
pagi itu di kantor Liu, ia baru saja masuk beberapa langkah dari kantornya, asisten ming sudah melaporkan banyak laporan padanya.
" selamat pagi tuan liu, hari ini banyak sekali tawaran kerja sama dari berbagai pihak, mungkin ini adalah dampak positif dari rumor yang beredar saat ini, tapi ada berita buruk tuan, sistem kita belakangan ini mendeteksi sebuah ancaman, ada seseorang yang berusaha masuk ke file pribadi anda tuan" seru Ming sambil berjalan
" selidiki siapa yang memata-mataiku, jika sudah ada hasilnya kabari aku segera" titah liu
" oia tuan, tuan besar menunggu anda di ruangnya, tuan besar menunggu sejak setengah jam lalu" seru ming
" oke, kita bertemu ayah dulu baru rapat dengan calon investor" seru liu.
beberapa saat kemudian, Liu memasuki ruang kerja ayahnya.
"selamat pagi tuan besar, pagi-pagi sekali anda ingin menemui saya ada keperluan apa" seru Liu
" Liu bicaralah antara ayah dan anak saat ini, meskipun di kantor aku ingin bicara denganmu masalah keluarga, kau asisten ming tinggalkan kami berdua" titah Genji
" baik tuan" jawab ming singkat
" liu, rumor yang merebak belakangan ini apakah benar?" tanya Genji serius
" benar ayah"
" kau menyukai anak Yizhen Ri apakah tulus?"
" tulus ayah"
" benarkah? bagaimana dengan xiauwen? aku mendengar banyak cerita tentangnya akhir-akhir ini, apa yang bisa kau jelaskan?" tanya Genji
" apa yang ayah ingin tanyakan sebenarnya tentang xiauwen?"
" aku mendengar dia hamil anakmu! apakah kau berencana lari dari tanggung jawab?"
" itu bukan anakku yah, aku baru ingin mengetest DNA dari janinnya saat usia kehamilannya 10 minggu, ini baru 9 minggu yah"
"kalau benar itu anakmu, kau bersedia meninggalkan annchi?"
" tidak yah, sampai kapanpun aku takan melepaskan Annchi, aku dan xiauwen melakukan itu karena aku mabuk, jika tidak aku takan menyentuhnya!"
" mabuk atau tidak sudah terjadi dan dia hamil, kau harus bertanggung jawab, masalah ini jika media sampai mengetahuinya reputasi perusahaan dan keluarga kita akan sangat terancam, terlebih annchi bukan anak sembarangan, dia berasal dari keluarga yang memiliki banyak saham besar dan perusahaan terbesar di negara ini, bagaimana kau bisa menutup mulutnya kelak? yang aku tahu dia mencintaimu"
" akan ku fikirkan caranya ayah, aku takan melepaskan annchi bagaimanapun aku mencintainya"
"kenapa anak-anakku selalu memilih cinta yang sulit, meskipun annchi tak sama dengan Jisoo tapi wanita di belakangmu yang akan menghancurkanmu kelak nak, aku ingin kau berhati-hati"
" aku juga tak ingin menyakiti annchi yah, aku sedang menyelidiki banyak hal, mohon ayah bersabar"
" baiklah jika itu keputusan akhirmu, perusahaan ini menjadi tanggung jawabmu dan yongji, jangan sampai kau merusaknya liu"
" baik yah" seru Liu sambil pamit kembali ke ruangannya.
Di dalam ruangannya, ia duduk di sofa lama sekali, diam berfikir apa yang harus dia lakukan, liu sadar tindakannya menginginkan annchi ini adalah tindakan yang besar, ketika bom waktu ini meledak, semua orang di sekelilingnya akan merasakan akibatnya, tapi perassannya untuk annchi lebih kuat, setiap detik, menitnya , semua usahanya hanya untuk 1 orang, annchi.
****
hari mulai malam, waktu menunjukan jam 8 malam, hari itu seperti biasa, dia pulang naik bis dan berjalan kaki ke rumahnya, di sepanjang jalan banyak tempat duduk yang disediakan untuk pejalan kaki. Sambil menikmati malam Annchi ingin menghirup udara segar ia duduk di bangku sidewalk.
