ONE LAST TIME

ONE LAST TIME
bunga 1 taman



*** kantor Shin di paris***


" paman Ji, apa kabar terbaru tentang annchi?" tanya Shin sambil menatap serius ke layar Laptopnya


" nona ann beberpaa hari ini sangat sibuk dengan urusan kantornya, hampir setiap malam nona ann pulang menggunakan bis umum dan lagi..... dan lagi...."


" dan lagi apa? apa seseorang selalu bersamanya?" tanya shin sambil mendongakan wajahnya serius menatap paman ji


" dan lagi, nona ann selalu melepas sepatunya saat berjalan keluar kantor sampai rumah tuan" seru paman ji, mendengar itu shin hanya tersenyum


"gadis itu benar-benar sulit di tebak, bagaimana kalau kakinya terluka seperti itu?" batin shin sambil memandangi foto annchi di mejanya


" bagaimana pekerjaannya paman ji? siapa saja yang sedang bekerja sama dengannya sekarang?" tanya shin


" ada beberapa perusahaan besar tuan, tapi nona ann paling sering bersama tuan muda Gavin dari middle resort" seru paman ji


" gavin dari middle resort? aku belum pernah mendengar tentangnya , lalu bagaimana dengan liu?" tanya shin lebih serius


" setelah sekian lama, nona annchi baru bertemu dengan tuan muda liu, namun mereka tak banyak bertemu, hanya sesekali tuan muda liu datang saat makan siang dan sepertinya tuan Liu kemarin pergi melamar nona ann di kantornya namun sepertinya di tolak nona ann,tuan"


"benarkah? annchi menolak liu?" batin shin heran


" apakah liu sering menjemput annchi saat pulang?"


" tidak sering hanya beberapa kali tuan"


"kenapa liu jadi sedikit menjaga jarak dengan ann? ada apa dengan hubungan mereka? kenapa annchi menolak liu? bukan kah dia menyukai liu?" batinnya bingung


" paman ji, suruh orang mennyelidiki liu, aku ingin tahu kenapa dia menjaga jarak dengan Annchi" titah Shin


" baik tuan" seru Paman ji sambil mengundurkan diri.


" benar-benar aneh sekali" batin shin kemudian meraih ponsel di dekatnya menekan nomor annchi


tuuut... tuttt.. tuuttt terdengar nada sambung ponsel annchi


" halo, kak shiiinnnnn" seru Annchi di seberang telfon, senyum shin mulai bermekaran , bayangan wajah annchi tersenyum terlintas di matanya


"hai tuan putri, bagaimana kabarmu?" tannya shin


" aku baik, kau akhir-akhir ini sibuk sekali sampai tak memberiku kabar kak" tanya Annchi


"ya, aku sedikit sibuk, kenapa? mulai rindu aku?" tanya shin menggoda ann


" hemm, ti.tidak.. hanya bertanya saja, memangnya tidak boleh?" tanya ann kikuk, mendengar kekikukan annchi shin menahan tawanya.


" bagaimana pekerjaanmu? apakah berjalan baik?" tanya shin


" semuanya baik kak, belakangan ini aku sibuk dengan beberapa kontrak kerja, tapi lebih fokus dengan middle resort, sangat melelahkan ya" seru annchi tersenyum dari jauh,


"aku dengar kau sering bertemu dengan presdir muda dari middle resort ya? apakah dia lebih tampan dari aku?" seru shin lagi-lagi menggoda ann


" hemm bagaimana yaa? hehe,, kau lebih tampan sepertinya" seru Annchi sambil tersenyum


"benarkah? mendengar itu aku seperti langsung ingin membeli tiket untuk pulang hanya untuk memelukmu dan memakaikan sendal di kakimu hehe" seru shin tertawa


" hah sendal?" annchi berfikir keras sampai akhirnya sadar " masalah seperti ini saja kau tahu kak?" seru Annchi heran


" tentu saja, aku kan big fans mu, hehe"


" wah jangan-jangan di kamarku juga diam-diam kau pasang kamera tersembunyi? tak ku sangka kau secreepy ini kak" seru annchi sambil tertawa


" haha,, sudah aku harus rapat, jangan terlalu sibuk ya ann, nanti sakit, jangan lupa makan teratur yah" seru shin


beberapa saat kemudian Gio memasuki ruangan annchi dengan membawa beberapa buket bunga,


"nona ann, apa kau berulang tahun hari ini?" tannya Gio heran,


pertamanya hanya datang beberapa tapi lama kelamaan jadi banyak sekali memenuhi ruangan kerja annchi. Ruang kerjanya menjadi seperti taman bunga, di setiap buket hanya ada tulisan "will you merry me ann" ,, " you are not allowed to reject me" ,, "i love you",, tidak ada nama yang tertera di sana , tapi Annchi tau dengan pasti ini ulah siapa. Buru-buru dia menyalakan ponselnya dan menghubungi Liu.


