
Sepanjang jalan, annchi berharap ini hanya mimpi, berharap ia salah melihat orang dan berharap ia salah mendengar perkataan anak itu. Annchi berusaha menelepon Liu namun masih tak ada jawaban, sampai mobil Liu berhenti di sebuah rumah, rumah yang cukup di bilang mewah. Taksi annchi berhenti di depan pintu gerbang rumah itu. Ia turun dari taksi dan berdiri di pintu gerbang rumah itu dan melihat Liu benar-benar masuk bersama anak perempuan itu dan Xiauwen.
" apa itu benar-benar Liu? apa mataku salah melihat? huh kenapa dada ini sakit sekali, pantas ia tak pulang 2 hari ini, ternyata dia bersama Xiauwen, huh sakit sekali dadaku" seru annchi terisak sambil menepuk-nepuk dadanya. Air hujan terus membasahi tubuhnya, tangisnya seperti tersamarkan oleh hujan. Tiba-tiba seseorang datang memberikan jasnya dan mendekapnya erat, hal itu membuat Annchi tersentak, ia refleks memutar tubuhnya dan melihat siapa di belakang tubuhnya.
"Kak shin!!!" seru annchi kaget, Shin hanya tersenyum dan mengusap air matanya. Shin kemudian mengajak annchi masuk kedalam mobilnya. Di dalam mobil annchi terus terisak. Tak terbayangkan rasa sakit yang ia rasakan sekarang. Melihat Annchi seperti itu. kemudian ia memeluk annchi , membiarkan annchi menangis sepuasnya.
"menangis lah ann, jika itu melegakanmu" seru Shin sambil memeluk annchi, tangis annchi semakin menjadi-jadi.
*Beberapa menit kemudian setelah annchi sedikit tenang..
" kak, kenapa kau bisa di sini?" tanya Annchi dengan wajah sembabnya.
" aku kebetulan berada di kedai kopi seberang jalan, kebetulan juga aku melihatmu dan juga dia"
" ternyata badai ini kak yang kau maksud dulu? kenapa kau tak ceritakan lebih awal? kenapaaaaa?" seru annchi dengan nada tinggi sambil memukul-mukul dada Shin, tangan annchi kemudian di genggam Shin
" aku sudah memperingatkan mu ann, tapi kau tak mendengarkan ku!!"
"mana aku tahu badai yang kau maksud itu Liu dan Xiauwen, bahkan mereka sudah memiliki anak di belakangku!! kau sama dengannya kak, KAU JAHAAAT!!" annchi terus meronta berusaha melepaskan genggaman Shin
" ann tenangkan dirimu, tenang dulu" seru Shin memeluk annchi "aku bawa kau pulang dulu ya" tanya Shin
" tidak!! aku tak mau pulang ke rumah Liu, kak, aku juga tak ingin berada di kota ini, aku ingin pergi sejauh mungkin kak, aku benar-benar ingin pergi, hiks" isak Annchi
" baiklah, sementara tinggallah di apartemen ku, selagi kau memutuskan akan pergi kemana"
" tidak kak, aku tak ingin Yin salah paham, sementara aku akan tinggal di hotel"
" baiklah, aku antar kau ke hotel dan aku akan meminta paman ji membelikan baju ganti untukmu, bajumu basah kuyup begini, aku khawatir kau sakit ann" seru Shin sambil mengemudikan mobilnya.
sesampainya di hotel, paman Ji memberikan baju ganti untuk annchi dan Shin meminta Annchi pergi mandi dan mengganti bajunya. Setelah selesai Annchi melihat Shin sedang memasak makan malam untuk Annchi. Melihat Annchi keluar dari kamar mandi, Shin langsung membawa beberapa piring menuju meja makan.
" ann, kemarilah, ini makanan kesukaanmu!"
" tidak kak, aku tak ingin makan apapun"
" makanlah sedikit ann, kau bisa sakit" seru shin sambil menarik tubuh ann untuk duduk di meja makan, tidak ada senyuman di wajah annchi, matanya terlihat sembab.
"makanlah sedikit ann"
" tidak kak aku benar-benar tak berselera makan"
"buka mulutmu!" seru Shin sambil menyodorkan sendok ke mulut ann, awalnya menolak tapi akhirnya Annchi membuka mulutnya.
" kenapa kau tak katakan sejak awal kak kalau kau tahu masalah ini? jika kau katakan sesuatu mungkin aku takan menikah dengannya"
" aku melihat kau bahagia ann, aku juga sudah mengingatkanmu tentang badai ini, tapi kau bersikeras menikah dengannya!"
