
" selain cantik, pintar, ternyata nona annchi sangat murah hati ya, jika aku memerlukan sesuatu apa aku juga boleh menghubungi mu?" tanya Gavin tersenyum.
Annchi masih memandangi Xiao lan berlari menjauh, masih belum fokus mendengar pertanyaan Gavin sebelumnya, sadar Annchi setengah melamun sambil tersenyum dia melambaikan tangannya ke depan wajah Annchi, annchi pun tersentak kaget.
"hah oh iya, maaf tuan, aku sedikit melamun, kau bertanya apa tadi?" seru Ann
"aku tanya kau mau kemana?" jawab Gavin mengalihkan pertanyaan sebelumnya
" oh tadi aku berencana pergi ke restoran dekat sini untuk makan siang, tak di sangka.malah membeli kue sebanyak ini, hehe" seru Ann tersenyum
"lalu apa rencanamu sekarang?" tanya Gavin
"hemm,mungkin kembali ke kantor membagikan kue ini ke yang lainnya, kenapa?" tanya ann
"ann,maukah kamu menemaniku makan siang?" tanya gavin
" hemm,, aku mau jika di traktir haha" sahut ann bercanda
" baiklah, karena nona ann ingin di traktir , akan ku traktir makan enak, ayo masuk" seru Gavin mengisyaratkan annchi untuk masuk ke mobilnya
" kita makan dimana?" tanya ann
" nanti kau akan tau" seru Gavin
lama berjalan, akhirnya mobil Gavin sampai di sebuah tempat makanan street food, hanya saja suasananya sangat nyaman, banyak pepohonan rindang, dekat dengan taman juga. Gavin mengajak Ann mendekati sebuah truck food yang ramai, beberapa saat mengantri akhirnya tiba gilirannya memesan
" heiii whats up gave, pesan apa?" seru seorang pelayan bernama ciro , sepertinya dari cara bicaranya dengan gavin mereka sangat akrab.
" kau pilih ann" seru gavin sambil menyodorkan list menu
"hei gave dia pacarmu?" tanya ciro sambil melirik ann
" ohh bukan bukan,, kami berdua hanya teman" seru annchi buru-buru menepis
" oh hai maaf ya, aku ciro, aku fikir kau pacarnya haha dia sering kemari tapi tak sekalipun membawa gadis, kaulah yang pertama" seru ciro
"hei,, lihat wajah mu ann kenapa merah begitu" lirik gave sambil tertawa
"uh sebal jadi aku di bawa kesini untuk di bully ya" sahut annchi pura-pura sedih, akhirnya mereka tertawa. Setelah memesan makanan, gavin dan annchi duduk di bawah pohon rindang
" gave kau tau dari mana tempat ini?" tanya ann
" tak sengaja lewat sedang berjalan-jalan malah menemukan tempat ini, bagaimana indah kan" seru gavin sambil meneguk minuman dingin di tanganya
" hemm iiya" senyum annchi
" kenapa wajahmu begitu? apa krn aku bawa kau kesini atau krn makanannya tidak enak? kau mau pindah tempat?" tanya gavin
"no..no its oke kok, malah aku senang kamu baea aku kesini, pemandangan pusat kota sangat melelahkan, hehe" jawab ann
"ann, kemarin aku mendapatkan email dari Gio assisten mu, aku ingin melihat sample bahan wallpaper yang kau ajukan itu apa boleh?" tanya Gavin
" ya tentu saja, setelah ini ikut saja bersamaku, aku akan menunjukanmu sampel wallpper yang kau maksud di ruang sample" seru Annchi tersenyum.
Setelah makan siang, Annchi dan gavin kembali ke kantor, sesampainya di lobby menuju lift, resepsionist memanggil Annchi.
"nona ann, ada tamu untukmu" seru Resepsionist
" siapa?" tanya Annchi
" aku" seru Liu dengan wajah dingin
Annchi langsung berbalik arah ke asal suara, ia melihat Liu berdiri di belakangnya dengan tatapan tajam, sekilas Liu melirik Gavin, Gavin melihat lirikan dingin Liu langsung tahu apa hubungan Liu dan Annchi.