" begini ya rasanya bekerja, lelah sekali, bahkan habis tidurpun tak juga hilang lelahnya" seru Annchi sambil menepuk-bepuk betisnya yang lelah. tiba-tiba lamapu jalan satu persatu mati bergantian, membuat Annchi sangat kaget. suasananya tiba-tiba gelap , sunyi, sepi. Ia mulai berdiri dan hampir berlari, khawatir terjadi kerjadian seperti penculikan waktu itu. Saat hendak berlari, tiba-tiba lampu-lampu kecil di setiap pohon di sidewalk itu menyala kelap kelip, bukan hanya pohonnya, tapi bunga-bunganya pun berkelap kelip, Mata annchi seperti terhipnotis ia memandangi sekelilingnya tak ada seorang pun, suara lagu merdu tiba-tiba terlantun, wajah annchi semakin bingung dan Liu mendekatinya dari arah belakang annchi, mendekap tubuh annchi dan mengajaknya berdansa kecil. Annchi yang kaget langsung memutar balik tubuhnya, ia melihat senyuman tampan dari seorang Liu sambil berdansa mengikuti melody. lagu romantis, lampu temaram, langi penuh bintang, menambah dramatis suasana malam itu
"li..liu.." seru annchi masih dengan wajah bingung dan kaget
"ada apa ini? bukankah ini memalukan berdansa di tempat umum?" seru annchi
" tempat ini sudah aku sterilkan, di sini hanya ada kita" seru Liu
" kenapa?" tanya Annchi
"aku ingin berdansa denganmu, baik hujan atau terik, salju atau badai, sehat atau sakit, senang atau sedih, aku ingin terus berdansa denganmu, aku ingin kaulah satu-satunya yang akan membersamaiku di setiap langkahku, setiap ayunanku, aku ingin hanya kaulah melody di hidupku, baik kemarin, hari ini atau sampai mati, teruslah berdansa denganku ann" seru Liu sambil menghentikan langkahnya dan berlutut dengan menyodorkan sebuah kotak cincin
" kau boleh melepaskan sepatumu ketika lelah, memukulku ketika marah, memelukku ketika sedih, selalu tertidur ketika menelfonku saat malam, kau boleh tidak menjawab telfon ku ketika kau merasa sesak, tapi kau tak boleh meninggalkanku, kau tak boleh memandang pria manapun selain aku, kau tak boleh memikirkan pria selain aku, tak boleh pergi selain bersamaku, hanya aku yang boleh di sampingmu ann, untuk seluruh umur yang ku miliki, maafkan aku untuk semua keegoisanku, maafkan aku untuk banyak air matamu, maafkan aku untuk semua marahmu padaku, maafkan aku yang sulit menahan cemburuku, malam ini aku di sini ingi bertanya padamu maukah kau menyamakan langkah kakimu denganku?mau kah kau mendengarkan melody yang sama denganku seumur hidupmu?? mau kah kau menikah denganku ann?" tanya Liu, mendengar semua yang liu katakan air mata Annchi mulai menetes.
" ya, aku mau" jawab annchi singkat dengan berderai air mata, kemudian Liu memakaikan cincin di jari manis annchi dan mendekapnya dengan senyum lebarnya
"kau harus berjanji padaku ann, jika kelak suatu hari ada sebuah badai besar, tetaplah percaya padaku ann, apapun yang orang lain katakan percayalah hanya padaku, hatiku, hidupku, semuanya didiri ku itu hanya untukmu, aku tak mengizinkanmu pergi ketika badai itu datang,, oke?" seru Liu menatap mata annchi sambil memegangi pipi annchin dengan kedua tangannya.
" aku tidak tau badai apa yang kau maksud kelak liu, tapi aku akan berusaha bersamamu, hanya mendengarkanmu dan percaya padamu, jadi Liu, kau jangan tinggalkan aku seperti waktu itu, kau tak tahu rasanya sakit merindu , huhuhuhu" isak tangis annchi pecah di pelukan Liu.
" aku takan meninggalkanmu ann, tidak lagi" jawab Liu sambil mencium annchi,
🎶There goes my hands shaking
And you are the reason
My heart keeps bleeding
I need you now, oh
If I could turn back the clock
I'd make sure the light defeated the dark
I'd spend every hour, of every day oh
Keeping you safe
I'd climb every mountain
And swim every ocean
Just to be with you
And fix what I've broken
Oh, 'cause I need you to see
That you are the reason
I don't wanna fight no more
I don't wanna hide no more (you are)
I don't wanna to cry no more come back, I need you to hold me (that you are the reason)
A little closer now, just a little closer now
Come a little closer, I need you to hold me tonight🎶