" alasan aku tak memberi tahu mu karena, dia berjanji menjagamu dan tak membiarkanmu sakit dan jika aku yang mengatakannya kau tidak akan percaya padaku dan kau akan menjauh dari ku, Jadi aku merelakan mu pergi, aku terlalu mencintaimu ann sampai aku hampir gila"
" kau salah kak, semua petimbangan dan alasan mu itu tak masuk akal untuk ku, seseorang pernah bilang, jika kau mencintai seseorang maka perjuangkan lah dia sampai akhir, mencintai harus sekuat karang, kau tak memperjuangkan ku, cintamu juga tak sekuat karang dan hal yang paling tak masuk akal, kau membiarkan orang yang kau cintai menderita di akhir, jika aku tahu ini dari awal, mungkin aku takan memilihmu juga untuk ada di sisiku, kau begitu lemah, bagaimana mungkin bisa menjagaku"
" kau benar, banyak penyesalan yang aku sesali di hidupku ini, termasuk membiarkanmu menikah dengannya dan membiarkan rahasia ini mengendap begitu lama"
" kau tau tidak kak betapa hancurnya aku? aku pikir cintanya hanya untukku, tapi ternyata aku justru adalah no 2 di hatinya, mungkin Yin benar, akulah orang ketiga di hubungan mereka" isak tangis Annchi semakin pecah, ia meremas perutnya, bagaimana ia harus menghadapi masalah ini? jika tidak hamil mungkin akan lebih baik untuk meninggalkannya, tapi ia sedang hamil anak Liu, bagaimana nasib anaknya kelak?
" ann, sudah cukup berpikirnya untuk malam ini, istirahatlah, aku pulang dulu, besok aku akan kembali lagi, oke?"
" ya baiklah kak" jawab annchi singkat, setelah Shin pergi Annchi memperhatikan kamarnya, begitu luas dan sepi dan juga Kosong, Annchi merasa kosong, semua kenangannya bersama Liu terputar secara otomatis di kepalanya, semua kata cintanya, sentuhannya, perhatiannya, pelukannya, ciumannya, tubuhnya, ternyata bukan hanya untuknya, sesak di hatinya benar-benar menyakitkan. Membayangkan kau harus berbagi suamimu yang kau cintai dengan wanita lain adalah hal paling menyakitkan.
" Pintar sekali kau menyembunyikan ini semua dari ku Liu, kau benar-benar luar biasa!!! bagaimana bisa kau memakai topeng sebegitu manis di hadapanku, inikah alasanmu setiap minggu pergi ke luar kota liu? aku bodoh sekali!! huh bodoh ,bodoh, bodoh, tak ada lagi yang tersisa di sini Liu, kau memecahkan semuanya"
**
"jika kau ingin pergi, aku akan membawamu pergi ann, kita pergi bersama" seru Shin sambil meraih ponselnya.
"paman ji, Carikan sebuah rumah yang nyaman dan hangat di tepi pantai di luar kota yang jauh, pastikan besok aku sudah bisa menghuninya, oia jangan katakan pada siapapun" seru Shin, entah bagaimana ia merasa bahagia annchi akhirnya mengetahui semua hal.
" baik tuan, apakah ini juga untuk nona annchi?" tanya paman Ji
" benar paman"
" tuan apakah kau benar-benar akan melakukan ini? bagaimana jika nona Yin tahu?"
" biar saja dia tahu, aku tak peduli"
" bagaimana dengan pertunangan mu tuan?"
" aku akan membatalkannya segera"
" aku mohon kau pikirkan lagi nama baik 2 keluarga tuan, bagaimana reaksi nyonya dan tuan besar jika tahu masalah ini?"
" kau benar, ini akan jadi masalah besar, tapi aku tak mencintai Yin paman, Annchi sedang membutuhkanku"
" tapi keluargamu membutuhkan nama baiknya"
" sudah paman, akan aku pikirkan nanti, yang penting carikan rumah yang aku maksud segera"
" baiklah tuan" Shin mematikan teleponnya, menatap jauh ke luar kaca depan mobilnya,
"benar kata paman Ji, ini sudah terlalu jauh, membatalkan pertunangan ini sama dengan membunuh 2 nama baik keluarga besar, tapi ini kesempatannya menarik annchi keluar atau alasan sebenarnya adalah aku ingin dia berada di sisiku, entah bagaimana caranya, aku benar-benar sudah gila, terlebih annchi sedang mengandung anak Liu" batin Shin sangat galau.