" tentu saja bisa, kenapa aku tak bisa kesini memangnya? apa aku mengganggu kalian?" tanya Liu melirik Gavin sinis
" maaf tuan liu kau sepertinya salah paham, aku dan Annchi hanya rekan bisnis, kau tak perlu semarah ini padanya" seru Gavin santai, Mendengar itu Liu tersenyum ketus
" aku ingin bicara padamu" seru Liu sambil menarik lengan Annchi dengan kuat
" lepassss Liu, aku sedang bekerja" sahut annchi sambil berusaha melepas tangan Liu
melihat Annchi kesakitan Gavin buru-buru menolong Annchi melepaskan genggaman Liu
" tuan liu, sepetinya kau perlu belajar lagi tentang attitude"
" aku rasa aku tak memiliki urusan denganmu"
" ann, sepertinya ini bukan waktu yang tepat untuk melihat sample wallpaper itu, mungkin besok aku akan menghubungimu lagi ya" seru Gavin
" gave, aku minta maaf kau malah melihat hal memalukan seperti ini, oke aku tunggu kabarmu as soon as possible" seru annchi tidak enak
" tak apa, bukan salahmu, pria ini yang terlalu kekanakan ann, aku pergi dulu" senyum gavin sambil beranjak pergi, kemudian Annchi berbalik badan ke arah Liu dengan wajah ketus
" kau ini apa tidak bisa dewasa sehari saja? dia itu presdir middle resort, kontrak ini sangat penting untuk perusahaanku, apa kau tak bisa memilih waktu yang tepat untuk bicara?" seru annchi kesal
" oke, kita bicara di luar" seru Liu sambil menarik tangan Annchi ke kafe di dalam kantor ann
"kau mau bicara apa? aku tak punya banyak waktu" seru ann
"siapa pria tadi?" tanya Liu
" sudah ku jelaskan sebelumnya, dia presdir middle resort" jawab annchi singkat
" apa hubunganmu dengannya?"
" tidak ada, hanya rekan bisnis"
" apa aku harus percaya?"
" terserah maumu saja liu, lagian untuk apa kau cemburu, kau punya xiauwen di belakangmu, kenapa aku tak boleh?" tanya annchi ketus
" di belakangku tak ada siapapun dan kau hanya boleh bersamaku"
" aku tak ingin bersama denganmu atau dengan siapapun yang selalu menghabiskan air mataku" seru Annchi, tiba-tiba Liu mengeluarkan kotak cincin berlian dari sakunya, melihat itu annchi kaget dan bingung
" menikahlah denganku ann, aku tak ingin kau curiga seperti ini terus padaku, tinggallah di sisiku, agar aku bisa membuktikan semua yg kau fikirkan tentangku itu salah" seru Liu
"........" annchi masih kaget liu melamarnya tiba-tiba, sepatah katapun tak bisa keluar dari mulutnya " ya Tuhan dia melamar ku, aku harus bagaimana? harus menerimanya atau menolaknya?"batin ann panik
" ke..kenapa kau tiba-tiba melamarku liu?"
" aku tak suka melihatmu di perebutkan banyak pria, berhentilah jadi rebutan ann, tinggalah di sisiku"
" beri aku waktu memikirkan ini liu, ini terlalu tiba-tiba, kekecewaan ku juga masih ada untukmu, aku tak ingin di kecewakan lagi"
"bukankah aku sudah mememberi mu waktu 1 bulan?"
" sebelum kau meninggalkanku dengan xiauwen malam itu, aku sudah memantapkan hatiku untukmu, setelah sekian lama bersamamu, kau tiba-tiba menghilang, hari ini juga tiba-tiba kau datang dan melamarku, aku semakin ragu mungkin kelak kau juga akan meninggalkanku seperti malam itu. beri aku sedikit waktu untuk berfikir Liu" seru Annchi sambil melangkah pergi meninggalkan Liu.
sambil memandangi kepergian Annchi, Liu seperti mengerti kekecewaan Annchi padanya.
" aku benar-benar tak bermaksud meninggalkanmu malam itu, seandainya aku bisa berkata jujur padamu ann,seandainya waktu bisa di ulang, Xiauwen benar-benar menghancurkan kebahagiaanku" batin Liu kesal