
" Liu, kemana saja kau?" terdengar suara Xiau Wen memangil dari kejauhan Xiauwen, setelah dekat Xiauwen wen merangkul Liu.
"Liu,, tau kah kau aku merindukanmu" rengek Xiauwen
" mengapa kau merindukan ku? aku mulai curiga padamu" jawan Liu curiga dengan mengernyitkan alisnya dia memandang Xiauwen
" hei, tolong temani aku ke light club, aku mohoooon liu, aku bertemu pria ganteng kemarin di sana, aku ingin kau menemaniku menilainya, apakah dia cocok untuk ku" dengan nada memelas Xiauwen memohon,
Xiauwen adalah tetangga sebelah rumah dari Liu, sudah sejak kecil mereka berteman, Xiauwen anak yang sangat manja, jika ingin bertemu seseorang dia pasti akan meminta Liu mengantarnya, jika Liu menyukainya dia akan menjadi pacarnya.
Xiauwen adalah gadis yang cantik, sejujurnya Liu sedikit menaruh hati pada xiauwen, hanya saja xiauwen tidak pernah menanggapi perasaan Liu, entahlah, mungkin karena dia menganggap Liu kakaknya, karena usia mereka memang terpaut 3 tahun. Xiauwen sering mengunjungi Liu di kampus, banyak orang berfikir dia adalah pacar Liu.
"jangan ke club lagi, aku benci kau ke sana, lagipula aku sedang sibuk mengerjakan tugas ku!" jawab Liu
"yakin kau tidak akan pergi? baiklah aku pergi sendiri" gertak Xiauwen seraya berdiri akan beranjak dari sisi Liu, kemudian tak lama Liu menarik tangan Xiauwen dan tubuh Xiauwen jatuh di samping tubuhnya, Liu menatap Xiauwen dalam-dalam seperti sedang berkata " Xiauwen, berhentilah mencari pria-pria pemabuk, tinggallah di sisiku, aku akan menjagamu" batin nya
" Liu, mengapa kau menatapku begitu? kau mau aku jatuh cinta padamu?" goda xiauwen,
" cukup, jangan pergi sendiri, nanti aku temani setelah ini, oke?" jawab Liu sedikit memerah karena malu.
" okeeeeee,, kakak yang baik, Muach!" jawab Xiauwen kemudian mencium pipi Liu, seketika Liu kaget sedikit menghindar darinya
" jangan ulangi lagi atau kau tidak akan ku buat berada di sisiku selamanya " ucap Liu dengan mata tajam kepada Xiauwen, namun Xiauwen hanya tersenyum geli mendengar perkataan Liu , " aku akan menjemputmu malam nanti, jangan membuatku menunggu oke?" lanjut Liu
" Okaaaayyyy" jawab Xiauwen, kemudian Xiauwen pergi dari sisi Liu.
Saat ini, Liu merasakan hatinya sakit " mencintai dalam diam apakah sesakit ini?" gumam Liu dalam hati.
malam hari tiba....
Annchi berencana kabur lagi malam ini, ingin lagi menikmati indahnya malam seperti waktu itu, menatap langit dengan memakan ice cream, kadang penat juga berada di rumah dan berhasil.
Annchi untuk kedua kalinya mulai menyusuri jalan-jalan di Yongsan, malam ini entah kenapa hawa dingin menusuk, " sepertinya akan hujan lagi" gumamnya dalam hati, berkali-kali paman Wang menghubungi Annchi, sesekali Annchi hanya membalas " aku baik-baik saja paman, hanya berjalan-jalan di kota" , mendapat balasan seperti itu, paman Wan langsung menyusuri setiap jalan di Yongsan, namun Nihil, Annchi tidak di temukan.
Setelah beberapa lama Annchi berjalan, dia Melihat Yin dari kejauhan sedang mengikuti seseorang, Annchi akhirnya mulai mengikuti kemana Yin pergi secara diam-diam, tak beberapa lama setelah agak menjauh dari kota, tiba-tiba seseorang bertubuh tinggi besar menarik Annchi dan membiusnya, Annchi tak sadarkan diri.
Jam mulai menunjukan jam 11 malam, Annchi tersadar dari biusnya, dia tak melihat siapapun, dia saat ini berada di kamar hotel, dia merasa tubuhnya begitu panas tidak nyaman, rasanya seperti ingin melakukan sesuatu di luar kendali.
di sisi lain....
" Liu, kau terlambat 5 menit, aku menunggu mu sampai bosan" Xiauwen menggerutu
" hei hei, aku hanya terlambat 5 menit dan kau sudah semarah ini, aku bahkan berniat tak datang agar kau tak pergi,ha ha ha" goda Liu
" minggir, jangan terlalu dekat, bagaimana aku bisa mengemudi jika kepalamu menutupi stirku?" jawab Liu sambil menyingkirkan kepala Xiauwen dari sisinya.
