
saat sadar , Annchi masih di kamarnya, ia melihat Shin dan Yin duduk di samping ranjangnya dengan wajah khawatir. Ann masih merasakan pusing, tapi tidak seperti tadi, ia langsung terfikir tentang sekelebat ingatannya yang muncul tadi. Dia memandang shin dalam-dalam
" Yin, apa kau bisa meluar dulu?" tanya Ann kepada Yin , Yin hanya mengangguk dan melangkah pergi. Setelah Yin pergi Annchi langsung mendekap Shin, shinpun kaget
"ann, apa yang terjadi? kenapa kau memeluku?" tanya Shin
" kak, apa kau baik-baik saja?" Tanya Ann, Air mata Annchi menetes deras
"he.he.he kenapa kau yang bertanya begitu, bukankah harusnya aku yang menanyakan itu padamu?" jawab shin tersenyum dan masih memeluk ann,
" kak, apa sakit sekali rasanya di pukul hingga berdarah?" tanya Annchi, mendengar itu Shin terperanjat kaget dan melepaskan pelukan Ann
"Ann, apa ingatanmu sudah kembali?" seru Shin sambil memegangi pipi ann
" belum semua kak, tadi sebelum aku pingsan aku tiba-tiba melihat bayangan kau di pukul liu, wajahmu banyak darah, hatiku langsung sakit" seru Ann sambil terus menangis " maafkan aku, meskipun aku belum mengingat semuanya, tpi mungkin aku sedikit punya gambaran tentang masalah ini,, apa rasanya sakit?" tanya Ann
" sudah jangan menangis, aku tidak apa-apa, sakit di wajahku pun sudah hilangkan" jawab Shin tersenyum
" bukan sakit di wajahmu, tapi sakit di sini" seru Ann sambil menunjuk ke arah dada Shin
" sakit yang di sana masih ada dan masih terasa, karena dokter cantiknya masih sakit jadi belum bisa mengobati luka di sana" seru Shin sambil menjentikan ujung jarinya ke hidung Annchi
"maafkan aku kak " seru Annchi sambil memeluk Tubuh shin lagi.
" apa kau sudah baikan? apa kau mau melihat tempat yang indah di sini? tanya Shin
" aku mauuu,," seru Ann tersenyum
Sebetulnya di dalam hati Shin masih merasa sakit yang dalam, apalagi kalau ia ingat bekas tanda merah di leher Ann waktu itu, rasanya masih ingin marah, tapi setiap kali ia bertemu dengan annchi, keinginannya untuk melindungi ann lebih kuat dari rasa bencinya, menurut kalian, apa perasaan shin ini cinta ? meskipun menderita sakit yang hebat, demi bisa melindungi orang yang kalian sayang, kalian tetap bersamanya? ini cinta atau suatu kebodohan? hufh, cinta itu hal paling rumit dan tidak rasional, semakin dalam perasaannya semakin tipis perbedaan antara cinta dan bodoh kan? Shin benar-benar budak cinta. 😌
beberapa saat kemudian....
" ayo Ann naiklah" seru Shin meminta Annchi naik ke sepeda
" kau serius bisa mengendarai sepeda kak? aku tidak mau jatuh" jawab annchi khawatir
" sudah ayo naik, siapa tau kalau kau jatuh ingatanmu kembali, he.he.he." jawab Shin tertawa
"oia betul juga" seru Annchi di luar dugaan
" selamanya aku takan membiarkan mu jatuh, ayo cepat naik" seru shin, akhirnya Ann menaiki sepeda, sepanjang jalan mereka bercanda dan tertawa. Sejenak mereka lupa tentang perih hatinya masing-masing,
Annchi dan Shin mengunjungi beberapa tempat, dari kuil, danau biru yang di maksud Ann di kincir angin sebelum kecelakaan dan ke padang bunga matahari. Mereka menemukan tempat itu tidak sengaja saat mereka berjalan-jalan, Annchi terlihat senang sekali. Saat melihat Annchi memetik bunga matahari Shin merebahkan tubuhnya di padang rumput dekat kebun itu. Ya lumayan lelah menaiki sepeda mengitari danau dan kebun, saat melihat Shin merebahkan tubuhnya, ann juga mengikutinya.
" hufh capek ya kak" seru Ann
"iya capek, mana kamu berat" jawab Shin tertawa
" huuuuuuhhh kau ini sembarangan bicara, oke besok aku diet" seru Ann dengan muka kesal
" ann kita foto yuk, sayang kan kalau sudah jauh-jauh datang kesini gak ada kenang-kenangannya" seru Shin
" oke " jawab Ann
" ann, bolehkah aku bertanya sesuatu?" tanya Shin masih berbaring
" apa kau menyukaiku?apa aku bisa berada di sisimu?"
