ONE LAST TIME

ONE LAST TIME
Wedding Bells



"nona ann, kau akan kemana?" tanya Gio melihat Annchi membereskan tasnya dan pergi.


" aku mau ke rumah sakit sebentar"


" oke nona, hati-hati di jalan ya" seru Gio


annchi baru saja mendapatkan pesan gambar dari Xiaolan, sebuah foto adik kecilnya dan ibunya, melihat itu annchi tersadar ia melupakan xiaolan, adiknya begitu menggemaskan, jadi riba-tiba ia ingin mengunjungi Xiaolan. Selang beberapa lama Liu datang ke kantor annchi membawakan kotak makan siang masakan ceily ibunya, saat memasuki ruangan kerja Annchi, ia tak mendapati annchi di sana, lantas ia bertanya pada Gio.


" kau, kau bukankah asisten annchi? kemana dia pergi?" tanya Liu dingin


" nona ann sedang pergi ke rumah sakit tuan"


" siapa yang sakit?"


"saya tidak tahu tuan" jawab Gio.


kemudian Liu mengambil ponselnya menghubungi annchi namun tak di angkat, 2 kemungkinan dia pergi ke rumah sakit, untuk menyelidiki ku atau menjenguk bocah itu. Baiknya aku segera menyusulnya. Liu langsung bergegas menuju rumah sakit xx


Sesampainya Annchi di rumah sakit, ia langsung di sambut pelukan oleh xiaolan dan senyuman oleh ibu Xiaolan.


" selamat siang bibi, bagaimana keadaanmu? apakah sudah membaik?" seru annchi tersenyum


" sangat baik nona annchi, terima kasih atas bantuanmu, karenamu dan tuan muda, aku dan bayiku bisa selamat"


" tak perlu sungkan bibi, kau seharusnya bersyukur memiliki xiaolan, dialah yang meminta bantuan kami tempo hari" serunya "wah, adik kecil kau lucu sekali, siapa namamu?" tanya Annchi pada ibu xiaolan


" aku memberinya nama xiaochi nona"


" wah, nama yang cantik sepertimu, apa aku boleh menggendongnya bibi?" tanya annchi


"tentu saja" sahut Jihee ibu xiaolan sambil memberikan bayinya untuk di gendong annchi


" wah kau lucu sekali, jadi ingin memilikinya juga" seru Annchi sambil mengelus pipi xiaochi


" sebentar lagi kau juga akan punya ann" seru liu berdiri di belakang Annchi, annchi mendengar suara liu langsung membalikan tubuhnya dengan wajah terkejut. Liu memandang Annchi menggendong bayi jadi berkhayal itu adalah bayinya kelak.


" wah, aku juga melihat berita kalau kalian sebentar lagi akan menikah ya nona"


" iya, bibi jika kau tak keberatan, kau boleh datang ke pernikahan kami, ajak serta xiaolan dan adiknya ya, ini undangannya untukmu" seru Annchi sambil memberikan surat undangannya pada jihee


" wah benarkah aku bisa datang ke pernikahan kalian nona? wahhh asiknyaaa" seru xiaolan sambil tertawa


" tentu saja, aku akan meminta seseorang menjemput kalian saat hari H ya, oia anggap aku kakak mu ya, aku tak punya adik jadi jangan panggil aku nona, oke?" seru annchi sambil mengelus kepala xiaolan


" wah xiaolan kau beruntung sekali ya" seru jihee tersenyum


" liu , kau bawa apa?" tanya Annchin memperhatikan kotak yang di bawa annchi


" aku membawa kotak makan siang buatan ibu mertuamu" seru Liu


" wah benarkah, sepertinya porsinya banyak, xiaolan apa,kau mau makan bersamaku?"


" mauuuuu" seru xiaolan semangat


" baiklah ayo makan bersamaku" seru annchi tersenyum sambil menggandeng xiaolan.


***


Setelah Lama di tunggu akhirnya Hari besar itu pun datang juga, semua orang sudah sangat sibuk sedari pagi, tamu, media, keluarga semuanya datang. Annchi melihat para tamu dari balik jendela ruang ganti pengantin wanita, banyak sekali tamu yang datang, Annchi sangat gugup. Tak terasa ia sudah sebesar ini, tak terasa pria yang dulu ia pertanyakan wajahnya dan siapa orangnya itu adalah Liu, waktu begitu cepat berlalu, takdirnya hanya menunggu waktu. Melihat Annchi termenung melihat jendela, Yizhen datang menepuk pundak annchi lembut dan memeluknya.


