
5 hari berlalu semenjak kejadian itu ,annchi masih belum sadarkan diri. Entahlah, dokter pun heran, seharusnya Annchi sudah sadar beberapa hari lalu, karena cidera otak di kepalanya tidak berat. Keadaan itu membuat gusar semua orang, semuan orang mencemaskannya. Terlebih Shin dan Liu, setiap hari bergantian menjenguk Ann di Rumah sakit membawakan bunga yang berganti-ganti setiap hari. Terkadang dalam benak Shin dan Liu bertanya-tanya hal yang sama "bagaimana mungkin dalan kurun waktu 3 jam kondisi Annchi sudah seburuk itu?" mereka juga menyesali hal yang sama berulang kali, Liu menyesali kenapa ia tidak meninggalakan Xiauwen meskipun merengek, dan Shin menyesali kenapa ia tak menjaga Annchi dengan baik.
Selain polisi,di dalam kantor Ri juga dibuat tim Khusus untuk menyelidiki kasus ini. Yizhen sangat terpukul anak semata wayangnya saat ini hanya terbujur lemah di Rumah sakit, ia berfikir keras, bagaimana mungkin seorang Rival bisa tega menganiaya orang yang tidak bersalah hanya demi uang, ia baru tersadarkan ternyata uang bisa membuat orang menjadi kejam. Beberapa menit ia menyesali perusahaannya bisa sebesar ini, perusahaan yang di bangun dengan susah payah dan kekayaan yang di dapatkan juga akan tidak ada gunanya jika oranh yang kita cintai menderita dan tidak bahagia.
ia teringat saat pertama ia membangun usahanya dari 0, ia memulai usahanya benar-benar dengan modal sangat minim. Waktu ia sudah menikah dengan Faliu selama 5 tahun,sangat sulit untuk Faliu mengandung karena penyakit yang di deritanya, setelah 5 tahun menanti akhirnya Faliu hamil. Tidak mudah bertahan dari hinaan dan ejekan semua orang, terlebih untuk Faliu karena dia wanita, biasanya perasaan wanita lebih sensitif. Aku selalu menyemangatinya dan akhirnya yang di tunggu datang juga. Mulai saat itu, semangat Yizhen membangun karirnya berkobar-kobar, ia tak mau Anaknya kelak akan menderita karena hidup miskin, setiap pagi sebelum bekerja, Yizhen selalu memasakan sup tulang sapi untuk Faliu karena di awal kehamilan Faliu selalu merasakan mual dan sering muntah dan pusing. Melihat itu agar tidak lemas Yizhen selalu membantu Faliu, cinta Yizhen pada kuarganya memang sangat besar. Ketika yang lain sibuk meninggalkan keluarganya demi uang, Yizhen siap meninggalkan uangnya demi Keluarganya.
sejauh ini dokter hanya bisa menunggu Annchi sadar sambil sesekali mengobservasi kondisinya. Saat ini shin berada di samping tubuh annchi yang masih belum sadar kan diri. Sambil memegang tangannya, Shin memandangi wajah polos Annchi yang masih terlihat banyak bekas luka. Entah apa yang membuat Annchi belum juga tersadar
" Ann, meskipun kau begitu cantik saat tertidur, kali ini bangunlah, aku rindu senyum mu itu. Bangunlah, aku janji akan membawamu ke danau yang kau mau, bangunlah, kenapa kau enggan bangun? kau tak perlu takut, aku di sini" seru Shin sambil memegang tangan Annci, " hei ann, aku bawakan bunga kesukaanmu Tulip, aku ingat saat kecil kita ke belanda kau mencuri bunga tulip dari taman madam theresia hingga madam menangis, ingatkah itu? bangunlah, lihatlah betapa cantiknya bunga ini" sambung Shin, masih belum ada respons. Melihat itu shin kemudian beranjak dari kamar Ann, ia pergi mencari angin segar di taman Rumah sakit, tidak di sangka Liu sedang di sana,, memegang laptop dan terlihat segelas kopi di sampingnya kemudian Shin menghampiri Liu.
