ONE LAST TIME

ONE LAST TIME
Kesepian



7 hari berlalu semenjak annchi dan Liu bertemu di westside, Liu masih ada di daftar hitam perusahaan Annchi, belakangan Annchi sangat sibuk, benar yang di katakan Gavin, dengan masuknya gavin di perusahaan annchi, investor banyak berdatangan membuat banyak keuntungan untuk perusahaan. Belakangan juga Gavin sering sekali datang hanya sekedar membawakan Annchi bunga, cokelat, atau mengajaknya makan malam, annchi tak dapat menolak, Yizhen meminta Annchi untuk terus dekat dengan Gavin. Kali ini ayahnya memang sedikit egois, Annchi dan Liu belum resmi bercerai tapi meminta Annchi untuk dekat dengan Gavin.


Sepeninggal Gio, annchi tak memiliki asisten pribadi, memang sedikit aneh, ia harus mengerjakan semua pekerjaan sendiri. Itu sangat melelahkan. Terkadang, ia masih merindukan Gio dan kata-katanya yang lucu di sela kesibukan, kadang Annchi juga merasa menyesal memecat Gio, sedikit keterlaluan memecat seseorang karena satu kesalahan tanpa melihat sedikitpun kerja kerasnya bertahun-tahun. Tidak adil.


"paman wang, katakan pada ayah aku akan pergi makan siang di luar" seru Annchi pada paman wang via telepon


"baik nona" jawabnya singkat.


Kemudian sambil berjalan menyusuri lorong Annchi sibuk menghubungi orang untuk menyiapkan mobil nya di loby, dan kemudian masuk ke dalam lift. Beberapa saat Lift tersebut terbuka dan Annchi melangkahkan kakinya ke lobby dan masuk ke dalam mobilnya. Annchi menyusuri jalan perkotaan yang ramai, ia mulai menyalakan musik di dalam mobilnya.


🎶Now, I don't want to lose you, but I don't want to use you just to have somebody by my side. And I don't want to hate you,


I don't want to take you, but I don't want to be the one to cry. And that don't really matter to anyone anymore. But like a fool I keep losing my place and I keep seeing you walk through that door.But there's a danger in loving somebody too much, and it's sad when you know it's your heart you can't trust.


There's a reason why people don't stay where they are. Baby, sometimes, love just aint enough🎶


Lagu yang tepat untuk menggambarkan hati Annchi saat ini, kadang cinta saja tidak cukup, dan selalu ada bahaya tersembunyi jika kau terlalu mencintai seseorang.


Mobil annchi berhenti ketika berada di simpang jalan dan melihat lampu rambu laku lintas menunjukan warna merahnya, matanya terus memandang sekitar namun kosong, segalanya meninggalkannya. Hanya tinggal dirinya sendiri.


" aku tak menyangka, merasa sendiri bisa sesedih ini" batin Annchi.


Saat lampu berganti menjadi hijau, annchi bersiap menjalankan mobilnya namun gerakannya terhenti ketika melihat seseorang yang ia kenal berada di ujung jalan duduk di antara kerumunan orang di halte, membawa sebuah map cokelat dengan wajah hampir muram. Gioshi ada disana,Tak seceria biasanya. Annchi kemudian menjalankan mobilnya dan berhenti tepat di hadapannya. Ia tak menyadari Annchi berada di depannya memandangnya beberapa saat, sampai akhirnya ia menurunkan kaca mobilnya dan tersenyum.


"Gio!!" panggil annchi, membuat Gio bangun dari lamunannya. Gio dengan cepat mendongakkan wajahnya dan mencari sumber suara, ia melihat Annchi berada di depannya, memanggilnya dan tersenyum sambil melambaikan tangannya memintanya masuk ke dalam mobilnya. Tak terbayangkan melihat seseorang yang ia lamunkan beberapa detik lalu sekarang berada di hadapannya dan tersenyum. Ia kemudian dengan cepat bergegas membuka pintu mobil dan masuk ke dalam mobil annchi.


