berjalan akhirnya Liu membopong Annchi ke tempat tidur. Jantung mereka berdua memburu, mereka hanya saling memandang kikuk. Tubuh annchi akhirnya di dudukan di pinggir tempat tidur, Liu langsung mengambil kotak obat di laci samping tempat tidurnya.
" duuuhh pelan-pelan, sakit tau" seru annchi merintih
" tahan sedikit, kalau tidak di obati nanti infeksi" seru Liu lembut. Mata Annchi terus menatap wajah Liu yang samar-samar karena gelap, Hujan masih badai di luar tapi sudah muncul pelangi dari hati mereka.
" apa wajahku mengalihkan rasa sakitnya ann?" seru Liu sambil berhenti mengobati kening Annchi
" eee.ee.. tentu saja sakit" jawab Annchi panik
" benarkah? knp kau panik begitu, apa sedang berbohong?" tanyanLiu
kemudian pelan-pelan Liu mencium bibir Annchi, ini yang pertama kali setelah banyak kejadian menyedihkan sebelumnya, anehnya Annchi tak menolaknya, malah membalas ciuman Liu, Ciuman Liu semakin menjadi, lama kelamaan ciumannya turun ke leher Annchi, baru liu akan menarik handuk Annchi, tangan Annchi memegang erat tangan Liu, isyarat Liu tak boleh membukanya
Setelah beberapa saat Annchi membuka pintunya, Liu pu masuk dan berbaring di samping annchi, Jatung mereka masih memburu.
" liu, siapa jisoo sebenarnya?" tanya Annchi
" jisoo itu teman kecil aku dan kak yongji, kami dulu selalu bermain di pantai bersamanya, Jisoo juga adalah cinta pertama kak Yongji, hanya saja setelah kami harus pergi keluar negeri untuk sekolah, jisoo menemukan kak seo, sekembalinya kami dari Luar negeri Jisoo sudah bertunangan dengan Kak seo, Kak yongji patah hati, akhirnya melampiaskan marahnya pada semua wanita cantik" jawab Liu
" hemm begitu, pantas dia tahu banyak tentang kalian"
" iya, yongji hampir menikahinya, tapi sayang dia malah memilih pria lain"
" hemm, sama seperti aku?" seru Annchi menatap Liu dari samping
" maksudnya?"
" kau seharusnya bersama xiauwen kan, tp karena bertemu denganku kau meninggalkan xiauwen, aapa aku bayangannya?"
" tidak, kau adalah kau, dia adalah dia, apa kau cemburu?" seru Liu sambil membalikan tubuhnya ke arah annchi yang sedari tadi menatapnya
" ti..tidak, siapa yang cemburu, jangan geer kau!" seru annchi memalingkan mukanya
" hehe.. yasudah tidur, sudah larut" akirnya mereka bedua pun tertidur
matahari bersinar cerahnya pagi itu, saat membuka mata Annchi tak melihat liu di sampingnya. Mata annchi melihat kanan kiri, saat berdiri dan melihat ke arah jendela, ia melihat Liu, clara, leo dan jisoo sedang asik mengumpulkan kerang di tepi pantai, pagi-pagi memang biasanya airnya surut jadi banyak kerang yang bermunculan, setelah cuci muka, Annchi ikut bergabung dengan Liu.
"haiii annchii kemariiiii banyak keranggg!!!" teriak liu dari kejauhan, wajahnya tak seperti biasanya, dia begitu gembira. Annchi mulai mendekati Liu yang sibuk mengambil kerang sambil bermain dengan clara dan leo
"tantee,, ayo cepat, nanti keburu kerangnya habis di ambil om liu" seru leo sambil menarik tangan Annchi, pinggang annchi masih terasa sakit karena semalam terjatuh.
"sssshhh ii iiya leo pelan-pelan ya,, pinggang tante sakit" seru Annchi sambil meringis
" wahh ada pertarungan seru sepertinya tadi malam sampai encok begitu ann?" sahut jisoo sambil tersenyum melirik annchi dan Liu, muka keduanya langsung memerah
" bu..bukann kak.. aku terjatuh di kamar mandi semalam, bukan karena itu" jawab Annchi panik
" oh jadi keseruannya di kamar mandi sampai terjatuh? luar biasa kau liu, hahahah" seru jisoo
" hahha,, hentikan fikiran kotormu itu kak, annchi terjatuh habis mandi bukan karena aku" seru Liu sambil tertawa
" baiklah-baiklah aku hanya menggoda kalian, sepertinya kerangnya sudah cukup, ayo di masak ann" seru jisoo, kemudian mereka langsung pulang membawa ember-ember penuh dengan kerang.
***
HAI READERS PLEASE BANGET UNTUK KALIAN KLIK "LIKE 👍" NOVEL INI DI SETIAP EPISODE, TINDAKAN KECIL TAPI SANGAT BERARTI LOH BUAT AKU 🙏🙏🙏 please yaaa .. oia jangan lupa KOMENTARnya yaa biar kita bisa sharing 🤗🤗