
"selamat pagi nona ann, senang anda kembali ke kantor ini" seru Gio menyambut annchi dengan senyuman, namun wajah annchi begitu dingin, Gio menyadari perubahan Annchi, ia seketika heran bosnya tak sehangat dulu.
"Pagi, apakah presdir ada di ruangannya??"
" ada nona, tuan Presdir ada di dalam ruangannya"
"baiklah" seru Annchi sambil berjalan menyusuri lorong kantor menuju ruangan presdir, saat sesampainya di ruangan itu, annchi melihat Yizhen sibuk dengan laporan dan layar komputernya, wajahnya sangat serius, hampir terlihat pucat karena lelah. Sesaat lalu, ia teringat wajah yang sama ketika Liu duduk di kursi itu. Sama seriusnya, sama lelahnya. Ia mematung beberapa saat, merasa bingung kenapa harus ingatan itu yang muncul. Melihat kedatangan Annchi, Yizhen tersenyum memandang anaknya yang mematung di depan pintu setengah melamun, di ikuti Gio di belakangnya.
"kau memutuskan datang ann"
" iya ayah, selamat pagi"
" pagi sayang" mendengar sapaan ayahnya, hati annchi terhenyak, kata-kata itu adalah kata-kata favorit yang selalu liu ucapkan setiap pagi, lamunan itu tak berlangsung lama sampai annchi melihat Yizhen tersenyum padanya.
"kau telihat sangat lelah ayah, pulanglah, aku gantikan kau di sini"
" ayah baik-baik saja ann, apa kau sudah siap menatap masa depanmu lagi?"
" ya, dunia terus berjalan yah, aku tak mungkin terus menatap ke belakang"
"bagus!!" seru Yizhen tersenyum sambil menyodorkan proposal kerja sama pada annchi
" apa ini yah?"
" beberapa menit lalu, aku akan pergi bertemu dengan presdir gavin, ia menawarkan kerja sama dengan nilai yang fantastis, ini bisa menolong perusahaan ini ann"
"hah? ayah saja yang datang"
" awalnya ia ingin kamu yang menemuinya, aku berencana menggantikan mu hari ini tapi tak di sangka hari ini kau datang, jadi lebih baik kau yang menemuinya"
"ta..tapi yah, aku tak tahu apa-apa tentang kerja sama ini"
"bacalah secara singkat di dalam mobil, tempat kau menemuinya Gio sudah tahu, cukup jauh di luar kota jadi memerlukan beberapa jam perjalanan"
"ta..tapi yah"
"tidak ada penolakan, aku presdir di sini, apa kau menyangkalnya?"
" baik" seru Annchi setengah cemberut dan berbalik ke arah Gio untuk menyerahkan proposal itu.
"sebelum berangkat aku perlu bicara denganmu di ruanganku" tanya annchi dengan wajah sedingin es
"ba..baik nona" jawab Gio gugup sambil menyusul langkah annchi yang sudah berjalan lebih dulu di depan. Langkah demi langkah mengiringi pikiran Gio yang di buat heran dengan perilaku bosnya itu. Sepanjang ia bekerja dengan annchi, ia tak pernah seketus ini sebelumnya, mereka sudah seperti teman di kantor.
Annchi membuka gagang pintu ruangannya dan berjalan menuju tempat duduknya, menyeruput segelas kopi di atas mejanya dan memandang Gio dengan tatapan serius. Gio merasa seperti sedang bersama Liu jika Annchi seperti ini, Gio merasa temperatur di ruangan tersebut semakin lama semakin turun, persis seperti saat liu berada di sini terakhir kali.
Annchi menatap Gio beberapa saat, tak ada senyuman di wajahnya. Gio bahkan tak sanggup memandang Annchi, matanya hanya terpaku menatap lantai di ruangan itu.
"kenapa kau tak berani menatapku? apa kau menyembunyikan sesuatu?" tanya annchi serius, membuat jantung Gio seperti akan copot.
" ti..tidak ada nona" jawab Gio gugup
" kenapa kau gugup? lihat aku Gio, aku sedang berbicara padamu!!" suara Annchi meninggi, seketika Gio mendongakkan kepalanya menatap annchi, Gio benar-benar tak tahu harus menjawab apa, ia tak tahu kenapa Annchi tiba-tiba marah dengannya, tak tahu kenapa annchi tiba-tiba berubah. Annchi kemudian berdiri dan menghampiri Gio tepat berdiri di hadapannya.
" kenapa kau menyembunyikan kebenaran di belakang Liu saat aku memintamu menyelidiki liu????JAWAB!!!!!" annchi membanting tangannya dengan keras ke atas meja, membuat tubuh Gio gemetar seketika dan kemudian ia berlutut di hadapan Annchi. Wajah annchi benar- benar tanpa expresi sama sekali, wajahnya datar namun sangat dingin, terlihat sekali ia memendam kekecewaan dan amarah yang besar.