"No..nona ann, sedang apa kau di sini?" tanya Gio heran


" entahlah, awalnya aku ingin makan siang, namun tak ada seorang pun menemaniku jadi aku mengurungkan niatku, namun tak di sangka kau ada di depanku" seru annchi sambil serius mengemudi.


"oh begitu,sejak kapan nona bisa mengemudi?"


"aku bisa mengemudi sejak beberapa waktu lalu" seru annchi sambil melirik map yang ada di tangan Gio "apa kau sudah makan siang Gio?" tanya Annchi tersenyum pada Gio


"b..belum nona"


"baiklah temani aku makan ya, apa kau sedang terburu-buru ingin melakukan sesuatu?"


"tidak nona" yang sebenarnya adalah Gio sedang berusaha mencari pekerjaan baru, di pecat tak hormat oleh perusahaan annchi membuatnya kesulitan menemukan pekerjaan baru. Mobil annchi berhenti di sebuah restoran, kemudian meraka turun dan masuk ke dalam restoran itu. Setelah memesan beberapa makanan mereka mulai menyantap makanan di atas meja sambil berbincang.


"ann, aku pikir kau masih marah padaku?" tanya Gio dengan wajah sedih


" ya tentu saja, aku masih marah padamu"


"lalu kenapa kau malah memintaku menemanimu makan siang ann?" tanya Gio heran, membuat Annchi terdiam dan berpikir beberapa saat, membuat Gio heran dan takut apakah ia menanyakan hal yang salah.


" Karena aku merindukanmu Gio" wajah Annchi tiba-tiba serius, lebih sedih dari sebelumnya. Jawaban Annchi membuat Gio tersedak dan canggung. Melihat reaksi Gio, annchi buru-buru menjelaskan maksudnya


" huh, apa yang kau pikirkan sampai tersedak begitu? aku tak sedang merindukanmu karena aku menyukaimu dalam hal pribadi tapi secara profesional" seru Annchi dengan wajah jengkel, membuat Gio lega dan tertawa kecil.


"ah begitu ya, hehe, aku pikir kau jatuh cinta padaku, aku sudah panik saja, jangan lupa aku punya pacar ann di bagian personalia kantor mu!"


" hei hei, kenapa kau begitu percaya diri??? bahkan Liu saja aku campakkan, seandainya aku harus jatuh cinta pun aku akan pilih-pilih orang Gio!!"


"baiklah, lihat siapa yang jomblo sekarang, haha, jadi kau mengajakku makan bersama karena kau kesepian? sungguh menyedihkan" mendengar jawaban Gio, membuat Annchi kesal


" baiklah, sekarang kau membalasku di waktu yang tepat, bagus, bagus, mimpilah indah nanti malam karena sudah membalasku" Annchi cemberut.


"beberapa hari lalu, di hari dimana kau memecatku, Liu menghubungiku, menannyakan apa aku bersamamu, karena nomormu tak bisa di hubungi dan tak aktif" sambung Gio


"hah? kenapa dia mencariku?tak pernah ada panggilan atau pesan darinya, ponselku tak pernah mati, kau seharusnya tau seberapa penting ponsel untukku"


"ya tapi itu yang dia katakan, ia tak dapat menghubungimu, kemudian saat ia tahu kau memecatku, ia menemuiku, ann apa kau yakin Liu mengkhianatimu?" seru Gio, kali ini wajahnya sangat serius.


" kenapa kau tiba-tiba menanyakan ini?"


" saat aku menemui Liu, aku bertanya pertanyaan yang sama padanya, kenapa dia berkhianat dan siapa yang sebenarnya dia cintai?"


"lalu apa yang dia katakan?"


