
sesampainya di maldives, annchi masih tertidur, melihat wajahnya yang tenang, liu bahkan tak bisa memejamkan matanya sedetikpun, memandanginya sepanjang malam lebih mengasyikan daripada tidur batinnya
" tuan, apakah nona ann perlu saya bangunkan?" tanya seorang pramugari
" tidak perlu, akan ku gendong saja dia turun, kasihan dia kelelahan"
" baik tuan"
setelah pesawat berhenti, Liu segera membopong tubuh Annchi menuruni pesawat dan masuk ke dalam mobil, sepanjang jalan terlihat pesisir pantai yang indah, akhirnya tiba juga samoai di villa, Liu mengangkat tubuh Ann memasuki kamarnya. Kamar pengantin yang sangat indah, designnya begotu romantis dengan jendela balkon menghadap langsung ke pantai. Setelah menidurkan Annchi di ranjang, liu segera pergi mandi. Setelah mandi, Liu juga merebahkan tubuhnya di tempat tidur di samping annchi, karena ia juga kelelahan akhirnya mereka berdua tertidur pulas.
Beberapa jam kemudian, Annchi bangun, ia kaget ia sudah berada tempat tidur, di lihatnya Liu juga tertidur pulas disampingnya, lama annchi memandangi wajah suaminya itu, tangannya menyentuh lembut wajahnya.
" mulai kemarin sampai nanti, aku hanya boleh memandang wajahnya, tidak boleh ada lagi orang lain" batinnya, tiba-tiba tangan Annchi di genggam oleh liu dan di ciumnya tangan Annchi, liu membuka matanya.
" ka..kau sudah bangun?"
" selamat pagi istriku, ann kau sengaja membangunkan aku ya? sentuhan lembut tanganmu sudah lebih dari cukup membangunkanku"
" maaf, aku tak bermaksud begitu, aku akan memasak sarapan untukmu" baru akan beranjak dari tempat tidurnya, tangan annchi di tarik liu sampai tubuhnya jatuh ke dada liu
" aku tak ingin sarapan, kau masih berhutang malam pengantin ann"
" duuuhhh, apa di kepalamu cuman hanya ada itu? aku lapar, sarapan dulu ya"
" tidak, aku ingin kamu dulu" seru Liu menarik annchi lebih dekat dan menciumnya, semakin lama semakin berhasrat. tubuh annchi gemetar hebat.
" kau gemetar sensitif atau lapar ann?"
" laparrr, ayo makan dulu!!"
" huh mengganggu suasana saja kau!!baiklah ayo makan apa?"
" bagaimana kalau kamu masak?aku pernah dengar yongji bercerita kau bisa masak"
" ah aku sedang malas, jauh-jauh ke maldives sesampainya di sini aku harus masak? no ann"
" ayolah, anggap saja kado untuk ku"
" oke, tp punya chef seperti aku bayarannya mahal ann"
" hah???? aku harus bayar?"
" tentu saja"
" berapa? katakan!"
" priceless, aku ingin kau bayar dengan tubuhmu, oke?"
" apaaaa???? huh baiklah kita makan di luar saja" seru annchi cemberut
" kau tak bisa lari dari ku ann" jawab Liu sambil mencium annchi,, annchi seketika mendorong tubuh liu dan menariknya ke dapur.
" mau makan apa?"
" pokoknya makan makanan yang terenak yang pernah kau buat"
"oke baiklah, kau juga harus mulai berfikir cara yang tempat untuk membayar ku setelah ini" seru Liu mengedipkan 1 matanya, liu langsung beranjak membuka kulkas mengambil semua bahan masakan yang ia butuhkan, beberapa saat kemudian Liu hanya fokus dengan masakannya, Annchi kemudian datang memakaikannya celemek dari belakang
" aku rasa chef liu lupa memakai ini" tangan annchi memakaikan Appron itu dari belakang, liu tak menjawab hanya tersenyum
beberapa saat kemudian semua masakan matang, liu menarik annchi untuk duduk di meja makan
" this is it, sarapannya sudah jadi, please enjoy princess annchi" mata annchi terpukau dengan makanan yang di masak liu, semuanya sepertinya enak. Kemudian mereka sarapan bersama dengan canda tawa.
"tringggg" bunyi pesan masuk dari ponselnliu berbunyi
" selamat pagi honey, bagaimana perjalananmu? bagaimana malam pengantinmu? apakah seseru saat bersamaku? aku rindu kamu" tulis Xiauwen mengagetkan Liu, wajah liu yang tadinya cerita langsung terlihat marah. Annchi memandang liu langsung terheran-heran kenapa wajah liu berubah drastis seperti itu.