" sejak kapan kau mengenal Ann?" tanya Shin pada Liu sambil memandang ke arah lain
" apa urusanmu?" jawab Liu ketus
" tentu saja menjadi urusanku, baiknya pergi menjauh dari Ann selagi ada waktu, aku memperingatimu" sahut Shin tak kalah ketus
" hah, tak perlu menggertakku,, kalaupun saat Annchi sadar nanti dia memintaku pergi, aku takkan pergi, apalagi kau yg menyuruhku" jawab Liu sambil masih sibuk mengutak-atik laptopnya
"ketika Annchi sadar aku akan memintanya menikah denganku, kau tak perlu repot-repot menjaganya lagi, mulai hari ini perhatikanlah wanitamu yang lain yang juga sedang sakit, dia pasti menunggumu" sahut Shin
" apakah masalah pribadiku begitu menarik untukmu? dengan siapa aku berhubungan sepenuhnya bukan urusanmu, jadi mulai saat ini silahkan tuan Shin urus saja yang menjadi urusanmu" tatap Liu tajam ke arah Shin, sambil menutup laptopnya ia beranjak pergi,
"kriiiingggg..." suara ponsel Shin berbunyi
" apaaa Annci sudah siuman?" seru Shin sambil segera berlari menuju kamar Annchi, di susul Liu.
sesampainya Shin dan Liu di kamar Annchi, ia melihat Annchi berdiri memandangi bunga Tulip di samping jendela kamarnya. Saat Annchi menyadari seseorang di belakang tubuhnya ia langsung berbalik badan, ia melihat Shin dan Liu berdiri di sana.
"Kak Shiiiiiinnnn" seru Annchi berusaha memeluk Shin, hanya saja dia lupa kakinya cidera, akhirnya hampir terjatuh, Shin dan Liu refleks menahan tubuh Annchi. Liu berhasil menahan tubuh Annchi lebih dulu. Tatapan Annchi kosong melihat Liu.
"kau ini bodoh ya? kau tidak lihat kakimu patah begitu Ann" seru Liu dengan nada meninggi
" Kak shin, apakah bunga tulip itu kaka yang membawanya? indah sekali" seru Annchi tersenyum pada shin
" Ann, apa kau tidak mengingatku? apa sama sekali kau tak mengenalku?" tanya Liu dengan wajah khawatir sambil memegangi lengan Annchi. saat lengan Annchi di sentuh Liu tiba-tiba " deeeegggg,,, deggggggg" ada perasaan sakit di dada Annchi, perasaan yang aneh, beberapa saat wajah annchi seperti menahan sakit sambil memegangi dadanya..
" ka..kau tak apa ann?" tanya Liu khawatir
" maaf tuan, sepertinya kau salah orang, aku tidak mengenalmu" seru Annchi, "kak shin apa ini temanmu?" tanya Ann smbil melepaskan tangan Liu, sambil menatap Liu yang juga menatapnya, Shin tidak menjawab apapun
" sudah, sudah Ann, kau baru siuman, baiknya kau beristirahat, jaga kesehatanmu" seru Shin. Melihat Annchi tak mengingatnya, Liu langsung meninggalkan kamar Annchi, Emosinya tak terbendung. Ia terheran-heran, kenapa Annchi sanggup mengingat Shin dan tidak mengingatnya. Dengan emosi tinggi Liu mendatangi dokter yang merawat Annchi,
"Dokter, kenapa Annchi bisa hilang ingatan?"
" Itu mungkin saja, cidera pada kepala bisa menimbulkan beragam jenis trauma, salah satunya hilang ingatan"
" lalu kenapa hanya aku yang dia lupakan?" seru Liu emosi
" itu bergantung kepada nona Ann sendiri tuan, kondisi beberapa pasien dengan cidera kepala seperti nona annchi beragam, sejauh yg saya tau kemungkinan dalam diri nona ann sendiri menolak memori tentang anda, mungkin karena ada memori menyedihkan yang anda tinggalkan" Seru dokter itu
" BRAKKKKKKKKK, OMONG KOSONG!!!!!menyembuhkannya saja kau tidak becus!! berhentilah menjadi dokter kau" Liu menggebrak meja dokter, kemudian segera di tenangkan suster
" saya mengerti reaksi anda tuan, kami berharap nona ann akan segera pulih ingatannya, selama ia hilang ingatan, mohon jangan terlalu banyak memaksa nona Ann mengingat memori yang hilang, itu tidak baik baginya" seru Liu sambil pergi dari ruangan dokter.
Fikirannya kacau, hatinya sakit, memori tentang annchi satu persatu muncul di ingatannya bergiliran. Ia berjalan menyusuri lorong rumah sakit yang sepi, tubuhnya terduduk, kakinya bahkan tak dapat lagi menahan tubuhnya,, air matanya mulai berjatuhan
" kenapa Ann? kenapa begitu kuat kau ingin membuang ku? sebegitu kau merasa sakitkan kah kau berada di sisiku hingga kau menolak mengingatku? kenapa kau ingin sekali pergi dariku? kenapa kau lebih memilih mengingatnya Ann?" batin Liu sambil terisak.