tuuuut... tuuuttt.. tuuuuttt.. bunyi nada sambung liu, beberapa detik kemudian Liu mengangkat ponselnya


" Liu, kau yang memindahkan bunga 1 taman ke ruanganku?" serunya kesal


"apa kau menyukainya?hehe" seru Liu


" tidak, ini terlalu banyak" sahut Annchi


"maukah kau menikah denganku?" seru Liu


" kau melamarku lewat telfon? are you kidink me?" jawab annchi sinis


" hehe lihatlah ke luar jendela sekarang" titah liu, kemudian buru-buru annchi melihat ke luar jendelanya, ia melihat lebih banyak bunga di sana, sesosok pria tengah berlutut menatap annchi dari bawah, banyak sekali orang berkumpul di sana, termasuk media banyak sekali yang meliput, tidak heran , Liu dan Annchi berasal dari keluarga terpandang, semua orang membicarakan seluruh aspek kehidupannya.


" hei lihat tuan muda liu melamar nona ann, ya tuhaaannn sunggu romantis, jiwa ke jombloanku berteriak histeris saat ini", " wah nona annchi beruntung sekali" , " ya Tuhan tuan liu romantis sekali" seru beberapa gadis di belakang annchi


" huuuhh liu bodoh,, aku tak suka di lamar dengan banyak mata memandang begini" batin Annchi yang langsung bergegas turun ke bawah, sesampainya di bawah banyak teriakan-teriakan histeris dari berbagai orang, semuanya mendukung Liu, Annchi yang pemalu langsung menarik tangan Liu pergi ke ruangannya, melewati berbagai macam orang yang tersenyum berbisik seakan annchi harus menerima Liu. Sesampainya di ruangan


" Liuuuuuuuuuuuuuu, kau mempermalukan akuu" seru annchi gemas


"bagaimana bisa mempermalukanmu, semua gadis di kota ini akan iri pada mu tau, dasar gadis bodoh!" seru Liu sambil menyentil kening Annchi " jadi bagaimana kau mau menikah denganku?" tanya Liu


" tidak!!! aku tak suka di lamar dengan cara seperti ini!!!" jawab Annchi membuang muka


" lalu bagaimana caranya agar kau mau menikah denganku?" tanya Liu sambil mendekati wajah annchi, wajah liu begitu dekat hingga jantung Annchi berdebar-debar, sudah lama dia tak melihat wajah Liu sedekat ini,


" duh ya Tuhan ampuni aku, di saat seperti ini yang terlintas hanya betapa tampan wajahnya, kenapa kau menciptakannya setampan ini tapi sifatnya sangat menyebalkan?" batinnya



" hemm,, pikir saja sendiri, sana sana kau pergilah, aku sedang sibuk" seru annchi panik, melihat annchi kikuk Liu semakin mendekati bibir annchi


" sudah berapa lama aku tak merasakannya?" tanya Liu sambil mengusap bibir Annchi, annchi semakin kikuk, jantungnya berdebar kencang


" pe..pergilah liu jangan menggoda ku terus" seru annchi sambil mendorong tubuh Liu


" oke baiklah, aku akan terus melamarmu sampai kau katakan ya untuk ku", " selamat bekerja nona cantik" seru Liu sambil mencium kening Annchi. Saat Liu membuka pintu ruangan Annchi ternyata banyak sekali orang yang mendengarkan percakapan mereka dari balik pintu.


" nona ann, sepertinya kau butuh banyak pegawai baru? sepertinya pegawai mu sudah bosan bekerja" seru Liu ketus sambil melirik Annchi


" ma..maaf tuan liu, maaf nona ann, kami mengaku salah, mohon jangan pecat kami" seru Beberapa pegawai


" jika kau butuh banyak pegawai aku siap membantumu ann" seru Liu sinis sambil beranjak pergi


" ya ampun aku baru tau tuan Liu itu galak sekali" bisik para pegawai,


" jadi nona ann menolak tuan liu ya? ya tuhan, hebat sekali nona annchi itu" batin mereka,seketika kerumunan bubar, Annchi hanya bisa menghela nafas.


" apanya yang hebat, berada di dekatnya terus resiko terkena penyakit jantung akan semakin meningkat" batinn annchi


***


fyi: sekali lagi ilustrasi2 yang author tampilkan hanya sebagai ilustrasi adegan yaa, jadi karakternya beda-beda, author cari yg mirip2 🙏🙏.. janga lupa LIKE nya ya, biar author semangat nulisnya, trimakasih 🙏🙏