ONE LAST TIME

ONE LAST TIME
Foto shared



beberapa hari kemudian setelah memikirkan cara mencuri data xiauwen,Liu mendatangi rumah xiauwen, Mendengar suara deru mobil, Meimei langsung menyambut liu di depan pintu.


"a-yah a-yah" seru meimei sambil tertawa menyambut Liu. Liu pun tertawa dan langsung menggendong meimei.


" halo putri cantik, kau sedang apa? apa kau merindukanku??" tanya Liu tersenyum


" aku yang rindu" sahut xiauwen tiba-tiba menghampiri Liu " apa kau sudah makan?''


tanya Xiauwen


" belum" jawab Liu datar sambil bermain dengan Meimei


"kalau begitu aku akan masak untukmu liu"


" ini dia kesempatanku!" batin Liu


" oke, masaklah makanan yang paling aku suka, kau pasti tahu kan"


" tumben sekali kau tak dingin liu, baiklah kau tunggu sebentar" seru xiauwen menuju dapurnya. Sepeninggal Xiauwen liu mulai meraih ponsel xiauwen di atas meja tv. Ia harus terus memantau xiauwen dengan hati-hati kemudian dia mengeluarkan USB dan mencolokkannya ke ponsel xiauwen. Jantung liu terus berdegup kencang khawatir xiauwen mengetahuinya.


" apa yang kau lakukan?" suara Xiauwen cukup untuk mengagetkan liu, liu terhentak.


" tidak ada, meimei mencoba meraih ponselmu, aku mencegahnya, sudah matang?"


" belum sebentar lagi, kemarikan ponselku, aku harus menelepon seseorang!" seru Xiauwen sambil mengulurkan tangannya meminta ponselnya kembali dari tangan Liu, Liu mengembalikannya.


" baiklah, aku tunggu" senyum Liu, hal itu membuat Xiauwen heran, sudah sejak 1 th lalu liu tak pernah tersenyum lagi dengannya.


" kau benar-benar tersenyum untukku liu? apakah aku bermimpi?"


" tidak bermimpi, sana lanjutkan masakmu!!" seru Liu tersenyum lagi untuk menutupi degup jantungnya yang memburu sejak tadi, setelah xiauwen pergi, liu langsung menjatuhkan tubuhnya di lantai dan memandangi Meimei


" meimei, aku hampir ketahuan" bisik Liu sambil mencubit pipi meimei yang tembem.


setelah selesai masak, mereka pun makan. Xiauwen berdiri dan menuangkan secangkir teh untuk Liu. Karena kau sudah tersenyum manis untukku, aku memasak makanan yang enak untukmu dan membuatkan teh termahal datang langsung dari jepang, cobalah. Tak berpikir panjang ,liu langsung mencoba teh tersebut.


" rasa teh ini sangat aneh" seru liu dingin seusai menyeruput teh buatan xiauwen


" benarkah? hemm mungkin formulanya yang berubah" seru Xiauwen berbisik di telinga Liu, pandangan matanya tiba-tiba kabur. Ia jatuh pingsan. Kemudian Xiauwen memanggil beberapa orang untuk mengangkat tubuh liu untuk di baringkan di kamarnya. Niat licik Xiauwen kembali muncul.


"Ini akan jadi lebih menarik lagi ann, aku akan memberikan hadiah untukmu" senyum licik xiauwen mengembang


Beberapa jam berselang, akhirnya Liu tersadar, kepalanya sangat pusing, ia mulai mengingat-ingat apa yang terjadi, saat ia sepenuhnya sadar ia berada di kamar Xiauwen ia langsung mengecek tubuhnya


" ah syukurlah aku tak melakukan kebodohan itu lagi, aku masih memakai baju komplit, aku sepertinya di bius Xiauwen, untuk apa? apa yang dia rencanakan? ah sudahlah, untung aku di bawa ke kamarnya, aku bisa mencuri data dari laptopnya" kemudian ia langsung membuka laptop xiauwen dan memasukan USB yongji ke dalam laptop itu, prosesnya hanya sepersekian detik, tidak cukup lama tapi cukup membuat jantungnya hampir berhenti.


" agh hanya untuk seperti ini saja aku harus bermanis-manis kepada wanita jalang itu!!" batinnya. Setelah selesai, Liu langsung menuruni tangga, Xiauwen sedang duduk di sofa ruang tamu.