" kak, sejujurnya aku tenang kau berada di sisiku, tentu saja aku menyukaimu, mana mungkin ada gadis yang sanggup menolakmu,tp Aku belum ingat banyak tentang masalaluku, dengan ingatanku, ingatan yang muncul tadi begitu membuat hati ku sakit, melihatmu terluka, aku sakit. Pasti ada alasan kenapa liu memukulmu, aku takut kau akan lebih sakit dari kemarin karena berada di sisiku kak" sahutnya
" kalau dengan berada di sisimu aku akan lebih sakit dari kemarin aku rela ann.. asal kau tak pernah merasakan sakit,berjanjilah, jika suatu hari nanti kau mengingat sesuatu atau melihat sesuatu atau menyadari sesuatu yang huruk tentang Liu, berjanjilah aku adalah tempat pertama yang harus kau datangi, oke? seru Shin menyodorkan jari kelingkingnya dan di sambut jari kelingking Annchi.
©©©©
Suasana di kantor Yongji, hari ini berbeda, karena Liu beberapa hari ini berada di kantornya, terlihat betapa kerasnya Liu berusaha mencari tahu siapa dalang di belakang ini semua, ia benar-benar akan membunuh orang itu jika bertatap muka, berjam-jam ia mengotak atik komputernya bersama Yongji, berhari-hari pula mereka mendiskusikan kemungkinan kemungkinan yang ada. Semua bukti dan kemungkinan itu memang mengerucut ke perusahaan Fang, rival Ri.corp.
" hei Liu, beristirahatlah, kau akan sakit jika terus begini" seru Yongji
" tidak kak, aku ingin segera tau siapa dalang ini semua, apa mungkin benar-benar perusahaan Fang"
" sudahlah, serahkan saja padaku" seru Yongji
" tak apa kak, tak perlu khawatirkan aku"
" apa kau benar-benar mencintai Annchi liu? aku tak pernah melihatmu begini" tanya Yongji serius.
"menurutmu?" seru liu masih sibuk menatap layar komputernya
"bagaimana nasib Xiauwen? aku kira kau berencana menikahinya"
" awalnya seperti itu, tapi semua orang bisa berubah kan"
" apa kau tak memikirkan perasaan Xiauwen, aku bnyak mendengar ceritamu darinya"
"sejak kapan aku perlu ijin orang lain untuk mencintai seseorang dan lagi Xiauwen bukan siapa-siapaku,kenapa kau peduli sekali padanya?"
" dia lumayan sih, kalau kau menolaknya kayakan padaku" senyum Yongji
"jangan mimpi, kalaupun dia tidak bersamaku, tidak akan aku berikan kepadamu, kau kan bajungan, haha" seru Liu
"triiiingg" ponsel Liu berdering, ada whatsap masuk dari orang yang pernah liu suruh mengikuti Annchi, orang itu mengirimkan 2 gambar, saat shin mencium Ann dan saat ann dan shin berfoto di kebun bunga, Melihat wajah Liu berubah kesal Yongji langsung merebut ponsel Liu
" hemm,, jadi ini wanitamu, haha,, kau suka yang polos-polos ya ternyata pantas kau tak suka Xiauwen" serunya, " aku sepertinya kenal pria di sampingnya, bukankah itu shin hua?"
" apa kau kenal dia?" tanya Liu
" tentu saja, siapa yang tak kenal keluarga Hua, asal kau tau, keluarga Hua dan keluarga kita berhubungan baik, jangan cari masalah dengannya!" seru Yongji
" bagaimana aku tidak mencari masalah dengannya, dia merebut pacarku!"
" tentu saja pacarmu mudah di rebut shin, kalau aku jadi gadis itupun, aku akan mencampakanmu dengan mudah, kau terlalu dingin, wanita butuh kehangatan bro 😆" seru Yongji menggoda Liu
" aghhhhh sial kau kalau bukan aku memandang kau kakak ku sudah ku suruh orang membunuhmu" sahut Liu kesal
" uwoooww takuut, jadi cinta segi empat ya? rumit sekali" seru Yongji sambil tertawa.
melihat Kakaknya tertawa geli, kekesalan di hati Liu semakin bertambah
"sial sekali! di saat kau tertawa dan bermesra-mesraan dengan pria lain, aku di sini sedang menghabiskan hampir semua waktuku untuk menyelidiki kasusmu,, berani sekali kau annn!" batinya, dengan marah Liu meninggalkan kantornya dan mulai menyusuli Annchi ke villa di danau biru itu.