"ada apa? apa ada masalah?" tanya Annchi
" sepertinya masalahnya besar sampai dia terlihat sangat marah begitu" batin Annchi
" halo wen,sekali lagi kau menghubungiku, aku tak segan membereskan mu wen"
"wow menakutkan, mungkin kau kelelahan sampai akal sehatmu tak berjalan liu, beraninya kau berbicara seperti itu padaku" senyum ketus xiauwen mengembang
" kenapa tidak? membuat kau keguguran adalah hal yang mudah untuk ku wen"
" baiklah kau mulai lupa, membunuh bayi ini juga akan membunuh ku, berhati-hatilah"
" jika dengan membunuhmu kebahagiaanku tak terancam kenapa tidak, jangan mengujiku wen"
" mari kita lihat siapa yang terbunuh lebih dulu, haha" tawa Xiauwen kali ini benar-benar jahat, ia menutup telponnya dengan marah, kehilangan cinta membuatnya berubah total. Xiauwen anak baik hati dan ceria itu sekarang berubah. Liu mulai duduk di meja makan lagi, memandang Annchi beberapa saat
"mulai hari ini, kamu mau kemanapun kasih tau aku ya, jangan jauh-jauh dari aku" seru Liu sambil mengusap kepala ann
" kamu kenapa, kok jadi aneh?"
"gak apa-apa? memangnya salah suaminya gak mau jauh dan mau tahu kabar kamu setiap saat? mulai sekarang jangan panggil nama aku, panggil aku honey/ sayang/beb/ay, mau sampai kapan panggil nama ku"
mendengar itu wajah annchi langsung memerah,
" huh kenapa banyak maunya sih pria ini" batin annchi
" kenapa muka mu begitu? tdk mau?"
" banyak maunya!"
"banyak maunya apa? nih aku kasih tau kalau aku banyak mau tu seperti ini" seru liu sambil mengangkat tubuh annchi dan membantingnya ke tempat tidur. Liu membuka celemeknya dan menciumi Annchi
"kyaaaaa. apa yang mau kau lakukan??"
" melakukan hal yang wajar untuk suami istri, kau tak ada hak menolak ann" sahut Liu sambil melumat bibir indah annchi sambil tangannya masuk ke dalam baju annchi, Annchi tak bisa berbuat apapun, desahan demi desahannya menambah hasrat Liu.
" sepertinya kau mulai menikmatinya nyonya liu" senyum liu sambil membuka baju annchi satu per satu sampai annchi tak memakai sehelai kainpun "huh tubuhmu selalu berhasil membuatku jatuh cinta ann" seru Liu melanjutkan gerakannya. Bermain dengan buah dada annchi dan melumatnya. Ciumannya turun ke dada, perut dan bagian bawah Annchi, tubuh annchi semakin gemetar keenakan. Setelah puas, Liu mengarahkan Mr P nya ke Mrs V annchi dan memasukannya dalam-dalam dalam sekali hentakan, sontak annchi sedikit berteriak kesakitan.
" liuu,, sayang,, pe-lan-pe-lan sakiiiittt, hemph, uhh" desah annchi, Liu terus bergerak maju dan mundur menghiraukan racauan Annchi.
" kali ini kau benar-benar milikku ann, tak boleh seorangpun merebut mu dan menyentuhmu, hanya aku yang boleh" batin liu sambil menciumi Annchi.
mereka melakukan itu berjam-jam, beronde-ronde sampai mereka berdua kelelahan.
" huh tubuhku sampai lunglai begini, bagaimana kau bertanggung jawab?" seru annchi yang lemas terbaring di tempat tidur. Mendengar annchi mengatakan ituz liu yang terbaring di sampingnya langsung membalikan tubuhnya miring menghadap tubuh annchi dengan tersenyum.
" bagaimana nyonya liu? bukankah aku hebat di ranjang sampai kau lemah begitu? hehe" tawa liu sambil menciumin leher Ann
"berhentiiiilah Liu, kau tak lihat aku sudah lemah begini, sana sana menjauhlah" seru annchi sambil mendorong tubuh liu
" haha, yasudah aku mandi dulu, melihat ombak pantai aku jadi ingin berselancar, kau kumpulkan tenagamu untuk malam nanti, hihi" goda liu
" apaaaahhhh??? malam lagi? huh kau bunuh aku saja liu, aku menyerah" seru annchi sambil meletakan tangannya di atas keningnya, melihat itu Liu tertawa geli. Liu kemudian melangkah menuju kamar mandi, setelah itu bergegas menuju pantai membawa papan selancarnya. Sangat sangat tampan. Annchi masih merebahkan dirinya, meraih ponselnya dan mengirim pesan untuk Gio
" apa kau menemukan sesuatu?" tanya Annchi
"belum pasti nona, nanti saya kabari jika sudah pasti"
" baiklah"
" di tengah honey moon mu kau masih sempat menanyakan ini? apa malam pengantinmu membosankan haha" goda Gio sambil tertawa
" tidak usah cerewet kerjakan saja yang aku perintahkan!"
" oke oke baik nyonya liu"