" kau sudah bangun? apa kau terlaku kelelahan Liu sampai jatuh pingsan?"


" jangan bermuka dua di depan ku wen, aku tahu kau membiusku!"


"untuk apa? kau lihat sendiri kau masih berpakaian lengkap? bagaimana aku bisa bermain denganmu saat kau pingsan begitu?"


" terserahlah, aku harus pulang!"


" baiklah, semoga kau beruntung Liu"


" semoga aku beruntung? kenapa kata-kata itu aneh sekali kalau di ucapkan dari mulutnya, ah sial apalagi yang dia rencanakan? ah sudahlah, aku harus mengecek semua data di laptop dan ponselnya, aku harus pergi menemui yongji!" batinnya bergegas masuk ke dalam mobil dan menuju rumah Yongji" batinnya


****


beberapa hari ini setiap sore hari annchi duduk sendiri di tepi pantai sambil menunggu sunset, memikirkan apanyang harus ia lakukan kedepannya, meskipun baru 1 tahun, tapi rasanya hatinya sudah bersandar penuh di bahu Liu, semua yang di dirinya menjadi bagian dari dirinya juga.


"1 tahun berlalu, sudah berapa lama ia tak merasakan kesepian seperti ini? pertama kehilangan pasangan hidup, kemudian kehilangan sahabat, komplit sekali" batin Annchi, pikirannya terpecah ketika mendengar ponselnya berdering tanda pesan masuk dari Xiauwen, buru-buru ia membuka pesan itu dan "Degg" waktu rasanya berhenti, nafas fan jantungnya juga sepertinya akan berhenti. Xiauwen mengirimkan sebuah foto dirinya dan Liu berciuman dan tidur bersama tanpa memakai baju dan hanya di tutupi selimut. Ia mengirimkan beberapa foto dengan sebuah caption:


" ann, apa kau menikmati malam-malam kau bersamanya? asal kau tahu, tubuh pria yang kau cintai ini juga milikku, 1 th ini dia selalu pergi keluar kota adalah untuk bersamaku, aku rasa kehangatan darimu tidak cukup untuk membuatnya menjauhiku, nyatanya dia lebih memilih tidur bersamaku di bandingkan bersama mu saat ini, dia juga tak mencari mu juga tak membicarakan mu, 1 tahun sepertinya dia mulai bosan dan akhirnya dia bersamaku sekarang, kau terlalu naif mempercayai setiap kata cintanya, padahal yang ia cintai pasti adalah aku, mulai sekarang tak perlu menunggunya, karena dia hanya akan ada di sini bersamaku"


Annchi terdiam, ia tak kuat menahan air matanya, dadanya lebih sesak dari saat terakhir kali liu meninggalkannya untuk wanita itu saat pernikahan yongji.


"harusnya aku sadar kau tak mungkin meninggalkan dia untukku, mungkin itu alasan kenapa sampai detik ini kau tak mencari ku, bahkan meneleponku pun tidak, ternyata aku terlalu naif merasa aku benar-benar spesial untukmu, ternyata di belakangku juga kau memperlakukan wanita lain sama, kau sungguh brengsek liu" isakan tangis annchi semakin deras. Ia berusaha memikirkan masa depan anak yang di kandungannya.


" kau bilang kau akan membahagiakanku, tidak akan menyakitiku, akan selalu melindungiku sekuat tenagamu, kau tidak akan menduakanku, tapi kenapa begini? ini terlalu jahat liu, sakitnya bahkan lebih terasa di banding dulu, bagaimana caranya agar bisa sembuh kelak?" batin annchi sambil memegangi perutnya.


*backsound: pernah-azmi 😊✌️


🎶Ingatkah semua kata yang kau ucap dulu?


Kau berjanji untuk setia Kini kutanya ke mana janji itu kau buang? Pernah sakit tapi tak pernah sesakit ini ,Karena pernah cinta tapi tak pernah sedalam ini, Aku ingin semua cintamu hanya untukku Memang 'ku tak rela kau bagi untuk hati yang lain,, Jika memang kau bagi cintamu Ke mana janji itu kau buang? ooooo Kau buat 'ku menangis tanpa air mata Sampai kuteriak pun sudah tak ada suara🎶