ONE LAST TIME

ONE LAST TIME
Pesta Pertunangan



Mendengar kabar lamaran Liu dan Annchi, kedua belah keluarga mengadakan sebuah acara perayaan di kediaman annchi , semacam acara pertunangan resmi liu dan annchi, semua kolega dan kerabat mendapatkan undangan itu. Malam itu semuanya gembira, kecuali annchi, liu, shin, xiauwen menjadi satu saat itu, situasinya menegangkan di sana, Liu sangat memperhatikan gerak gerik xiauwen dan annchi, Shin memandang Liu, xiauwen memandang Annchi, sedangkan gavin memandang keempat orang itu dengan pandangan aneh.


" sebenarnya ada apa di antara mereka? kenapa pandangan mading-masing dingin sekali, yang netral hanya Annchi di sini. apakah ada cerita yang bagus di balik ini semua? menarik sekali" batin Gavin sambil berdiri di samping tangga.


" Ann, selamat atas pertunanganmu dengan liu ya" seru Shin mendekati annchi sambil mengangkat gelas winenya


"iiya kak, terimakasih, kau tak apa-apa kan?" tanya Annchi


"hehe gadis bodoh" seru Shin tersenyum


melihat Shin dan annchi mengobrol, Liu langsung mendekati Annchi dan menggandeng tangannya.


" lama tidak bertemu tuan liu, selamat atas pertunanganmu" seru shin tersenyum ketus


"terimakasih tuan shin sudah mau datang ke acara seperti ini, maaf merepotkan" seru Liu ketus


"tak merepotkan, aku datang untuk annchi"


" kelak tak perlu bersusah payah untuknya, dia sudah memiliki ku di sampingnya, aku harap setelah pernikahan kita tak bertemu lagi tuan Shin" seri Liu dingin, mendengar itu Annchi kaget


" hemm kak shin jangan kau ambil hati perkataan Liu tadi, aku tentu masih ingin bertemu denganmu" senyum annchi pada shin


" tidak apa-apa , dia calon suami mu pantas jika cemburu denganku" seru Shin menatap annchi


" tuan liu, perlu kau ingat, sepandai-pandainya tupai melompat akan jatuh juga, sepintar-pintarnya menyimpan bangkai pasti akan tercium juga" senyum sinis Shin, Liu mendengar perkataan shin sedikit kaget, namun dia mencoba tenang.


"ann, jangan tertipu dengan pelangi ya, kadang sebelum badai besar datang , pelangi akan menyambutmu lebih dulu, waspadalah" seru shin mengelus kepala Annchi yang kemudian langsung di tepis Liu


" ann, aku ingin bicara dengam tuan shin 4 mata, kau tinggalkan kami sebentar oke" titah liu dan dengan hati gusar khawatir terjadi apa-apa annchi menganggukan kepalanya tanda setuju dan melangkah pergi.


" tuan muda shin hua, aku tak mengerti maksud pribahasa mu itu, sebenarnya apa yang ingin kau katakan?" tanya Liu dengan mata tajam


"tuan liu, tak perlu munafik di depanku, diantara kau, aku , annchi dan xiauwen satu-satunya yang tak tahu masalah mu dengan xiauwen adalah annchi, jangan menabur angin tuan agar tidak menuai badai" seru Shin geram


" tak ku sangka kau punya banyak waktu mencari tahu tentang urusan pribadiku tuan, semenarik itukah?"


" bagaimanapun kamu adalah pilihannya, kalau sampai kau menyakitinya karena xiauwen, aku akan merebut annchi dan membuatnya memalingkan wajahnya darimu, ini sepeti bom waktu, kenapa kau menyeretnya padahal kau tau ini akan membawanya pada kehancuran?yang kau rasakan adalah cinta atau perasaan takut kehilangan mainanmu?


" huh, jangan bicara omong kosong shin, kau tau aku mencintainya,.kalau kau tahu masalah ini kenapa tak kau hentikan dia?"