" maafkan saya nona annchi, saya tak bermaksud menyembunyikan semua ini dari nona, tapi saat itu nona ann dan tuan liu baru menikah, jika saya memberitahu nona saat itu, kebahagiaan nona pasti hancur"
"apa kau juga saat itu tahu xiauwen hamil dan itu anak Liu??"
"iya nona, aku tahu" Seru Gio menyesal
"aku tak menyangka kau sebodoh itu Gio, aku pikir kau benar-benar bisa di andalkan, aku memintamu menyelidikinya karena aku ragu dengannya, harusnya kau tahu aku lebih baik tersakiti di awal daripada menderita di akhir seperti ini!! atau ada seseorang yang menekanmu?? JAWAB JUJUR!!"sekali lagi Gio tersentak kaget, wajahnya lebih terlihat pucat dan cemas, gio hening, ia bingung apa yang harus ia katakan.
" KENAPA DIAM SAJA??? JAWAB!!! JIKA KAU TAK MENJAWABKU, AKU ANGGAP ITU SEBAGAI PENGAJUAN UNDUR DIRIMU GIO!!"
"no..nona ann, aku minta maaf, semua ini atas permintaan tuan muda shin nona" jawab Gio gugup, mendengar itu annchi kaget ternyata benar yang di katakan Liu, Shin sudah tahu masalah ini dari awal, bahkan shin tahu bahwa ia mencari tahu masalah ini melalui Gio
"ba..bagaimana ia tahu aku mencari tahu tentang Liu?"
" saya tidak tahu nona, sesaat saya mengetahui hubungan tuan liu dan nona xiauwen kala itu, saya mendapatkan panggilan dari tuan Shin untuk bertemu di restoran UI hotel, awalnya saya tidak tahu ia meminta saya datang karena masalah ini, setelah saya sampai di sana saya baru tahu, tuan Shin meminta saya menyembunyikan ini dari nona, awalnya saya menolak, tapi tuan shin bersikukuh ingin saya menutupi masalah ini karena akan mempengaruhi 2 perusahaan besar seperti yang saat ini terjadi nona"mendengar perkataan Gio, air mata annchi menetes.
"apa dia juga tahu xiauwen hamil saat itu gio?"
"tahu nona" seketika tubuh Annchi lunglai, terduduk di lantai. Gio panik.
"ka..kau tak apa-apa nona ann?" tanya Gio gugup ketika melihat air mata Annchi terjatuh.
"aku benar-benar tak habis pikir, sandiwara kalian selama ini benar-benar hebat! karena kau tak setia padaku, mulai hari ini kau ku bebas tugaskan dari pekerjaanmu, besok kau tak perlu datang lagi, gaji mu sampai hari ini akan di transfer sekarang juga, terimakasih telah ikut bekerja sama dengan mereka untuk menghianatiku Gio, seharusnya kau tahu lebih awal siapa tuan mu sebenarnya" Annchi meraih tas di atas meja dan proposal di tangan Gio. Gio hanya terdiam tak berkata-kata, menyesali kesalahannya.
"aku pikir kau hanya tahu tentang hubungan Liu dan xiauwen, aku tak tahu sejak awal kau tahu gadis itu hamil, benar-benar tega kalian padaku" air mata Annchi terus berjatuhan.
***
"ah ya, bagaimana menghubunginya kalau sistem shin masih bekerja di ponselnya, bagaimana cara mematikan sistem itu di lingkaran annchi, agh" batin Liu membanting tangannya ke atas setir mobil, kemudian ia menghubungi gavin.
"halo" suara gavin dari ujung telepon
"aku ingin bertemu denganmu hari ini apa kau ada waktu?"
"ya tentu saja, aku berada di peternakan kuda di sidewest racnh, aku menunggumu di sini"
"baiklah" seru Liu
kemudian Liu berusaha menghubungi Gio, untuk memastikan keberadaan annchi
"halo tuan Liu" jawab Gio
" gio, apa annchi sudah kembali ke kantor?" tanya Liu
"sudah tuan, tapi nona annchi saat ini telah pergi menemui tuan gavin untuk kontrak kerja"
" apa?? dimana dia bertemu gavin?"
" di westside ranch tuan"
" aku tak bisa menghubungi annchi, bisakah aku berbicara padanya saat ini? tentu kau bersamanya kan sekarang?"
"maaf tuan Liu, beberapa saat lalu nona annchi memecatku jadi aku tidak bersamanya saat ini"
"APA??? KAU DI PECAT? ada masalah apa tiba-tiba dia memecatmu Gio? aku pikir dia memeperlakukanmu seperti saudaranya"
" itu...itu karena aku menyembunyikan hal penting darinya tuan, ia kecewa padaku kemudian ia memecatku"
" hal penting apa?"
