ONE LAST TIME

ONE LAST TIME
Cinta pertama



"Liu kau sudah pulang" seru xiauwen


" pulang? aku baru sampai" sahut Liu dingin sambil menyodorkan vitamin untuk kehamilan Xiauwen


" terimakasih, kau perharian sekali" seru Xiauwen sambil mendekap Liu. Seketika Liu melepaskan dekapan Xiauwen


" wen perlu aku perjelas, aku di sini bukan untukmu tapi untuk anak itu, setelah 10 minggu aku akan memintamu test DNA anak itu" seru Liu dingin


" ya oke baiklah, tapi jika anak ini adalah anakmu aku ingin kau bertanggung jawab untuknya"


" baiklah, jika memang anakku aku akan bertanggung jwb, tapi aku takan menikah denganmu, aku akan tetap menikah dengan Annchi, seluruh hidupmu dan anak itu akan aku tanggung, tapi jangan sampai annchi tau, jika annchi tau yang sebenarnya, aku takan segan denganmu"


" bukankah ini tak adil untuk ku liu? untuk apa aku memiliki anakmu tapi tak memilikimu?"


" bukankah yg kau butuhkan aku di sisimu?"


" baiklah, aku ingin setiap seminggu sekali kau datang kesini menemaniku kemanapun aku mau, aku ingin di anggap istrimu walau 1 hari, lagi pula kita pernah saling suka, rasanya permintaanku tak sulit untukmu" seru Xiauwen sambil merapihkan kemeja Liu sambil menggodanya


" oke, jika anak ini tidak terbukti anakku, maka kau harus menjauhiku dan Annchi" seru Liu.


Liu tidak sadar xiauwen sudah berubah, Ia sudah bukan Xiauwen yang manis , sekarnng di fikirannya hanya ada 1, bagaimana cara mendapatkamu, dia tak cinta pada liu, hanya seperti anak kecil yang tak rela mainannya di ambil orang.


***


2 Minggu berlalu sejak saat itu, Liu masih tak ada kabar, Annchi mulai mengulur benangnya pada Liu, menyiapkan diri melepaskan genggamannya, dalam benaknya


" mungkin masih ada xiauwen dan liu baru menyadari bahwa aku tak sebanding denganya, pada akhirnya meninggalkan cinta pertama itu tak semudah itu kan" batinnya


setelah wisuda, annchi sedikit sibuk dengan status barunya sebagai pegawai di kantor ayahnya, ia sibuk mempelajari semua tentang kantornya. Ann mulai mengetahui usaha keluarganya bukan hanya bidang fashion tapi juga termasuk design interior dan memiliki beberapa saham di bidang entertaiment. Semakin masuk ke dalam internal kantornya, semakin masuk juga hatinya pada perkerjaannya, kantor yang di bangun ayahnya memang luar biasa, bukan hanya berpondasi keyakinan tapi juga cinta. Hanya ada 1 golongan pegawai dalam kantornya, merekalah si murah senyum, seperti tidak menemukan aura negative di sana, tidak ada pengkotak-kotakan, saat makan siang semua makan bersama, atasan dan bawahan semuanya sama.


Hari itu Yizhen baru memenangkan sebuah tender besar , semua orang sibuk dan lembur termasuk Annchi, jam sudah menunjukan pukul 21:23 malam, karyawan sudah banyak yang pulang, pekerjaan Annchi juga sudah rampung 1 jam lalu,entah kenapa Annchi masih enggan, dia sedang menikmati secangkir kopi sambil melihat pemandangan di luar kantor dari atas.


"nona, kau tak pulang?sudah malam" seru Gioshi (ass pribadi ann, di bab awal sudah di singgung ya sedikit)


" hemm aku masih ingin di sini, kau pulanglah, maaf merepotkanmu sampai larut begini Gio" seru annchi sambil tersenyum " oia Gio ini sudah bukan jam kantor, kedepannya di luar jam kantor panggil namaku saja ya jgn panggil nona, anggap saja aku temanmu"


" baik ann,, apa kau sedang memikirkan sesuatu?" tanya Gio


" Gio apa kau punya pacar?" tanya ann


"hemmm, tidak, kenapa?"