" ingin ku lakukan sejak awal kau melamarnya malam itu, tapi terlambat, dia sudah menerima mu. dia sudah ku peringatkan jauh sebelum kau menghilang, tapi sayang cinta itu buta"


" karena aku memang pilihannya, menjauhlah darinya, aku juga takan membiarkan siapapun menyakitinya"


" haha kau tau jelas kaulah pisau itu yang akan menyakitinya, aku permisi tuan liu" seru shin sambil tersenyum sangat ketus sambil mengangkat gelas winenya, Liu mendengar kata-kata shin hanya terdiam,


"tak semua perkataan shin salah, aku juga tak sepenuhnya benar, agh sh*t" batin liu kesal


** di sisi lain**


mendengar permintaan Liu, annchi langsung berjalan menjauh dari kerumunan mereka yang sedang bergembira. Mendekati sebuah ayunan panjang di balcony rumah annchi.


" kenapa mereka seperti menyembunyikan sesuatu? kenapa acara ini justru menambah bimbang hatiku?" batin annchi sambil memandangi gelas winenya


" kenapa kau duduk di sini? harusnya kau bahagia bukan akan menjadi nyonya liu?" seru Xiauwen mendekat, melihat xiauwen berbicara mendekat, annchi langsung berusaha menghindar.


" apakah aku seperti hantu hingga kau takut begitu?" tanya xiauwen ketus


" tentu saja berhubungan denganku haha,, bersenang-senanglah ann sekarang, kita lihat siapa yang akan tertawa di akhir" seru Xiauwen sinis sambil melangkah pergi


" apa maksud perkataannya itu?" batin Annchi sambil memandangi Xiauwen pergi.


"hei sedang apa? kenapa melamun?" seru gavin sambil menepuk pundak anchi dari belakang


" oh,eheehee tidak apa-apa kok" seru annchi sambil tersenyum


" kau kenal dia?" tanya Gavin menunjuk xiauwen


"tidak" seru annchi


" ann, di dalam dirinya tak ada hal baik, kau berhati-hatilah dengannya, dia itu seperti ular"


"kau kenal gave?" tanya Annchi


" ya dulu, sekarang tidak lagi"


" kenapa begitu?"


"hehehe,, ada banyak hal di dunia ini yang sulit di jelaskan dan ada banyak hal di dunia ini yang lebih baik kau tak perlu tahu demi kebaikan mu sendiri" senyum gavin


" jika tidak tahu bagaimana kita tahu ini baik atau tidak?"


" jalani saja ann, jangan terlalu penasaran hingga menebak apa yang belum dan yang akan terjadi"


"tak ku sangka, presdir gavin sangat bijak, luar biasa, clap, clap, clap, hehe" seru annchi sambil tepuk tangan kecil dan tertawa


" tak ku sangka aku adalah orang pertama yang membuatmu tertawa sepanjang acara ini, ayo berterimakasihlah padaku" seru gavin juga tertawa


"haha oke oke,, besok aku traktir kau oke?"


" oke, tp aku mungkin harus memakai baju tebal"


" kenapa begitu?"


" aku khawatir akan mati kedinginan jika Liu tahu aku keluar denganmu, dia akan datang dan menghujaniku dengan aura dinginnya, aku heran bagaimana kau tahan dengannya yang sedingin es itu haha"


" haha,,entahlah, mungkin Tuhan memberkatiku dengan mesin penghangat alami di tubuhku" tawa annchi semakin lepas, Gavin melihat Liu mendekat langsung pamit


" ann, aku tiba-tiba kedinginan, aku menghangatkan tubuh dulu ya" seru gavin sambil melirik ke Liu sambil menahan tawa


"oh.. hehe oke" seru annchi bingung


" menertawakan apa?" tanya Liu sambil memeluk annchi dari belakang


" menertawakan mu"


" kenapa?"


" kau terlalu dingin terhadap semua orang"


" hanya orang-orang tertentu yang boleh merasakan sifat hangat ku ann, ayo masuk di sini mulai dingin" serunya


setelah acara itu, banyak hal yang harus di kerjakan annchi dan liu termasuk memilih tema pernikahan, memilih baju pengantin dst annchi juga lebih sering bertemu dengan ceily, melakukan bnyak hal dengannya, berbeda dengan Jisoo, ceily menyambut Annchi dengan suka cita. Liu juga sering menemaninya berdiskusi dengan wedding organizernya. Semakin terlarut dengan persiapan pernikahannya, ia semakin melupakan kesedihannya, sedikit demi sedikit perasaan bahagia itu muncul.