"anak ayah tak perlu segugup ini, semuanya akan baik-baik saja nak" seru yizhen


" iya ayah, pernikahanku hanya dalam hitungan menit lagi, sebentar lagi aku menjadi seorang istri seperti ibu, marga di belakang namaku juga akan berganti, setelah menikah, Liu juga sudah menyiapkan rumah untuk kami tinggal, tapi mengapa aku sekarang jadi tak bahagia yah? seperti akan kehilangan kalian selamanya" seru Annchi memeluk yizhen dan menitikkan air matanya


di saat yang bersamaan di ruang ganti pengantin pria, Liu sedang sibuk mengancingkan kemeja dan jas nya, di temani Yongji dan Jisoo yang kemarin baru sampai.


" bagaimana kak, apa aku tampan?" tanya Liu melirik Yongji


" ya, tapi tak setampan aku, haha" , " tak ku sangka hari ini datang juga untukmu Liu, kau sudah besar" Yongji menepuk bahu Liu dan tersenyum


" tentu saja, aku juga ingin merasakan memiliki keluarga seperti kalian kak" seru Liu


" ingat ya liu, jangan sakiti adik iparku, kalau tidak kau akan berhadapan dengannku" sahut Jisoo sambil tersenyum


" wah wah berbulan-bulan hidup dengan kakakku, gayamu berbicara sudah persis seperti kakak ku, kau juga sekarang lebih cantik dan elegan kak" puji Liu


" tentu saja, kakakmu sangat memanjakan aku, kau juga harus seperti itu" seru jisoo


" tuan Liu, acara sudah akan di mulai, tuan silahkan berdiri di altar menunggu pengantin wanita" seru seseorang pegawai WO


" baiklah, akhirnya datang juga waktunya, kau harus bergegas liu" seru Yongi


" baiklah" jawab Liu sambil melangkah pergi.


di iringi musik pengiring, suasana riuh tiba-tiba menjadi sangat khidmad, semua mata memandang ke arah Liu, semua sepakat bahwa liu hari ini sangat tampan hari ini.


Memasuki altar di dampingi Yizhen, jantung Annchi seperti deburan ombak yang mengiringi prosesi pernikahan mereka. Sepasang mata Annchi tak bisa memandang ke arah lain selain ke arah Liu yang sejak tadi menunggunya


" sulit di percaya, dialah pria yang berdiri di sana, yang akan menemaniku seumur hidupku, pria yang ku kenal di taman malam itu, seseorang yang dulu bahkan tak terpikirkan akan menjadi jodohku, ku kira yang akan berada di sana adalah kak Shin, ternyata malah Liu" batin Annchi sambil tersenyum memandang Liu


" akhirnya, kaulah yang berjalan di altar ini untukku, mulai detik ini sampai nanti ,aku takan meninggalkanmu ann" batin Liu yang juga memandangi annchi.


Annchi semakin dekat dan berdiri di hadapannya, Yizhen menyerahkan tangan Annchi kepada Liu, beberapa saat Annchi enggan melepaskan tangan Yizhen tapi pada akhirnya juga harus melepaskan tangan ayahnya itu sambil menatap wajah ayahnya yang terlihat haru itu. Di genggamnya tangan Liu erat, seperti sedang menyerahkan kehidupannya untuk Liu sepenuhnya, kali ini ia harus memantapkan hatinya hanya untuk Liu bagaimanapun caranya, bagaimanapun mulai saat ini Liulah suaminya.



"Love is always patient and kind. It is never jealous. Love is never boastful or conceited. It is never rude or selfish. It does not take offense and is not resentful. Love takes no pleasure in other people’s sins, but delights in the truth. It is always ready to excuse, to trust, to hope, and to endure whatever comes"


🎶There's a sing that's inside


Of my soul It's the one that I've tried to write


Over and over again


I'm awake in the infinite cold


But you sing to me over and over and over again,So I lay my head back down


And I lift my hands and pray


To be only yours I pray


To be only yours


I know now you're my only hope


Sing to me the song of the stars


Of your galaxy dancing and laughing and laughing again


When it feels like my dreams are so far


Sing to me of the plans


That you have for me over again🎶