Xiauwen hanya terkekeh melihat Liu begitu salah tingkahnya, asal kalian tau ya Liu meskipun tampilannya bad boys, sebenarnya dia begitu sopan, hanya saja jika di dekat Annchi dia merasa hilang kendali.
Sesampainya di club, Xiauwen memperkenalkan pria yang di sukainya, lama kelamaan , pria itu sibuk mengobrol dengan Xiauwen, beberapa kali Xiauwen menanyakan pendapat Liu tentang pria itu, Liu hanya mengangguk ketus, melihat mereka sibuk satu sama lain Liu mulai mendatangi Bar, pikirnya minum sedikit tidak apalah, untuk melupakan rasa cemburunya kepada Xiauwen, tapi sayang, dia malah minum sampai mabuk, sedikit sadar Liu kemudian berjalan menuju hotel terdekat, Ia memesan Kamar VIP untuk bermalam, sesampainya di kamar dia melihat sesosok wanita cantik terbaring di kamar itu, saat ia mendekat samar-samar melihat sosok yang tak asing
"mengapa wajah Annchi selalu ada di kepalaku? ah aku terlalu mabuk sepertinya" gumam Liu, saat annchi melihat ada yang datang, Annchi langsung menarik tangan Liu yang mabuk ke atas ranjang, Ia masih tidak benar-benar sadar siapa orang yang dia tarik, yang ia tau pria itu tampan.
" hai kau, bantu aku sekali ini, aku benar-benar tidak nyaman" pinta Annchi sambil membuka kancing baju Liu satu per satu"
"kau mungkin salah kamar nona, aku memesan kamar ini hanya untuk ku sendiri" jawab Liu, sambil berusaha berdiri menghindar, tapi karena mabuk langkah gontai Liu berhasil di cegah Annchi.
" sepertinya kau memaksaku nona, baiklah aku penuhi keinginanmu" jawab Liu sambil menarik Annchi ke tempat tidur, satu persatu baju Annci berhasil di lucuti Liu, begitupun Liu, sambil menciumi harumnya rambut Annchi, Liu berbisik " rambutmu wangi sekali nona, kau cantik"..
Perlahan-lahan tangan Liu mulai bermain ke dia gunung kembar Annchi, mulai terdengar desahan-desahan Annchi, beberapa kali mereka mengadu bibir, Liu mulai menciumi tubuh annchi, sedikit-demi sedikit tangannya turun ke bagian sensitif Annchi, desahan Annchi mulai semakin kuat
" ah.. eh.. ahh.. jangan...ahh" desah Annchi yang di abaikan Liu
Beberapa saat Liu masih sibuk bermain dengan Buah dada Annchi, kemudian Liu mulai "memasuki" bagian bawah Annchi.
" ssshh,, nona apa kau baru pertama kali?" tanya Liu, di jawab anggukan oleh Annchi
beberapa saat berusaha akhirnya mr P Liu berhasil masuk ke ms V Annchi, beberapa kali Annchi menahan sakit, namun kenikmatan itu lebih besar ketimbang rasa sakitnya. Mereka terus melakukan hubungan itu sampai akhirnya mereka mencapai Klimaks .
Keesokan harinya, Annchi dan Liu sama-sama terbangun mendengar ketukan Room service kamarnya, saat mereka terbangun betapa kagetnya mereka melihat satu sama lain, apalagi saat mereka melihat tubuh mereka tidak mengenakan sehelai benangpun kecuali selimut yang menutupi tubuh mereka.
"kamu!!!!" keduanya saling menunjuk satu sama lain.
" kenapa kau bisa di kamarku? benar-benar pria mesum" tunjuk Annchi dengan raut wajah merah padam karena marah, di luar dugaan Liu malah tersenyum geli melihat reaksi Annchi. " kenapa kau malah tertawa? apa menurutmu ini lelucon?" lanjut Annchi seraya mengayunkan tangannya berusaha menampar Liu tapi Liu berhasil menangkap tangan Annchi dan menariknya kembali telentang di tempat tidur, posisi saat ini Annchi di bawah dan Liu di atas.
" a.. aapa yang mau kau lakukan?" tanya Annchi khawatir.
" aku? ingin melakukan lagi yang semalam kita lakukan, bukankah kau yang memaksaku? bukankah kau juga menikmatinya?" jawab Liu seraya menyentuh bibir Anchi
Samar-samar Annchi teringat apa yang dia lakukan semalam, Annchi begitu malu mengingatnya dan lagi kesuciannya di renggut oleh pria mesum di depannya.
"Liu, jangan,, aku mohon cukup!", mohon Annchi, tapi terlambat Liu mengulanginya lagi, kali ini mereka berdua dalam keadaan sadar,Air mata Annchi tak terasa berlinangan tapi Liu tak peduli.
*Hai Readers, thanks for read novel ini yaa,, jangan lupa loh dukung Author untuk lebih semangat nulis novelnya, jangan lupa coment yang banyak,, comentnya yang positif yaaaaaa 🙏🙏😌😌👌*