"pernah jatuh cinta?" tanya Ann melirik ke Gio, wajah Gio semakin bingung


" tidak juga" seru Gio datar


" hah? seusia mu belum pernah jatuh cinta? jangan-jangan kau homo ya?" sahut Ann menatap Gio dengan tatapan ngeri


" hahahaaa aku normal kok, tapi aku malas jatuh cinta, jatuh cinta itu sakit hati yang di sengaja ann" seru Gio sambil tertawa


"memangnya kenapa? kau sedang patah hati ya?" seru Gio to the point


"kira-kira kenapa orang-orang sulit melupakan cinta pertamanya?" tanya ann


" entahlah, mungkin karena itu pengalaman pertamanya atau memang mereka sengaja tidak di lepaskan kenangannya karena banyak alasan"


" sengaja tidak melepaskan kenangannya ya, mungkin itu alasannya" seru ann berbisik


" kau sedang membicarakan dirimu atau orang lain?" tanya Gio curiga


"aku juga bingung, hah kenangan itu pisau mematikan rupanya"


" jika ingin melupakan, jangan sengaja melupakannya ann, semakin berusaha melupakannya akan semakin ingat" seru Gio mendadak wajahnya murung


" kau sebucin ini tak mungkin tak pernah jatuh cinta " lirik ann pada Gio sambil tersentmyum curiga


" hehe,, ya oke aku jujur, aku pernah jatuh cinta tapi sayangnya takdir membawanya pergi, dia kecelakaan 3 tahun lalu dan meninggal, dialah cinta pertamaku, sampai hari ini aku belum bisa melupakannya, karena aku belum melepas kenangan ku bersamanya"


" mau sampai kapan?"


" entahlah, aku membiarkan hatiku berjalan sesuai alurnya membiarkan takdir berjalan sesuai waktunya" seru Gio sambil tersenyum " ann pulang lah, sudah malam" seru Gio


"ya oke"


"apa aku harus menghubungi supirmu? kau bawa mobil?" tanya Gio


" tidak keduanya, aku ingin naik bis saja, ingin merasakan udara malam, sudah lama"


" ayo, turun bersamaku" seru Gio tersenyum


" oke, jangan lupa besok rapat dengan Middle Resort jam 2siang"


"sudah ku siapkan jangan khawatir ann" senyum Gio sambil berjalan menaiki lift bersama Ann, sesampainya di lobby mereka berpisah, ann mulai berjalan menyusuri trotoar, karena berada di pusat kota jadi suasa trotoar tidak terlalu sepi. lelah dengan sepatu haknya ia mulai membuka sepatunya dan bertelanjang kaki.


" hufh seharian harus terus memakai sepatu ini melelahkan sekali,terakhir kali berjalan seperti malam di trotoar seperti ini saat sebelum penculikan dan kejadian itu dengan Liu, seandainya waktu bisa terulang lagi" seru Annchi sambil memandangi ponselnya, ia mulai merindukan Liu lagi. Ia bertelanjang kaki tidak peduli dengan banyak sorotan mata yang memandangnya. Menaiki bis yang mulai sepi, guliran kenangan Annchi seakan bermain seiring bisnya berjalan.


"sudah begitu lama, kau dimana? sedang apa?" batin Annchi, " aku bahkan tak berani menekan tombol call pada nomormu, aku tak berani menanyakanmu pada siapapun, aku belum siap mendengar kau kembali bersamanya, ahhh bodoh sekali aku ini, bodooh!!" batin anchi sambil menepuk-nepuk kepalanya.


Bus berhenti di halte tujuan Annchi, jarak halte dan rumah annchi mungkin hanya 500 meter. Ia terus melangkah pulang, cahaya lampu temaram, langit penuh bintang menambah dramstis suasana malam itu.



tiba-tiba di tengah lamunannya, seseorang menarik tangannya dan mengangkat tubuhnya, pria itu membopong tubuh anchi dengan mudahnya, Annchi sangat terkejut, matanya langsung mengarah ke sosok pria itu, Pria itu tersenyum melihat wajah Annchi yang tak berkedip dan terkejut itu. Jantung Annchi berdegup sangat cepat. Melihat pria itu, air matanya sontak berjatuhan.


****


HAI READERS PLEASE BANGET UNTUK KALIAN KLIK "LIKE 👍" NOVEL INI DI SETIAP EPISODE, TINDAKAN KECIL TAPI SANGAT BERARTI LOH BUAT AKU 🙏🙏🙏 please yaaa .. oia jangan lupa KOMENTARnya yaa biar kita bisa sharing 🤗🤗