"dia menjelaskan alasannya dan mengatakan dari awal sampai akhir dia hanya mencintaimu, awalnya aku ragu dia berbohong, tapi aku tak pernah melihatnya selemah itu sepanjang aku menjadi asistennya 1 tahun belakangan ann, jadi aku menanyakan padamu, apa kau yakin dia mengkhianatimu?" Annchi benar-benar hening, tak tahu apa yang bisa ia katakan. Kebenaran dan kebohongan seperti berperang di kepalanya saat ini.


"aku tak tahu Gio" jawab Annchi murung


"bagaimana kau bisa tak dapat membedakan kebohongan dan kebenaran, apa kau tak bisa merasakannya ann? dengan perasaanmu sebelumnya apakah kau tak bisa membedakannya?" tanya Gio


"Gio hentikan pertanyaan seperti ini,membuatku semakin bingung"


"apa saat ini kau masih merasa bersalah pada Shin dan mencoba menghindari Liu untuk menebus dosamu pada Shin?"mendengar perkataan Gio Annchi seperti tersambar petir, sekuat tenaga ia mencoba menolak perkataan Gio, tapi kata-kata itu tepat menusuk jantungnya. Mungkin itulah yang ia rasakan sekarang.


"kenapa harus merasa bersalah, shin sudah menanggung karmanya sendiri karena membohongiku, kenapa harus merasa bersalah?" annchi mencoba menyangkal perkataan Gio


"mungkin kali ini kau salah ann, menurutku baik Liu,Shin bahkan aku tak pernah mencoba membohongimu, yang mereka lakukan adalah melindungimu, tak terbayangkan rasanya harus menyakitimu dengan kebenaran masalah ini, dari cerita Liu aku mengetahui bahwa ia selama ini mencari bukti xiauwen menjebaknya dan dia benar bahkan ia memperlihatkan bukti kebenarannya padaku, ia selama ini termakan jebakan gadis itu dan Shin dengan segenap hatinya juga mencari tahu masalah ini, namun ketika kau mengetahui apa yang Liu lakukan di belakangmu, niatnya goyah, perasaan ingin memiliki mu lebih kuat, ia akhirnya meninggalkan tunangannya untukmu,memanfaatkan kesalahan Liu untuk bersamamu, setelah sekian lama mengalah, ia mencoba egois karena ia merasa kaulah yang seharusnya yang berada di sisinya meskipun takdir berkata lain, menurutku itulah yang sebenarnya terjadi ann"


"ba..bagaimana kau tahu semua ini?"


"aku tak pernah cukup waktu menyelidiki masalah ini, tapi karena kau memecatku, aku banyak waktu luang, aku terus mencari tahu kebenarannya, aku bersyukur bisa memberi tahumu masalah ini"


"tapi Gio, ini semua sudah berakhir, aku tak bisa lagi bersama Liu, aku sudah meminta Liu menandatangani surat perceraian dan ini seharusnya sudah berakhir" tatapan Annchi kali ini benar-benar nanar.


"mungkin belum berakhir, mungkin masih ada kesempatan membatalkannya ann?"


"akan ku pikirkan lagi nanti" senyum annchi " apa kau sudah selesai makan Gio?" tanya Annchi


"ya, aku sudah selesai"


"baiklah, ikut aku sekarang"


"kemana?"


" bekerja" jawab Annchi singkat sambil meraih map cokelat di atas meja " anggap saja ini interview mu di perusahaanku, selamat Gio kau bisa bekerja lagi, mulai detik ini" sambung annchi, membuat senyum Gio mengembang.


"be..benarkah ann? apa kau bercanda?" jawab Gio sangat terharu


"apa kau tak rindu melihat pacarmu di kantor?"


" rindu ann, huhu, terimakasih nona muda annchi, selamanya aku takan mengecewakan mu lagi"


" baiklah jangan mengecewakan ku lagi!! atau tidak akan ada kesempatan kedua lagi untukmu" senyum annchi mengembang seiring ayunan langkahnya meninggalkan mejanya


"BAIK!!!!" jawab Gio dengan mata berkaca-kaca saking terharunya dan dengan cepat menyusul langkah annchi.