" bahwa kau memiliki hubungan dengan nona xiauwen di belakang nona annchi!!" mendengar jawaban Gio, Liu tiba-tiba mengentikan laju mobilnya, ia sangat terkejut dengan apa yang di katakan Gio
"dimana kau sekarang?"seru Liu dengan nada dingin
"saya berada di halte di depan kantor tuan"
"jangan pergi kemana-mana, aku akan segera kesana"
"baik tuan"
Gio mematikan panggilan ponselnya dengan hati bergemuruh, jauh di dalam hatinya ia tak menyimpan kemarahan kepada annchi, annchi melakukan ini bukan tanpa sebab, kekecewaannya beralasan, ia merasa annchi meminta bantuannya karena ia adalah orang terdekat dan terpercaya, tapi pada kenyataannya ia malah mengkhianati bosnya itu, itu pasti menyakitkan untuknya. Gio mendengar semua rumor yang terjadi beberapa monggu ini tentang kehidupan annchi dan hubungannya dengan Liu, Gio memahami, Annchi pasti banyak di khianati oleh orang-orang terdekatnya, bahkan ia tak percaya dirinya termasuk salah satu orang yang juga mengkhianatinya. Lamunan Gio pecah ketika sebuah mobil Maybach hitam berhenti di depannya, kaca jendelanya di turunkan, Gio melihat Liu berada di sana memintanya masuk. Beberapa saat Liu mengemudi tanpa berkata sepatah katapun, begitupun dengan Gio, ia tak berani mengucapkan sepatah katapun. Sampai akhirnya liu membawanya ke sebuah kafe nyaman di pinggiran kota. Setelah duduk dan memesan kopi, Liu menatap Gio dan membuka suara.
"sejak kapan dia memintamu menyelidiki hubunganku dan xiauwen Gio?"
"beberapa hari sebelum pesta pernikahan kalian tuan, dan saat anda dan nona ann berbulan madu nona ann menghubungi saya untuk memastikan hubungan kalian di belakang, saat itu saya sudah tahu anda dan nona xiauwen memiliki hubungan khusus, saat nona ann menghubungi saya, saya belum berani untuk menceritakan yang sebenarnya" Liu mendengarkan Gio dengan seksama
" lalu kenapa kau tak bicara yang sebenarnya, apa yang membuatmu ragu?"
" saya berencana menceritakannya setelah keesokan harinya, tapi kemudian saya mendapat telepon dari tuan shin yang pada akhirnya ia meminta saya menutupi masalah kni"
"apa??kau bilang shin? jadi shin sempat menghubungimu?apa dia mengatakan alasannya memintamu menutupinya?"
"iya benar tuan, ia mengatakan demi kebahagiaan nona ann dan untuk kebaikan 2 perusahaan"
"ada lagi?"
" tidak ada tuan Liu" Liu termenung beberapa saat
"apa yang membuatmu yakin keputusan shin adalah keputusan yang benar hingga kau tega mengkhianati tuanmu sendiri?"
"saya melihat nona ann begitu mencintai anda tuan, saya juga melihat ketulusan tuan shin, saya pikir ia bisa melindungi nona ann, tali tak ku sangka takdir berkata lain"
"jadi kau pikir aku tak mencintainya dan tak setulus shin?"
" sejujurnya iya tuan, saya berpikir anda begitu jahat pada nona annchi, sejauh yang saya tahu, nona annchi adalah gadis yang luar biasa, ia seharusnya tak pantas merasakan sakit seperti ini, bahkan ketika dia memarahi saya dan memecat saya, saya tak membela diri sama sekali, saya paham kekecewaannya pada saya dan maaf tuan Liu apakah saya boleh mengajukan pertanyaan pribadi pada anda?" mendengar itu Liu dengan wajah dinginnya menatap ragu pada Gio
"bicaralah"
"siapa yang sebenarnya anda cintai sejak awal? nona xiauwen atau nona annchi?" Liu sedikit kaget dengan apa yang Gio tanyakan, hal itu terlihat sekali dari wajahnya
" aku mencintai bosmu, dari awal sampai akhir hanya dia yang aku cintai"
"lalu kenapa kau mengkhianatinya?apakah berita kau memiliki anak di belakang nona ann itu benar"
"awalnya aku pikir anak itu adalah anakku, aku terus menyembunyikan ini dari annchi, aku berpura-pura berada di sisi xiauwen hanya untuk mencari bukti kebohongannya, sampai akhirnya aku mendapatkan bukti anak itu bukan anak ku, tapi sayang sebelum aku bisa memberitahu kebenaran di tanganku ini, annchi melihatku bersama xiauwen, sekarang ini semua tak berarti apapun, dia bersikeras memintaku berpisah dengannya" Gio melihat perbedaan wajah Liu, Gio seperti melihat orang lain di hadapannya, selama 1 tahun bekerja dengan Liu, tak sekalipun ia terlihat selemah saat ini. Liu yang angkuh dan dingin itu seketika melunak, Gio hampir tak percaya yang ada di hadapannya adalah Liu.
"Aku belum pernah melihat Liu seperti ini sebelumnya, aku tak tahu apa yang ia katakan ini adalah cerita sebenarnya atau juga termasuk sandiwaranya, tapi di lihat dari wajahnya seperti ini aku hampir yakin dia mengatakan yang sebenarnya, jika ini benar, aku selama ini salah paham dengannya" batin Gio